Life After Death [Life Of The Outcast]_The System

Life After Death [Life Of The Outcast]_The System
Chapter 26 : Sebuah Pesta (S2)



Anggota Party Fire Dragon pun sampai di kota Matterhorn untuk memberikan bukti penaklukan


“Melisa, itu mereka!! ” Ucap Warga kota Matterhorn yang melihat Party Fire Dragon dari jauh


“Benar Weny, Iya itu mereka” Ucap Warga kota Matterhorn


“Oiiiii!!, Sini sini” Ucap Weny


“Eh, ada orang memanggil ke arah kita sambil melambaikan tangan. ”Ucap Als


“Lambaikan saja tanganmu! ” Ucap Zelix


“Ohh, baiklah. ” Ucap Als


“Haiiiii!! ” Ucap Als sambil melambaikan tangannya


“Tapi di mana Tanduk Naga Api nya” Ucap Warga kota Matterhorn


Note: Tanduk monster besar yang tidak bisa oleh party akan di gunakan untuk bukti pebaklukkan(Selesai melakukan Quest), lalu staff dari Guild akan datang ke tempat mayat monster


“Mmm,benar juga. Di mana tanduk Naga Apinya? ” Tanya Melisa


Melissa dan Weny akhirnya bertatap muka secara langsung dengan Anggota Party Fire Dragon


“Maaf meragukan kalian tapi dimana bukti penaklukkan Naga Apinya? ” Tanya Melisa


“Eee, seharusnya itu ada pada Artefak Ryuu!!” Ucap Als


“Ryuu di mana, mayat Naga Apinya? ” Tanya Als


“Mayat Naga Api, Dimana mayat besar itu berada” Ucap Weny


“Tenang, ada di dalam Item Boxku. ” Ucap Ryuu dengan santai


“Ryuu bukan nya, kau bilang itu sebuah Artefak penyimpanan ya? ” Tanya Als


Penjelasan:Ryuu berkata dengan jujur bahwa ia memiliki Skill Item box bukan Sebuah Artefak penyimpanan. Karena di sudah tidak mau membohongi teman teman nya


“Emm, Emm. Se ingat ku kau berkata seperti itu!!.” Ucap Iris


“Bahwa kau memiliki sebuah Artefak penyimpanan bukan sebuah Skill penyimpanan. Kau berbohong kepada kami yaaa!! ” Ucap Maria dengan keras


“Eee, begini biar ku jelaskan. Kalian tau bahwa kita sebuah rahasia yang harus di sembunyikan untuk menjaga keselamatan! ” Ucap Ryuu yang panik tapi dia tidak sedang berbohong


“Benar, Sihh. Tapi agak membingungkan karena siapa juga yang bisa membahayakan nyawamu!! ” Ucap Maria


“Aku juga setuju. ” Ucap Zelix


“Kami juga setuju!! ” Ucap Dariel, dan Als


“Ada yang bisa membahayakan ku seperti para raja naga dan ras Iblis ”


“Masuk di akal juga kata-katamu. ” Ucap Zelix


“Sudah sudah jangan bertanya lagi, kasihan mereka berdua yang tidak paham apa yang kita bicarakan!! ” Ucap Ryuu


Melisa dan Weny yang kebingung apa yang di bicarakan Party Dragon Fire cuman bisa berdiri plangak plongo


“Oke, baiklah. Pertama tama kita akan meletakkan mayat naga Api nya di gudang Guild lalu kita pergi ke Pesta Yang di buat oleh paman Weldy!! ” Ucap Zelix


“Ayoo” Als, Dariel, dan Maria berteriak


“Huh, mereka ini! ” Pikir Ryuu


“Kalian berdua, boleh aku bertanya dimana gudang Guild nya? ” Tanya Ryuu


“Aku, Tau. Ayahku adalah salah satu petualang yang bekerja disana dan cita-citaku juga bekerja disana, jadi aku banyak mengetahui tentang Guild” Ucap Weny


“Tapi sebelum pergi ke gudang Guild kalian harus, ke staff Guild untuk konfirmasi penyerahan Naga Api nya. ” Ucap Weny


“Baiklah, mari kita lakukan. ” Ucap Ryuu


Merekapun pergi ke Guild.....


