![Life After Death [Life Of The Outcast]_The System](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/life-after-death--life-of-the-outcast--the-system.webp)
4 hari setelah kejadian itu.......
“Baiklah murid murid sekalian, kalian sudah membawa yang bapak mintakan” Ucap Pak Guru
“Iya”
“Sebutkan apa itu” Ucap Pak Guru
“Bola pengendali sihir” Ucap satu kelas
“Baiklah kalian semua pegang bola sihirnya” Ucap Pak Guru
“Bapak ingin melihat apa saja bakat sihir kalian” Ucap Pak Guru
Setelah beberapa menit kemudian....
“Em, semua nya sama dengan yang tertulis di catatan bapak” Ucap Pak Guru
“Crakteess” Suara bola sihir yang pecah
“Apa itu” Ucap Pak Guru
“Itu saya pak” Ucap Gin
1 menit yang lalu.....
“Em bola sihir ini akan memperlihatkan sihir yang di miliki olah penggunanya” Pikir Gin
“Kalau begini sihir kegelapan, Roh dan cahaya ku akan terungkap” Pikir Gin
“Berpikirlah aku” Pikir Gin
“Ah, aku tau bagaimana jika aku mengalirkan semua mana ku supaya bola nya kelebihan daya” Pikir Gin
“Jika pecah ku bilang saja nilai ku akan di tulis sama seperti Status yang ku perlihatkan di pertarungan dengan Zelix” Pikir Gin
Kembali ke waktu normal....
“Apa yang terjadi” Ucap Pak Guru
“Saya juga tidak mengetahui nya” Ucap Gin
“Tiba-tiba saja bola sihirnya pecah” Ucap Gin
“Ini aneh seharusnya bola sihir bisa menampung mana sekitar 30.000” Pikir Pak Guru
“Uh untung lah aku memiliki mana sebesar 63.000” Pikir Gin
“Jika murid Ryuu memiliki mana sekitar 5.000” Pikir Pak Guru
“Jadi mana mungkin itu akan pecah” Pikir Pak Guru
“Pak guru” Ucap Gin
“Ya ada apa murid Ryuu” Ucap Pak Guru
“Kata ibuku itu bola sihir yang sudah lama tidak digunakan jadi mungkin itu sudah rusak” Ucap Gin
“Benar juga ya” Ucap Pak Guru
“Mana mungkin itu adalah bola sihir itu bisa rusak karena yang di pakainya adalah bola sihir bangsawan kelas atas yang bisa menampung mana sekitar 50.000” Pikir Pak Guru
“Kemungkinan dia sedang menutupi sesuatu yang tidak boleh semua diketahui oleh bangsawan kelas rendah” Pikir Pak Guru
“Baiklah akan ku saja ikuti alur nya” Pikir Pak Guru
“Kalau begitu pak tolong nilai saya dengan Status saya saat melawan Zelix”Ucap Gin
“Benar juga ada cara itu bapak akan tulis kamu sesuai dengan Status saat kamu melawan Zelix” Ucap Pak Guru
“Terima kasih Pak” Ucap Gin
“Uh, untung lah dia mengerti” Pikir Gin
“Baiklah bapak akan umum kan Kemampuan kalian menurut jumlah Mana” Ucap Pak Guru
1.Ryuu Gin jumlah mana 5.400
2.Stren Zelix jumlah mana 4.975
3.Tristan William jumlah mana 4.874
Selina Margaret jumlah mana 4.608
5.Roy Cornelius jumlah mana 4.458
6.Abel Branford jumlah mana 4.400
7.Ayane Lilith jumlah mana 4.297
8.Arthur Zacx Von Farload Dale Anoch jumlah mana 4.199
9.Dariel Razor jumlah mana 4.100
10.Maria Savara jumlah mana 3.876
11.Luna Cornelius jumlah mana 3.787
12.Lancelot Balenolia jumlah mana 3.756
13.Alsword Mileton jumlah mana 3.569
14.Rose Tristovy jumlah mana 3.497
15.Iris Randolph jumlah mana 3.387
“Dan itu adalah urutan kemampuan mana kalian dari yang tertinggi sampai yang terendah” Ucap Pak Guru
“Materi selanjutnya mengendalikan mana sampai sebesar bola tenis” Ucap Pak Guru
“Pak apa boleh anda contoh kan terlebih dahulu” Ucap Als
“Baiklah sekarang bapak akan contoh kan” Ucap Pak Guru
“Syuut” Suara mana yang di tekan
“Sekarang giliran kalian bisa mencoba untuk melakukannya seperti yang bapak lakukan tadi” Ucap Pak Guru
“Baiklah Mulai” Ucap Pak Guru
“Syuut” Suara mana yang di tekan - > 6 orang yang berhasil
“Wow ada beberapa murid yang langsung berhasil” Ucap Pak Guru
“Akan bapak sebutkan yang langsung berhasil berhasil menekan mana sebesar bola tenis” Ucap Pak Guru
