Life After Death [Life Of The Outcast]_The System

Life After Death [Life Of The Outcast]_The System
Chapter 24 : Ujian Absolut Poin Dari Sang Dewa



“Baiklah akan ku ikuti Ujian tersebut ” Ucap Ryuu dengan penuh percaya diri karena merasa dirinya adalah orang yang dimaksud


“Kalau begitu, Mari kita kembali ke reruntuhan karena di situ lah tempat ujiannya!! ” Ucap Naga Api


Merekapun Pergi Ke Reruntuhan.......


“Di bawah ini adalah ruangan untuk ujiannya tapi sang dewa berkata bahwa ruang tersebut hanya bisa di buka oleh orang yang memiliki 7 elemen dasar yaitu: Api, Air, Tanah, Angin,dan Petir. Lalu Alirkan saja mana mu ke dinding itu maka gerbang ujiannya akan terbuka ” Ucap Naga Api


“Mau kamu, atau aku yang menghancurkan lantainya?” Ucap Naga Api


“Kamu saja,aku terlalu capek untuk mengunakan sihir. Ehh, sebentar jika aku tidak bisa mengeluarkan sihir bagaimana aku bisa mengikuti ujian ini, huh sungguh keputusan bodoh dariku” Ucap Ryuu


“Aaaa, aku ada berita baik untukmu. Mengikuti ujiannya tidak mengunakan sihir maupun pertarungan jadi seharusnya kau baik-baik saja ” Ucap Naga Api


“Eeee, yang benar ” Ucap Ryuu yang tidak percaya


“Benar lah, ni” Ucap Naga Api


“Baiklah, aku percaya ” Ucap Ryuu


“Kalau begitu sebenarnya, ujian apa ini ”


“Eeee, kalau tidak salah itu adalah ujian aku lupa juga ” Ucap Naga Api


“Ye alah” Ucap Ryuu


“Ya, itu sudah lama sekali jadi saya nggak inget. Tapi yang penting adalah Sang dewa berkata bahwa anda akan berhasil mengikuti ujian dan mendapatkan pedang yang sangat kuat, lalu membebaskan saya dari penderitaan saya hidup yaitu hidup panjang ”


“Kalau begitu Baiklah ” Ucap Ryuu


“Kalau begitu saya mulai ya” Ucap Naga Api


“Pukulan bertubi tubi” Serangan Naga Api


“Teknik aneh apa lagi ini” Pikir Ryuu


“Druoom” Suara Lantai hancur


“Itu dia, gerbangnya. Alirkan mana mu di sana ”


“Step-Step⁴” Suara langkah kaki Ryuu


“Baiklah, fokuskan mana ku……? ”


“Sial , terlalu banyak mana yang ku keluarkan untuk bertarung tadi! ”


“Krekkkk” Suara Gerbang Ujian terbuka


“Oke, sudah terbuka” Ucap Naga Api


“Aah, akhirnya. Aku capek sekali! ” Ucap Ryuu


“Oke sebelum aku bertemu dengan dewa aneh itu apa ada ingin menitipkan pesan gitu ” Ucap Ryuu


“Kalau untuk sang dewa, saya cuma bilang terima kasih banyak telah mengirimkan istri saya dan saya nanti ke surga. Tapi saya ada pesan untukmu! ” Ucap Naga Api


“Apa itu? ” Ucap Ryuu


“Jika kau ingin kekuatan yang besar jangan pernah membuang sisi manusiamu. ” Ucap Naga Api


“Tapi kan aku seorang dari ras Naga. ” Ucap Ryuu


“Eh, bener juga, Aku juga seorang naga. ” Pikir Naga Api


“……” Naga Api sedang berfikir


“Akhh, yang penting. Ini adalah pesan ku sebagai senior ku yaitu orang yang dulunya manusia tapi mengorbankan sisi kemanusiaan untuk menjadi lebih kuat, Kamu juga begitu kan(maksudnya orang yang mengorbankan sisi manusia). ” Ucap Naga Api


“Ya, saya juga begitu. ” Ucap Ryuu


“Ingat ini adalah pesan ku sebagai senior mu yaitu manusia yang telah menjadi naga selama 400 tahun. Ada sebuah istilah yang mengatakan jika kamu ingin mengalahkan seorang Iblis maka kamu juga harus menjadi seorang Iblis. ” Ucap Naga Api


“Tapi dengan tegas aku mengatakan bahwa itu salah untuk mengalahkan seorang Iblis kau harus menjadi seorang pahlawan. Dalam artian kau tidak boleh terpaku terhadap sesuatu yang wajar karena terkadang, kamu harus menyingkirkan akal sehat dan logika mu untuk mengambil keputusan yang paling tepat dan benar. ” Ucap Naga Api


