Life After Death [Life Of The Outcast]_The System

Life After Death [Life Of The Outcast]_The System
Chapter 22 : Mencoba Memahami Situasi



“Berfikir lah karena rencana yang ku siap kan telah berantakan, seharusnya aku menyiapkan Plan 2 (Rencana cadangan ke 2), Lalu sekarang kami harus melawan musuh yang tidak ku ketahui seberapa kuat dirinya dan kami harus mengalahkan musuh tanpa satu pun rencana yang di siapkan, Mimpi buruk apa ini!! ” Pikir Zelix


Lalu Zelix pun berfikir untuk memikirkan rencana untuk membunuh Naga api sambil menghindari serangan Naga Api


2 Menit kemudian.....


“Akh, itu dia” Pikir Zelix


“Semuanya yang harus kita lakukan sekarang adalah *djdhxis jehejejsh*. ” Ucap Zelix


“Aaarghh” Suara semburan api, dari Naga api


Sebelum Zelix menyelesaikan kalimatnya Naga  Api telah meyerang nya dengan semburan Api


“Zelllll!!!.” Teriak Maria


“Aku, baik baik saja. ” Ucap Zelix


“Syukur lah, kau tidak apa apa! ” Ucap Dariel


“Emm, Huh syukur lah dengan insting dan Refleks ku, aku membuat dinding besi dengan kekuatan pengendalian besi ku, tapi sekarang bola besi telah meleleh dan menjadi debu akibat dari serangan itu. ” Pikir Zelix


“Bagaimana situasi sekarang? ” Tanya Zelix ke Dariel


“Jujur sekarang sangat tidak menguntungkan bagi kita, sekarang Ryu masih mencoba menahan nya dengan wujud Naga Sejatinya tapi aku tidak tau berapa lama dia bisa bertahan lama dengan wujud Naga Sejati nya itu, di tambah dengan banyaknya mana yang ia keluar untuk menyerang tapi satu pun serangan itu tidak berpengaruh terhadap Naga api. ” Ucap Dariel


“Sial, kelihatannya rencana yang ingin ucapkan tadi sungguh tidak berguna karena melihat betapa kuat nya naga api itu! ” Ucap Zelix


“Jadi, sekarang apakah kita akan melarikan diri sekarang? ” Ucap Als ke Zelix


“Hmmm, Sejujur nya aku tidak menyarankan itu karena itu akan membuat Naga Api yang sedang dalam keadaan marah besar ingin melampiaskan amarah ke suatu tempat dan mungkin saja itu adalah Kota Matterhorn. Dan itu akan menyebabkan pembantaian besar besaran!” Ucap Zelix kepada mereka


“Dan ingatlah harga diri kita sebagai Party Rank S dari Kekaisaran Baharuth” Ucap Zelix kepada mereka


“Hmmm. bener juga, tapi dengan itu kita tidak akan mendapatkan hasil yang kita inginkan” Ucap Als


“.................” Mereka bingung apa yang harus di lakukan


“Dari pada kita memikirkan itu, lebih baik kita memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa membunuh Naga api itu sebelum Ryuu kehabisan mana untuk mempertahankan Wujud Naga Sejati nya” Ucap Zelix


“Baiklah semuanya waktu berfikir dimulai!!!!” Ucap Zelix


4 menit kemudian......


“A'haaaaaa, bagaimana jika kita meminta bantuan kepada Ayahnya Ryuu ” Ucap Als


“Boleh juga saran mu itu, tapi ada beberapa hal yang tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu! ” Ucap Zelix


“Apa aja mungkin, aku bisa bantu! ” Ucap Als


“Ini bukan hal yang bisa kau perbaiki, Baiklah akan ku jelas kan.” Ucap Zelix


“ 1.Ayah nya Ryuu berkata ia akan membantai Ras Iblis di sekitar Hutan kematian dan itu akan menyibukkannya. Ke 2.Bagaimana cara kita meminta bantuan kepada Ayahnya Ryuu sedang kita butuh sekitar 4 hari untuk pergi kesini dan itu juga berhubungan dengan nomor 3. yaitu apakah sempat Ayahnya Ryuu sampai ke sini sebelum kita menjadi ikan bakar Hah!! ” Ucap Zelix dengan nada agak marah


“Heh, bagaimana ini tidak ada satupun cara yang tersedia untuk mengalahkannya. ” Ucap Maria


“Kau tidak perlu khawatir dengan adanya diriku disini pasti akan membuat kita semua selamat! ” Ucap Zelix kepada Maria


“Hey, bisa kah kalian tidak bucin di waktu yang sangat berharga dan mengerikan ini. ” Ucap Dariel


“Ayolah, jangan kaku seperti itu kita ini temen seperjalanan yang sangat dekat yang bahkan sangat mengenal satu sama lain. ” Ucap Zelix


