Life After Death [Life Of The Outcast]_The System

Life After Death [Life Of The Outcast]_The System
Chapter 31: Bertualang di Dungeon



“Baiklah apa semuanya telah berkumpul? ” Tanya Pak Guru


“Ya, Semua telah hadir pak” Ucap Zelix


“Baiklah, bapak akan sedikit jelaskan peraturannya.


1). Membunuh monster akan membuat kalian mendapatkan point.


2). Point yang kalian dapatkan akan masuk ke dalam Stik khusus yang bapak akan berikan kepada kalian.


3). Jika kalian mematahkan Stik itu kalian akan berpindah ke sini dan point yang kalian dapatkan akan di simpan. Kalian dapat memakai nya saat terdesak karena ingat jika kalian mati di sana maka kalian akan mati.


4). Jika orang lain yang mematahkan Stik kalian maka kalian akan berpindah ke sini dan point kalian akan di ambil oleh pematah Stik kalian.


Itu saja apa ada yang ingin di tanyakan? ” Tanya Bapak guru


“Apakah ada cara lain untuk menyelesaikannya? ” Tanya Ryuu


“Ohh ya, bapak lupa menjelaskannya. Di dalam sana ada boss monster jika kalian mengalahkannya itu akan menyelesaikan Dungeon dan point kalian akan di bagikan sesuai kontribusi kalian untuk mengalahkan Boss monter itu. Bahkan kalian akan mendapatkan items dari mengalahkan boss monster itu” Ucap Bapak Guru


“Dan sebagai sedikit informasi membutuhkan party rank A+ untuk mengalahkannya, jadi kurang lebih biasanya membutuhkan 5 party untuk mengalahkannya” Ucap Bapak Guru


“Jadi apakah ada yang ingin ditanyakan lagi? ” Tanya Bapak


“Ekhmm, Saya Pak. ” Ucap Arthur


“Ya, Silahkan Murid Arthur.. ” Ucap Bapak guru


“Apa yang kami dapatkan jika menjadi pemenangnya? ” Tanya Arthur


“Kalian mendapatkan hadiah langsung dari kepala sekolah berupa pengetahuan kebenaran dunia dan senjata yang di buatkan khusus untuk pemenang oleh salah satu blacksmith terbaik sepanjang masa yaitu Master Kaijin. ” Ucap Pak Guru


“Ryuu yang mendengar hal tersebut pun tidak tertarik sedikit pun karena ia telah di buatkan pedang dari bahan terkuat yaitu Neutron Star” Pikir Ryuu


“Baiklah bersiaplah, waktu kalian cuma 3 hari jadi manfaatkan sebaik mungkin ” Ucap Pak Guru


“Baik Pak! ” Ucap Mereka semua


“Tristan, mari kita menempati peringkat pertama, buktikan bahwa darah kerajaan lebih istimewa di bandingkan bangsawan biasa seperti mereka ” Ucap Arthur


Di Party Maria...


“Baik, Tuan muda Arthur” Ucap Tristan


“Hei, Kau. Jangan menghambat kami ingat itu... ” Ucap Arthur Kepada Maria


“Kita lihat saja siapa yang lebih tidak berguna nantinya! ” Ucap Maria


Di Party party Iris....


“Kalian berlindung lah padaku, Selama masih ada aku kalian tidak perlu takut. Ikuti saja diriku yang hebat ini... ” Ucap Roy


“Jangan sok hebat kau... Paling ke temu monster langsung kabur” Ucap Selina


“....... ” Iris pun terdiam mendengar pertengkaran mereka


Di Party Als....


“Dar, Mari kita hancurkan mereka sampai jadi debu” Ucap Als


“Als, jaga mulutmu. Kita ini dalam keadaan ujian atau harus berhati-hati jadi jangan bercanda di waktu sekarang... ” Ucap Dariel


“Aku juga setuju dengan Dariel. Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi... ” Ucap Luna dengan pelan


“Emm, Baiklah... ” Ucap Als yang kecewa


Sedangkan Party Ryuu dan Zelix tidak ada satupun yang berbicara karena masih canggung satu sama lain


Di dalam Dungeon....


