![Life After Death [Life Of The Outcast]_The System](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/life-after-death--life-of-the-outcast--the-system.webp)
“Jadi ini Kekaisaran Baharuth” Ucap Gin yang berada di langit
“Besarnya sama dengan sebuah kota tapi desain masih seperti kerajaan kuno” Pikir Gin
“Aku harus mencari tempat turun yang bagus” Ucap Gin
“Karena jika aku kembali memakai wujud manusia aku akan menjadi telanjang” Ucap Gin
“Karena semua barang ku ku masukan dalam item box jadi tidak ada yang rusak” Ucap Gin
“Baiklah System tolong carikan tempat untuk aku mendarat” Ucap Gin
“System telah menganalisis” Ucap System
“Ya, beritahu lokasinya” Ucap Gin
“Lebih baik anda turun di gang sepi di sepi bagian utara Kekaisaran Baharuth” Ucap System
“Baiklah aku turun di gang sepi itu ” Ucap Gin
Di tempat lain.....
“Eh, kok tiba-tiba gelap?” Ucap Maria
“Iris lihat itu Naga?” Ucap Maria
“Mana mungkin ada Ras naga sudah berjanji untuk tidak datang Kekaisaran” Ucap Iris
“Dan Perjanjian itu sudah di sepakati oleh pemimpin ras naga dan raja kita” Ucap Iris
“Baiklah, aku percaya pada mu” Ucap Maria
“Daripada itu mari kita lihat di mana turun nya bayangan itu” Ucap Maria
“Kelihatanya bayangan itu turun di gang sepi itu” Ucap Maria
“Ayo kesitu Iris” Ucap Maria
“Baiklah Maria” Ucap Iris
Setelah di dalam gang....
“Hey gadis cantik mari kita main yuk” Ucap Preman
“Main, sama kami itu nikmat loh” Ucap Preman
“Hentikan” Ucap Maria
“Seseorang Tolong!!” Ucap Maria dan Iris
“Ada suara gadis yang meminta tolong” Pikir Gin
“Kalian lepas mereka berdua” Ucap Gin
“Apa kalian membutuhkan bantuan” Ucap Gin
“Ya, tolong kami” Ucap Maria dan Iris
“Seseorang yang tampan dan manis” Ucap Maria
“Tapi kenapa kamu telanjang” Ucap Maria
“Sial aku lupa memakai baju ku dulu” Ucap Gin yang sedang telanjang
“Kenapa ada anak kecil telanjang disini” Ucap Para Preman
“Mau apa kau di sini bocah” Ucap Para Preman
“Butuh sesuatu kah” Ucap Para Preman
“Apa kau mau main pahlawan pahlawanan” Ucap Para Preman
“Demi kebaikan mu pulang lah dan pura-pura tidak pernah melihat ini” Ucap Para Preman
“Kakak kakak bodoh sekalian” Ucap Gin
“Apa kalian ini tidak bisa membedakan yang kuat dan yang lemah” Ucap Gin
“Apa maksud mu bocah” Ucap Para Preman
“Akan ku beritahu kalian semua itu adalah ras yang lemah sangat lemah” Ucap Gin
“Apa kata mu, bocah ampas!” Ucap Para Preman
“Matilah BOCAHH!! ” Ucap Para Preman
“Sihir Es lanjut : Ice Blood (Es Darah)” Serangan Gin
“Kalian semua itu tidak dapat melihat perbedaan level kita yang sangat jauh jangan terlalu banyak berkhayal” Ucap Gin
“Coba lihat kondisi tubuh mu” Ucap Gin
“Apa yang terjadi pada ku” Ucap salah satu Preman
“Tangan kanan ku mati rasa” Ucap salah satu Preman
“Cepat lah minta ampun” Ucap Gin
“Atau” Ucap Gin
“Atau apa” Ucap salah satu preman
“Kau harus bilang selamat tinggal kepada bagian bawah mu” Ucap Gin
“Maafkan aku, tolong maaf aku tolong biarkan aku pergi” Ucap salah satu Preman
“Kalau ingin selamat serahkan lah dirimu kepada penjaga” Ucap Gin
“Baik kami akan lakukan” Ucap Para Preman
“Ayo lari” Ucap Para Preman
“Aaaaaaaa” Suara para Preman yang melarikan diri
“Kalau begitu masalah sudah selesai dan kalian para gadis sampai jumpa lagi di lain tempat dan di waktu yang berbeda” Ucap Gin
“Dia baik, tampan, manis tapi dia anehnya masa di dalam gang telanjang” Ucap Maria ke Iris
“Aku juga berpikir seperti itu” Ucap Iris
“Kalo begitu ayo bersiap untuk ke sekolah besok” Ucap Maria
“Mm, baiklah” Ucap Iris
“Di tempat lain di dalam istana Kekaisaran Baharuth...
