![Life After Death [Life Of The Outcast]_The System](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/life-after-death--life-of-the-outcast--the-system.webp)
2 hari setelah kejadian melawan Jenderal Raja Iblis Bahemoth ......
“Baiklah semuanya sebelum kita mengambil Quest baru, aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian” Ucap Gin Dengan wajah serius
“Apa itu Ryuu” Ucap Zelix
“Apa kalian tidak terauma atas kejadian yang menimpa kita 2 hari lalu yaitu pertarungan melawan Jenderal Raja Iblis Bahemoth” Ucap Gin
“Apa kalian masih akan tetap mengikuti ku walaupun itu bagaikan sebuah jalan yang tidak memiliki sebuah tujuan atau arah” Ucap Gin tanpa memberikan waktu yang lain bicara
“Kami masih akan tetap bersamamu” Ucap Als
“Mengapa kau sebegitu nya percaya atas yang telah ku katakan kepada kalian” Ucap Gin
“Karena kami telah menggantungkan semua harapan kami kepada mu dan kami telah tau resiko untuk mengikuti mu” Ucap Als
“Aku juga merasakan hal yang sama dengan Als” Ucap Iris
“Kami selalu percaya kepada semua tindakan dan keputusan mu Ryuu” Ucap Maria
“Ryuu dirimu yang di masa depan pasti telah mendapatkan jawabannya” Ucap Dariel
“Jika kau ragu sekarang mungkin nanti aku akan melampaui mu Ryuu” Ucap Zelix
“Jadi Percaya lah pada diri mu sendiri, kami mengikuti mu bukan hanya karena kekuatan mu yang besar” Ucap Zelix
“Tapi juga karena kau juga memiliki karisma seorang pemimpin yang tidak membedakan kami dan tidak pernah meninggalkan kami” Ucap Zelix
“Bahkan kau lebih mementingkan keselamatan kami dari pada keselamatan dirimu sendiri” Ucap Zelix
“Baiklah karena aku telah mendengar pendapat kalian yang baik membuat ku lebih percaya diri dari pada sebelum nya” Ucap Gin
“Kalau begitu ayo kita ke Guild Bangsawan untuk mengambil Quest” Ucap Gin
“Tapi yang memilih Quest nya kau ya Ryuu” Ucap Als
“Eh, kenapa aku” Ucap Gin
“Kenapa lagi? Aku juga setuju” Ucap Zelix
“Aku juga Setuju” Ucap Dariel
“Aku juga setuju” Ucap Maria dan Iris
“Kalau begitu semua setuju Ryuu yang memilih Quest untuk” Ucap Als
“Ya” Ucap Dariel
Sampai di depan pintu Guild Bangsawan.....
“Selamat datang di Guild Bangsawan” Ucap Wanita Resepsionis
“Eh, ternyata kalian Party Dragon Fire” Ucap Wanita Resepsionis
“Ada yang bisa saya bantu” Ucap Wanita Resepsionis
“Kami ingin mengambil Quest” Ucap Wanita Resepsionis
“Ini dia Quest untuk Rank S” Ucap Wanita Resepsionis
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Quest : Membunuh Naga Api yang berada di
Gunung Berapi Grossglockner
Level kesulitan : Rank S+
Hadiah penumpasan: 1 koin Platinum, dan 5 koin
Emas Besar
Quest ini di buat oleh Kota Matterhorn yang dekat
dengan Gunung Berapi Grossglockner
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Ini adalah yang lain ” Ucap Wanita Resepsionis
“Silahkan dibaca” Ucap Wanita Resepsionis
“Em” Ucap Gin dengan maksud mengerti
