
Karma itu benar-benar ada. Apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai, bahkan lengkap dengan bunga-bunganya.
*
Mereka berempat makan dalam diam, tetapi diam-diam Samuel membaca situasi yang sedang ada di sekitarnya.
Mereka ini pada kenapa sih? pikir Samuel membatin.
Keyra lebih dulu menyelesaikan serapannya, dan memperhatikan Kevin dan Natasya yang masih asik dengan serapannya masing-masing.
"Aku mau ke kamar dulu ya, ada yang ketinggalan nih" ucap Keyra memecah keheningan di antara mereka.
Samuel yang kebetulan juga sudah menyelesaikan serapannya menawarkan diri untuk menemani Keyra mengambil barangnya yang ketinggalan.
"Yaudah ayok, biar nanti briefingnya kita langsung pergi dari sana aja" jawab Keyra menerima tawaran Samuel.
"Yaudah kita duluan ya" pamit Samuel dengan Keyra yang hanya tersenyum kemudian berlalu.
**
Keyra mengikuti kegiatan briefing dengan baik, dia bahkan sengaja memilih tempat yang jauh dari Kevin dan Natasya agar konsentrasinya tidak berantakan.
Keyra akan lakukan yang terbaik besok, papa harus bangga sama Keyra ucap Keyra membatin begitu dia mengingat papanya yang sangat dingin itu.
Setelah kegiatan briefing berakhir, Keyra memutuskan untuk kembali ke kamar. Begitu sampai di kamar, dia sudah melihat Natasya rebahan di atas kasur.
"Baru balik, Key?" sapa Natasya basa-basi.
"Iya nih. Kamu udah lama?" tanya Keyra mencoba bersikap ramah.
"Enggak kok, baru aja" jawab Natasya.
Keyra yang merasa tidak ada lagi hal yang perlu dibicarakan segera mandi. Dia berencana akan membaca-baca buku untuk mengingatkannya kembali dengan materi-materi yang kemungkinan akan keluar pada saat olimpiade nantinya.
***
Hari yang menegangkan telah tiba. Seluruh peserta olimpiade diarahkan untuk menuju ruangannya masing-masing.
Kevin yang memang berada di dekat Keyra segera mendatangi Keyra.
"Semangat Key, aku yakin kamu bisa" ucap Kevin begitu sampai di depan Keyra. Kevin juga tidak lupa memberikan senyuman terbaik sembari mengelus lembut kepala Keyra.
Keyra yang mendapatkan perlakuan lembut itu kemudian tersenyum.
"Kamu juga semangat ya, Vin" balas Keyra menyemangati.
Olimpiade akan segera dimulai. Semua peserta sudah memasuki ruangannya tidak terkecuali Keyra dan Kevin.
120 menit. Mereka hanya memiliki waktu 120 menit untuk menyelesaikan jumlah soal yang jumlahnya tidak sedikit.
Semua persiapan yang telah mereka persiapkan sebelumnya akan diuji hari ini. Entah itu akan memberikan hasil maksimal, atau bahkan harus rela pulang dengan menelan kekecewaan. Apapun itu, semoga selalu yang terbaik.
Keyra bertekad akan melakukan yang terbaik untuk olimpiade ini. Di hatinya yang paling dalam, dia berharap papanya akan meliriknya jika dia menjadi anak yang berprestasi.
Bohong jika Keyra bilang dia baik-baik saja. Dia tidak baik-baik saja tanpa perhatian seorang ayah, dia tidak baik-baik saja saat papanya itu mengacuhkan dia dan mamanya. Keyra benci diabaikan, titik.
Keyra sudah duduk dengan tenang di kursinya, sebelum memulai mengerjakan soal, dia lebih dahulu berdoa.
Soal demi soal terkerjakan dengan baik. Keyra merasa bersyukur karena ilmu yang dia dapatkan di bimbingan belajar sangat berguna dalam olimpiade ini.
****
"Gimana, gimana? Dapat nggak tadi jawabannya?" tanya Kevin heboh begitu olimpiade selesai.
"Lumayan sih" jawab Keyra seadanya.
"Kamu gimana tadi? Lancar?" tanya Keyra berbasa-basi. Sebenarnya sih nggak usah ditanya, Kevin pasti dapat mengerjakannya dengan lancar, secara dia itu laki-laki geniusnya IPA-1.
"Puji Tuhan, lancar, Key"
"Beruntung banget deh aku ikut bimbingan belajar sama kamu" ucap Kevin.
Keyra yang mendengar pernyataan Kevin hanya tersenyum.
"Hey, Sam...." panggil Keyra yang melihat Samuel sedang berjalan tidak jauh dari mereka.
