
Kanyafe adalah anak dari pasangan broken home yang berpisah dan mereka menitipkan Kanyafe pada bibi pengasuh Kanyafe di sebuah desa di pulau Dewata ini.
Bik Inah juga memiliki seorang anak lelaki yang berusia sekitar 24 tahun, ia tumbuh besar bersama Kanyafe dan mereka sudah seperti adik kakak, si pria tampan sepupu Kanyafe itu sudah selesai kuliah dan sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta di pulau Bali ini.
Kanyafe juga memiliki empat orang anak angkat yang dia pungut di jalanan.
Ia tak tega melihat anak anak itu berkeliaran meminta minta dengan pakaian compang-camping.
"Ya kalau mau berbagi itu jangan setengah setengah saja, harus ikhlas dan tulus" gumam Kanyafe dalam hatinya.
**
Dreettt... dreeeetttt...
Bunyi ponsel Kanyafe dari Rain.
"Kanyafe aku ingin bertemu dan berbicara sesuatu hal penting mengenai Anak anak angkatmu, bagaimana kalau kita bertemu nanti sore pukul empat di plaza Renon?" ucap Rain lagi.
"Baiklah aku akan coba cari waktu untuk bertemu kamu ya Rain?" Ucap Kanyafe sambil melihat wajahnya di cermin.
Kanyafe mempunyai empat orang anak angkat, yang ia angkat di jalanan.
**
Sore itu hujan deras banget, Kanyafe sementara berjalan dengan memakai sebuah payung besar yang bisa memuat 5 orang anak kecil, ketika Kanyafe hendak berteduh di sebuah emperan toko bunga ia melihat tiga orang anak kecil duduk di dekat tong sampah samping toko itu.
Dengan berani Kanyafe pun pergi menghampiri ke tiga anak kecil itu.
"Hallo adek adek apa Kakak boleh berteduh di sini, Kakak memang pakai payung tetapi anginnya sangat kencang" ucap Kanyafe pada anak anak itu.
"Iya boleh Kak silahkan" ucap Anak perempuan yang paling tinggi dan umurnya sekitar 10 tahun itu.
"Adek adek ngapain duduk di sini, rumah adek adek dimana biar Kakak antar!" Kanyafe menawarkan jasa pada anak anak itu.
"Maaf Kakak kami sudah tidak memiliki rumah lagi, kami bertiga sudah yatim piatu dan kami tinggal di kolong jembatan itu, di sana masih ada seorang adik kecil kami yang berusia 3 tahun dia sakit makanya kami semua berniat mencari uang yang banyak untuk membeli obat" ucap anak anak itu lagi.
"Ayo antar Kakak kesana biar segera kita tolong adik kecil itu" ucap Kanyafe lagi.
Ketiga anak itu terbelalak mata mereka dan mulut mereka pun terbuka dengan bentuk huruf O.
"Apa Kakak mau membantu kami?" Tanya anak yang paling kecil mungkin umurnya sekitar 5 tahunan.
"Iya Kakak berniat membantu kalian" ucap Kanyafe lagi.
"Baiklah, Kak ayo ikut kami ke kolong jembatan itu" ajak anak anak itu dan mereka pun bersama Kanyafe menuju ke arah kolong jembatan yang dimaksud.
Mereka menempuh perjalanan selama 10 menit akhirnya mereka pun tiba juga di bawah kolong jembatan dengan susah payah.
Dari kejauhan terlihat sebuah gubuk kecil yang terbuat dari gardus dan koran koran bekas.
Gubuk itu sangat tidak layak huni, untungnya gak kena banjir kalau tidak mungkin rumah gubuk kecil itu sudah hanyut terbawa arus sungai.
Mereka pun masuk ke dalam gubuk kecil itu dengan susah payah karena gubuknya sangat kecil dan sempit.
Dengan susah payah akhirnya Kanyafe menggendong si balita kecil itu dan mengajak anak anak itu menuju ke jalan raya untuk mencari taksi dan pulang ke rumah Kanyafe dan si bibi.
