![Life After Death [Life Of The Outcast]_The System](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/life-after-death--life-of-the-outcast--the-system.webp)
1 tahun kemudian......
“Gin kamu sudah di daftar kan ayah mu untuk masuk akademi Sihir” Ucap Ibu
“Apa aku akan dimasukkan di akademi Sihir” Ucap Gin
“Itu tidak mungkin ibu, aku baru berumur 5 tahun” Ucap Gin
“Tapi dengan Kepintaran mu kau sudah seperti berumur 14 tahun” Ucap Ibu
“Kamu selalu bilang tidak ada yang mustahil untuk mu” Ucap Ibu
“Apa kamu masih ingat dengan ucapan mu sendiri” Ucap Ibu
“Iya, aku ingat itu” Ucap Gin
“Tapi bu masalahnya ini terlalu mendadak” Ucap Gin
“Bahkan ibu tidak pernah memberitahukan ku tentang masuk akademi Sihir” Ucap Gin
“Ibu pernah memberitahu mu” Ucap Ibu
“Memangnya kapan Ibu pernah memberitahukan tentang itu kepada ku” Ucap Gin
“Ibu pernah memberitahu mu di umur mu 1 bulan” Ucap Ibu
“Mana mungkin aku bisa mengingat di umur segitu Ibu, coba lah berpikir lah secara logika Bu” Ucap Gin
“Eh, bahkan kau sudah bisa bicara di umur setengah bulan dan kau itu tidak masuk akal secara logika” Ucap Ibu
“Ayo lah pasti kamu masih ingat” Ucap Ibu
“Ingat ibu tidak pernah salah” Ucap Ibu
“Ibu jangan terlalu terpaku terhadap kalimat itu” Ucap Gin
“Ayo jujur atau ibu pukul” Ucap Ibu
“Akhh ampun, baiklah aku jujur, aku ingat” Ucap Gin
“Aku pernah di pukul Ibu dan itu sakit sekali walaupun aku sudah menggunakan pertahanan penuh ku” Pikir Gin
“Bagus lah kalau kamu jujur tentang itu, kamu memang kebanggaan ibu” Ucap Ibu
“Ya ya akan ku menurut” Ucap Gin
“Ya walaupun aku malas” Pikir Gin
“Tunggu sebentar ada celah untukku melawan” Pikir Gin
“Hehehehehe” Pikir Gin
“Tapi bu” Ucap Gin
“Apa lagi” Ucap Ibu
“Tidak ada yang bisa ku pelajari di situ” Ucap Gin
“Ada, yang kamu belum miliki dan pelajari di sini” Ucap Ibu
“Apa itu bu” Ucap Gin
“Teman” Ucap Ibu
“Mengingat masa lalu” Pikir Gin
“Mereka adalah makhluk hina yang menginginkan takhta, harta, wanita dan lain lain” Pikir Gin
“Kamu terlalu banyak membaca buku” Ucap Ibu
“Tidak semua teman itu buruk” Ucap Ibu
“Kalau kamu mendapat kan teman yang buruk itu karena” Ucap Ibu
“Karena apa, bu” Ucap Gin
“Kamu salah memilih teman itu saja” Ucap Ibu
“Aku sudah memiliki kekuatan, Kepintaran, Bakat itu bisa menggantikan teman ibu” Ucap Gin
“Sshhht” Ucap Ibu
“Bayi kecil yang manis kamu masih belum mengerti kelebihan dari teman” Ucap Ibu
“Memangnya apa bu” Ucap Gin
“Apa!” Ucap Ibu
“Bagaimana Dengan Kepintaran mu Yang selalu kamu banggakan itu” Ucap Ibu
“Itu tidak perlu di bawa bawakan” Ucap Gin
“Kamu masih belum bisa memikirkan jawabannya” Ucap Ibu
“Ya, mana ku tau ibu bahkan aku belum pernah memiliki teman” Ucap Gin
“Di Suatu saat kamu akan paham sayang ku” Ucap Ibu
“Ya terserah ibu” Ucap Gin
“Sekarang bersiap untuk mengemasi barang barang bawaan mu” Ucap Ibu
“Memangnya akademi nya ada di mana bu” Ucap Gin
“Kekaisaran Baharuth (kerajaan manusia)” Ucap Ibu
“Tapi Ibu tau ras naga adalah ras yang di takuti manusia” Ucap Gin
“Mana mungkin mereka bisa menerima naga” Ucap Gin
“Itu semua sudah di atur ayah mu” Ucap Ibu
“Eh, kenapa ayah membuat ku harus hidup dengan makhluk rendahan” Pikir Gin
“Apa” Ucap Ibu
“Kamu juga dulunya seorang manusia” Ucap Ibu
“Tapi bu mereka juga yang membuangku” Ucap Gin
“Benar juga ya” Ucap Ibu
“Ehem” Ucap Ibu yang ingin mengganti topik pembicaraan
“Kalau kerajaan manusia itu membuat mu marah” Ucap Ibu
“Tinggal hancurkan saja” Ucap Ibu
“Hahhhaahaha” Ucap Ibu
“Ibu!! Jangan bercanda” Ucap Gin
“Iya, Ibu cuman bercanda” Ucap Ibu
“Kekaisaran Baharuth memiliki hutang dengan ayah mu jadi” Ucap Ibu
“Mereka harus membayar nya” Ucap Ibu
“Memangnya hutang apa” Ucap Gin
“Dulu saat ayah mu tertidur di goa ada seorang kesatria bodoh yang menyerangnya karena” Cerita Ibu
“Untuk menjadi seseorang yang kaya raya” Cerita Ibu
“Makhluk badoh apa, itu Bu? ” Ucap Gin
“Shttt, diam dengarkan saja” Ucap Ibu