“Hmm, sepi sekali. Apa tidak ada orang disini. ” Ucap Als


“Mungkin mereka sudah pergi ke pesta yang di buat paman Weldy. ” Ucap Zelix


“Jadi bagaimana dengan Staff nya seharusnya dia juga sudah pergi ke pesta ”


“Tidak perlu khawatir, si pak tua itu sudah memikirkan hal itu. Nearly seharusnya menunggu di Guild untuk mananti kedatangan kalian ” Ucap Melisa


“Krekk” Suara di pintu buka


“Akhirnya kalian datang juga!! ” Ucap Nearly si Staff Guild


“Tapi dimana, Naga Api nya? ” Tanya Nearly


Nearly yang melihat Party Dragon Fire dalam keadaan kotor langsung menyimpulkan bahwa mereka gagal melakukannya


“Tidak apa-apa yang terpenting adalah kalian selamat, mari kita rayakan keselamatan kalian!! ” Ucap Nearly


“Maaf, jika ini tidak sesuai apa yang kau perkirakan, kami berhasil kok menyelesaikan Questnya” Ucap Zelix


“Kalau begitu di mana Naga Tanduknya? ” Tanya Nearly


“Ada di Item Box Ryuu” Ucap Als


“Nearly aku juga tidak paham apa yang mereka bicarakan” Ucap Melisa


“Eee, rasanya berulang terus seperti Dejavu. ” Ucap Ryuu


“Supaya lebih cepat, Baiklah” Pikir Ryuu


“Item Box” Skill penyimpanan Ryuu


“Boukk” Suara Mayat Api yang di keluarkan dari Item box


“Apaaa” Nearly, Melisa dan Weny yang teriak karena terkejut


“Itu dia buktinya” Ucap Ryuu


“Ststem, tolong masukan kembali ke dalam Item Box” Telepati Ryuu


“Baik, Tuan” Telepati System


Tiba-tiba Jasad Naga Api menghilangkan....


“Ehh, Apa yang terjadi? ” Tanya Nearly


“Kau sungguh, misterius Ryuu” Ucap Dariel


“Eee, Ehemm.” Nearly yang sedang Kebingungan


“Baiklah, saya menyatakan Quest ini selesai dan tolong bawa Naga Api nya itu ke gudang ya” Ucap Nearly yang Mencoba bersikap profesional sebagai Staff Guild


“Dan ini Dokumennya anda tinggal mengambil uangnya di Guild Bangsawan dengan cara memperlihatkan dokumen ini” Ucap Nearly


“Oke terima kasih. Setelah kami meletakkannya di gudang kami akan langsung pergi ke pesta, kami tunggu kamu disana! (maksudnya Pestanya tidak akan di mulai sebelum Nearly datang) ” Ucap Ryuu


“Ya, tolong tunggu saya karena masih ada beberapa dokumen yang harus di isi”


Beberapa saat kemudian....


“Oke ini dia gudang nya” Ucap Weny


“klek” Suara kunci membuka rantai gerbang Gudang


“Krekk” Suara gerbang Gudang di buka


“Seharusnya ini tempat yang pas untuk meletakkannya” Ucap Ryuu


“Item Box Open” Skill Ryuu


Beberapa saat kemudian....


“Oke seharusnya sudah” Ucap Ryuu


“Mari kita berangkat” Ucap Ryuu


“Tunggu Tunggu sebentar” Suara dari jarak jauh


“Siapa yang memanggil” Ucap Als


“Dari suaranya itu, seharusnya Nearly” Ucap Melisa


“Akhirnya kau datang juga” Ucap Melisa


“Huhh, untung aku menyelesaikan dokumen tepat waktu” Ucap Nearly


“Waktu kita pergi ke pesta, Wuhuuu. Bisa santai bisa libur ” Ucap Nearly yang kegirangan


“Tentu saja, kita akan bersenang-senang” Ucap Als


“Kau " kau paham apa yang ku rasakan” Ucap Nearly dengan sendat sendat


“Tentu karena menjadi yang ter lemah di party itu rasanya sangat woow gitu” Ucap Als


“Hahahah, Kau paham yang aku rasakan!” Ucap Nerly


“Huhh, mereka ini sungguh kompak sekali” Pikir Ryuu


“Sudah sudah waktu kita pergi” Ucap Ryuu


“Ayolah, kita nikmati saja perjalanan kaki ini” Ucap Nearly


“Biarkan saja Ryuu, tidak heboh tidak seru. Lalu supaya cepat pakai mode naga mu untuk terbang dan untuk kejutan kepada yang lain” Ucap Zelix


