
*Aku cukup tau diri siapa aku,
dan untuk bersama lelaki sepertimu,
aku rasa itu harapan yang terlalu mustahil*
Keyra Solana
Selamat membacaaa.... Aku berharap kalian meluangkan waktu untuk memberi saran dan kritikan, jangan lupa poinnya dan tunggu update-an berikutnyaa((
*
Seorang gadis sedang berjalan di tangga menuju ruang makan dengan rambut yang masih basah dan sibuk mengenakan dasi. Gadis itu adalah Keyra, Keyra Solana lebih tepatnya. Dia adalah anak semata wayang dari pasangan Papa Glen dan Mama Naura.
“Hati-hati sayang... jangan benerin dasi terus nanti kamu jatuh” tegur sang Mama saat Keyra sibuk memakaikan dasi ketika berjalan menuruni tangga.
“iya Mamaa..... Keyra ngak bakal jatuh, kan tiap hari udah jalan dari tangga ini, jadi Keyra udah hafal” cengir Keyra pada sang Mama, sang mama hanya geleng-geleng dengan jawaban putri semata wayangnya itu.
Tidak menunggu lama, Keyra sampai di meja makan. Tanpa basa basi dia memakan nasi goreng yang sudah disediakan oleh Mamanya. Masakan mamanya memang selalu yang terbaik pikirnya. Jika keluarga pada umumnya melakukan serapan bersama-sama, berbeda dengan Keyra yang jarang sekali serapan dengan Papanya. Serapan hanya bersama sang Mama bukan sesuatu yang baru baginya, bahkan dia tidak perlu lagi bertanya mengenai sang Papa, Papanya itu pasti sudah berangkat ke kantor untuk bekerja.
“Ma, ayo berangkat nanti Keyra telat lohh.. Mama sih enak kalo telat ngak ada yang marahin, lahh aku, bisa habis sama Pak Satpam yang galaknya minta ampun” omel Keyra.
“Iya sayang, ini Mama lagi ambil kunci mobil, tungguin bentar ya” sahut sang Mama dari kamar.
Keyra setiap paginya berangkat bersama Naura mamanya. Mamanya itu adalah seorang guru di salah satu SMP Negeri yang ada di Bandung tidak jauh dari sekolah Keyra. Jadi Mamanya itu yang akan mengantar Keyra ke sekolah setiap harinya. Tapi jika pulang sekolah, Keyra terpaksa menaiki angkutan umum karna mamanya itu pulang terlebih dahulu.
Tidak menunggu lama Keyra sudah sampai di depan gerbang sekolahnya. Keyra bisa bernafas lega karna gerbang sekolahnya belum tutup.
“Keyra masuk ya Ma..” pamitnya pada sang mama, tak lupa juga dia mencium tangan mamanya.
”Iya sayang, yang serius belajarnya jangan main-main saat pelajaran. Oke?” kata sang mama.
“Siap kanjeng mami” ucap Keyra sambil menunjukkan deretan giginya dan melambaikan tangan pada sang mama. Kanjeng mami itu adalah panggilan sayang Keyra untuk mamanya. Sang mama hanya bisa tersenyum dengan panggilan Keyra kepadanya sambil ikut melambaikan tangan dan berlalu menuju sekolahnya.
Selama berjalan di koridor Keyra tak henti-hentinya tersenyum saat beberapa orang yang berpapasan dengannya menyapanya. Ya.... Keyra Solana, gadis periang dan ramah yang bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu. Dia cukup terkenal di sekolahnya, bukan karna dia pintar. Keyra bukan anak yang bisa dikatakan pintar, bahkan dia belum pernah mendapatkan peringkat selama dia mengenal yang namanya sekolah, tetapi meskipun demikian, dia selalu bisa masuk kelas unggulan di sekolahnya.
Sesampainya di depan kelas XI IPA-1, Keyra dibuat mematung dengan kegiatan seorang cowok yang sedang sibuk memasukkan beberapa cokelat dan bunga kedalam plastik. Ini bukan pertama kalinya Keyra menyaksikan itu, tetapi tetap saja melihat cowok yang dia sukai digemari banyak cewek di sekolahnya membuatnya sedikit minder. Ya... cowok itu adalah Kevin, Kevin Anggara si cowok geniusnya XI IPA-1.
Kevin Anggara adalah teman masa kecil Keyra. Banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama membuat Keyra menaruh hati pada Kevin. Jarak rumah mereka juga tidak terlalu jauh.
Keyra masih berdiri mematung di pintu kelas hingga sebuah suara mengejutkannya.
“Key..... kok bengong? Sini masuk” tegur Kevin. Hal ini sontak membuat Keyra tersadar dan dengan senyuman khas miliknya dia berlalu dan duduk di bangkunya tepat di seberang bangku Kevin.
“Udah serapan?” tanyanya pada Keyra.
“Udah tadi sama mama, kamu udah?” tanyanya balik kepada Kevin.
“Belum, tadi buru-buru kirain telat, ehh ternyata masih lama” jawabnya.
“Aku tadi bawa bekal dari rumah, kamu makan aja Vin” ucapnya sambil menyodorkan kotak makan yang sudah disediakan mamanya sebelum berangkat ke sekolah tadi.
“Ngak papa aku makan Key? Nanti kamu makan apa kalo bekal kamu aku yang makan?” tanya Kevin ragu.
“Nanti kan aku bisa makan di kantin Vin kalo lapar, makan aja kali” ucap Keyra santai. Baru kotak makan Vin, hati aku aja udah aku kasih ke kamu, kamunya aja yang ngak peka, ucapnya dalam hati.
Tak lama kemudian Kevin memakan serapan yang diberikan Keyra. Kadang Keyra suka berpikir, bagaimana bisa dia mencintai Kevin secara diam-diam dalam waktu yang sangat lama. Bahkan dengan kenyataan bahwa Kevin digemari banyak cewek di sekolahnya. Belum lagi Keyra harus menerima kenyataan bahwa Kevin telah menaruh hati pada salah satu cewek sekelasnya yang lebih segalanya dari Keyra.
Kevin memang cowok genius di sekolahnya. Dia selalu mendapatkan peringkat minimal satu atau dua. Laki-laki itu juga merupakan utusan dari sekolahnya untuk mengikuti olimpiade Matematika. Jadi tidak salah Kevin juga mempunyai selera yang tinggi mengenai perempuan, dan yang jelas itu bukan Keyra.
Sampai disini dulu......
With Love
Citra_Girsss