Kanyafe

Kanyafe
** Dimana dirimu sayang? **



**


Beberapa hari ini aku tak pernah melihat gadis itu, kemana dia ya? rindu ini sangat menyiksaku


Ponselnya pun tidak aktif, apa yang telah terjadi pada dirimu Kanyafe? Aku takut sesuatu yang tak terduga terjadi pada dirimu sayang.


Pria tampan itu tampak memikirkan sesuatu, dari tadi ia hanya mondar mandir kesana kemari, ia seperti mencari sesuatu yang hilang entah apa yang dicarinya.


"Dimanakah dirimu sayang?" ucap Rain pada dirinya sendiri.


"Aku sungguh tak menyangka, kalau aku begitu sangat merindukan dirimu gadis kecilku," ucap Rain pada dirinya sendiri.


**


Di dalam kamar itu Kanyafe masih tertidur lelap karena ia baru saja diperiksa oleh Dokter pribadi dari Robson.


"Bagaimana Dokter keadaan putriku?" tanya Robson sambil menatap wajah pucat tapi tetap cantik milik Kanyafe.


"Ia akan baik baik saja, kalau bisa tolong berikan dia makanan yang secukupnya yang bisa membuat tubuhnya segar bugar lagi, kasih juga susu dan jangan lupa kasih obat yang sudah aku resepkan tadi," ucap Dokter itu sambil pamit pergi dari hadapan mereka berdua.


Kanyafe gadis kecilku, aku kira kamu tak lagi bisa ku temui tetapi kehendak Tuhan lain ia pun mengabulkan permintaan aku.


Setelah melihat bahwa itu benar benar putri mereka, tetapi Tiara masih ragu dengan semua yang mereka alami, dan akhirnya mereka melakukan tes DNA untuk mengetahui lebih besar hasilnya lagi dengan benar dan tidak ragu ragu.


Segera Robson mencabut sehelai rambut Kanyafe dan menyimpannya dalam sebuah botol kaca dan memberikannya pada Dokter pribadi keluarganya.


"Baik Tuan saya akan segera memeriksa sampel ini secepatnya,'' ucap Dokter itu sambil memegang sampel di tangannya dan berlalu dari hadapan mereka.


**


Kanyafe bangun dari tidurnya, yang dirasakannya adalah seluruh tulang belulangnya tidak dapat digerakkan bahkan ia merasa kalau dirinya telah lumpuh.


"Aku berada dimana ini?" ucap Kanyafe pada dirinya sendiri karena memang tidak ada satu pun orang yang berada di dekatnya.


Ia pun berusaha bangkit dari tempat duduknya tetapi ia merasa tak bertulang.


"Kenapa seluruh tubuhku terasa kaku? apa yang telah terjadi padaku?" gumam Kanyafe pada dirinya sendiri.


Sesaat ia mendengar sebuah suara yang datang dari arah pintu ia pun membuka pintu itu dan melihat keluar ternyata wanita yang cantik itu muncul dan berdiri tepat dihadapannya.


"Kanyafe! ini ibu Nak maafkan ibu yang sudah lama meninggalkan kamu sendirian di pulau ini." ucap Ibu Tiara dengan nada sedih dan langsung memeluk Kanyafe yang diam tanpa sepatah kata pun.


"Maaf aku bukan anak Ibu!" ucap Kanyafe lemah.


"Tidak mungkin Kanyafe, kamu adalah putriku yang kutitipkan di Bik Inah tujuh belas tahun yang lalu saat itu kamu baru berusia satu tahun dan tanda lahir itu sudah menunjukkan bkakau kamu adalah putri kecilku yang sangat cantik itu, tenanglah Nak, ibu akan memperbaiki semuanya dari awal dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui bahwa kami tidak pernah membuang kamu kami hanya menitipkan kamu pada Bik Inah untuk merawat dan mengasuh kamu karena ada sedikit masalah dalam keluarga yang sangat rumit," ucap Tiara sambil terus memeluk Kanyafe.


"Tapi Bu aku tidak yakin dengan semua ini yang aku tahu ibu dan ayahku sudah membuang aku sejak tujuh belas tahun lalu, mungkin ibu salah orang karena tanda lahir ini banyak orang memilikinya," ucap Kanyafe terbata.


