
"Masuk!"
"Gak mau.. bilang dulu kita mau kemana"
"Hotel"
"Is... kamu gila.. aku mau pulang" Bella mencoba mendorong tubuh tinggi Joe menjauh tapi sayangnya, itu sia-sia. Karena tangan Joe langsung menangkap tangan Bella ketika gadis itu akan berlari.
"Hey bro... jangan kasar sama cewek" seorang pria datang dari arah berlawanan.
"Gak usah B*cot!" Bentak Joe, dan membuat pria itu pergi meninggalkan mereka.
"Aku bilang masuk!" Perintah Jonathan pada Bella.
"Kamu.." Bella hampir menangis ketika mendapati dirinya di bentak.
"Gak bella" Joe menghela nafas pelan, mencoba bersikap sabar lalu menjelaskan tanpa otot Leher lagi "Aku gak segila itu buat ngerusak kamu"
"Ayo katanya mau pulang" ucap Joe dengan suara paling lembut yang pernah ia ciptakan.
Mau tak mau Bella menuruti kemauan Joe. Gadis itu masuk kedalam mobil lalu Joe berjalan setengah memutari mobil itu untuk masuk ke balik kemudi.
Joe mengemudikan mobil itu dengan tenang. Raut wajahnya juga tak seperti tadi. Pria itu lebih terlihat tenang, Dengan sesekali ia melirik kearah Bella yang terlihat gugup.
"Tidurlah kalau kamu capek. Aku mau ambil barang bentar" ucap Joe dengan lembut. Ia sadar, jika Bella memang berbeda dengan gadis-gadisnya yang dulu.
"Kamu gak ak--"
"Pernah gak aku nyentuh kamu? Atau sekedar nyium kamu? Gakkan?" Tanya Joe dengan nada sedikit tersinggung.
Jika di ingat, Joe hanya kasar di sikap dan ucapan. Tapi, cowok tampan itu tak pernah sekali pun melecehkan dirinya. Bisa di katakan jika seorang Jonathan benar-benar menjaga Bella.
Meski pun tak munafik jika sebenarnya Joe mati-matian menahan gejolak dalam dirinya. Setiap kali berada di dekat Bella. Come on juleha! Dia itu Cowok dewasa. Munafik, jika dia tak merasakan itu, Apa lagi sikap Bella yang terkadang manja.
"Janji?"
Bela mengulurkan kelingkingnya, Joe menoleh untuk melihat tingkah polos Bella hanya terkekeh geli. Bagaimana pria sepertinya bisa terperangkap pada pesona gadis kecil ini. Dan membalas mengaitkan jari kelingkingnya pada Bella.
Joe mengusap puncak kepala Bella "Tidurlah"
Setelah beberapa saat perjalanan Joe menyadari bahwa gadis yang duduk di kursi penumpang sudah larut dalam tidurnya. Karena sudah sampai pada tempat yang di tuju, Joe menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Benar Cowok itu memang berhenti di depan sebuah Hotel. Bukan untuk berniat buruk tetapi hanya untuk mengambil barang. Karena seorang pria dari dalam Hotel berjalan kearah mobilnya.
Setelah melakukan transaksi pada pria asing itu, Joe mengalihkan tatapannya pada Bella. Menatap wajah cantik Bella yang terlelap anggun dalam tidurnya. Joe tersenyum seolah mengingat sesuatu yang jauh dimana dia pertama kali bertemu dengan gadis cantik ini.
Joe membuka matanya saat mendengar suara ribut yang berasal dari depan rumah. Suara geseran barang, belum lagi suara teriakan pria yang sedang memberikan arahan. Matanya tearah pada jam yang berada di atas nakas. 9.30 pagi, jam digital itu menampilkan angka tersebut. Demi Tuhan! ini masih terlalu pagi bagi Cowok itu untuk bangun menginggat ia baru kembali dari club jam 5 pagi.
Damn! Joe benar-benar akan mencabik-cabik orang yang membuat keributan itu. Saat ia membuka tirai itu matanya di sambut hangatnya cahaya pagi. Disana ia melihat kebawah ternyata ada orang baru yang akan mengisi kontrakan pak Yusuf.
Dan matanya tearah pada sosok gadis remaja yang sedang memeluk bonekanya di depan pintu dengan sesekali melihat orang-orang yang sedang memindahkan barang mereka.
"Cantik" suara Ryan mengalihkan perhatian Joenathan. Ternyata pria itu juga ikut terbangun karena pergerakan yang di ciptakan Joe tadi.
"Ck! Pedofil" Joenathan langsung menutup gorden itu dengan kasar lalu berjalan ke luar kamar untuk masuk kedalam kamarnya yang lain. Ck! Rumah sebesar itu hanya ia tempati sendiri.
Keterlaluan!
Hari-hari Joe berganti, sering berpapasan dengan Bella atau sekedar melihat Bella di teras rumahnya. Jika kalian berfikir Joe memperhatikan gadis itu, Shit! Buang fikiran itu.
Karena Joe pada masa itu adalah satu-satunya manusia yang mengasah sifat Cueknya. Ia tak terlalu peduli apa lagi gadis itu masih sangat bocah ingusan. Untuk ukuran cowok Dewasa sepertinya.
