
Pria dengan rambut yang di kucir, baju dengan dominan hitam dan tato yang terlihat jelas di lenganya benar-benar meninggalkan kesan bad boy. Membuat Bella sedikit tercekat.
Apa Joe benar-benar jahat? Sampai membiarkan temannya melecehkannya??
Lain dengan yang di pikirkan Bella. Ternyata pria yang tadi menatap Bella malah bersikap acuh padanya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman kaleng yang Bella yakini itu adalah minuman keras. Karena di sana terdapat logo bintang.
Dia Leo Altha Wijaya adalah kakak kandung dari Jonthan wijaya. Mungkin bisa di bilang Leo adalah duplikat Jonathan. Tapi, bisa juga tidak karena Leo jauh lebih berbahaya dari Joe.
Siapa sangka pria itu adalah bos para mafia di dunia hitam. Bahkan Leo terkenal dengan sebutan Viper karena dia terlalu tenang dan mematikan untuk lawan. Setidaknya hanya itu yang bisa menjadi bekal untuk menjadi gambaran seorang Leo. Karena pria itu terlalu misterius untuk di ketahui.
Diam! Hanya itu yang menjadi andalan Leo saat ini. Karena Leo mengintip bella dari sudut matanya. Bukankah itu biasa di lakukan para pemain di dunia hitam. Sebenarnya Leo benci dengan wanitanya Joe, bagi Leo mereka membuat diri mereka tak berharga ck! Benarkah begitu. Bukankah pria lebih suka wanita yang bisah di pakai dengan mudah.
Tapi siapa sangka walaupun Leo adalah bosnya para mafia. Ternyata Leo begitu menghargai makhluk Tuhan yang di sebut wanita. Dia tak sbr*ngsek Joe dalam hal ini.
Leo merasa sosok wanita yang berada di rumahnya malam ini sedikit berbeda. Pasalnya Bella Terlihat ketakutan saat ia memasuki ruangan itu. Berbeda dengan biasa ia temui bahkan tak jarang wanita itu juga mengoda Leo. Dan berakhir dengan kata-kata pedas dari Leo. Bukankah barang tak berharga tak perlu di hargai?
Setelah meneguk minuman itu hingga tandas, Leo menginjak tempat sampah yang berada di dekat kulkas dan membuang kaleng mnuman itu. Jika bukan karena penampilanya pria itu sangat jauh dari kata urakan. Leo meninggalkan Bella dengan tatapan sekilas. Tapi langkahnya terhenti saat melihal Jonathan yang terlihat panik dari arah lain.
"Beda?" Ucap Leo pada adiknya.
Dengan satu kata itu Leo meninggalkan Bella dan Jonathan disana. Begitulah Leo terlalu santai untuk di katakan pria urakan atau ********. Tapi, siapa sangka ucapan leo membuat Joe mengeram.
Pria dengan tempramen tinggi itu tak terima saat gadisnya di samakan dengan wanitanya yang lain. See.. seburuk apa pun pria, sebejat apa pun dia. Dia pasti akan mencari gadis baik-baik untuk menjadi kekasihnya,
"Merda" umpat kasar Joe pada Leo.
Leo yang mengerti menoleh kearah Joe. Tapi, ternyata tatapan itu malah teralih pada sosok Bella yang menangis. Shit! Apa yang telah adiknya lakukan pada gadis ini.
Tanpa berkata Leo memberi bogem mentah pada Jo. Ya, itu memang ciri khas viper satu ini. Terlalu tenang seprti air tapi siapa yang menyangka di dalam air tenang itu terdapat seribu bahaya yang mematikan
"Lo apain dia?!"
Namun emosi Leo seperti nya tidak bisa di bendung ketika melihat Bella yang menangis tanpa sebab. Di cengkram nya kerah baju Joe yang masih berusaha berdiri akibat pukulan itu dan Leo memaksa adiknya untuk berdiri. Bukan tak ingin melawan, Joe tak ingin Bella makin ketakutan. Karena pria ini cukup mengerti bagaimana gadis ini.
Joe menatap Leo dengan tatapan peringatan. Walaupun nama kakaknya terkenal di dunia hitam bahkan tak ada yang berani melawan pria yang terlalu licik itu. Tapi, itu tak menyurutkan ego Jonathan untuk melawan Leo.