“Yang berhasil menekan mana sebesar bola tenis adalah Ryuu, Zelix, Tristan, Selina, Abel, Arthur” Ucap Pak Guru
“Ha kalian lihat itu” Ucap Arthur
“Pangeran ini langsung berhasil” Ucap Arthur
“Kenapa dengan ni orang” Pikir Gin
“Tidak sulit untuk membuat bola mana” Pikir Gin
“ Jika sudah tau cara membuat nya dan mengendalikannya” Pikir Gin
“Pasti dia waktu di rumah dia belajar dengan keras untuk di pamer di kelas” Pikir Gin
“Ting” Suara Notifikasi System
"Tugas baru” Ucap System
“Apa Tugas baru di saat-saat ini” Telepati Gin
“Memangnya apa tugas nya” Telepati Gin
“Tugasnya adalah” Ucap System
“Pukul wajah pangeran ke 3 Kekaisaran Baharuth yaitu Arthur Zacx Von Farload Dale Anoch” Ucap System
“Batas waktu nya adalah 1 hari” Ucap System
“System telah memperhitungkan waktu yang pas untuk batas waktu” Ucap System
“Setiap tugas memiliki waktu yang berbeda” Ucap System
“Jika gagal Host akan terkena hukuman yaitu bagian alat kelamin nya tidak dapat berdiri lagi” Ucap System
“Apa apaan hukuman yang aneh itu” Telepati Gin
“Pasti kau Dewa Jiwa yang mengatur hukuman jika aku gagal kan” Telepati Gin
“Hahahaha” Dewa jiwa yang tertawa terbahak bahak
“ternyata kamu sadar” Telepati Dewa Jiwa
“Tentu saja tidak ada hukuman aneh yang akan di berikan kecuali untuk hiburan” Telepati Gin
“Dan satu satunya yang ter hiburan di sini adalah kau” Telepati Gin
“Lihat saja akan ku hapus System yang memberikan ku batasan ini” Telepati Gin
“Lalu menguasai dunia dan akhirnya aku mengalah kan mu” Telepati Gin
“Hahahahaaha” Suara Gin yang tertawa
“Seharusnya kau sadar waktu terus berjalan” Telepati Dewa Jiwa
“Benar juga ada yang harus segera ku selesai kan” Telepati Gin
Kembali ke waktu normal......
“Gak usah terlalu sombong untuk hal yang sangat mudah itu” Ucap Gin
“Apa kau berani melawan ku” Ucap Arthur
“Tentu saja” Ucap Gin
“Begini saja”
“Jika aku bisa membuat orang lain yang tidak bisa membuat bola mana menjadi bisa membuat bola mana” Ucap Gin
“Dan orang yang akan ku bantu boleh kau pilih sesuka hatimu bagaimana kau setuju” Ucap Gin
“Oke aku setuju” Ucap Arthur Ucap
“Sekarang kau boleh pilih orang yang akan ku ajari” Ucap Gin
“Hem, kalau begitu akan ku pilih Iris” Ucap Arthur
“Hahahhaaha” Arthur yang tertawa terbahak bahak
“Kamu tidak akan bisa karena Iris adalah yang paling lemah di antara kita semua” Ucap Arthur
“Baiklah” Ucap Ibu
“Iris tolong ke sini” Ucap Gin
“Ryuu bagaimana ini aku tidak mungkin bisa melakukannya” Ucap Iris
“Tidak papa percayalah kepada ku” Ucap Gin
“Heep” Suara Iris yang menahan nafas nya
“Syuut” Suara mana yang di tekan
“Buka matamu Iris” Ucap Gin
“Ini bola mana” Ucap Iris
“Ryuu aku berhasil” Ucap Iris
“Yey aku berhasil” Ucap Iris
“Ya, selamat Iris” Ucap Gin
“Wow bagaimana mana kamu bisa melakukan itu murid Ryuu” Ucap Pak Guru
“Pak guru ini rahasia negara jadi diam saja” Ucap Gin
“Baiklah” Ucap Pak Guru dengan wajah sedih
“Ryuu bagaimana kamu bisa melakukan tolong ajarkan kepada ku juga” Ucap Als
“Baiklah Als, Dariel, dan, Maria” Ucap Gin
“Kalian datang kepada ku” Ucap Gin
“$#&” Suara Gin yang berbisik
“Syuut” Suara mana yang di tekan - > 3 orang berhasil
“Yey Ryuu liat aku berhasil” Ucap Als
“Ya aku juga liat” Ucap Maria
“Tidak sia sia aku berteman dengan mu Ryuu” Ucap Dariel
“Makasih Ryuu” Ucap Iris, Als, Dariel, dan, Maria
“Ya sama-sama” Ucap Gin
“Berati yang kali ini lulus ujian ini adalah Ryuu, Zelix, Tristan, Selina, Abel, Arthur, Iris, Als, Dariel, dan, Maria” Ucap Pak Guru
"Sekarang kalian boleh pulang” Ucap Pak Guru
Beberapa saat kemudian sepulang sekolah di depan sekolah.....