“Hahhahahahahhaahhaa”  Zelix, Dariel, Als, Iris dan Maria Mereka yang sedang menertawakan apa yang akan terjadi


Kita beralih ke pertarungan Ryuu dan Naga Api


“Fire Dragon Breath Attack(Serangan Nafas Naga Api)” Serangan Naga Api


“Sial ternyata dia juga bisa menggunakan Skill, baiklah akan ku lawan dengan kebalikannya! ” Pikir Gin


“Ice Dragon Breath Attack(Serangan Nafas Naga Es ” Serangan balasa Ryuu kepada Naga Api


“Skrsssss” Suara tabrakan Serangan Ryuu dan Naga Api


15 detik kemudian.....


“Ternyata kekuatan nya tidak menurun walaupun sudah selama ini. Sial, Aku sudah di ambang batas!! ” Pikir


“Huppp” Suara Gin yang menghindari Serangan Naga Api


“Woyyy, dari pada kalian berfikir dan tidak mendapatkan rencana sebaiknya kalian membantu ku melawan nya karena aku mulai di ambang batas! ” Ucap Ryuu kepada yang lainnya


“Baiklah kami akan segera ke sana!!” Teriak Maria


“Bagaimana kalian dengar itu” Ucap Maria


“Emm, kami mendengar nya. Bagaimana kita akan maju tanpa rencana satupun? ” Ucap Maria


“Hahahaha, Baiklah mari kita akan maju tanpa rencana ” Ucap Zelix


“Hahhh, ku pikir itu adalah kalimat yang akan tidak pernah ku dengar dari Zelix ” Ucap Als


“Jangan terlalu memikirkan itu karena kita tidak mengetahui masa depan, Nikmati saja! ” Ucap Zelix


1


2


3


“Maju!! ” Ucap Mereka semua


“Gravitasi 2 kali lebih lemah ” Skill Als


“Baiklah sekarang kita tidak akan kelelahan sebelum sampai ke tempat Ryuu”


“Bagus sekarang ayo kita berkumpul, untuk mengalah Naga Api. ”


“Ryuu kami datang untuk membantumu! ! ” Ucap Dariel


“Baiklah sekarang kami semua sudah bersama mu” Ucap Zelix


“Hahahha. Baiklah semuanya Party Dragon Fire telah Assemble(Berkumpul) ” Ucap Ryuu


“Sekarang Serang dengan serangan terkuat kalian. ” Ucap Ryuu


“Baiklah” Ucap Yang lain


“Chain Binding (rantai pengikat) Lalu ku tambahkan, Prominence flame (api super panas)” Serangan Zelix


“Als Mohon bantuannya” Ucap Dariel


“Baik” Ucap Als


“Zero. One Gravitasi ” Skil Als


“Force enchant (kekuatan penguatan), Lebih kuat!!! Indestructible body (Tubuh tak terhancurkan), Lebih KUATTTT!! Might of the giant God (Kekuatan dewa raksasa)  ” Skill Beruntun dari Dariel


“Oke” Ucap Maria


“Giant Water Spear (Tombak Air Raksasa)”


“ Judgment Of LIGHTNING (Penghakiman PETIR ) ” Skill Terkuat Iris


“Aku, juga tidak boleh ketinggalan.” Ucap Ryuu


Kembali ke wujud manusia.....


“Ice Flower(Bunga Es), Ini Masih belum selesai Dark iceberg (gunung es kegelapan) Masih ada lagi Instant Freezeng (Pembekuan Instan) lalu yang terakhir adalah Creation Of Eternal Freezing(Penciptaan Pembekuan Abadi)


“Hyaaahhh” Teriakan Party Dragon Fire


“Stiring, Stieing” Suara Rantai yang sangat Panas melilit tubuh Naga Api


“Rasakan Ini, Rasakan Ini. Ini semua Masih Belum Selesai!! ” Teriakan Dariel yang melempar banyak Tombak sekaligus


“Jzzzzzt” Suara Air yang di aliri Listrik


“Strkkk” Suara pembekuan Instan


“Matilahhhhhh ” Ucap Mereka Semua


MEGA KOMBO!!!!


.


.


.


Detik detik menegangkan, untuk mengetahui apakah Naga api telah di kalahkan


.