“Dan juga ingatlah ini jangan biarkan keinginanmu menjadi sebuah ambisi karena sebuah ambisi akan di wujudkan dengan segala cara walaupun itu akan mengorbankan hal yang lebih berharga daripada ambisi itu sendiri, salah satu contohnya adalah membuang sisi manusiamu ” Ucap Naga Api


“Tapi senior aku kan, ini seorang dari ras naga ” Ucap Ryuu


“Akhh, ya begitulah. Tapi ingat ini jangan bunuh satu orang pun di sana karena itu adalah cara seseorang untuk meluapkan ego nya dan itu bertentangan dengan seorang pahlawan” Ucap Naga Api


“Eeee, baiklah. ” Ucap Ryuu


“Oke, Aku masuk dulu ”


“Emm, masuklah berhati-hatilah ”


“Step³, Step⁴” Suara langkah kaki Ryuu


Ryuu pun berjalan di lorong yang sangat terang


Dia pun membuka mata


“Tempat apa ini” Ucap Ryuu yang masih belum sadar apa yang terjadi pada dirinya


“Ini, - ini adalah dunia busuk yang pernah ku jalani” Ucap Ryuu


Ryuu berjalan dengan perasaan sakit di dadanya lalu ia mendatangi tempat yang pernah kunjungi


“Huh, kenapa ini terjadi kepadaku? ” Ucap Ryuu yang mulai merasa kehilangan arah tujuan


Ryuu kembali berjalan……… lalu Ia mendatangi rumah lamanya


“Rumah ini adalah kenangan masa lalu kami! ” Pikir Ryuu


Ryuu kembali berjalan………


Dari kejauhan Ia melihat paman dan bibinya di jalan sekitar mall tempat ia terbunuh


“Sialan, akan ku bunuh mereka!! ” Ucap Ryuu yang marah


Tiba-tiba Ryuu berhenti berlari karena melihat seseorang.…


“Itu adalah diriku di masa lalu! ” Ucap Ryuu


Ia merasakan sesuatu akan terjadi!!…


“Mati kauuuu”


Ucap haru yang sangat marah


Sebuah Truk tiba-tiba melaju ke arah Haru


“Tidak ini adalah kejadian itu” Pikir Ryuu


Lalu Ryuu langsung berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan Haru


Deg


Deg


Deg


Ryuu langsung memeluk Haru dengan erat!!……


“Tak, akan ku lepaskan!! ” Ucap Ryuu


Lalu Muncul sebuah suara


“Brukkkk” Suara Haru tertabrak truk


“Apa - apa yang terjadi seharusnya aku sudah memegangnya? ” Pikir Ryuu


Tiba-tiba Ryuu merasa di tarik ke suatu tempat


“Aaaaa!! ” Teriakan Ryuu


“Jangan dekat dekat ya orang miskin!! ” Ucap Mantan Teman Haru(Penghianat) bernama Kodame Nomura


“Ehh, apa ini?. Aku berada di dalam diri lama ku” Ucap Ryuu yang berada didalam tubuh Haru


“Ingat ini, Kami cuman ingin berteman dengan orang kaya sedangkan kau tidak punya apa-apa lagi sekarang!! ” Ucap Mantan Teman ke 2 Haru( Penghianat) bernama Satoru Yoshio


“Diam makhluk rendahan!! ” Ucap Haru yang marah sambil berlari untuk memukul Nomura Dan Yoshio


“Matilahh!!!!!!” Ucap Haru


Ryuu kembali merasa di tarik ke suatu tempat


“Ini terjadi lagi!!!!” Pikir Ryuu


“Huhh, Kali ini apa yang akan terjadi? ” Ucap Ryuu


“Step⁴ Step³. ” Suara langkah kaki


“Dia paman” Ucap Ryuu dengan nada kesal


“Ini dia Kak minumannya, segelas anggur berusia lebih 50 tahun” Ucap Paman Haru bernama Takahashi Arimura


“Itu adalah Ayah” Pikir Ryuu


“Baik, Terima kasih Arimura” Ucap Ayah Haru bernama Takahashi Kazuki


“Akhh, Sekarang ini aku dalam bentuk roh, jadi aku tidak memberitahukan kepada ayah tenang Paman yang akan membunuhnya.” Pikir Ryuu yang mulai kembali gelisah


“Ngomong-ngomong, kapan ayah mati ya. Aku tidak mendapatkan informasi yang jelas waktu itu, bahkan aku baru mengetahui kematian ayah setelah sekitar 4 bulan sewaktu menonton tv di jalan raya Tokyo. ” Pikir Ryuu


