Life After Death [Life Of The Outcast]_The System

Life After Death [Life Of The Outcast]_The System
Chapter 33 : Membersihkan Para Bucin



“Cukup sampai di situ basa basi nya. Baiklah Mari kita selesaikan ini. ” Ucap Ryuu


“Tuan Ryuu, saya tau bahwa saya tidak mungkin bisa mengalahkan anda.... ” Ucap Abel


“Lalu? ” Tanya Ryuu


“Bagaimana kalau masalah ini kita lupakan, saja dann.... Kami akan meminta maaf, apa yang tuan kami telah lakukan!! ”


“Hehh, Kau yakin.. Bisa membuat tuanmu, Bucin, tolol, dan merasa yang paling hebat itu meminta maaf kepada Maria dan Zelix? ” Ucap Ryuu


“Saya mencoba sebaik mungkin..” Ucap Abel


“Tuan ku yang hebat, sebaiknya kita tidak meneruskan ini. Atau kita yang akan hancur oleh mereka.... Anda mau babak belur? ”


“Jadi bagaimana?” Ucap Ryuu dengan Dragon Aura yang menekan


“Akh, Baiklah.. Akan kulakukan!! ” Ucap Arthur


“MARIA ZELIX, AKU MINTA MAAF..... SUDAH KAN BIKIN MALU SAJA... ” Ucap Arthur


“Huhh, sungguh nggak mengucapkannya dengan ikhlas, Baiklah akan ku terima!! ” Ucap Ryuu


“Benarkah, terima ka... ” Ucap Abel


“Tapi aku memiliki syarat....” Ucap Ryuu


“Selama dalam kemampuan saya akan saya lakukan!! ” Ucap Abel


“Hehehehe, Patahkan kaki kanan dan tangan kanannya. Maka akan ku anggap ini setimpal!! ” Ucap Ryuu dengan Aura yang mencekam


“Beraninya KAUUUU!! ” Teriak Arthur


“Sayangnya itu adalah hal yang tidak mungkin karena saya di tempatkan dan di posisikan sekarang ini untuk menjaga melindungi Pangeran Arthur bahkan jika tubuh dan raga ini hancur saya tetap akan melindunginya dan mengikuti kehendaknya walaupun itu akan membawa kehancuran!!! ” Ucap Abel


“Jika kau tidak mau, melakukan itu maka biarkan aku melakukannya sendiri!!! ” Ucap Ryuu


“Tristan kau jaga pangeran dan bawa dia sejauh jauh nya, aku akan melawannya untuk memperlambat waktu!!! ” Ucap Abel


“Hehehe, kelihatannya kau tidak memiliki harapan lain. Menjauh lah maka aku tidak akan melukai mu!! ” Ucap Ryuu


“Sayangnya saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi!! ” Ucap Abel


“Bangun pangeran kita harus melarikan diri dari sini, naik lah ke punggung saya!!” Ucap Tristan


“Baiklah...” Ucap Arthur


.


.


“Baiklah seharusnya mereka sudah lumayan jauh!! ” Pikir Abel


“Mari kita mulai Yang Mulia!! ” Ucap Abel


“Baiklah, bersiap-siap lah untuk ini!! ” Ucap Ryuu


“Mode : Half - dragon” Skill Ryuu


“Hahhaha, jadi ini pecahan kecil kekuatan yang hampir menghancurkan Kekaisaran di masa lalu. Benar-benar tidak adil.... ” Ucap Abel


*Maksud Abel itu adalah ayahnya Ryuu yang dulu hampir menghancurkan Kekaisaran karena seorang manusia bodoh yang berani menyerangnya.