“Haaa, baiklah” Ucap Ryuu


“Hai, Nak apa yang mereka bicarakan” Ucap Nearly


“Liat saja maka kau akan paham” Ucap Als


Nearly melihat ke arah Melisa dan Weny untuk bertanya tapi Melisa dan Weny yang tidak paham apa yang di katakan Party Fire Dragon, cuman bisa menggelengkan kepalanya


“Mode Naga Sejati ” Skill perubahan Ryuu


“Aaaaaaaaaa” Nearly, Melisa, dan Weny yang teriak


“Nagaaaaaa, Tolong ada Naga!!!!! ” Teriakan Nearly, Melisa, dan Weny


“Tenang laahhh, itu cuman Ryuuu dalam bentuk Naga” Ucap Zelix


“Eee, Apa kamu sebenarnya dari ras Naga karena itulah Marga keluargamu adalah Ryuu” Ucap Melisa


“Sebenarnya aku dulunya manusia tapi lebih ingin mengikuti ras kedua orang tuaku untuk menjadi kuat yaitu ras naga dan untuk setelah naga sebenarnya tidak bisa memiliki wujud Naga tapi entah kenapa itu tidak berlaku kepadaku!! ” Ucap Ryuu


“Yaa, bisa di bilang aku anak adobsi!! ” Ucap Ryuu


“Memangnya siapa ke dua orang tuamu” Ucap Nearly


“Untuk Ayahku, masih misterius aku sendiri masih belum banyak mengetahui kecuali namanya yaitu Ryuu Akira Zacx” Ucap Ryuu


Pemberitahuan dan sebagainya pengingat: nama lengkap Ayah Ryuu adalah Ryuu Akira Zacx Von Farload Dale Anoch, lalu kenapa Ryuu tidak memberi tahukan kepada Melisa, Weny dan Nearly adalah untuk menghindari kesalah pahaman dan supaya mereka tidak berbicara secara kaku atau formal karena Ryuu sebenarnya dari anggota keluarga Kekaisaran.


Sebenarnya Ayah Ryuu tidak memiliki nama sebelum menikahi sang istri kecuali julukan sebagai naga yang sangat kuat , setelah menikah baru ia membuat nama di Gereja. Ryuu sebagai marganya dan Akira Zacx adalah namanya sedangkan Von Farload Dale Anoch di berikan oleh sang kaisar untuk menghargai Ayah Ryuu yang telah memaafkan Kekaisarannya dan sebagai gelar kehormatan yang siapa yang mendengarnya harus mengikuti perintahnya atau Kekaisaran akan bertindak untuk menyelesaikan masalahnya


Dan itu sebenernya terjadi karena Ryuu baru mengetahui bahwa ayah dan ibunya dari keluarga bangsawan setelah ibunya memberikan tahukan di chapter 07 tapi sebenarnya ibunya sudah memberi tahukan nama panjangnya di waktu Ryuu selamat dari kritis kelebihan mana dan Ryuu mengira nama panjang di dunia lain itu adalah hal wajar dan di Status Ryuu masih belum di berikan tambahan Marga Keluarga Kekaisaran karena itu akan di berikan pada Umur 18 tahun sedang kan Arthur si cucu raja sebenarnya ia belum mendapatkan Marganya, ia cuman menggunakan marga yang belum ia dapat untuk menekankan bahwa ia adalah keluarga Kekaisaran(Bisa di bilang sombong gitu lah) .


“Lalu nama ibuku adalah Ryuu Asami!! ” Ucap Ryuu


“Hmm?? , Asami bukanlah itu nama yang sama dengan Flower Sword Queen yang adalah idolaku, dia adalah satu-satunya orang berani melawan amukan Naga kekacauan, yang sekarang entah bagaimana mana nasib idolaku itu tapi ia berhasil menghentikan amukan naga itu. ” Pikir Melisa


“Akhh, mungkin cuman kebetulan. ” Pikir Melisa


“Baiklah, karena kalian sudah atau kurasa memahami atau menerima apa yang terjadi bagaimana kita berangkat? ” Ucap Ryuu


“Emm, Baiklah. ” Ucap Melisa


Merekapun terbang ke Pesta yang di Buat oleh Paman Weldy....


Di atas Awaan....