Sesampainya di rumah Kanyafe langsung memanggil manggil nama bibinya dengan sebutan Ibu.
"Ceklek" pintu terbuka dan tampaklah seorang wanita paruh baya yang baru saja selesai mandi berdiri di depan pintu rumah itu.
"Siapa mereka Nak," tanya Bibi sambil mempersilahkan anak anak itu masuk ke dalam rumah.
"Perkenalkan ini Rita, ini Lia, ini Tika Bu dan yang kecil ini namanya Tommy Bu, ceritanya panjang nanti Kanyafe cerita ya Bu" ucap Kanyafe sambil memeluk ibunya.
"Iya gak apa apa Nak, hati kamu sangat mulia" ucap bibi sambil memeluk Kanyafe dan mengecup pucuk kepala Kanyafe.
**
Kanyafe mengingat kembali saat saat dulu ketika ia pertama kali bertemu dengan ke empat anak angkatnya itu.
Sore harinya Kanyafe bersiap siap karena ia sudah janji dengan Rain si pria cool yang sudah membuatnya jatuh hati dan merasa terlindungi oleh kebaikannya.
"Kanya, tuh ada temanmu yang menunggu di depan rumah" ucap ibu Kanyafe dengan lembut.
"Itu Rain Bu, ibu sudah memberikan teh untuknya belum?" tanya Kanyafe pada ibunya.
"Sudah dong, anak ibu jangan terlalu khawatir" ucap Ibu sambil tersenyum.
"Baiklah Bu, Kanyafe ketemu orangnya dulu ya?" jawab Kanyafe sambil berlalu dari hadapan ibunya.
"Hai Rain, udah lama menunggu?" tanya Kanyafe sambil duduk tepat di depan Rain.
"Mungkin 10 menit yang lalu, kamu baru selesai mandi ya?" tanya Rain pada Kanyafe.
"Iya Rain, nih tadi kehujanan makanya aku harus keramas biar gak sakit kepala"ucap Rain sambil tersenyum.
"O iya Rain katanya kita mau membahas soal anak anak angkatku itu kita bahasnya di sini aja atau dimana menurutmu Rain?" Tanya Kanyafe pada Rain.
"Kita ke kafe dekat Kantorku aja ya, di sana tempatnya nyaman dan aman" ucap Rain sambil tersenyum.
"Baiklah Rain, aku pamit ibu dulu ya?" ucap Kanyafe sambil berlalu dari hadapan Rain.
"Bu, Kanya pamit ya mau keluar sebentar ada sebuah masalah yang harus Kanya selesaikan nanti Kanya cerita sama ibu!"ucap Kanyafe sambil mengecup tangan ibunya.
"Baiklah nak, hati hati di jalan pulangnya jangan sampai malam ya?" ucap ibu Kanyafe sambil tersenyum dan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada Kanyafe.
"Ini buat bekal di jalan, sebaik apapun pria itu kita sebagai wanita jangan sampai terlalu tergantung padanya nak" ucap ibu Inah sambil tersenyum penuh arti pada anak perempuan angkatnya itu.
"Makasih ya Bu, Kanya pamit dulu Bu" ucap Kanyafe sambil berlalu dari hadapan ibunya.
**
Rain mengajaknya ke sebuah kafe mewah yang terletak sangat strategis di tengah kota, tetapi karena manajemen kafe itu bagus makanya banyak sekali pengunjungnya.
"Kita duduk di sudut sana ya biar sambil melihat view lautan yang sangat menenangkan hati kita" ucap Rain sambil meraih tangan Kanyafe dan menuju ke tempat yang di maksud.
Kanyafe pun hanya menurut saja ajakan Rain, Karena dia tahu kalau Rain selalu menjaganya dengan baik.
"Rain, kamu pintar memilih tempat nongkrong aku suka sekali tempat ini, nyaman, aman dan sangat indah" ucap Kanyafe memuji.
** Next guys Tolong di like, komentar dan kasih hadiahnya dong biar author semangat dalam menulis episode selanjutnya **