“Selamat datang Ryuu Gin” Ucap Raja Kekaisaran Baharuth
“Perkenalkan saya Raja dari Kekaisaran Baharuth nama saya Zyle Roi Von Farlord Dale Anoch” Ucap Raja Kekaisaran Baharuth
“Ya Salam kenal juga Raja Kekaisaran Baharuth” Ucap Gin ke Raja Kekaisaran Baharuth
“Karena kau adalah ayah dari ibu ku jadi akan ku panggil kakek saja supaya lebih mudah” Ucap Gin ke Raja Kekaisaran Baharuth
“Baiklah cucuku apa keinginan mu sampai datang kemari” Ucap Raja Kekaisaran Baharuth
“Ada pesan dari ibu” Ucap Gin
“Apa itu” Ucap Raja
“Aku harus mendaftar ke sekolah untuk mempelajari hal baru yang belum pernah ku ketahui” Ucap Gin
“Lalu pesan dari ibu aku harus mengerti apa arti dari teman” Ucap Gin
“Baiklah kakek mengerti tapi masalah nya dengan tubuh mu yang masih kecil itu akan sulit bersekolah” Ucap Raja
“Tidak apa saya memiliki Skill yang mempercepat atau memperlambat pertumbuhan tubuh” Ucap Gin
“Dengan begitu saya akan menggunakan Wujud seorang remaja untuk bersekolah” Ucap Gin
“Baiklah akan ku persiapkan formulir pendaftarannya murid baru nya” Ucap Raja
“Baiklah sampai jumpa lagi kakek” Ucap Gin
Besoknya.....
“Diam semuanya kita kedatangan murid baru dia adalah ras naga” Ucap Pak guru
“Apa ras naga aku takut sekali” Ucap seseorang
“Heh, kalian saja yang terlalu pengecut” Ucap seseorang
“Sudah diam kalian semua dia ini orang penting jadi kalian jangan membuatnya marah ya”
“Baik, Pak” Ucap seseorang
“Terserah mu saja” Ucap seseorang yang sombong
“Dia adalah cucu dari yang mulia raja jadi perhatikan sikap kalian didepan nya”Ucap Pak Guru
“Bukannya aku juga cucu raja” Ucap seseorang yang sombong
“Tapi dia ini spesial jadi kalian tidak boleh membuat nya marah atau kita bisa di eksekusi oleh sang raja” Ucap Pak Guru
“Jadi mohon untuk tidak membuat nya kesal” Ucap Pak guru
“Bukan tidak ada yang seumuran dengan ku yang seorang cucu sang raja” Ucap seseorang yang sombong
“Sudah kamu diam saja atau bapak keluar kan kamu” Ucap Pak guru
“Stek stek” suara langkah kaki
“Baiklah murid baru perkenalkan kan diri mu” Ucap Pak guru
“Wah ternyata tampan juga dia” Ucap Maria
“Tapi rasa nya aneh, rasa nya aku pernah melihat nya” Ucap Maria sambil berbisik kepada Iris
“Nama saya Ryuu Gin” Ucap Gin
“Ryuu marga saya dan Gin adalah nama depan saya” Ucap Gin
“Iris kau juga merasakan hal sama dengan ku kan” Ucap Maria sambil berbisik kepada Iris
“Iya, sebentar akan coba ku ingat, dia mirip dengan anak kecil yang menolong kita kemarin” Ucap Iris sambil berbisik kepada Maria
“Saya tinggal di Hutan kematian” Ucap Gin