“Terbang ke arah sana. ” Ucap Weny


“Kau kelihatannya, tau sekali dengan Rumah paman Weldy!! ” Ucap Zelix


“Hehehehe. ” Suara Melisa, Weny dan Nearly yang tertawa


“Ekhh, apa yang lucu? ” Ucap Zelix


“Tidak apa-apa. ” Ucap Melisa


“Oke, itu dia rumah Si Pak Tua itu!!, yang ada ada sebuah lentera disana. ” Ucap Melisa


“Baiklah, pegangan kita akan menambah kecepatan!! ” Ucap Ryuu


Di tempat Pesta.....


“Wel Weldy, lumayan juga pesta buatan mu ini. Apa kau yakin para anak muda itu sudah mengalahkan Naga Apinya? ” Tanya Teman Weldy


“Roy's, aku yakin karena aku merasakan energi kehidupan yang besar berbentuk Naga telah di hancurkan oleh energi besar lainnya, yang seharusnya itu adalah Ryuu sang ketua Party Fire Dragon tapi entah kenapa aku juga merasakan dia dalam wujud energi yang sama seperti Naga juga. Mungkin itu cuman perasaan ku. ” Ucap Weldy


“Emm, baiklah. Lalu di mana para anak gadismu? ” Tanya Roy's


“Aku suruh mereka menunggu di dekat Guild untuk menunjukkan jalan ke Guild lalu melakukan konfirmasi penaklukan kepada Nearly dan mengarahkan mereka datang ke sini. ” Ucap Weldy


“Seharusnya 30 menit lagi mereka akan sampai” Ucap Weldy


“Ohh, begitu kalau begitu semoga beruntung. ” Ucap Roy's


“Well, semuanya sudah siap!!, huh sayang sekali kita tidak bisa membuat pesta yang megah karena jika ketahuan Margrave Cordino pasti meminta imbalan yang besar untuk membuat sebuah pesta. ” Ucap Delion


“Ya, sayang sekali. ” Ucap Weldy


“Baiklah, berarti tinggal menyambut kedatangan mereka. ” Ucap Weldy


Beberapa saat kemudian......


“Ekh, Apa ini? Sebuah kekuatan besar datang dengan kecepatan yang sangat cepat ke arah sini!!” Pikir Weldy


“Dell, Apa kau juga merasakan Hall yang sama?” Tanya Weldy


“Ya, aku juga merasakan hal yang sama!!.” Ucap Delion


“Semuanya berlindung akan ada sesosok makhluk dengan kekuatan luar biasa datang arah sini, bagi orang yang tidak memiliki kekuatan tempur tolong bersembunyi di ruang bawah tanah yang akan di pandu oleh Tania(Pemilik Toko Alkimia) dan sisanya para petualangan akan bersamaku untuk menghadapi monsternya. ” Ucap Weldy


“Upss, jangan lupakan aku ” Ucap Seseorang


“Guild Master, sedang apa anda disini bukankah anda sedang ada pertemuan dengan Margrave Cordino? ” Tanya Weldy


“Akhh, dia itu cuman orang biasa yang memiliki gelar bangsawan jadi sebenarnya dia tidak bisa apa-apa. Dari yang ku dengar masalah Naga Api sudah di bereskan, tapi kelihatannya ada yang lebih merepotkan akan datang apa itu Naga yang mencoba membalaskan kematian dari Naga Api semoga saja dia bukan dari suruh-suruhan dari Kaisar Naga. ” Ucap Guild Master


“Semoga saja Bukan. ” Ucap Delion


“Baiklah dia semakin mendekat!! ” Ucap Guild Master


“Semuanya Angkat Senjata Kalian” Teriakan Guild Master


“Para pemanah, Bersiap untuk melepaskan anak panah, jangan gunakan Anak Panah Tipe Api itu mungkin akan membakar kota gunakan saja Tipe Angin yang berfokus kepada kecepatan. ” Ucap Guild Master


“Penyebaran Aura” Skill Guild Master


“Itu dia, tapi aku tidak bisa mengetahui itu monster apa karena masih terlalu jauh dan Mana yang dimilikinya sungguh sangat kuat!! ” Pikir Guild Master


.


.