“Hahahhaaha, entah apa rencana kalian tapi itu tidak akan berhasil kepada ku” Ucap Naga Api


“Mati lah kalian makhluk yang serakah” Ucap Naga Api


“Woy Woy, mana ku sudah habis bagaimana bisa kita  melawan nya ” Ucap Zelix


“Bisa di pastikan bahwa kita akan mati disini” Ucap Zelix


“Hahahaha, Kau benar juga” Ucap Ryuu dan yang lainnya dengan suara sudah seperti orang menyerah untuk hidup


“Sebelum Aku mati aku ingin mengucapkan sesuatu kepada kalian bahwa petualangan ini sangatlah menyenangkan dan aku tidak menyesal melakukan petualangan ini. Lalu jika salah satu dari kita ada yang selamat tolonglah kabul kan permintaan yang telah mati!! ” Ucap Zelix


“Bisakah kalian memberi tahukan ke inginan kalian? ” Ucap Zelix


“Als? ” Ucap Zelix


“Aku ingin hidup tanpa adanya rasa takut di tindas oleh orang lain” Ucap Als


“Dariel?” Ucap Zelix


“Aku Ingin menjadi lebih kuat dari pada Ayah ku, tapi mungkin saja sebenarnya itu sudah terjadi!! ” Ucap Dariel


“Maria?” Ucap Zelix


“Aku mencintaimu!! ” Ucap Maria


“Hahaha, aku juga merasakan hal yang sama, mari kita menjadi sepanjang kekasih ” Ucap Zelix


“Baiklah” Ucap Maria


“Lalu bagaimana dengan mu Iris”


“Aku hanya ingin di anggap sebagai salah satu anggota keluarga ” Ucap Iris


“Tenang saja kami semua sudah menganggap mu sebagai anggota keluarga kami, bagaimana kalian juga setuju dengan apa yang ku katakan, ya kan? ” Ucap Zelix


“Tentu saja kami juga merasa begitu ” Ucap Ryuu dan yang lainnya


“Emmm, Terima kasih semua! ” Ucap Iris sambil menangis


“Hiks, Hiks, Hisk, Hisk” Suara Iris menangis


“Bagaimana dengan ku kenapa kalian tidak bertanya tentang keinginan ku” Ucap Ryuu


“Aku rasa yang lain juga mengetahui apa yang ku maksud? ” Ucap Zelix


“Em, kami mengerti” Ucap Yang lain nya


“Apa yang kalian maksud aku tidak mengerti? ” Ucap Ryuu yang mencoba menyembunyikan sesuatu hal yang sangat penting


“Ryuu kau tau, cuma dirimu lah yang bisa menyelamatkan diri ” Ucap Dariel


“Apa yang kau katakan, kita semua akan selamat!! ” Ucap Ryuu sambil menahan air mata


“Aku bersumpah Atas, keinginanku” Ucap Ryuu


“Memangnya Apa keinginan mu” Ucap Zelix


“Keinginan ku cuman satu yaitu ingin mengetahui apa yang ingin dilakukan Tuhan(ENTITAS/KEBERADAAN YANG SEMPURNA) dan apa yang di pikirkan nya” Ucap Ryuu


“Hahaha, sungguh keinginan yang aneh. Tapi itu sungguh sesuatu. Tapi pada akhirnya kami bisa merasakan apa yang namanya kebersamaan, aku berterima kasih pada mu” Ucap Zelix


“Dan itu saja yang ingin kami sampaikan, tetap hidup lah Ryuu” Ucap Zelix


“............” Tiba tiba Zelix, Dariel, Als,Maria, Iris tidak Bersuara sedikit pun


“Tidak jangan menyerah, kita masih bisa melawan ” Ucap Ryuu dengan nada sedih


Mereka tidak bisa melarikan diri karena kehabisan Mana dan jika seseorang kehabisan Mana ia akan menjadi seperti orang yang kehilangan kekuatan untuk berjalan dan pada akhirnya akan pingsan, bisa di bilang mereka tadi berbicara sambil rebahan


“Akan ku hitung presentasi kemungkinan hidup kita ” Ucap Ryuu


“Jadi jangan menyerah” Ucap Ryuu


“SYSTEMMMMM, berapa lama lagi untuk mengetahui kelemahan nya ” Ucap Ryuu


“Masih di butuhkan waktu 26 menit 13 detik ” Ucap System


“26 menit 12 detik ” Pemberitahuan System


“Sial, apakah tidak ada cara yang tersisa. Dan Kenapa ini semua terjadi pada kami.” Ucap Ryuu


“Entahlah apa yang kau ocehan tapi sudah waktunya kamu mati.”Ucap Naga Api


“Ohhh Godd Of Soul apakah ini semua telah kau rencanakan, aku tau dirimu melihat diriku yang tidak berdaya dan tidak berguna sekarang ini. Tapi untuk kali ini ku mohon berikan aku kekuatan untuk menghadapi musuh yang akan membunuh teman teman ku” Ucap Ryuu dengan sangat keras sambil menangis


“26 menit 9 detik ” Pemberitahuan System


“Apa God Of Soul(Dewa Jiwa) ” Ucap Naga Api