“Khaah dimana dirinya? ” Teriak Abel yang tidak melihat Ryuu di depannya


“Hahhaha, aku hanya ingin menghancurkan incaran ku saja selain itu aku tidak lah peduli.... ” Teriak Ryuu


“Yaa, walaupun mereka membiarkan si pangeran itu melakukan kejahatan. Huhh kelihatannya aku tetap harus memberikan mereka pelajaran juga.. ” Pikir Ryuu


“ TRISTAN DIA MENUJU KETEMPAT MU!! ” Teriak Abel


“A-paaa, Yang Mulia kita harus bersembunyi... Tolong tekan mana anda.. ” Ucap Tristan


“Hehh, ingin bersembunyi. Kau lupa bahwa kami dragon memiliki penciuman yang sangat tajam akan emas dan barang yang mahal!! ” Ucap Ryuu yang di atas udara


“Baiklah waktunya memberi mereka bertiga pelajaran!!” Ucap Ryuu


“Magic: Piercing Bullet. ” Skill Ryuu



*Setiap garis warna pada gambar tersebut menggambarkan elemen mana yang dimiliki Ryuu yang memiliki semua jenis Elemen.


“Incar kaki kanan mereka bertiga. ” Perintah Ryuu kenapa Skillnya


“Tembuslah!! ” Teriak Ryuu


“Akhh,... ” Teriak Arthur, Tristan dan Abel yang hampir bersamaan


.


.


Ryuu Turun dari langit...


“Emm, bagaimana? ”


“Ryuu sudah cukup aku tidak ingin sisa hidup ku berakhir dengan cacat” Ucap Arthur


“Itu saja rasa ketakutan mu? ” Ucap Ryuu


“Kan bisa saja sembuh kan di Kekaisaran kita banyak Pendeta hebat yang bisa menyembuhkan kaki yang hancur sekali pun. Ohhh ya ngomong ngomong aku juga bisa melakukan itu. Jadi setelah ku hancurkan nanti ku sembuh kan, Oke bagaimana... Deal? ” Ucap Ryuu


“Baiklah.... ” Ucap Arthur yang setuju


“Tahan lah ini.... ” Ucap Ryuu


“Aku akan menepuk nya, sampai hancur berkeping keping. Mari kita mulai dengan, Tangan mu!! ” Ucap Ryuu


“Bersiap..... Oke, tahan..... ” Ucap Ryuu dengan wajah yang penuh senyum


“Drukk.. ” Suara hancur tulang berkeping keping


“AKKHHHH, SAKIT SAKIT IBU SELAMATKAN AKU..... ” Teriak Arthur yang Kesakitan


“Sekarang kita lanjut ke kaki kanan mu!!! ” Ucap Ryuu


“Satuu.... Duaa...... Ti ” Ucap Ryuu


“Drukk.. ” Suara hancur tulang berkeping keping


“AKHH, HAAHH HAH. SUDAH CUKUP KAN SEKARANG SEMBUHKAN AKU!! ” TERIAK ARTHUR


“Okey, selamat atas bisa menahan rasa sakit yang luar biasa itu.. ” Ucap Ryuu


“Sudah lakukan saja... ” Teriak Arthur


“Mega Heal.. ” Skill Ryuu


“Hahaha, akhirnya aku selamat!! ” Ucap Arthur


“Drukk.. ” Suara hancur tulang berkeping keping


“AKRHH, RYUU APA APAAN KAU?” Teriak Arthur


“Emm, sebagai bayaran kau di sembuhkan akan ku hancurkan lagi. Yang penting sembuhkan. Nanti kalo aku sampai merasa tidak bisa menyembuhkan lagi maka aku akan berhenti menghancurkan lengan dan kaki mu. JADI BERJUANG LAH UNTUK BERTAHAN, KAU YANG HANCUR ATAU AKU YANG KEHABISAN MANA... ” Ucap Ryuu


Hal itu terus berulang sampai 13 kali dan Si Pangeran Arthur pun mulai sadar bahwa mana Ryuu masih lah sangat banyak...