“Tembak!!! ” Teriakan Guild Master


“Ekhh, Apa itu?. Anak panah?” Tanya Ryuu


“Aw Aw rasanya lumayan geli juga ” Suara Ryuu yang merasa terganggu dengan serangan beruntun anak panah


“SEMUANYA SEMUANYA INI KAMI!!!!! ” Teriakan Melisa


“Suara itu Melisa? ” Ucap Guild Master yang kebingungan


“Weldy aku mendengar suara anak mu Melisa” Ucap Guild Master


“Hahhhh, dimana dimana? ” Tanya Weldy yang mulai panik


“Dari arah monster itu!! ” Ucap Guild Master


“Guild Master tolong hempaskan aku untuk loncat ke atas sana mengunakan Pedangmu!! ” Ucap Weldy


“Kauu yakin? ” Tanya Guild Master


“Mungkin saja aku yang salah dengar. ” Ucap Guild Master


“Tidak saya yakin dan percaya dengan kemampuan anda!! ” Ucap Weldy


“Baiklah. ” Ucap Guild Master


1


2


“Hepp” Suara Weldy yang melompat


3


“Lompat Yang Tinggi!!!!!! ” Ucap Guild Master


“Strengg” Suara Gesekan sepatu Weldy dan Pedang Guild Master


“Aaaaaaaa!!!!” Teriakan Weldy


“Ituuuu, adalah seekor Naga” Ucap Weldy


“Tidak Akan Ku biarkan kau menyakiti warga kota ini dan anak anak perempuaku. ” Ucap Weldy


“Haii, Paman Weldy” Ucap Ryuu dalam Wujud Naga


“Ekhhh? ” Ucap Weldy yang kebingungan


“Ayah, Apa kau lakukan di sini? ” Tanya Weny dan Melisa


“Ekhh, Apa Ayah? ” Ucap Maria Dan Als kebingungan


“Akhhh” Suara Weldy yang mulai jatuh ke bawah


“Als!!! Pakai Skill Zero Gravity! ” Ucap Zelix


“Baik, Pak! ” Ucap Als


“Zero Gravity” Skill Als


“Hepp. Oke, Sudah ku tarik! ” Ucap Dariel


“Cancel Zero Gravity” Pembatalan Skill Als


Merekapun menjelaskan kejadiannya kepada Weldy......


Weldypun cuman bisa diam sambil kebingungan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.....


Di tempat lain...


“Dimana Weldy dia masih belum jatuh juga sampai sekarang, Apa dia sudah di makan oleh Monster itu” Pikir Guild Master


“Aku masih tidak bisa mengetahui monster apa itu karena Mananya menutupi area di sekitarnya!! ” Pikir Guild Master


“Sebentar lagi dia akan kelihatan dan aku akan mengetahui kelemahan monster itu!! ” Pikir Guild Master


“Weldy kematianmu akan ku balaskan!! ” Ucap Guild Master


“Petang bersiap dalam hitungan ke 17 monsternya akan sampai ke sini” Ucap Guild Master


“BAIK PAKKK!!!! ” Ucap Para petualang


Beberapa saat kemudian.......


3


2


1


“Drouhh” Suara Ryuu yang mendarat


“Itu dia, Se'ekor Naga! ” Pikir Guild Master


“Berhenti Menyerang!!” Ucap Weldy


“Weldy?? ” Pikir Guild Master


“Mereka adalah Party Fire Dragon!! ” Ucap Weldy


“Sekarang Semuanya bisa keluar dan tolong dengarkan” Ucap Weldy


Mereka yang bersembunyi di ruang bawah tanahpun akhirnya keluar......


“Ekhmm. Dengarkan!!” Ucap Paman Weldy


“Naga ini adalah Ryuu Gin Kapten Party Dragon Fire ” Ucap Paman Weldy


“Haiii, Semoga semuanya dalam keadaan sehat!! Nama saya Ryuu Gin. Ryuu Marga Saya Gin adalah nama Saya. ” Ucap Ryuu


“Dan ini adalah anggotanya Stren Zelix Wakil Kapten dan sang penyusun Strategi” Ucap Paman Weldy


“Apa Kabar, Saya Stren Zelix. Stren Marga saya Zelix adalah nama saya” Ucap Zelix


“Dariel sang Pengguna Pedang” Ucap Paman Weldy


“Salam sejahtera, Nama saya Dariel Razor. Dariel Nama saya Razor Marga saya” Ucap Dariel