Samuel yang mendengar ada yang memanggil namanya segera menoleh dan menemukan Keyra tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Samuel kemudian melambaikan tangan sembari tersenyum dan memanggil Keyra.
"Vin, ayokk...." ajak Keyra yang melihat Kevin hanya memasang ekspresi datarnya.
"Selesai makan, kita jalan-jalan yok" ajak Samuel begitu Keyra berdiri di sampingnya.
"Emang diizinin kalau mau jalan-jalan?" tanya Keyra.
"Diizinin dong, hitung-hitung refresh otak sebelum pengumuman nanti sore" jawab Samuel.
Kevin yang mendengar percakapan keduanya hanya menggerutu kesal. Bagaimana mungkin mereka berbincang-bincang seperti itu tanpa menghiraukan keberadaanku, benar-benar sialan gerutu Kevin dalam hati.
Hahh..... Kevin tidak menyadari bahwa apa yang dirasakannya saat ini, pernah dirasakan Keyra sebelumnya, bahkan lebih parah.
Karma itu benar-benar ada ya. Bahkan sekarang Kevin harus menuainya lengkap dengan bunga-bunganya. Benar-benar tidak menguntungkan.
*****
"Vin, nanti kita jalan-jalan yuk" ajak Natasya yang entah sejak kapan sudah bergabung dengan mereka bertiga.
Kevin yang mendengar ajakan Natasya segera menoleh ke arah Keyra.
Kevin berharap Keyra akan menunjukkan ekspresi cemburu mengingat perempuan itu pernah mengaku tertarik padanya. Tetapi bukan ekspresi cemburu yang dia lihat, melainkan pemandangan dimana Keyra sama sekali tidak peduli dengan apa yang Natasya bicarakan, dia bahkan terlihat sedang terlibat percakapan yang menyenangkan dengan Samuel.
Diabaikan lagi, siallll.
Kevin yang bingung untuk menolak permintaan Natasya hanya mengangguk dan tersenyum paksa.
Sebenarnya diam-diam Keyra mendengar percakapan Kevin dan Natasya, tetapi dia memilih menulikan telinganya. Stop dengerin sesuatu yang bikin kamu sakit hati ucap Keyra dalam hati dan terdengar seperti mantra untuknya.
Setelah menyelesaikan makan siang, Samuel segera mengajak Keyra.
Kevin yang memang masih menunggu Natasya menyelesaikan makan siangnya tidak bisa berbuat banyak, oleh sebab itu dia hanya duduk sambil melamun.
Suara Natasya menyadarkan Kevin yang melamun sejak tadi.
"Ayok...." ajak Natasya untuk kesekian kalinya.
Ngelamu mulu ucap Natasya membatin.
Kevin segera berdiri dan berjalan tidak tentu arah. Tujuan Kevin satu-satunya adalah taman yang dekat dengan hotel mereka menginap.
Natasya yang tidak tahu tujuan mereka, hanya mengikuti Kevin yang sedari tadi masih diam.
Begitu sampai di taman, Kevin mendudukkan dirinya di salah satu kursi taman yang berada di bawah pohon. Hahhhh..... benar-benar menyegarkan ucap Kevin membatin.
Cuaca memang agak mendung siang ini, oleh sebab itu udara masih terasa segar meskipun sudah siang hari.
Tetapi seketika suhu disekitar Kevin memanas, dari tempatnya duduk terlihat jelas dua orang yang sangat dia kenal.
Keyra dan Samuel.
Bukan, bukan itu yang mengganggu pikiran Kevin, tapi posisi Keyra yang sekarang menyandarkan kepalanya di bahu Samuel. Apa-apaan mereka itu, bahkan tangan laki-kaki sialan itu mengelus kepala Keyra ucap Kevin sambil mengepalkan tangannya.
Kevin hendak berdiri menghampiri mereka berdua, tetapi Natasya yang sedari tadi diam di sampingnya menarik tangan Kevin.
Kevin memandang Natasya dengan tatapan tajam dan hendak melepaskan tangan Natasya yang memegang tangannya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Natasya pura-pura polos.
"Bukan urusan kamu" jawab Kevin ketus.
Omel-omel Reader Author (OORA)
Reader: Juara nggak thor si Keyra?
Author: Juara ngapain?🙄
Reader: Ya juara olimpiade lah, ya kali juara lomba makan kerupuk😑
Author: Oh ituuu..... Nanya yang jelas makanya.
Reader: Yaudah sih tinggal jawab aja susah banget, heran.
Author: Ya mana saya tahu bambank, ditunggu aja part selanjutnya ya. Jangan lupa like, commnet, rate, and votenya juga.
Raeder: Ogahhhhhhhhhhhh
With Love
Citra_Girsss