“Bahkan sampai sekarang aku masih mengingat pemberitaan di TV itu” Pikir Ryuu


“Setelah 4 bulan lebih kepergian Direktur Takahashi Kazuki dari Perusahaan Sumitomo Mitsui Financial karena serangan jantung. Lalu Posisi tersebut akan di gantikan oleh sang adik yaitu Takahashi Arimura, Tuan tolong beri sapaan nya! "Halo kepada semuanya yang berada di sini" Ucap Pamannya Haru. ” Ingatan Ryuu yang sedang mengingat masa lalu kelamnya di bumi


“Sampai sekarang aku masih tidak percaya bahwa Ayah mati karena serangan jantung!!!” Ucap Ryuu


“Glek glek” Suara meneguk air


“Akhhh” Teriakan Ayah Haru


“Ayah!!!! ” Ucap Ryuu


“Apa yang ada di dalam minuman ini” Ucap Ayah Haru


“Hehehehehe, itu adalah sebuah racun yang membuat orang yang meminimumnya mati karena serangan jantung. Sekarang dirimu akan tiada dan posisi mu sebagai Direktur Sumitomo Mitsui Financia akan di gantikan oleh ku, Dan jika kau bertanya apa yang akan ku lakukan kepada anak dan istrimu tentu saja juga akan ku bunuh ” Ucap paman haru


“BEDEBAHHH KAUUU!!! ” Ucap Ayah Haru


“Sayang, suara gaduh apa itu? ” Ucap Ibu Haru


“Akhhh” Suara teriakan Ibu Haru


“Sayang cepat lari dan beritahukan kepada polisi bahwa aku telah di racuni” Ucap Ayah dengan terbata bata


“Upss, tidak semudah itu!! ” Ucap Paman Haru


“Ibuuuuu” Teriakan Ryuu


“Dorrr” Suara Pistol Revolver yang di tembak kan


“Hiks Hiks hisk” Suara Ryuu yang menangis


“Kenapa kenapa ini bisa terjadi?”Ucap Ryuu yang sangat sedih karena telah mengetahui kejadian kematian kedua orang tuanya


“SIALANNNNN KAUUU” Teriakan Ryuu dalam wujud Roh


“Millions of Ice Spears(Jutaan Tombak Es) ”Serangan Sihir Ryuu


“Hundreds of Water Knives(Ratusan Pisau Air)” Serangan Sihir Ryuu


“Blood Clotting(Pembekuan Darah) ” Serangan Sihir Ryuu


“Hahahahahaa” Suara Tertawa Paman Haru kepada kemenangannya


“Wujud Naga Sejati” Skill Perubahan Milik Ryuu


“Ice Dragon Breath(Nafas Naga Es) ” Serangan Ryuu


Ryuu kembali merasa di tarik ke suatu tempat


“Mati kauuuu”


Ucap haru yang sangat marah


“Ini adalah kejadian kematian ku” Ucap Ryuu


Ryuu pun mengambil tindakan yang sama seperti tadi tapi pada akhirnya ia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, dan ia kembali di tarik ke jadian teman masa sekolahnya, lalu ia kembali di tarik kembali ke kejadian kematian orang tuanya


Ryuu terus menerus mengalami 3 kejadian yaitu: Kematian dirinya, Bertemu Temannya(penghianat), dan menyaksikan kematian orang tuanya kejadian tersebut terus berulang-ulang sampai Ryuu akhirnya sadar untuk mencari solusinya adalah bertanya kepada System


Note: Ryuu sudah mengalami 15.650.326.074 kali ke 3 kejadian tersebut tapi ia masih terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya


“SYSTEMMMMM!! ” Ucap Ryuu


“Ya, ada apa tuan ku? ” Ucap System


“Bagaimana caranya aku menyelesaikan masalah kejadian berulang ini” Tanya Ryuu kepada System


“Biar saya jelaskan kepada anda bahwa kejadian ini tidak bisa di rubah atau tidak bisa di selesaikan itu juga bisa di bilang Absolut Poin(Titik Kepastian).” Ucap System


“Jadi cara untuk menyelesaikan ujian ini adalah menerima kenyataan bahwa itu akan terjadi dan tidak bisa di hindari!!. ” Ucap System


”Kemungkinan Besar Sang Dewa menciptakan Ujian ini untuk membuat anda menerima kenyataan bahwa anda telah mati dan terlahir kembali ke dunia ini. ” Ucap System


“Hahaha, Menerima semua kejadian ini, kejadian di mana Aku Mati, Kejadian Aku Dikhianati, Kejadian Kematian ke dua orang tuaku Mati. Kau kira aku ini Maha Pemaaf begitu, tentu saja tidak mungkin aku bisa memaafkan mereka makhluk jahat di dunia lain itu, mereka harus dibinasakan dari dunia itu, mereka adalah salah satu kebusukan dunia itu!! ” Ucap Ryuu kepada System


“Kau kira aku bisa memaafkan kesalahan mereka yang sangat besar itu!!! ” Ucap Ryuu kepada System