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Quest : Membunuh Ratu Laba laba dan calon ratu
laba laba selanjutnya, yang berada di goa Grove
Level kesulitan : Rank S
Hadiah penumpasan: 1 koin Platinum
Quest ini di buat oleh Kota Etna yang dekat
dengan goa Grove
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Dan ini adalah yang terakhir di Quest level Rank S silahkan di baca petualang Ryuu” Ucap Wanita Resepsionis
“Baiklah terima kasih rekomendasi Quest nya” Ucap Gin
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Quest : Membunuh Raja Vampir yang berada di
kastil raja Vampir
Level kesulitan : Rank S+
Hadiah penumpasan: 2 koin Platinum
Quest ini di buat oleh Kota Aiguille yang dekat
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
“Total nya ada 3 mau pilih yang mana Petualang Ryuu” Ucap Wanita Resepsionis
“Kami memilih Quest yang sama dengan nama Party kami yaitu Dragon Fire(Naga api)” Ucap Gin
“Baik saya akan tulis kira kira berapa lama anda akan menyelesaikan Quest ini” Ucap Wanita Resepsionis
“Kira kira sekitar 2 minggu saya akan menyelesaikan Quest ini” Ucap Gin
“Baik saya akan catat itu” Ucap Wanita Resepsionis
“Baiklah mari kita pergi ke kota Matterhorn” Ucap Gin
“Ayoo” Ucap mereka
“Sebentar ayo kita pergi ke luar gerbang Kekaisaran” Ucap Gin
“Untuk apa Ryuu” Ucap Als
“Jika kita pergi kota Matterhorn dengan berjalan mungkin akan memakan waktu 1 bulan” Ucap Gin
“Jadi akan lebih baik menggunakan Wujud Naga ku, sebagai tunggangan untuk kalian mungkin kita akan sampai dalam waktu 3 hari jika aku menggunakan Wujud Naga ku” Ucap Gin
“Lalu untuk apa kita keluar gerbang kenapa kau tidak berubah sekarang saja” Ucap Als
“Kita pergi keluar gerbang Kekaisaran Baharuth untuk merubah Wujud ku menjadi naga dulu supaya tidak membuat keributan di masyarakat” Ucap Gin
“Benar juga ya” Ucap Als
“Kalau begitu ayo kita pergi kesamping gerbang” Ucap Als
Sampai di luar Gerbang......
“Wujud Naga Sejati” Skill Gin
“Baiklah kalau begitu kalian cepat naik ke punggungku” Ucap Gin
“Hep” Suara Als naik keatas tubuh Gin
“Hep” Suara Iris naik keatas tubuh Gin
“Hep” Suara Maria naik keatas tubuh Gin
“Hep” Suara Zelix naik keatas tubuh Gin
“Hep” Suara Darielnaik keatas tubuh Gin
“Ryuu kami semua telah naik ke punggungmu” Ucap Als
“Ok, kalau begitu berangkat ke Kota Matterhorn” Ucap Gin
Di tengah tengah perjalanan
9 jam kemudian.....
“Ryuu apa bisa kita istirahat terlebih dahulu disini” Ucap Iris
“Aku ingin buang air kecil terlebih dahulu” Ucap Iris
“Baik pergilah” Ucap Gin
“Bersamaan kita beristirahat disini” Ucap Gin
“Als, Dariel, Zelix ayo kita carilah kayu bakar untuk kita menyalakan api unggun” Ucap Gin
“Baik” Ucap Als, Dariel, dan Zelix
“Sekarang aku harus fokus untuk menaikkan level ku untuk menjadi lebih kuat dan melindungi yang lain” Pikir Gin
15 menit kemudian.....