"Tidak mungkin Kanyafe coba kamu lihat foto ini?" ucap Tiara sambil menunjuk sebuah foto dimana Kanyafe kecil sedang duduk diatas sebuah sepeda dan di sana ada juga seorang bocah laki laki berumur sekitar tiga tahun dan juga seorang wanita yang tak lain adalah Bik Inah.


"Tenanglah Nak, tenanglah sayang!! Ini Mama, ini Mama kamu yang sebenarnya Mama yang melahirkan kamu Nak, Mama punya bukti saat melahirkan kamu kok, ini lihatlah Nak!" ucap Tiara sambil menunjuk video dan bukti kelahiran dan nama lengkap kamu semuanya masih ada Nak!!" ucap Tiara sambil menangis dan memeluk Kanyafe.


Kanyafe merasa bingung karena ia tak tahu harus berbuat apa.


Ia pun memilih untuk diam tanpa kata sedikitpun, karena badannya remuk semua.


Akhirnya Tiara keluar menuju ruang makan untuk menyiapkan makanan untuk putrinya itu.


Tiara berpapasan dengan suaminya sambil tersenyum dan memeluk suaminya itu.


"Sayang aku takut terjadi sesuatu pada anak kita ia tak mau berbicara dengan aku sedikitpun Sayang?" ucap Tiara sambil memegang erat tangan suaminya itu.


"Gak apa apa kita tunggu hasil tes DNA nya dulu apabila tidak cocok dengan kita baru kita usir dia dari sini," ucap Robson sambil memeluk erat istrinya.


Robson adalah seorang pria berdarah dingin dan ia paling tidak suka dengan orang yang bertentangan dengannya.


Dan lagi ia tidak mau diperintah karena ia akan menjadi seorang yang sangat sangar dan menakutkan.


Robson adalah seorang Boss mafia di negaranya dahulu tetapi ia menjadi luluh karena memikirkan masa depan anak anaknya dan juga istrinya yang selalu setia bersamanya menghadapi aral dan rintangan yang menimpanya.


**


Pria bertubuh seksi itu berjalan mondar mandir kesana kemari, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat rumit.


Kaki panjangnya melangkah masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang sambil bergumam "Dimanakah dirimu sayangku?aku sangat merindukanmu sudah tiga hari tak melihatmu rasanya aku tak sanggup lagi menahan rindu ini Kanyafe!''


Rain tak habis pikir ada apa dengan Kanyafe kenapa dia tak memberi kabar sama sekali? apa gerangan yang membuat dirinya seperti hilang ditelan bumi.


"Kanyafe please kasih kabar ke aku walaupun hanya sedetik saja karena aku tak tahu harus mencari dirimu kemana? rumahmu sudah aku kunjungi, apartemen kamu sudah aku periksa tapi semua nihil tak ada harapan" ucap Rain yang semakin sedih menghadapi masalah yang menimpa dirinya.


"Kanyafe!! Dimana dirimu sayang? ucap Rain lagi sambil meninju bantal yang berada disampingnya itu.


Ia pun berniat melaporkan kepada yang berwajib agar membantunya mencari keberadaan Kanyafe.


Ia pun mendatangi kantor polisi terdekat dan mulai memberikan keterangan dan foto Kanyafe pada anggota polisi itu.


"Baik Pak Rain silahkan anda menunggu dirumah nanti kami akan menginformasikan kalau sudah menemukan calon istrimu," ucap Polisi itu yang bernama Michael Jordan.


"Baik Pak Terimakasih atas bantuannya!'' ucap Rain sambil melangkah pergi meninggalkan kantor polisi itu menuju ke mobilnya dan meluncur kembali ke kantor tempatnya bekerja untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


"Kanyafe !! Aku baru merasa kehilangan ketika kamu benar benar pergi dari hadapan aku, sebenarnya selama ini aku takut mengakui kepadamu bahwa aku takut kehilanganmu tetapi egoku berkata bahwa Kamu adalah wanita yang kucintai dan kusayangi dalam hidupku hanya ingin menjalani hidup bersama dengan dirimu saja." Rain berbicara sendiri pada dirinya.


** Next **


Tolong di like, komentar dan vote ya terima kasih 🙏🙏