“SUDAH SUDAH CUKUP, AKU TIDAK PERLU KAU SEMBUHKAN LAGI. AKU AKAN MENERIMANYA DIRIKU CACAT JADI JANGAN LANJUTKAN!! ” UCAP ARTHUR


“Ups, Aku tidak mendengar mu.... ” Ucap Ryuu


“... TIDAAAKKK... ” TERIAK ARTHUR


“TOLONG TOLONG SELAMAT KAN AKU” Teriak Arthur


“Cukup lah tidak ada gunanya berteriak tidak ada yg bisa mendengar mu karena tempat ini sudah ku penuhi dengan mana ku” Ucap Ryuu


*Jika seseorang memenuhi suatu tempat dengan mana maka ia bisa mengontrol sesuai dengan besar mana ia miliki..


“Hey jangan pingsan dulu, ini ku beri stimulus mana” Ucap Ryuu


“Emm, Emmm” Suara Arthur yang menangis kesakitan


*Stimulus mana tekanan mana yang di berikan jalur mana kepada orang lain yang membuat orang itu dalam keadaan sadar karena otak yang terus bekerja untuk sadar bertahan


Dan.... Bahkan... Hal itu terus berulang kali sampai 28 kali lagi dan lagi. Tristan yang melihat itu pun terlihat dari matanya bahwa telah kehilangan pancaran kehidupannya yang telah hilang sirna atas apa yang di lihat nya...


Akhirnya Abel datang dengan cara merangkak dan berkata kepada Ryuu..


“Heal...” Skill Ryuu yang gunakan untuk menyembuhkan kaki Abel


“Sudah cukup, hentikan kami tidak akan mengulanginya lagi dan pangeran tidak akan berani melakukannya lagi. Kumohon untuk berhenti menyiksa. Yang Mulia Pangeran.... ” Ucap Abel yang sambil bersujud di kaki Ryuu


“Baiklah tapi jika saja sampai terdengar oleh ku kelakuan yang keterlaluan lagi maka akhirnya akan lebih mengerikan daripada kematian!! ” Ucap Ryuu


“Baik, yang mulia... ” Ucap Abel


“Bawa mereka dan jangan sampai muncul dihadapkan ku dengan wajah nya yang arogan... ” Ucap Ryuu


“............ ” Abel yang terdiam kebingungan cuman bisa mengangkat tubuh Arthur dan Tristan kembali Kekaisaran


.


.


.


Besok harinya......


“Tidak biarkan saja, dengan mengetahui rasa sakit ini aku akan semakin yakin dengan pilihan ku saat itu!! ” Ucap Zelix


“Hahaha, bicara sok bijak pedahal kemarin adalah pilihan terbodoh mu!!” Ucap Als


“Saran ku, lakukan yang menurutmu benar dan pertahanan itu.. ” Ucap Dariel


“Makasih Dar, atas sarannya. Aku ku ingat itu” Ucap Zelix


“Zel Yakin, kami hari ini berencana untuk mengambil misi baru. Yakin tidak mau ikut, nanti marah kalo kami bicarakan misi kami? ” Ucap Ryuu


“Biarlah dengan sakit ini aku akan bisa lebih menghargai disaat aku sehat... ” Ucap Zelix


“Baiklah ku tinggalkan kalian, Ya. Zel Maria, ingat jangan berbuat apa-apa kau masih belum sembuh... ” Ucap Ryuu


“Dahh, Mar... ” Ucap Iris


“Emm, dah hati hati ya kalian semua.. ” Ucap Maria


.


.


“Melakukan Apa?? ” Ucap Seseorang


“Apa bagaimana bisa aku tidak merasakan hawa keberadaan nya, Orang ini kuat!! ” Pikir Ryuu


“Ayah jangan buat teman-teman ku terkejut, minimal perkenalkan dirimu terlebih dahulu.. ” Ucap Zelix


“Baiklah, Perkenalkan Saya Stren Belio ke 4 dan Terima kasih telah menjaga anak saya yang SAMPAI MEMBUATNYA MASUK RUMAH SAKIT DAN TERBARING KARENA ITU.... ” Ucap Ayahnya Zelix


“Bagaimana dengan kalian, perkenalkan juga diri kalian!! ” Ucap Zelix


“Saya Als, Zelix sering membatu saya jika dalam masalah yang sulit diselesaikan!! ” Ucap Als