“Ini kayu bakar nya Ryuu” Ucap Ala
“Baiklah tunggu sebentar aku pernah menyimpan daging dalam Item box untuk kita makan” Ucap Gin
“Apa itu tidak basi” Ucap Zelix
“Itu tidak akan basi karena item box tidak terpengaruh hi waktu” Ucap Gin
“Oh, Sungguh Skill yang sangat berguna ya” Ucap Zelix
“Open Item Box” Skill Gin
“Ini dia daging Sapi berkualitas tinggi” Ucap Gin
“Hebat kau Ryuu sampai masih menyimpan daging selama itu sampai ku lupa bahwa kau punya” Ucap Zelix
“Kalau begitu ayo kita makan daging” Zelix
“Fire Ball” Sihir Gin untuk menyalakan api
“Em, ayo kita makan” Ucap Gin
“Sembaring kita makan ayo kita bicara tentang pengalaman hidup kita dan tujuan hidup kita sekarang bagaimana” Ucap Als
“Baiklah ayo kita bercerita tentang masalah kita masing masing” Ucap Gin
“Yang ingin pertama bercerita angkat lah tangan mu” Ucap Als
Ada yang mengangkat tangan
“Eh, ternyata kamu yang pertama Zelix” Ucap Als
“Ya, aku yang ingin bercerita pertama” Ucap Zelix
“Kalau begitu ceritakan aku penasaran apa tujuan hidup mu selama ini” Ucap Als
“Baiklah pertama tama, aku akan menceritakan kisah hidup ku lalu aku akan menceritakan keinginan ku” Ucap Zelix
“Dari dulu aku sangat ingin menjadi pahlawan yang mengalah kan Raja Iblis tapi aku tau menjadi pahlawan menjadi itu tidak mudah” Cerita Zelix
“Di waktu aku akan mendapatkan Job aku sangat berharap untuk mendapatkan Job Pahlawan dan ternyata itu bukan Job seorang pahlawan tapi aku mendapatkan Job yang sama dengan ayah ku lalu aku merasa kecewa pada takdir ku sendiri” Ucap Zelix
“Lalu Ayah dan ibuku tetap mendukung ku dengan cara lain, mereka berkata pahlawan bukan hanya dari sebuah Job tapi juga jika kau menolong seseorang bagi orang itu kau sudah di anggap mereka seorang pahlawan” Cerita Zelix
“Jadi perbanyak lah menolong orang lain dan kau akan di ingat banyak orang sebagai pahlawan mereka tapi jangan terlalu terpaku terhadap keinginan mu ada juga saatnya kau mendapatkan seorang teman,sahabat, dan yang terakhir pasangan hidup mu” Ucap Ibunya Zelix
“itu adalah kisah masa kecil ku sekarang akan ku cerita kan tujuan hidup ku” Ucap Zelix
“Aku bertujuan menolong banyak orang, tapi ada sebuah istilah yang mengatakan keadilan tanpa kekuatan cuman sekedar mimpi dan sebuah omong kosong belaka” Ucap Zelix
“Jadi aku harus semakin kuat karena itu aku mengikuti Ryuu dan sekaligus menggapai nya sebagai seorang sahabat” Ucap Zelix
“Dengan kekuatan yang ku dapatkan dengan bantuan Ryuu, aku akan menolong banyak orang” Ucap Zelix
“Lalu jika aku sudah cukup banyak menolong orang, aku akan mencari seorang pasangan untuk hidup ku” Ucap Zelix
“Lalu kenapa kamu tidak bertujuan untuk menyelamatkan semua orang” Ucap Als
“Karena Di saat ini saja banyak orang yang menderita tapi aku tidak bisa menolong nya dan tidak bisa merasakan penderitaan nya” Ucap Zelix
“Itu dikarenakan aku cuman sebagian kecil makhluk hidup yang mencoba menolong sesama makhluk hidup yang baik” Ucap Zelix
“Dan itu adalah kisah hidup ku dan keinginan ku” Ucap Zelix
“Prok Prok prok” Suara tepuk tangan
“Sungguh kisah yang menginspirasi” Ucap Gin
“Aku juga merasa begitu” Ucap Dariel, Iris, Als, dan Maria
“Baiklah siapa selanjutnya” Ucap Als
“Aku” Ucap Dariel
“Waw kamu antusias sekali Dariel” Ucap Als
“Kalau begitu akan ku cerita kan kisah hidup ku” Ucap Dariel