“Bagaimana pangeran 3 Arthur Zacx Von Farload Dale Anoch” Ucap Gin
“Aku yang menang bukan” Ucap Gin
“Sekarang tepati janji mu” Ucap Gin
“Pukul Pukul Pukul Pukul” Ucap satu kelas dengan serentak
“Abel, Tristan lindungi aku” Ucap Arthur
“Baik pangeran” Ucap Arthur
“Tebasan Mana (Mana Slash)” Serangan Abel
“Ledakan Angin (Air blast)” Serangan Tristan
“Jangan mengganggu” Ucap Gin
“Dinding Es (A Wall Of Ice)” Pertahankan Gin
“Pembekuan Instan (Instant freezing)” Serangan Gin untuk melumpuhkan sementara Abel dan Tristan
“Baiklah mari kita mulai penghukumnya” Ucap Gin
“Pembasmian kejahatan” Ucap Gin
“Pukulan biasa (Regular Punch)” Serangan Gin
“Ting” Suara Notifikasi System
“Tugas terselesaikan dalam kurun waktu 1 jam 12 menit 26 detik” Ucap System
“Hadiah akan di berikan kepada Host” Ucap System
“Yey akhirnya hadiah” Ucap System
“Hadiahnya adalah Skill untuk merasakan Mana di sekitar anda dalam radius 150 meter” Ucap System
“Sungguh Skill berguna baiklah terima kasih” Ucap Gin
“Apa anda mau menerima atau tidak Skill merasakan mana dalam radius 150 meter, silahkan pilih” Ucap System
“YES / NO” Ucap System
“Pilih YES” Ucap Gin
“Skill merasakan mana dalam radius 150 meter telah di dapatkan” Ucap System
“Yes, ini akan mempermudah pertarungan ku” Pikir Gin
Kembali ke waktu normal....
“Aghh” Suara Arthur yang menjerit kesakitan
“Ingat Pangeran 3 Arthur walaupun kau mengadu kepada Yang mulia Raja kau tidak akan dibantu” Ucap Gin
“Karena Status ku lebih tinggi dari pada kamu” Ucap Gin
“Jadi ingat ini jangan sok hebat di depan ku” Ucap Gin
“Jika tidak kau akan lebih menderita dari pada yang kau rasakan sekarang” Ucap Gin
“Ingat itu” Ucap Gin
“Bawa juga bawahan mu itu” Ucap Gin
“Baik” Ucap Arthur sambil ketakutan
“Ting” Suara System
“Apa ini tiba-tiba” Telepati Gin
Setelah itu.....
“Zelix, Dariel, Als, Iris,dan Maria ke sini” Ucap Gin
“Ya ada apa Ryuu” Ucap Gin
“Di liburan musim panas aku berencana untuk membuat party untuk masuk Guild” Ucap Gin
“Lalu aku menamai party kita dengan nama Dragon Fire” Ucap Gin
“Bagaimana kalian ikut dengan ku” Ucap Ibu
“Akan ku pastikan keselamatan kalian pasti akan ku jaga” Ucap Gin
“Jadi bagaimana kalian ikut dengan ku” Ucap Ibu
“Tentu saja aku ikut” Ucap Zelix
“Karena aku tidak mau ada jarak besar antara kita” Ucap Zelix
“Aku akan minta izin kepada ayah pasti di izin kan” Ucap Dariel
“Bagaimana dengan kalian” Ucap Gin
“Kami juga sama” Ucap Als, Maria Dan Iris
“Baiklah Party Dragon Fire sudah terbentuk” Ucap Gin
“Supaya kita tidak ketahuan masih kecil aku nanti akan memberikan sihir kepada kalian” Ucap Gin
“Membuat bentuk kalian seperti orang dewasa” Ucap Gin
“Lalu tidak ada yang bisa melarang kita menjadi seorang petualang” Ucap Gin
“Tapi Ryuu” Ucap Iris
“Ya ada apa” Ucap Gin
“Kami masih terlalu lemah untuk bersama mu” Ucap Iris
“Tidak papa nanti akan ku ajar kan berbagai sihir kuat kepada kalian” Ucap Gin
“Sekarang tidak ada masalah kan” Ucap Gin
“Tentu saja” Ucap Iris dengan semangat
“Baiklah untuk merayakan terbentuknya Party Dragon Fire” Ucap Gin
“Mari kita bersorak dalam hitungan ke 3”
1
2
3
“Horeee” Ucap mereka semua