“Tapi mana mungkin anak kemarin kan be umur sekitar 5 - 6 tahun” Ucap Maria sambil berbisik kepada Iris
“Umur saya 5 tahun” Ucap Gin
“Itu Dia!!” Ucap Maria dengan suara yang sangat keras
“Jika ada yang ditanyakan ke murid baru silahkan” Ucap Pak guru
Seseorang mengangkat tangan
“Oh, Maria kamu ingin bertanya sesuatu kepada murid baru kita” Ucap Pak Guru
“Iya, saya ingin bertanya kepada Ryuu” Ucap Maria
“Apa kau yang menolong kami kemarin” Ucap Maria
“Ya, itu aku” Ucap Gin
“Tapi kenapa waktu itu kamu telanjang” Ucap Maria
“Karena saya baru kembali dari wujud naga saya” Ucap Gin
“Lalu saya mendengar suara orang minta tolong saya langsung bergegas kesitu untuk menolong” Ucap Gin
“Jadi di mana semua barang mu” Ucap Gin
“Semua barang saya ada di dalam artefak” Ucap Gin
“Oh” Ucap Maria
“Kalau begitu pertanyaan pertanyaan selanjutnya ya”
“Ya, silakan” Ucap Gin
“Lalu kenapa wujud menjadi remaja begitu” Ucap Maria
“Itu karena salah satu skill saya yang bisa membuat saya mengatur mempercepat atau memperlambat pertumbuhan tubuh” Ucap Gin
“Berati bayangkan besar kemarin juga ulah mu”Ucap Maria
“Tepat sekali” Ucap Gin
“Bagaimana rasanya hidup di hutan kematian” Ucap Maria
“Rasanya nya yah”Ucap Gin
“Itu sangat sulit” Ucap Gin
“Di umur ku yang ke 2 minggu aku sudah mulai paham bahasa dan mulai berbicara kepada ayah dan ibu ku” Pikir Gin
“Di umur 5 bulan aku sudah bisa berdiri dan berjalan” Pikir Gin
“Lalu di umur 1 tahun 4 bulan aku memburu Goblin” Pikir Gin
“Dan di umur 1 tahun 7 bulan aku sudah bisa menulis” Pikir Gin
“Pertanyaan selanjutnya ya” Ucap Pak Guru
“Ya, silakan” Ucap Gin
“Mengapa kamu bisa menghafal setiap detik waktu mu” Ucap Maria
“Karena aku memiliki daya ingat yang sangat kuat dan juga memiliki IQ yang sangat tinggi” Ucap Gin
“Walaupun dia orang yang baik tapi dia agak terlalu sombong apa kau merasa begitu” Ucap Maria ke Iris
“Ya, aku juga merasakan hal yang sama” Ucap Iris
“Dan ada yang ingin ku beritahu kan bahwa aku juga memiliki pendengaran yang sangat tajam” Ucap Gin secara mendadak
“Jadi tidak ada gunanya kalian mencemooh ku karena aku selalu mendengar apa yang kalian ucap kan” Ucap Gin
“Dan untuk kalian berdua aku mendengar karena ini hari pertama aku masuk sekolah jadi akan ku lupakan” Ucap Gin
“Terima kasih telah me maafkan kami” Ucap Iris dan Maria
“Lalu jika itu terjadi lagi aku akan melaporkan hal ini ke kakek atau yang mulia raja” Ucap Tuhan
“Em, em” Ucap Maria dan Iris dengan wajah ketakutan
“Apa kalian paham” Ucap Gin
“Ya kami paham” Ucap Maria dan Iris
“Bagus lah kalau kalian paham” Ucap Gin
“Baiklah Pak Guru boleh dilanjutkan sesi perkenalannya” Ucap Gin