“Di waktu umur ku 5 tahun ibuku mati tapi sebelum kematian ibuku berkata jadi lah orang yang kuat untuk bisa melindungi orang yang kamu kenal” Ucap Dariel
“Jadi tujuan hidup ku adalah menjadi lebih kuat melebihi ayah ku untuk melindungi orang yang di sekitar ku itu saja” Ucap Dariel
“Sungguh cerita yang singkat, padat, jelas, dan bermakna” Ucap Gin
“Aku juga merasa begitu” Ucap Dariel, Iris, Als, dan Maria
“Hahhahaha” Mereka tertawa karena mereka memiliki pendapat yang sama
“Kalau begitu selanjutnya adalah Ryuu” Ucap Als
“Tidak perempuan terlebih dahulu” Ucap Gin
“Baiklah kalau begitu selanjutnya adalah Maria” Ucap Als
“Em, walaupun aku agak malu menceritakan ini tapi karena kalian sudah ku anggap sebagai sahabat ku akan ku cerita kan” Ucap Maria
“Di waktu aku kecil karena aku anak paling kecil atau anak bungsu dari keluarga ku, aku sering dibully oleh keluarga ku sendiri tapi ternyata aku memiliki sedikit bakat sihir yang bisa membuat ku masuk ke kelas bangsawan itu pun harus dari kerja keras ku selama ini jadi aku harus bisa lulus kelas bangsawan untuk menaikkan nama keluarga ku walaupun aku tidak mau melakukan itu” Cerita Maria
“Em, aku juga merasa kan hal yang sama” Ucap Iris
“Jika aku tidak memenuhi keinginan keluarga ku akan akan di keluar kan dari keluarga bangsawan dan akan di jadikan seorang budak oleh keluarga ku” Ucap Maria
“Lalu Keinginan ku sekarang adalah bebas dari keluarga ku dan hidup bebas tanpa rasa khawatir dengan adanya keluarga ku” Ucap Maria
“Aku berjanji akan memenuhi keinginan mu Maria” Ucap Gin
“Terima kasih Ryuu mau membantu ku” Ucap Maria
“Baiklah kalau begitu selanjutnya adalah Iris” Ucap Als
“Cerita ku sama dengan Maria” Ucap Iris
“Dan keinginan ku juga sama dengan Maria” Ucap Iris
“Di waktu aku tau kisah kehidupan ku sama dengan Maria kami menjadi sahabat yang saling coba membantu” Ucap Iris
“Em, aku mengerti akan ku pasti kan kalian akan mendapatkan hasil kerja keras kalian selama ini” Ucap ayah
“Em, aku mengerti Terima kasih Ryuu” Ucap Iris
“Bagaimana dengan mu Als kami masih belum mengetahui cerita mu” Ucap Zelix
“Cerita ku sangat mirip dengan kisah Maria”
“Kalau keinginan ku sekarang adalah sama seperti Maria tadi dan membantu keinginan Ryuu walaupun aku tidak tau apa itu” Ucap Als
“Baiklah sekarang Ryuu apa keinginan mu pasti akan ku bantu semampuku” Ucap Als
“Em, aku masih belum memikirkan apa keinginan ku dan aku masih terlalu kecil untuk memikirkan itu” Ucap Gin
“Baiklah aku mengerti jika ada sesuatu keinginan mu tidak perlu malu bilang saja pasti akan ku bantu semampuku” Ucap Als
“Baik jika ada keinginan ku pasti akan ku beritahu kepada mu” Ucap Gin
“Sebenernya ada keinginan ku tapi rasanya aku gak ingin membuat Als mendapatkan penderitaan yang akan ku alami” Pikir Gin
“Sebenernya mungkin keinginan ku adalah menjadi lebih kuat untuk bisa melindungi kalian” Ucap Gin
“Oke, akan ku cantumkan itu dalam keinginan ku dan aku pasti akan menjadi bawahan mu yang akan selalu membantu mu” Ucap Als
“Aku harus menaikkan Level ku untuk melawan musuh baru yang lebih kuat, tapi jika aku ingin melawan Naga api aku harus bertarung secara Party karena tanpa serangan kombo aku tidak yakin apa bisa mengalahkan Naga api” Pikir Gin
“Baiklah karena ini sudah terlalu malam ayo kita tidur” Ucap Gin
“Baiklah semua selamat tidur” Ucap Zelix
“Ya selamat tidur” Ucap Maria