“Als penyihir Gravitasi dua adalah orang yang menyelamatkan saya di waktu jatuh turun tadi!! ” Ucap Paman Weldy


“Ekhh, Jadi malu. Nama saya Alsword Mileton. Alsworld nama saya Mileton marga saya. Biasanya saya di panggil dengan nama Als. ” Ucap Als


“Maria Savara penyihir Air” Ucap Paman Weldy


“Halo Nama saya Maria Savara. Maria adalah nama saya, Savara adalah marga saya” Ucap Maria


“Selanjutnya yang terakhir adalah Iris Randolph Penyihir Petir” Ucap Paman Weldy


“Salam kenal Semuanya, Saya Iris Randolph. Iris Nama saya Randolph adalah marga saya.” Ucap Iris


“Berikan tepuk tangannya kepada mereka yang telah mengalah Naga Api” Ucap Paman Weldy


“Prok² Prok⁴ ” Suara tepuk tangan


“Terima kasih, Terima kasih ” Ucap Als, Maria, Iris, dan Ryuu


“Ya, walaupun sebenarnya Ryuu yang menyelesaikannya” Ucap Als dengan nada lesu


“Baiklah semuanya Kita Mulai Pestanya!!” Ucap Weldy


“Sebelum itu apa adanya yang punya baju lebih karena baju cadangan ku sudah habis hancur ketika berubah jadi Naga” Ucap Ryuu


“Ohh, tunggu sebentar, ku ambil baju ku yang ada di lemari” Ucap Paman Weldy


“Ohh, oke terima kasih” Ucap Ryuu


Beberapa saat kemudian......


“Bagaimana, rasanya mengalahkan Naga Api!! ” Tanya Paman Weldy


“Ya, ya. Beritahu kami. Aku juga penasaran” Ucap Guild Master


“Jujur saya sebenarnya tidak mengalahkannya, dia sebenarnya sudah lama ingin meninggalkan dunia ini tapi sudah berbagai cara dia lakukan untuk melakukan itu sebagai orang yang memiliki kisah masa lalu yang mirip saya mencoba membantunya dan saya mendapatkan kekuatan untuk membebaskannya dari penderitaannya!! ” Ucap Ryuu


“Memangnya kisah masa lalu apa yang di alami oleh Naga Api itu? ” Tanya Guild Master


Ryuu pun menceritakan kronologi yang sebenarnya terjadi kepada Naga Api Tapi tidak memberitahukan tentang Pedang Ciptaan Dewa Penempa.....


“Jadi begitu dari dulu para bangsawan memang se'enaknya memperlakukan orang biasa seperti kita!” Ucap Guild Master


“Ya Begitulah kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka sekarang! ” Ucap Weldy


“Maaf, kamikan adalah seorang bangsawan?. Anda tahu kan karena kami memiliki marga keluarga!! ” Tanya Ryuu


“Ekh, Maaf maksudnya bukan kalian, karena ya seperti sebuah kalimat di suatu tempat pasti masih ada yang baik. Maksudnya baik itu di kalangan bangsawan pasti masih ada beberapa orang bangsawan yang memiliki sikap baik” Ucap Paman Weldy


“Seperti kalimat yang pernah ku dengar dulu yaitu *Masih ada orang baik di dunia ini* Huhh,ternyata itu memang benar bahkan jika ada sebuah tempat yang kebanyakan orang jahat pasti akan muncul seorang yang Baik atau jika menjadi sebuah kalimat seperti ini *Di tempat yang gelap suatu hari nanti pasti akan muncul sepercah cahaya* ” Pikir Ryuu


“Ngomong ngomong nama Anda siapa ya Guild Master? ” Tanya Ryuu


“Ohhh, Namaku adalah Branvon Fadastros” Ucap Guild Master


“Ekhh, ternyata anda memiliki Marga!! ” Ucap Ryuu


“Sebenarnya itu bukan marga melainkan cuman nama tambahan yang di berikan ketika aku memiliki jabatan Guild Master katanya supaya aku bisa termasuk dalam golongan bangsawan. Tapi sayang nya Nama tambahan itu tidak bisa di berikan kepada anakku yang akan lahir nanti!! ” Ucap Guild Master


“Huhh, memang begitulah hidup, Kadang di atas kadang di bawah.” Ucap Weldy


“Paman, Apa boleh kami meminum Bir ini? ” Tanya Als yang sudah meminumnya


“Ekh, bukannya kalian boleh karena kalian sudah berumur 17 tahun” Ucap Paman Weldy