“Em, Terima kasih telah berteman dengan Zel.... ” Ucap Ayahnya Zelix


“Saya Dariel, Saya kagum dengan kemampuan Zelix untuk membuat rencana... ” Ucap Dariel


“Hemm, Minimal keluarga Stren harus memiliki Kepintaran seperti itu. Jika tidak lebih baik aku mengangkat anak jalanan yang pintar.. ” Ucap Ayahnya Zelix


“Saya Ryuu Gin, Ketua party Dragon Fire. Save sangat berterima kasih karena Zelix telah menjadi tangan kanan saya yang sering mengambil keputusan yang baik untuk kami. Kecuali hari kemarin sih... ” Ucap Ryuu


“Ryuu Gin kh, aku merasakan bahwa kau kuat sangat kuat. Ya kurasa kau cocok untuk jadi pemimpin Ze. Terima kasih telah menjaga dirinya kemarin... ” Ucap Ayahnya Zelix


“Ris, sekarang giliran mu!! ” Bisik Ryuu


“Emm, Oke... ” Ucap Iris


“Saya Iris, Saya sangat senang karena telah berteman dengan semuanya... ” Ucap Iris


“Em, Terima kasih telah berteman juga dengan Zel.... ” Ucap Ayahnya Zelix


“Bagaimana dengan dirimu...? ” Tanya Ayah Zelix kepada Maria


“Akhh, Saya Maria. Saya teman Zel dan... Ia sering membantu saya!! ” Ucap Maria


“Maria kah, jadi kau yang di sukai Zel. Jadi ku mohon untuk bisa mengontrol Zel untuk tidak melakukan hal yang bodoh lagi.. ” Ucap Ayahnya Zelix


“Emma, Baik Serahkan Kepada Saya!! ” Ucap Maria


“Ngomong ngomong, Ryuu. Apa yang kau lakukan untuk membalaskan si Pangeran itu? ” Tanya Zelix kepada Ryuu


“Aku menghancurkan Tangan dan Kaki nya berkali-kali lalu menyembuhkan berkali-kali sampai dia sudah tidak bisa berfikir... ” Ucap Ryuu


“Uuu, pasti sangat lah sakit!!! ” Ucap Als


“Huhh, kelihatannya kami akan memiliki masalah dengan Yang Mulia Kaisar... ” Ucap Ayah Ryuu


“Akhh, Tenang saja. Kakek tidak berani dengan Ayah Ku... ” Ucap Ryuu


“Kakek mu, Yang Mulia Kaisar itu adalah kakekmu... ” Tanya Ayahnya Zelix


“Yap, Perkenalan saya Anak dari Raja Naga dan Putri Kaisar yang namanya sekarang adalah Ryuu Hana.. ” Ucap Ryuu


“Akhh, Maa'af kan diri saya karena tidak memberikan hormat kepada Anak Raja Naga... ” Ucap Ayahnya Zelix


“Sudah lah, anggap saja keponakan anda karena saya adalah temannya Zelix!! ” Ucap Ryuu


“Saya tidak berani melakukan itu!! Ku mohon minggu depan ketika Zel sudah sembuh datang lah ke mansion saya. Akan saya adakan sambutan kedatangan anda.. ”Ucap Ayahnya Zelix


“Emm, akan saya terima niat baik anda.. ” Ucap Ryuu


“Baik, Sampai ketemu minggu depan!! ” Ucap Ayahnya Ryuu


“Okel, Zel dan Maria kami tinggal dulu, untuk mengambil misi baru. Perbanyak istirahat, Ya. ” Ucap Ryuu


“Hati-hati di jalan ya. Yang Mulia... ” Ucap Ayah nya Ryuu


.


.


.


Perjalanan menuju Guild...