"Hiks"
Suara isak tangis itu membuat kedua pria itu menoleh kearah sumber suara. Joe dengan cepat mendorong Leo dan berjalan mendekati Bella.
"Hey.. kenapa?" Ucap Joe dengan nada yang sangat lembut dengan duduk di dekat Bella dan membelai pipi chaby gadis itu. Sampai Leo merasa ingin muntah melihat perubahan adiknya. Pria itu menyenderkan tubuhnya ke tembok lalu bersidekap sambil memperhatinya dua bocah labil ini.
Pasalnya Leo merasa aneh. Joe tak pernah bersikap lembut pada siapa pun. Catat! siapa pun. Dan saat ini Leo melihat Joe bersikap lembut pada wanita yang Leo yakini masih sangat belia.
"Kenapa lo nangis?" Timpal Leo yang hanya berdiri melihat tingkah Keduanya.
Namun Bella hanya menunduk dan seperti nya sesekali suara isak tangis dan air mata yang masih mengalir terlihat jelas di wajahnya.
"Bisu atau be-"
"Just shut the f*ck up !" Bentak Jo dengan tatapan tajamnya ke arah Leo yang santai sembari membakar rokoknya. Dan bentakan kali ini membuat tangis Bella kian pecah.
Inilah kenapa Joe sering mengumpat mengunakan bahasa asing. Karena sebenarnya Bella terlalu jauh dari sosoknya yang urakan. Sangat berbeda tapi itulah cinta, dan bukan Joe namanya jika ia peduli.
Kali ini Bella memandang Joe yang tiba tiba berteriak di samping nya dengan mata yang masih berkaca dan ekspresi yang lucu terlihat di wajah nya
"Hiks..."
Sementara Joe hanya menatap Bella tanpa menghiraukan komentar Leo yang terkesan menyindir nya
"Ke-kenapa bella ? Aku ga teriakin kamu Bella" ucap Joe lembut sembari mengelus dan merapikan rambut gadis cantik itu.
Namun bella tetap diam dan sesekali mata nya melihat ke arah Leo yang masih di tempat nya dan bertingkah seakan tidak perduli.
"Kenapa ? Belum pernah liat orang ganteng ?" Ucap Leo dengan sombongnya
"Tch, kalau ocha-"
Bam !
Tiba-tiba sesuatu melesat dengan cepat dan melintas tepat di samping kepalanya dan menghantam lemari yang ada di belakangnya.
Joe tau betul itu ulah siapa namun tidak memperdulikan nya karena Bella sekarang semakin takut akan sosok Leo.
"Bisa pergi ga?" Ucap Joe dengan senyum yang di paksakan ke arah Leo.
"Diapain lu sama dia?" Tanya Leo sungguh-sungguh pada Bella, karena gadis ini terlalu bocah untuk menjadi mainan Joe.
Leo tidak memperdulikan Joe dan menatap ke arah Bella yang secara tidak sengaja beradu pandang dengan Leo.
"G-ga ada kak, b-bella ga dia apa-apain kok" ucap Bella gugup
"Udah ngomong aja , ga usah takut ni orang juga bukan siapa-siapanya gua"
Bella hanya terdiam dan berusaha mencerna arti dari kalimat Leo sementara Joe memandang tajam ke arah Leo yang tidak memperdulikan nya.
"Beneran ga diapa-apain ?" Ucap Leo memperbaiki posisinya.
Sementara Bella hanya mengangguk takut dan sedikit mendekat ke arah Joe membuat pria itu merasa sedikit bangga
"Dengerkan? Dah pergi sono, lu bikin dia takut" ucap Joe dengan senyum kemenangan.
Sementara Leo memandangnya aneh dan merasa ada yang salah dengan adiknya saat ini.
"Jinak" sindir Leo pergi ke arah ruang tengah meninggalkan mereka berdua di meja makan.
TBC
kalo kamu yang jadi Bella responya gmn?
liat 2 cowok asing dengan aura iblis 🤣🤣🤣🤣
sama kek bella atau bodo amat??
BTW ada yg udh kenal Bg Leo?
novelnya di tulis ama author yang gak tampan2 aman 🤣