
"Ayo duduklah, kita nikmati dulu hamparan pasir putih di tepi pantai ini sambil merenung apa langkah yang akan kita ambil untuk menghadapi masa depan" ucap Rain sambil meraih tangan Kanyafe dan mengecupnya.
"Rain, langkah apa yang akan kita ambil untuk membantu anak anak angkatku itu?" Tanya Kanyafe sambil tersenyum tipis dan matanya masih tetap menatap indahnya ombak yang bergulung gulung.
"Kanya, aku punya rencana bagaimana kalau anak anak itu kita masukkan ke asrama dekat sekolah mereka dan untuk biaya hidup mereka aku akan membantumu membayar semua keperluan sekolah mereka dan biaya hidup mereka sampai mereka selesai selesai kuliah Kanya, aku harap kamu mau menerima tawaranku ini please!!" Ucap Rain sambil memegang tangan Kanyafe.
"Hitung hitung aku juga harus beramal dan memberikan bantuan kepada yang tak mampu bukankah menurutmu itu sesuatu yang harus dilakukan oleh sesama manusia?" sambung Rain lagi.
"Kamu boleh kok menengok mereka kapanpun kamu ada waktu!!" ucap Rain membuyarkan lamunan Kanyafe.
**
"Dreetttt... dreeeetttt" bunyi ponsel Rain mengagetkan Rain yang sementara asyik bercerita dengan Kanyafe.
"Hallo Mam, ada apa?" tanya Rain pada mamanya.
"Jangan lupa nanti malam kita kedatangan tamu penting relasi bisnis Papa kamu dari Thailand" Ucap Mama lagi.
"Baiklah Mam, Rain masih ada urusan sedikit entar juga udah mau balik kok!" Ucap Rain sambil tersenyum tipis.
"Mam, udah dulu ya nanti setelah ini Rain pulang kok khawatir amat sih"ucap Rain lagi dan menutup sambungan teleponnya.
**
"Anak ini benar benar bikin khawatir, jangan jangan dia bertemu lagi dengan gadis yatim piatu itu?" berbagai pertanyaan muncul di benaknya Mama Tania Mamanya Rain.
"Ah, gak usah dipikirkan toh dia sudah bertunangan dengan Jeane gak mungkinlah dia mengkhianati Jeane karena aku yakin dia juga tidak ingin mengecewakan Mama dan Papanya" Gumam Mama Tania lagi.
"Sudahlah mendingan aku masak dulu biar ntar para tamu yang datang berkunjung bisa menikmati makanan dengan khidmat" ucap Mama Tania lagi.
Mama Tania kemudian masuk ke dalam dapur dan mulai memasak makanan yang akan di sajikan nanti malam pada tamu relasi bisnis suaminya itu.
Ketika ia sedang asyik memasak tiba tiba muncul sesosok perempuan cantik tinggi semampai di belakang Mama Tania dan langsung memeluk Mama Tania dari belakang.
"Mama !!" seru gadis yang sementara memeluk Mama Tania itu lagi.
"Eh, anak Mama sudah pulang ya gimana kegiatan di kampus hari ini, katanya ada penerimaan mahasiswa baru!" tanya Mama Tania pada putri satu satunya itu.
"Lyodra malas Mam, hari ini hari yang sangat melelahkan Lyodra di percayakan untuk jadi ketua BEM jadinya Lyodra capek banget Mam" Ucap Lyodra sambil memeluk Mama Tania erat erat.
"Ayo sana mandi, nanti kita cerita lagi!" ucap Mama Tania lembut.
"Lyodra istrahat aja gak usah bantuin Mama nanti Bibi Dina yang akan membantu Mama ya nak kamu mandi terus makan dan istirahat aja biar tetap fit" ucap Mama Tania lagi.
"Baik Mam maaf ya Lyodra gak bisa bantu Mama" ucap Lyodra sambil mengecup pipi Mama Tania dengan rasa sayang.
**
"Rain!!" Panggil Kanyafe lirih.