“Ternyata Ayahnya Zel, itu baik ya. Aku takut sekali karena ia mendadak muncul mengunakan Aura yang mencekam yang rasanya ingin mencekik leherku... ” Ucap Als


“Itulah orang yang menggambarkan seorang bangsawan yang sebenarnya bukan seseorang yang sebenarnya biasa saja tapi terlahir di keluarga bangsawan dan mendapatkan posisi tersebut.. ” Ucap Ryuu


“Baiklah mari kita mulai cari misi barunya..!! ” Ucap Ryuu


“Ada Misi, Apa saja yang tersedia untuk kami selesaikan...? ” Tanya Ryuu Kepada Resepsionis


“Yang pertama, Ada” Ucap Resepsionis



“Orc, kah kami skip dulu. Kami sedang tidak mau melihat sesuatu yang menjijikan!!” Ucap Ryuu


“Baik, Petualang.. ” Ucap Resepsionis


“Yang kedua, Ada” Ucap Resepsionis



“Ups, yang ini sudah di tarik oleh Pengajuan Quest karena para Wyvern telah menghilang secara tiba-tiba... ” Ucap Resepsionis


“Bukanya itu, Wyvern yang membuat kita mati terkepung kemarin. Tidak mau ambil imbalannya, lumayan loh? ” Bisik Als ke Ryuu


“Biarlah, anggap saja perbuatan baik yang dilakukan secara diam-diam. Dan semoga dengan kebaikan itu Zelix cepat sembuh. ” Ucap Ryuu


“Emm, Oke lah! ” Ucap Als


“Yang ke-tiga, Ada” Ucap Resepsionis



“Golem kh, kali ini Zelix dan Maria tidak ikut kelihatannya bakal sulit melakukan nya!! ” Ucap Ryuu


“Kami lewati dulu juga yang ini!! ” Ucap Ryuu


“Baik Tuan... ” Ucap Resepsionis


“Yang ini agak sulit karena dari sini melewati 2 negara atau lebih dan lawan nya bukan main main!! ” Ucap Resepsionis



“Iblis kh, sudah cukup. Apa lagi sekarang kami sedang kekurangan personil. Jadi yang lain dulu!! ” Ucap Ryuu


“Baik, Tuan... ” Ucap Resepsionis


“Untuk yang ini dekat saja cuman agak pinggiran saja... Jadi anda bisa menjenguk teman anda yang sedang sakit!! ” Ucap Resepsionis



“Cuman sayang bayarannya, kecil karena di alami oleh sebuah desa jadi banyak petualang kelas tinggi yang menolak permintaan ini... ” Ucap Resepsionis


“Jadi bagaimana, anda akan memilih yang mana dari kelima Quest tersebut? ” Tanya Resepsionis


“Sebentar kami ingin membicarakannya terlebih dahulu! ” Ucap Ryuu


“Baik, kami akan menungu pilihan anda!! ” Ucap Resepsionis


“Bagaimana menurut kalian? ” Tanya Ryuu


“Lebih baik kita mengambil Quest yang bisa menyelamatkan banyak orang yang sedang mengalami krisis keadaan yang semakin memburuk!! ” Ucap Iris


“Aku juga setuju.. ” Ucap Dariel


“Menurut ku juga begitu, masalah uang bisa belakangan yang penting adalah nyawa manusia yang berharga.. Dan untuk uang kami memiliki nya lebih dari cukup sekarang ini!! ” Ucap Als


“Emm, aku mengerti. Aku turut bahagia atas pilihan kalian kita menjadi petualang untuk menyelamatkan banyak orang bukan untuk kepuasan pribadi di Sanjung orang lain! ” Ucap Ryuu


“Step³ Step⁴ ” Suara Langkah kaki


“Kami telah menentukan pilihan kami!! Kami akan mengambil Quest Membersihkan Wabah.. ” Ucap Ryuu


“Waah, Saya senang sekali mendengar nya. Semoga anda dapat menyelesaikan masalah ini... ” Ucap Resepsionis


“Oke, Baiklah semuanya mari kita mulai Questnya!! ” Ucap Ryuu


“PARTY DRAGON FIRE... ” Teriak Ryuu


“MENUJU KEJADIAN DAN AKAN MENYELESAIKANNYA!!.... ” Teriak mereka semua