Tapi suatu hari Jonathan melihat seorang gadis dengan seragam sekolah di cegat sekumupulan preman di tepi jalan.
"Joe.. liat tu" kata Ryan menghentikan motor.
"Biarin" ucap Joe memukul pundak Ryan untuk menjalankan motor itu.
"Is dia cewek yang di depan rumah lu, Ta*"
"Terus?"
"Bantuin kek, kalo tu cewek di apa-apain gimana? Lu taukan disini tuh rawan"
Sebenarnya Joe tak peduli pada masalah orang lain. Ia cukup sibuk untuk peduli pada masalah orang lain. Contohnya sekarang ia sedang sibuk karena harus ke club menjalankan rutinitasnya.
Ck! Apakah hura-hura masuk dalam daftar kesibukan?
"Ada apa ni?" Joe turun dari motor dan menghampiri ketiga preman yang sedang mencegat Bela. Bela? Jangan di tanya sudah pasti ketakutan dan berderaian air mata.
"Eh elu , apa kabar ? Lama ga keliatan" ucap salah satu preman yang mengelilingi Bella dengan santai.
"Udah ga usah banyak bacot, ada apa ni ?" Balas Joe sembari mendekat dan berdiri di samping Bella.
Bella yang saat itu terlihat begitu ketakutan hanya bisa menundukan kepalanya, seraya hatinya komat kamit meminta pertolongan Tuhan.
"Udahlah Ga usah ikut campur, kayak ga tau aja lu , iye ga boy hahaha"
"lagian ni cewek, siapa lo ?" Lanjut orang itu sedikit terkekeh.
"Cewek gue, kenapa ?!" Joe merangkul gadis yang sedang ketakutan itu. Bella sedikit bergerak melepaskan rangkulan Cowok tampan itu
Tapi tangan Joe sudah merangkul erat pundaknya, ketika dia sadar siapa yang merangkul nya, Bella mulai merasa aman namun tetap merasa takut toh mereka tidak terlalu dekat.
"Beneran cewek lu ? Hahaha ngaku nga-"
Buk!
Sebuah pukulan mendarat tepat di rahang pria yang berusaha menyangkal ucapan Jonathan. membuat pria itu tersungkur dan sudut kanan mulut nya terlihat sedikit berdarah
"Bacot!"
"Cih! Kalau bukan karena viper dah lama lu mati Anj*ng ! Udah-udah ayo cabut !" Ucap rekan preman yang tersungkur karena pukulan dari Jonathan, sembari membantu rekan nya bangkit dan seperti nya ingin langsung pergi.
"Eh mau kemana lu !" Ucap Joe dan langsung menarik kerah baju pria itu.
"Lu di apain aja ama dia tadi" kata Joe menatap tajam ke arah Bella.
"Ti__"
"Gue belum ngapa --"
"Diem! Gue gak nnya ama lo" bentak Joe pada preman itu
"E... ngak " kata Bella terbata-bata dengan tangis yang pecah seketika. Ini situasi yang menakutkan.
"Lu apain dia brengsek?!" Kata Joe hendak memberi bogem metah pada pria itu. Namun terhenti saat Ryan dan Bella menahanya.
"Hey tenang bro"
"Cabut lu semua bangs*t!" Ucap Ryan sedangkan Joe hanya menatap tajam ke arah Bella.
"Bella gpp...Bella"
"Terus ngapain lu nangis"
Ck! Pertanyaan macam apa barusan,
"Be..Bella.. takut"
Entah kenapa Joe merasa ada yang aneh. Tangan Jonathan menghampus air mata yang ada di pipi Bella dengan sedikit membungkukan tubuhnya. Karena Bella terlalu pendek untuk tubuhnya yang jakung. Dan mata Bella menatap wajahnya membuat ada sebuah desiran aneh pada dirinya.
"Lu bawain motor dia" perintah Joe pada Ryan.
"Ngapain lu pulang malam?" Tanya Joe, sembari melirik jam tanganya.
"Motor Bella bocor. Jadi Bella dorong" ucap Bella dengan lirih tanpa meninggalkan aksen manjanya.
Joe melihat ban motor Bella dan melihat lagi kearah wajah gadis cantik itu. Wajah Bella saat ini sangat mengemaskan menurut pria itu, mungkin bermain dengan Gadis ini bisa menjadi rutinitas baru.
Joe suka tipe gadis yang membuat jiwa dominannya kembali aktif. Dan mulai saat itu Joe mulai mendekati Bella. Dengan perlahan mulai berubah gaya bahasanya. Lambat laun sikap ingin menjaga itu bermetamorfosa menjadi rasa takut kehilangan. Atau lebih bisa di sebut cinta, dan itu membuat Joe posesif pada Bella.
TBC
maaf ya MC ay kali ini terlalu 🤧🤧🤧
biasanya ay pakek narasi jelasinya kali ay jelasin dalam dialoge jadi kayanya kasar banget ya 🙈🙈🙈
semoga ada yang mencintai Joe seperti El, Kenzo dan Zayn di nanti dulu 😘
karena Joe ini seseorang yang agak penting buat ay 🤣🤣🤣