“Karena ayah mu marah dia menghancurkan seperempat Kekaisaran yang di tinggali kerajaan manusia itu” Cerita Ibu
“Lalu Kekaisaran Baharuth meminta maaf dengan cara mengirim putri Kekaisaran” Cerita Ibu
“Yang sekarang ini putri itu menikah dengan naga itu adalah ” Ucap Ibu
“Dia adalah” Ucap Ibu
“Memangnya siapa perempuan yang tidak beruntung itu, Bu? ” Ucap Gin
“Eh, jangan kasar dia itu Ibumu ini” Ucap Ibu
“Jadi ibu keturunan bangsawan” Ucap Gin
“Pantas saja ada buku buku sihir mahal bisa ada disini” Ucap Gin
“Tentu saja liat kecantikan ibumu ini melambangkan bangsawan” Ucap Ibu
“Lalu kenapa ibu tidak pernah mencerminkan seorang bangsawan” Ucap Gin
“Hahaha, Itu karena ibu ini sangat tertarik untuk menjadi yang terkuat” Cerita Ibu
“Lalu ibu mendaftar menjadi seorang kesatria” Cerita Ibu
“Tapi karena diskriminasi wanita, ibu tidak bisa menjadi kesatria” Cerita Ibu
“Di waktu yang sama Kekaisaran Baharuth di serang oleh ayah mu” Cerita Ibu
“Lalu ibumu ini dengan gagah mengambil pedang” Cerita Ibu
“Lalu menantang ayah mu berduel dengan wujud manusianya” Cerita Ibu
“Jika ibu menang ayah mu akan pergi dari Kekaisaran Baharuth” Cerita Ibu
“Lalu jika ayah mu menang permintaan nya akan di kabul kan” Cerita Ibu
“Setelah itu tentu saja ibumu ini” Cerita Ibu
“Kalah… ” Cerita Ibu
“Lalu di saat ayah mu di tanya apa keinginan nya. Ayah mu berkata” Cerita Ibu
“Kau harus jadi istri ku” Ucap ayah (Cerita Ibu)
“Ini pertama kali nya aku melihat manusia berani melawan ku secara adil ” Ucap ayah (Cerita Ibu)
“Hati ku tergerak oleh mu” Ucap ayah (Cerita Ibu)
“Lalu Kekaisaran menyerahkan sang putri untuk menjadi istri sang naga” Cerita Ibu
“Selesai” Ucap Ibu
“Apa ibu tidak marah jika aku hancur kan Kekaisaran Baharuth itu” Ucap Gin
“Tidak” Ucap Ibu
“Kenapa bukannya itu tempat yang membesarkan ibu” Ucap Gin
“Itu karena ibu benci para bangsawan yang kebanyakan dari mereka cuman mementingkan diri sendiri” Ucap Ibu
“Ohh” Ucap Gin
“Boleh bertanya lagi bu” Ucap Gin
“Boleh silahkan” Ucap Ibu
“Apa ibu mencintai ayah” Ucap Gin
“Ya, tentu saja karena ayah mu membuat ibumu ini menjadi lebih kuat dengan cara memberikan darahnya” Ucap Gin
“Pantas saja ayah terbiasa memberikan darahnya” Pikir Gin
“Jadi sekarang apa ayah yang lebih kuat atau ibu yang lebih kuat” Ucap Gin
“Tentu saja ibu mu lebih kuat karena” Ucap Ibu
“Ohhh, jangan ragukan Ibu ini juga memiliki bakat sihir dan pedang lalu dipadukan dengan darah naga. Bummm lalu” Ucap Ibu
“Kekuatan ibu ini sudah jauh melampaui kekuatan ayah mu” Ucap Ibu
“Pantas saja ayah takut dengan ibu”Pikir Gin
“Aku berpikir apa ayah menyesal menikahi ibu lalu pantas saja ayah tidak memiliki istri selain ibu” Pikir Gin
“Sekarang pertanyaan ku yang sejak lama kupikirkan akhirnya terjelaskan” Pikir Gin
“Karena perbedaan Status ku dengan ibu dan ayah membuat ku tak bisa melihat Status ayah dan ibu” Pikir Gin
“Tapi pertanyaan sebenarnya adalah seberapa kuat kah mereka berdua ini” Pikir Gin
“Ya, itu tidak perlu aku pikirkan sekarang ada yang lebih penting dari pada itu” Pikir Gin
“Bu, boleh aku bertanya lagi” Ucap Gin
“Ya, boleh tanya apa” Ucap Ibu
“Aku pergi ke kerajaan menggunakan apa” Ucap Gin
“Tentu saja” Ucap Ibu
“Terbang lah kamu kan bisa terbang” Ucap Ibu
"Itu benar sih” Ucap Gin
“System perkirakan berapa jauh dari lokasi ku saat ini sampai Kekaisaran Baharuth” Ucap Gin ke System
“Di perkiraan jarak lokasi Host ke Kekaisaran Baharuth adalah sekitar 134.742 km” Ucap System
“Sial itu terlalu jauh” Pikir Gin
“Tapi bu itu sangat jauh” Ucap Gin
“Apa mau melawan” Ucap Ibu
“Ya, ya orang tua tidak pernah salah” Ucap Gin
“Bagus lah kalau kamu paham” Ucap Ibu
“Sudah bicara pergi sana” Ucap Ibu
“Baik bu” Ucap Gin
“Nanti ibu kirim pesan lewat telepati ya” Ucap Ibu
“Baik bu” Ucap Gin
“Mungkin itu Skill yang sangat langka yang bahkan aku tidak bisa miliki, nanti aku minta di ajari ah” Pikir Gin
“Aku pergi bu” Ucap Gin
“Ya, hati hati di awan” Ucap ibu
“Ya” Ucap Gin