“Kalian berjalan di belakang ku, dengan kemampuan ku. Aku ngetahui semua jebakan yang berada di sini” Ucap Roy


“Emmm, Roy bisa lebih cepat... ” Ucap Iris


“Diam ini membutuhkan banyak konsentrasi” Ucap Roy


“Karena di belakang kita ada gerombolan skeleton yang datang bergerombol! ” Ucap Iris



“Heh, cuman segitu apa yang perlu di takutkan... ” Ucap Selina


“Fire Tornado. ” Skil Selina


“Frusss” Efek suaranya


“Ehh, tidak mempan. Baiklah sekarang kita lariii! ” Ucap Selina


“Lari Sambil menghindari jebakan!! Itu Mustahil kita bakal mati kita bakal mati” Teriak Roy


“Ibu... Aku aku mau masih hidup!! ” Teriak Roy


“Stek” Suara Stik patah


“Roy Cornelius_Poin: 0 ” Pengumuman


“Baiklah aku benci mengatakan ini, tapi aku masih sayang nyawaku” Ucap Selina


“Stek” Suara Stik patah


“Selina Margaret_Poin: 0 ” Pengumuman


“Huhh, akhirnya rencanaku berhasil. Aku tau mereka akan jadi penghambat jadi aku beri sinyal kepada monster untuk datang ke arah kami.. ” Pikir Iris


“Sekarang aku tidak perlu menahan diriku lagi” Ucap Iris


“Dozens of Lightning arrows(Puluhan anak panah Petir) ” Skill Iris


Skeleton nya pun menjadi debu...


“Ya lumayan lah untuk monster rank E” Ucap Iris


“Baiklah sebaiknya aku mencari yang lain! ” Ucap Iris


.


.


“Dar, Aku bosan dengan musuh kroco seperti ini.” Ucap Als


“Ingat kita harus low profile, Akan terlalu mencurigakan jika kita menyelesaikan ini dalam sekejap. Yang lain juga pasti berusa untuk menyembunyikannya” Ucap Dariel


“Emm, Baiklah. ” Ucap Als


“Kalian sedang membicarakan apa? ” Tanya Luna


“Ini Als katanya bosen jalan jadi mau pakai sihir Gravitasi untuk jadi lebih ringan berjalan. ” Ucap Dariel


“Ohh, oke oke ” Ucap Luna


.


.


“Blue flames (Api Biru)” Skill Arthur


“Cih, Mereka terlalu banyak!! ” Ucap Arthur


“Tristan urus Goblin menjijikan ini! ” Ucap Arthur



“Baik Tuan ku” Ucap Tristan


“Consecutive Wind Slashes (Tebasan Angin Beruntun) ” Skill Tristan


“Akan sedikit ku bantu ” Ucap Maria


“Fog Water Bubbles (Gelembung Air kabut) ” Skill Maria


“Huuh, akhirnya selesai juga... ” Ucap Arthur


“Step³ Step⁴ ” Suara langkah kaki


“Sekarang Apalagi? ” Ucap Arthur



“Huhhh Serigala kh, Tristan cukup sampai sini saja kita. Mari kita mundur kelihatannya Dungeon ini memang di atur agar kita tidak bisa menyelesaikannya!! ” Ucap Arthur


“Maria, Tunggu apalagi. Mari kita menyerah? ” Ucap Arthur


“Sudah Tuanku kepentingan anda adalah yang paling utama... ” Ucap Tristan


“Hemm, aku tidak mau. Teman temanku yang lain pasti akan menyelesaikan ini dan aku tidak di ajak. Kalian saja pergi sana!! ” Ucap Maria


“Emm, Kalau begitu Baiklah. Ingat jika sudah terdesak lebih baik menyerah saja!! ” Ucap Arthur


Note: Dengan ujian ini mereka jadi lebih menyadari betapa lemahnya mereka dan mengetahui itu lalu memperbaiki sikap mereka. Bahwa tau kapan waktunya untuk menyerah untuk menyelamatkan diri sendiri tanpa mementingkan ego. Itulah tujuan sebenarnya dari ujian ini.


“Ya, Ya akan ku ingat... ” Ucap Maria


“Baiklah sampai jumpa di sekolah besok” Ucap Arthur


“Giant Waterball Bomb ” Skill Maria


“Drbroomm” Efek Suaranya sangat lah besar sampai bisa di dengar satu Dungeon


Semua Serigala pun langsung hancur menjadi beberapa potongan...