“Ee, sebentarnya Paman kami masih belum cukup umur karena masih berumur 14 tahun. Kami terlihat seperti ini karena Skill Ryuu. ” Ucap Dariel


“Memangnya Ryuu sendiri berumur berapa?” Ucap Paman Weldy


“Tiga bulan lagi saya akan berulang tahun ke 6 Tahun. Atau lebih Tepatnya 3 Juli. ” Ucap Ryuu


“Berarti kamu masih 5 Tahun!! ” Ucap Weldy


“Ya” Ucap Ryuu


“Eehhh” Suara Paman Weldy yang kebingungan


“Cuman Ryuu Kan yang berumur 5 tahun? ” Tanya Paman Weldy


“Yaaa” Ucap Ryuu


“Akhh, biar lah kalian boleh minum tapi cuman satu gelas kecuali Ryuu dia masih terlalu kecil!! ” Ucap Paman Weldy


“Tenang saja Paman, saya tidak akan merasa Kepuhunan kok (Mau merasakan gimana rasanya Bir) Tenang saja. ” Ucap Ryuu


“Bagaimana dengan kalian? ” Tanya Ryuu


“Apa boleh aku mencobanya! ” Ucap Maria dan Zelix berengan


“Ekhh, Kau juga mau mencobanya. ” Ucap Zelix


“Emm, Iya. ” Ucap Maria


“Kalau begitu mari kita minum bersama sama!” Ucap Zelix


“Baiklah” Ucap Maria


“Kalau begitu, Ayoo” Ucap Zelix


“Okee” Ucap Maria


“Bagaimana dengan Kalian? ” Tanya Paman Weldy


“Kalau saya tidak, terima kasih telah menawarkan. Seorang prajurit harus fokus di setiap saat. ” Ucap Dariel


“Baguss, pertahanankan itu!! ” Ucap Paman Weldy


“Kamu bagaimana gadis muda yang menawan?” Tanya Paman Weldy


“Tidak terima, saya tidak berani mencobanya!!” Ucap Iris


“Ohh, Baiklah” Ucap Paman Weldy


Ditempat lain(Gudang Guild) di saat pembicaraan mereka......


“Baiklah tidak ada satupun tanda tanda kehidupan disini, Bawa jasad Naga Apinya ” Ucap Anonim(1)


“Oke” Ucap Anonim (2)


“Syuut.” Suara gerakan tubuh dengan kecepatan tinggi


Besok harinya.....


“Oke, terima kasih atas Pesta yang meriahnya!! ” Ucap Ryuu dalam wujud naga


“Ya, sama datang lagi ya” Ucap Paman Weldy


“Sampai jumpa lagi Anak anak ” Ucap Maria


“Dahhhh” Ucap Maria


“Kembali lagi nanti Yaaa” Ucap Anak anak di Kota Matterhorn


“Aku baru tau kau menyukai anak-anak” Ucap Zelix


“Masih banyak gak yang belum kamu ketahui tentangku” Ucap Maria


“Baiklah semuanya sudah waktunya kita pulang” Ucap Ryuu


“Sekolah kami datang!! ” Ucap Als


“Syuffff” Suara Ryuu terbang


Ryuu dan lainnya pun terbang kembali ke Kekaisaran.....


“Tuan Jasad Naga Api telah dicuri” Ucap Bawahan Guild Master


“Apa Jasad Naga Api Hilang!! ” Ucap Guild Master


“Apa ini perlu di beritahukan ke publik Tuan” Tanya Bawahan Guild Master


“Jangan itu akan membuat kekacauan!! ” Ucap Guild Master


“Bilang Saja Jasad Naga Api di pindahkan ke tempat yang aman, di waktu itu juga pilih beberapa petualang untuk menyelidikinya!! ” Ucap Guild Master


“Siappp Tuan” Ucap Bawahan Guild Master


“Khehh, Siapa yang berani mengambil Jasad Naga Api? ” Tanya Guild Master kepada dirinya sendiri


“Bagaimana aku nanti mengatakan ini kepada Ryuu bahwa Jasad Temannya Telah Di curi!! ” Ucap Guild Master


“Baiklah jika aku bertemu dengannya lagi akan ku jelaskan secara keseluruhan, huhhh” Ucap Guild Master