"Iya sayang ada apa?" Tanya Rain sambil menatap wajah imut milik gadis yang bernama Kanyafe itu
"Aku sepertinya sangat takut suatu saat bertemu dengan ibumu" ucap Kanyafe sambil tersenyum kecut.
"Iya juga sih tetapi aku belum..." Kanyafe belum selesai berbicara tangan Rain sudah menempel di bibir Kanyafe.
"Jangan lagi kamu menyebut kalau kamu tidak pantas menjadi pendamping hidupku karena aku akan sangat marah bila mendengar kata itu" ucap Rain pada Kanyafe.
"Maafkan aku Rain, tetapi aku takut kehilangan kamu Rain!" ucap Kanyafe pada Rain.
"Dan juga aku takut tak mampu menghadapi Mama kamu" sambung Kanyafe lagi.
"Itu semua hanya perasaan kamu saja Kanya?"ucap Rain sambil membelai rambut Kanyafe yang tergerai panjang itu.
"Eh, ngomong ngomong sudah jam enam sore ini, ayo pulang nanti kita bahas lagi soal anak anak ya Rain!" ucap Kanyafe sambil berdiri dan hendak melangkah menuju ke kasir.
"Mau kemana Kanya?" tanya Rain pada Kanyafe.
Kanyafe sengaja tak mendengar ucapan Rain dan terus melangkah ke arah kasir dan membayar semua tagihan yang mereka makan dan minum tadi.
"Totalnya berapa mbak?" tanya Kanyafe pada kasir itu.
"Totalnya Dua ratus tiga puluh ribu rupiah Mbak" ucap kasir itu sambil menyerahkan nota pada Kanyafe.
Dengan cepat Kanyafe langsung memberikan uang seratus ribuan dua lembar dan satu lembar uang lima puluh ribuan.
"Ini kembaliannya Mbak"ucap Kasir itu dan memberikan uang kembalian pada Kanyafe.
"Kanyafe! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak membiarkan aku membayar bill kita? Kamu tidak percaya sama aku lagi Kanya?" ucap Rain pada Kanyafe saat Kanyafe berjalan mendekati Rain..
"Bukan begitu sayang, sekali sekali aku traktir kamu ya jangan kamu yang selalu traktir aku gak enak tahu" ucap Kanyafe sambil melangkah keluar dari Kafe itu.
Gadis ini sungguh membuatku semakin cinta padanya, dan aku harus menyusun sebuah rencana agar aku bisa secepatnya lepas dari Jeane, aku tak ingin melihat Kanyafe tersakiti oleh perbuatanku.
"Tunggu Kanyafe!" Seru Rain sambil mengejar Kanyafe yang sudah mengambil langkah seribu menuju ke arah tempat parkir dimana mobil Rain di parkir.
Gadis itu pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu.
"Ada apa Rain, pelan pelan larinya kalau jatuh gimana?" ucap Rain sambil tersenyum dan menatap ke arah Rain.
"Kamu kok cepat banget sih Kanya?" ucap Rain terbata bata.
"Kan tenaga aku baru habis di charger dengan berbagai makanan yang kita makan tadi Rain? Wajar dong kalau aku berjalan dengan cepat karena energi dalam tubuhku baru saja terisi penuh"ucap Kanyafe lagi.
"Aku gak bisa berjalan lagi, kita istirahat dulu disini Kanya"ucap Rain sambil menarik tangan mungil Kanyafe.
Setelah beristirahat selama lima menit kemudian mereka menuju ke mobil dan mereka pun kembali ke rumah Kanyafe.
Setelah mengantar Kanyafe Rain pun langsung kembali memutar mobilnya menuju ke rumahnya karet memang sudah mulai malam.
Pasti Mama sudah menunggu dari tadi nih, karena Mama paling gak suka dengan orang yang tidak menghargai waktu apalagi sudah janji akan tepat waktu" Gumam Rain sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ia tahu apa yang bakal terjadi kalau sampai ia telat.
** Next guys tolong dukung author dong biar tambah semangat 💪**