
Jeanne akhirnya memilih untuk menemani Robby berjalan mengelilingi bungalow miliknya itu ketika dilihatnya Rain sudah tertidur dengan lelapnya.
"Eh, Kak Robby Jeanne boleh tanya sesuatu gak?" Ucap Jeanne sambil memetik sebuah bunga mawar putih yang tumbuh dan berbunga tepat di hadapannya.
"Boleh dong, mau tanya apa?" ucap Robby lagi.
"Menurut Kak Robby lebih baik dicintai atau mencintai Kak?" tanya Jeanne pada Robby.
"Kalau menurut aku sih lebih baik dicintai, karena kalau lebih baik mencintai itu sangat sakit, apalagi ketika kita melihat orang yang kita cintai ternyata tidak mencintai kita, sakit banget rasanya" ucap Robby sambil tersenyum.
"Bukannya aku mau mempengaruhi kamu loh ya Jeanne, aku rasa kalau Rain itu terpaksa bertunangan dengan kamu karena permintaan orang tuanya, ingatlah sekarang itu bukan jamannya Siti Nurbaya lagi sekarang ini kalian para wanita sudah memasuki emansipasi wanita dimana wanita dan pria itu sejajar, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, jadi jangan mau di jodohkan lagi tetapi ikuti kata hatimu mana yang kamu suka dan mana yang tidak kamu sukai, Karena bahagia itu kita yang ciptakan bukan orang lain yang ciptakan" ucap Robby panjang lebar.
"Makasih Kak Robby kamu sudah membuka mata hati dan pikiran aku, dan aku tahu Rain bukanlah pilihanku aku hanya terobsesi dengan ketampanannya sedangkan untuk perasaan aku sebenarnya bingung karena sesungguhnya aku tidak mencintainya" ucap Jeanne sambil tersenyum penuh arti.
"Makasih ya Kak Robby, I Miss you & I hate Kak Rain, apabila kita berjodoh maka kita akan bertemu lagi ya" ucap Jeanne dan tiba tiba memeluk erat tubuh kekar Robby si anak pantai.
Tanpa sadar Robby pun membalas pelukannya Jeanne dan mereka pun berbahagia dan saling berbagi cerita.
"Kak Robby maaf ya tadi aku peluk, jujur aku benar benar merasa bahagia bila berada di dekat Kak Robby, rasanya seperti apa ya ada kedamaian yang kurasakan menelusuri relung jiwaku dan aku tahu Kak Robby pasti merasakan juga seperti apa yang kurasakan saat ini, jujur Kak Robby jantungku serasa mau copot dari dalam dadaku" ucap Jeanne jujur.
Kedua sejoli itu pun melangkah menuju ke ayunan di mana Rain sementara tertidur dengan lelapnya.
"Kak Robby apa yang akan ku katakan pada Kak Rain, aku takut ini menjadi sebuah masalah" ucap Jeanne pada Robby.
"Tenang aja, dan serahkan semuanya padaku biar aku yang akan menghadapinya" ucap Robby sambil tersenyum tipis dan tangannya tak pernah lepas dari kepala Jeanne.
"Kak Robby aku takut memulai cinta yang baru ini" ucap Jeanne lagi.
"Tenang aja sayang ya, serahkan semuanya padaku dan aku yakin Rain pasti akan mengerti dan tidak akan mempermasalahkan persoalan ini Jeanne" ucap Robby merasa beruntung karena dari awal dia sudah tahu kalau Jeanne bakal menyukai dirinya.
"Ayo sayang kita harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi antara kita sehingga masalahnya tidak akan menjadi lebih rumit lagi sayang" ucap Robby sambil mengecup kening Jeanne.
Jeanne merasakan aliran darahnya mengalir deras dan merasakan kebahagiaan yang tak terkira, karena Jeanne haus akan kasih sayang dari seorang pria yang diidamkannya.
Mereka kemudian berjalan ke arah bungalow, dimana di halaman belakang dekat taman itu Rain masih tertidur dengan pulasnya.