“Apa aapa itu? ” Tanya Arthur


“Dia Bagaikan malaikat maut cantik yang turun dari kayangan untuk mencabut nyawa musuh musuhnya” Pikir Arthur


“Jika kau memang sekuat itu, Kenapa tidak keluarkan saja kemampuanmu dari tadi? ” Tanya Arthur


“Huuh, Kami belajar bersama dan di ajarkan oleh Ryuu jadi bertambah kuat ” Jawab Maria yang tidak bisa mengelak


“Nee, Bolehkah aku. Bergabung bersama kalian seterusnya? ” Tanya Arthur


“Aku tidak tau, Tanya Ryuu dia adalah ketua kami walaupun ia tidak pernah mau mengatakan dirinya pemimpin kami kecuali party sih” Ucap Maria


“Baiklah pasti akan kulakukan, jadi mari kita lanjutkan perjalanan kita. ” Ucap Arthur


Zelix yang sadar ini adalah bekas mana dari maria langsung penasaran kenapa sampai ia mengunakan kekuatan aslinya.


Di perjalanan menuju ruang Boss ia bertemu dengan iris...


“Ris, Suara tadi berasal dari Maria kh? ” Tanya Zelix


“Ya, seharusnya itu dia. Sebentar ku cek dengan listrik bertentangan rendah milikku” Ucap Iris


“Itu dia yg sedang di goda oleh Arthur, Bahkan ia memijatkan tangannya ” Ucap Iris


“Apa tidak mungkin, Mana mungkin terjadi kami kan.... Akhh biar ku cek” Ucap Zelix


“Akhh, Ada yang jatuh cinta nih. ” Ucap Iris


“Insting bertarung, Telekinesis... ” Skill Zelix


“Penebusan batas Tubuh!!! ” Skill Baru muncul dari Zelix yang marah


“Syuff” Efek kecepatan suaranya


“Halo kalian” Ucap Iris


“Ya Baik” Ucap Abel dan Ayane


“Kalian tidak melanjutkan, ujiannya nya? ” Tanya Iris


“Walaupun aku benci mengakuinya, tapi tanpa Zelix kami bukan apa-apa” Ucap Ayane


“Jadi lebih baik mundur daripada melanjutkannya, Jadi kemungkinan kami akan menunggu sampai ia kembali” Ucap Abel


.


.


“Akh itu dia... ” Ucap Zelix


“Tapi ia melihat apa yang di katakan Iris benar dan inilah yang terjadi.. ”


“Gimana enak pijatanku. ” Tanya Arthur


“Sudahlah jauh jauh dariku, Ekhh kekuatan mana ini, Zel”


Zelix yang sangat marah pun langsung datang ke ruang boss, yaitu seekor minotour yang membawa kapak besar



Dan Zelix langsung memberikan serangan beruntun kepada minotour tersebut.....


.


.


Sedangkan Party Ryuu biasa saja mereka menjalankannya dengan baik tanpa ada kendala sedikitpun...


Ryuu mencoba untuk menahan diri...


“Emm, Bentrokan dua kekuatan mana yang kuat. Itu Zelix aneh kenapa ia terburu-buru. Ahh biar lah” Pikir Ryuu.


.


.


“Pembentukan Besi menjadi berbagai macam senjata... ” Skill Zelix


“Teknik Pedang, Insting bertarung, Telekinesis” Skill Zelix


“Penghancur Batasan, Penguasaan Semua senjata ” Skill Baru Zelix dalam keadaan marah besar


“Api tungku besi, Angin Pemfokusan Api” Skill Zelix


Ia pun memegang pedang besi yang ia bentuk dan panaskan sampai tangannya melepuh sampai memerah, Minotour yang kelelahan akibat serangan Zelix yang selalu tidak terduga dan ia banyak menanamkan potongan besi Zelix ke tubuh minotour yang membuat minotour berteriakan kesakitan walaupun telah jatuh ke tanah...


“Bagaimana rasa sakitnya, Rasa sakitku lebih menyakitkan daripada hal itu yang kau sebut kematian ” Ucap Zelix


Minotournya pun mati dan anggota party Zelix mendapatkan notif bahwa boss monter telah di kalahkan oleh teman partynya


Zelix pun menyiramkan tangannya mengunakan air suci...


“Dia memang gila” Ucap Abel


“Ya, begitulah ketika orang putus cinta.. ” Ucap Iris


Papan pengumuman:


Maria: 264


Arthur: 89


Tristan: 94


Abel: 204


Ayane: 186


Zelix: 674


Ryuu Gin: 328


Lancelot: 72


Rose: 43


Iris: 294


Roy:0


Selina:0


Dariel: 185


Luna : 93


Als:129


“Pemenang Team 2,Silahkan mengambil hadiah besok hari yang akan di serahkan langsung oleh kepala sekolah. ” Pemberitahuan Dungeon