
Setelah malam itu lewat, Rain menelepon seseorang untuk memastikan perjanjian mereka soal Rain ingin membuat sebuah tatto di belakangnya.
Rain akhirnya bertemu dengan seorang teman lamanya yang berprofesi sebagai tukang tatto yang sudah sangat sukses di pulau ini.
"Hai Robby, maafkan aku hari ini mencarimu aku punya sebuah pekerjaan untukmu aku harap kamu mau membantuku" ucap Rain sambil duduk di kursi samping Robby.
"Apa yang akan aku bantu hari ini?" ucap Robby pada Rain.
"Tapi kita minum minum dulu sambil menikmati indahnya pantai ini!" ucap Rain sambil tersenyum pada Robby sahabatnya itu.
"Eh, ngomong ngomong bagaimana hubunganmu dengan Jeane? Apa masih berlanjut atau sudah kandas?" Tanya Robby pada Rain.
"Masih kok, hanya aku yang membatasi diri untuk tidak selalu bertemu dengannya karena aku takut kecanduan bertemu dengannya" ucap Rain pada Robby.
"Bukannya senang malah malas kamu itu kebalikan sebenarnya kamu harus bahagia bisa bertunangan dengan gadis cantik dan kaya raya sepadan denganmu Rain!" ucap Robby lagi.
"Nggak mungkinlah Robb, aku sudah mencintai gadis lain dan gadis ini berbeda dengan semua gadis yang pernah aku pacari Robby"ucap Rain sambil tersenyum sendiri.
" Siapa gadis itu apakah aku boleh mengenalnya Rain?" ucap Robby lagi.
"No, Robby aku gak akan mengenalkan gadis itu padamu ataupun pada siapapun karena ini masih rahasia aku harap suatu saat kamu mau membantu aku mewujudkan impianku itu" ucap Rain lagi.
"Jeanne memang kaya dan cantik serta sepadan dengan aku,tetapi aku tak cocok dengannya Robby, aku ingin keluar dari Zona nyaman dan berusaha sendiri tanpa melibatkan orang tua, dan kalau kamu mau bantu aku ya kamu harus pacaran sama Jeanne agar hubungan kami putus" ucap Rain serius.
"Benaran kamu mau melepaskan Jeanne untukku?" tanya Robby berbinar binar seketika.
"Iya benar, nanti aku kenalin kamu ke Jeanne ya aku harap kamu mau melakukan aksimu dalam memikat Jeanne"ucap Rain lagi.
"Kalau itu mah serahkan padaku aku yakin aku pasti mampu menaklukkan hati gadis itu"ucap Robby lagi.
"Ya, aku harap seperti itu!" ucap Rain.
"Setelah kami jadian kamu jangan menyesal ya?" ucap Robby seakan akan ia dan Jeanne sudah jadian.
"Tenang aja kalau aku takkan pernah mengganggu hubungan kalian lagi" ucap Rain sambil melempar kerikil kecil ke kepalanya Robby.
"Kamu sangat lucu Robby, belum jadian aja sudah menghayal" ucap Rain sambil berdiri dan melempar lagi Robby mereka berdua pun berkejaran di pinggir pantai itu sambil berteriak teriak kegirangan.
"Cukup Rain, aku udah gak kuat kejar kamu.
Kamu lari seperti matador saja aku gak bisa mengejarmu Rain!" Ucap Robby sambil memelas dan memegang perutnya.
"Baiklah ayo kita istirahat sejenak untuk memulihkan kembali tenaga dan kamu harus segera membuat lukisan Terindah di belakang aku" ucap Rain bersemangat.
"Baiklah sesuai permintaan tuanku" ucap Robby lagi.
Setelah beberapa menit mereka beristirahat kemudian, Robby mengambil beberapa buah alat alat yang diperlukan untuk melukis di belakang Rain sahabatnya itu.
Robby mulai melukis di tubuh bagian belakang milik Rain, disitu ia tulis sesuai permintaan sahabatnya yaitu "Kanyafe 💙" dan sebuah gambar salib besar di belakangnya.
sejam kemudian tatto itu selesai dibuat, Rain melihat bahwa Tatto itu sungguh sebuah seni lukis yang sangat bagus dan sangat indah.
Ketika selesai dilukis Rain dikejutkan oleh telepon dari Jeanne gadis yang dijodohkan orang tuanya itu.
"Hallo sayang" terdengar suara seorang gadis dari seberang sana.
"Iya Hallo juga Jeanne, apa kabarmu lama gak jumpa" ucap Rain basa basi.
"Jadi itu si Jeanne?"Tanya Robby pada Rain.
"Iya ini Jeanne" ucap Rain sambil menutup mulutnya dan menjauhkan ponselnya dari mulutnya.
"Sayang, ada waktu ketemuan dong aku udah kangen nih sama kamu"ucap Jeanne dari seberang sana.
"Baiklah kapan?" tanya Rain.
"Hah? sekarang?Aku lagi ada sedikit kesibukan Jeanne bagaimana besok pagi aja kebetulan besok aku libur kan hari Sabtu?" ucap Rain mencari alasan.
"Nggak aku takut janji palsumu itu, aku mau sekarang!" ucap Jeanne manja.