"Broo, bangun Broo kita udah berkeliling dari tadi dan kami masih saja tertidur dengan lelapnya, apa kamu gak capek tidur seharian" Ucap Robby sambil mengguncangkan tubuh Rain.
"Iya ntar lagi tanggung nih masih ngantuk!" ucap Rain sambil membalikkan badannya menghadap ke arah timur dan membelakangi Robby dan Jeanne.
"Apa aku gak salah dengar Robby?" Mata Rain melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Robby tadi.
"Benar kamu gak salah dengar kok Rain, doa kamu terkabul dan apa yang terjadi akhirnya Jeanne benar benar menjadi kekasihku, maaf ya broo aku sudah berkhianat padamu demi cinta" ucap Robby sambil menepuk pundak Rain.
Rain masih belum percaya kalau Jeanne akan secepat itu melepaskan dirinya, padahal Jeanne dari dulu sangat posesif terhadap dirinya bahkan ia hampir bunuh diri kalau tak bertunangan dengan Rain.
"Kak Rain maafkan Jeanne ya, tapi ini untuk kebaikan kita berdua, nih aku kembalikan cincin pertunangan kita aku harap Kak Rain bisa menemukan cinta sejati Kak Rain dan hidup bahagia bersamanya" ucap Jeanne dan memeluk Rain serta mengecup kening Rain.
Dalam hati Rain sangat bergembira ia sangat bersyukur karena akhirnya ia terbebas dari genggaman si ratu judes Jeanne.
"Ya sudah aku pamit pulang dulu ya karena aku gak mau jadi nyamuk disini!" ucap Rain sambil memakai kaos oblongnya dan memakai kemejanya kemudian pergi meninggalkan Robby dan Jeanne.
" Kak Robby aku menyayangimu sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan Jeanne ya?" ucap Jeanne sambil bergelayut manja di sisi Robby.
"Iya sayangku, ayo kita jalan jalan ke pantai ntar lagi sunset akan segera tiba, dan itu indah banget aku sangat menyukainya"ucap Robby sambil menarik tangan Jeanne dan mereka pergi ke pantai Kuta Bali yang memang berdekatan dengan bungalow itu.
"Kak Robby Jeanne boleh ngomong sesuatu?" ucap Jeanne seakan meminta persetujuan atas pertanyaannya itu.
"Menurut Kak Robby apakah Kak Rain sudah benar benar menerima hubungan kita ini?" tanya Jeanne pada Robby.
"Yang pastinya Kak Robby mau jujur sama Jeanne, sebenarnya Rain itu menganggap Jeanne sebagai adik dan gak lebih, selama ini Rain sangat terbebani dengan hubungan kalian" ucap Robby terpaksa jujur soal keluhan Rain padanya.
"Untuk itu Kak Rain memperkenalkan Kak Robby padaku kan?" ujar Jeanne sedikit marah.
"Ini gak ada hubungannya dengan kamu sayang, Kak Robby benar benar jatuh cinta padamu saat pandangan pertama karena memang itu semua tulus dari hati ini dan Kak Robby juga gak mau hubungan kamu dan Rain hanya sebuah kebohongan belaka" ucap Robby meyakinkan Jeanne.
Jeanne akhirnya percaya pada ucapan Robby, ia pun memeluk erat Robby dan mereka bersenda gurau di tepi pantai sambil menunggu sunset tiba.
Jeanne merasa kebahagiaan yang dimilikinya saat ini merupakan anugerah terindah yang di kasih Tuhan padanya dan ini merupakan jalan Tuhan baginya karena memang seharusnya dia dan Rain tidak berjodoh.
**
Rain akhirnya tiba di apartemen Kanyafe, Rain merasa kebahagiaan yang dimilikinya kali ini sungguh sesuatu yang sangat sempurna karena semuanya berjalan dengan aman tanpa hambatan.
Padahal tadinya ia takut jangan jangan Jeanne tidak mau menerima Robby, tapi takdir berkata lain kalau Robby memang pantas mendapatkan Jeanne.
** Next, tolong di like komentar dan vote yang banyak ya biar author semangat mengupdate episode selanjutnya**