
Jika bisa memilih, setiap orang pasti ingin bersama dengan orang yang dicintai dan mencintainya juga. Tetapi kembali lagi, tidak seorangpun dapat memilih kepada siapa hati kita akan jatuh
Selamat membaca :))
*
Kevin berjalan beriringan dengan Natasya menuju parkiran. Sesuai janji, mereka akan pulang bersama hari ini.
Perjalanan menuju parkiran diiringi dengan obrolan ringan antara Kevin dan Natasya. Keyra bahkan harus memperlambat langkah kakinya agar tidak terlalu dekat dengan posisi Kevin dan Natasya. Meskipun demikian, Keyra masih dapat melihat dengan jelas tatapan memuja yang diberikan Kevin pada Natasya.
Sesampainya di parkiran, Kevin mengambil helm dari jok motornya dan memakaikannya di kepala Natasya.
“Pulang naik apa, Key?” Tanya Kevin ketika melihat Keyra melintas dari hadapan mereka.
Ngapain disapa segala sih, udah sengaja nunduk padahal hufff
“Aku mau pulang sama mama Vin, katanya hari ini mama jemput, kayaknya udah nungguin juga di depan, duluan ya, mari Sya” jawab Keyra buru-buru.
Keyra sengaja menghindari Kevin, alasan bahwa mamanya sudah menjemput hanya alibinya saja agar bisa menghindari percakapan lebih lanjut. Bertingkah seolah semuanya baik-baik saja tidaklah mudah saat orang yang kita suka sedang bersama dengan orang yang disukainya. Jangan percaya sama kata orang yang bilang kalau dia juga bahagia asal orang yang dia cinta bahagia meski dengan orang lain, itu kebohongan besar saudara saudariku😂
**
Keyra memutuskan untuk berjalan ke halte dan menunggu angkutan umum. Hal ini sekaligus untuk menghindari bilama Kevin akan melintas di hadapannya jika dia tetap berdiri di depan gerbang sekolah. Bisa ketahuan berbohong dia kalau sampai Kevin lihat Mama Naura tidak menjemput.
Kalau dipikir-pikir, kasian banget sih aku, sekalinya suka sama orang eh yang disuka malah suka orang lain hmm. Dasar hati nggak jelas, kalau jatuh mikir-mikir dulu kek
Keyra asik menggerutu dalam hati sambil menghentak-hentakkan kakinya, dia bahkan tidak menyadari jika penumpang lain yang ada di halte sudah menaiki angkutan umum sesuai tujuan mereka masing-masing.
Setelah selesai dengan pikirannya sendiri, Keyra mengangkat kepala dan menyadari kini hanya dia yang tersisa di halte, sial. Sepertinya dia akan pulang terlambat hari ini.
***
Kevin tidak langsung mengantarkan Natasya pulang ke rumah. Mereka memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke tempat yang disarankan Kevin pada Natasya.
Berdasarkan penjelasan Kevin, tempat yang akan mereka kunjungi ini dijamin akan menjadi tempat favorit mereka ke depannya karena bisa menenangkan pikiran. Setelah dipikir-pikir Natasya penasaran tempat seperti apa itu, apakah itu sejenis perpustakaan? Karena setahu Natasya tempat paling menenangkan yang pernah dia kunjungi hanyalah perpustakaan.
Kevin memarkirkan motornya di bahu jalan, melepaskan helmnya sendiri kemudian membantu Natasya untuk melepaskan helm.
Mereka berjalan menyusuri rumput hijau dengan banyak pepohonan. Sejuk, itu yang Natasya rasakan ketika menginjakkan kaki untuk yang pertama kalinya di tempat itu.
Kevin menuntun Natasya menuju satu pohon rindang yang indah dengan kursi di dekatnya. Jangan lupakan ayunan sederhana yang menggantung di cabang pohon.
“Wahhh..... keren banget Vin, kamu tahu darimana tempat kayak gini?” Natasya dibuat kagum dengan tempat itu, ternyata masih ada tempat seperti ini di kota besar dengan penduduk yang sangat padat.
Darimana saja aku selama ini, sampai tidak tahu ada tempat yang begitu indah di kota ini
“Aku suka main ke sini kalau lagi suntuk mikirin tugas, hitung-hitung buang suntuk lah. Di sini juga enak banget, udaranya segar” jawab Kevin dengan semangatnya seperti sedang mempromosikan tempat liburan baru. Kayak di iklan-iklan tv itu loh.
Reader : emang ada iklan kayak gitu thor 🤔
Author: ya adalah, enggak pernah liat ya? 😒
Reader: ya enggak lah, kan nggak punya tv hehe 🤪
Author: kalau nggak punya tv ngapain nanya bambank🙄
Reader: ya suka-suka dong😜
byeeee😒
Lanjuttt....
Mereka memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di dekat pohon. Sambil menikmati udara segar yang tentu saja tidak bisa mereka dapatkan di pusat kota di mana banyak kendaraan lalu-lalang.
Ahh... kalau dipikir-pikir kota selalu jadi tempat padat penuh penat ya
Kevin menempelkan punggungnya ke sandaran kursi. Dia memperhatikan Natasya yang masih setia memperhatikan keadaan sekitar dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.
Kevin berusaha menyusun kalimat yang tepat untuk membuka percakapan dengan Natasya.
“Kamu suka tempatnya Sya?” tanya Kevin basa basi
“Suka banget Vin, lain kali aku bakal atur waktu buat mampir ke sini lagi” jawab Natasya antusias
“Kamu nggak perlu sungkan buat ngajak aku ke sini kalau kamu nggak punya teman, aku pasti selalu siap hehehe” Kevin mengatakannya dengan serius dan pandangan mata yang menatap lekat manik mata Natasya, yang dijawab gadis itu hanya dengan seulas senyum.
“Kamu mau tau kenapa aku ngajak kamu ke sini?” tanya Kevin sekaligus menegakkan tubuhnya dan sudah menghadap Natasya sepenuhnya. Natasya hanya menjawab pertanyaan tersebut dengan gelengan kepala.
“Karena kamu salah satu orang spesial dalam hidup aku”
Hening.........
Natasya tidak menjawab pernyataan Kevin barusan, bahkan dia tidak memberikan reaksi apa-apa, wajahnya datar seperti tidak mendengar pengakuan baru saja.
Kevin beranjak dari duduknya dan mengajak Natasya untuk pulang, hal ini dia lakukan untuk mengusir kecanggungan di antara mereka. Padahal sih ya, cuman Kevin aja yang canggung, Natasya malah B aja tuh, kayak plat kendaraan Jakarta Barat.
****
Sesampainya di depan rumah Natasya, Kevin turun dari motor untuk melepaskan helm Natasya kemudian memasukkannya ke jok motor.
Natasya tidak langsung masuk ke rumah, melainkan berdiri di samping Kevin.
Pandangan Natasya sangat serius, seperti ingin menyampaikan sesuatu lewat tatapan mata itu. Kevin bahkan sampai menerka-nerka apa yang ingin disampaikan gadis di hadapannya ini.
“Ada yang mau aku sampein sama kamu Vin” ucap Natasya dengan serius
Kevin sudah berpikir negatif tentang apa gerangan yang akan disampaikan Natasya, apakah itu hal baik atau malah hal buruk, tapi kenapa pandangannya sangat serius begitu sih.
Mau bilang apa hayoooo?
Penasaran jangan?
Ditunggu update berikutnya ya
Jangan lupa like, comment, kalau boleh poinnya dikencangin hehehe
Stay alive kita semua
With love
Citra_Girsss