"Baiklah kalau begitu, aku ke situ bareng sahabatku ya, ini sahabat terbaikku sejak aku TK lho Jeanne"ucap Rain lagi.
"Baiklah aku tunggu ya di tempat biasa" ucap Jeanne.
"Baiklah kalau begitu,bye bye sampai ketemu ya?" ucap Jeanne sambil tersenyum dan memutuskan hubungan telepon seluler itu.
"Jeanne! aku pikir kamu sudah melupakan aku ternyata kamu masih mengingatku juga, Robby apa yang harus aku lakukan dengan tattoku yang baru saja jadi ini?" ucap Rain pada Robby.
"Ya gak apa apalah kan cuma tatto, seperti itu harus dikipas kipas agar cepat kering" ucap Robby sambil tertawa geli melihat kekhawatiran sahabatnya itu.
"Kok senyum senyum sih Robb?Kamu ledekin aku ya?" ucap Rain lagi.
"Nggak kok!" ucap Robby sambil ketawa cekikikan lagi membuat hati Rain panas dingin.
Setelah memakai baju kaos oblong putih seksi itu, Rain memakai lagi sebuah Hem kotak kotak warna merah maroon yang menambah kadar ketampanan Rain.
Sebenarnya Rain mudah sekali untuk mendapatkan gadis sesuai kesukaan atau kriteria Mamanya, tetapi Rain tidak mau mencari yang cantik dan tajir karena ia ingin wanita yang benar benar, wanita rumahan yang baik akhlaknya dan yang sayang suami dan keluarganya, pokoknya semua kriteria yang dibuat Rain sesuai dengan apa yang dimiliki oleh Kanyafe.
**
Mereka kemudian bertemu dengan Jeanne di sebuah bungalow dekat kantor cabang ayahnya Jeanne.
Bungalow itu sangat indah dan itu merupakan milik Jeanne.
"Hallo sayang, apa kabar kamu Yank?"Tanya Jeanne sambil cipika cipiki di pipi Rain dan Rain pun hanya membiarkan saja.
"Jeanne perkenalkan ini sahabatku yang aku ceritakan tadi" ucap Rain sambil menyikut siku Robby.
"Robby!"Sahut Robby sambil berkenalan dengan Jeanne sambil menjabat tangan Jeanne.
Dan Robby sengaja tak melepaskan tangan Jeanne karena ia ingin apakah gadis itu menyukai dirinya disitu.
"Aku capek mau tidur sebentar boleh Jeanne?" ucap Rain sambil melepaskan bajunya dan mulai naik ke atas ayunan yang digantung di atas pohon Pinus di taman belakang bungalow itu.
"Baik tidurlah sayang biar aku temani sahabatmu jalan jalan disekitar sini sebagai perkenalan pertama aku dengan sahabatmu" ucap Jeanne tanpa merasa curiga sedikitpun.
"Jeanne tolong kesini sebentar nanti baru kalian jalan jalan Sekarang Tolong bantu aku untuk mengipas belakang aku yang baru saja di Tatto ini biar cepat kering" panggil Rain lirih dan lembut.
"Baiklah! ayo tidur membelakangi aku biar aku kipas kipas tattomu agar cepat kering" ucap Jeanne pada diri Rain.
Ketika asyik mengipas belakang Rain yang ada tatto, Jeanne melihat dengan jelas dan melihat dengan seksama tulisan itu.
"Lho kok ada tulisan dengan nama Kanyafe sih, siapa gadis yang mencoba menghancurkan hubungan kami dan apa arti dari tatto ini?" ujar Jeanne dalam hatinya.
"Awas aja aku akan menyelidiki siapa sebenarnya yang telah membuat Rain ku berubah drastis seperti ini" ucap Jeanne sambil terus mengipas ngipas belakang Rain.
"Sayang, kamu sudah terlelap belum? Panggil Jeanne lirih dan penuh kelembutan.
"Aku yakin gadis itu pasti dicuekin oleh Rain makanya Rain sampai rela datang ke bungalow milik ku ini"ucap Jeanne pada dirinya sendiri dan dia pikir Rain sudah benar benar tertidur, padahal Rain sementara menguping pembicaraan Jeanne.
"Berani beraninya dia membuat tatto nama gadis lain di belakangnya terus aku yang capek capek mengeringkannya, awas aja tuh gadis aku pastikan aku akan balas semua perlakuanmu padaku hari ini" ucap Jeanne lagi tanpa rasa takut pada Rain yang sedari tadi sengaja tertidur dengan sangat pulas.
" Siapa Kanyafe itu? Aku yakin pasti sahabatnya Robby tahu siapa nama dibalik tatto milik Rain" ucap Jeanne penasaran sekali terhadap nama it.
" Rain, kamu pikir kamu hebat membuat hatiku hancur berkeping keping seperti ini, sebenarnya aku juga bisa melakukan lebih dari yang kamu lakukan tetapi aku bukan cewek gampangan jadi biarlah aku mengalah dan sambil melacak siapa dirimu sebenarnya"ucap Jeanne penasaran dengan siapa sebenarnya Kanyafe itu.
"Berani kamu dekati wanita ku, aku tak segan segan untuk menghancurkan dirimu dan keluargamu ingat itu" ucap Rain dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya.
** Next guys **