
Matahari tengah menampakan pesona indahnya, itu membuat Jonathan terlalu malas rasanya keluar di cuaca sepanas ini. ia lebih memilih untuk berbaring di sofa yang di dominasi warna wine ini. Toh, sekarang ia sedang libur dan Cewek cantik di depan rumahnya ingin mempertegas jarak di antara mereka. Jadi tak ada alasan buat Jonathan kemana-mana hari ini.
Cowok tampan itu tampak santai meskipun terlihat dengan jelas jika sofa panjang itu tak mampu menampung tubuh tingginya, alhasil kaki kokoh itu menggantung di atas tangan sofa.
"Jangan kesono, Tol*l!" Amuk Jo pada lawan mainnya di layar ponsel itu. Jarinya berlarian di atas layar kaca membentuk suatu gerak menyerang lawan.
"Masuk bangs*t!" Ucapnya lagi dengan kekesalan yang memuncak.
Bersamaan dengan itu dua Cewek sudah berdiri di depan pintu rumahnya, menatap lelaki itu dengan tatapan binggung.
Hingga ketukan di pintu membuat Jo mengalihkan tatapan, melihat kedua wanita itu sebentar. Lalu kembali memperhatikan layar ponselnya. Tak ada yang penting di dunia ini selain memenangkan game yang sedang ia mainkan sekarang.
"Leo ada, Jo?"
"Ada naik aja keatas, Cha" Jonathan berkata di balik ponselnya. Jo cukup kenal dengan gadis yang tadi mengajaknya bicara. Dia kekasih Leo, dan sisanya cowok tampan itu tak peduli.
Ocha dan Amanda melangkah masuk, gadis cantik ini cukup paham dengan karakter Jonathan. bisa di katakan dia sekarang ini sedang bertamu. Tapi, Jonathan jauh dari kata sopan, cowok tampan itu malah asyik dengan permainanya tanpa sedikit pun bergerak untuk mengubah posisi.
"Manda duduk dulu, ya... cha naik bentar" ucap lembut cewek cantik ini di balas anggukan kepala dari Amanda.
Sepeninggalan Ocha suasana ruang tamu ini terasa begitu canggung,saat ruangan ini hanya di isi suara game yang berasal dari layar ponsel Jonathan. Itu hanya di rasakan oleh Amanda, karena cowok di depanya ini terlihat nyaman-nyaman saja dan terus fokus pada layar ponsel. Seolah keberadaan Amanda saat ini hanyalah sosok yang tak kasat mata.
Beberapa kalimat umpatan dari bibir Jonathan tak terelakan saat Cowok itu terlihat begitu kesal hingga mengganti posisi dan menurunkan kakinya agar tubuh tinggi itu berdiri tegak, Dengan terus fokus pada permainanya.
"Tim Beg*, kalo gak bisa main jangan main" lagi Amanda harus mendengarkan kalimat neraka dari bibir tipis Jo.
"Kak Jo" Ucap Amanda dengan nada lirih dan ucapan gadis ini tak di balas oleh Jonathan yang terlalu peduli pada layar tipis di depan mata.
"Kak Jo apakabar?" Kalimat kedua, dan juga tak mendapati jawaban. Cowok itu sibuk menekan layar hp untuk menyerang lawan. Tolong jangan ganggu dia!
"Kak Jo masih ingat ama Manda gak?"
Jo mengangkat kepalanya untuk melihat gadis yang duduk di sofa seberang "lu siapa?" Tanya cowok itu tanpa sungkan, dengan nada yang tak bersahabat.
Amanda terlihat senang saat cowok di depannya ini sudah membagi fokusnya "Amanda kak, kita beberapa kali ketemu di rumah sakit pas Ocha di rawat kemarin" jelas Cewek dengan dress motif bunga itu dengan nada Riang.
"Oh" ucap Jo seenaknya, entah ia ingat atau tidak yang jelas dia sudah berusaha bersikap baik pada seorang wanita, setidaknya itu yang dia fikirkan.
Jo meletakan ponsel hitamnya di atas meja lalu cowok itu merenggangkan ototnya karena terjepit di sofa sempit ini. Bersamaan dengan itu matanya menangkap sosok gadis cantik yang mencuri fikiranya akhir-akhir ini telah berdiri di depan pintu.
"Bella...?" itu membuat Jonathan langsung berdiri untuk mendekati gadis yang selama ini dia rindukan, jangan fikir Jo menuruti mau gadis itu dengan senang hati. Jujur ia lebih tersakiti.
Dan sikap Jo mengudang perhatian dari Amanda. Kenapa pria ini bersikap seperti itu pada gadis di depan pintu, sebab selama yang ia tahu Jonathan adalah cowok paling cuek di dunia.
"Kamu ngapain?" Tanya Jo spontan dan langsung merutuk dirinya, kenapa harus pertanyaan itu yang terlontar? Sudah jelas gadis di depan ini akan ngambek sebentar lagi.
See... Jo sudah meramal jika ini akan terjadi. Jo adalah cowok realistis ia takkan bertanya jika itu menurut tak ganjal terlebih itu berasal dari Bella, seseorang yang telah tertanam di hatinya. Biasanya Cewek dengan rambut panjang ini paling anti menginjakkan kaki dirumahnya. Dan kedatangannya kesini tempo hari hanyalah karena sebuah kesalahan.
"Eits mau kemana?" Jo langsung menahan pergelangan tangan Bella saat gadis itu akan beranjak.
Bella tak menjawab karena sorot matanya tertuju pada satu spot yang sedari tadi juga memperhatikan mereka. Itu membuat Amanda berdiri dan berjalan mendekati Jonathan dan bella.
Jonathan menoleh ke arah kedatangan Amanda "Ehm... maaf aku udah ganggu kamu" Bella mendorong tangan Jonathan untuk melepaskan cekalanya.
"Gak sayang, kamu gak ganggu" Bukannya melepaskan Jo malah menarik tubuh kecil Bella untuk masuk dalam dekapanya, seolah itu adalah tanda kepemilikan.
"Kenalin dia..." Jo menghentikan ucapannya, niat awalnya retak karena tak tahu siapa nama gadis di depannya.
"Aku Amanda temen kak Jo" ucap Amanda sembari mengulurkan tanganya. Itu membuat Bella membalas uluran tangan Amanda dengan senyum kecut.
"Lebih tepatnya teman Ocha, cewek Leo" jelas Jonathan mengkoreksi ucapan Amanda yang dia nilai terlalu berlebihan. Teman? Memangnya sejak kapan dia dan gadis antah berantah ini berteman.
Bella hanya terdiam menatap Jonathan seolah mencari kejujuran di mata cowok tinggi ini. Er, itu membuat Jonathan memutar bola matanya jengah. Cewek yang sedang cemburu mungkin lebih teliti dari Badan intelijen Nasional.
"Aku gak bohong Bella, sumpah"
Sikap Jonathan membuat Bella berusaha menyimpan tawa dengan mengigit bibirnya. Apa dia terlalu berlebihan sehingga Jonathan harus bersikap seperti ini?
"Bella gak percaya" ucap Bella mencoba menggoda Jontahan dan mendorong tubuh tinggi itu menjauh.
"Ya Tuhan, Manda lu jelasin!" Ucap Jonathan dengan nada yang menurut Bella terlalu berlebihan hingga Bella menaruh kasihan pada gadis di depannya ini.
"Ih... gak, Bella cuma bercanda kak" Bella melihat Amanda yang menatap mereka dengan tatapan tak suka "maafin kak Jo ya kak" sambung Bella seraya meraih tangan besar Jonathan seolah itu adalah pergerakan penenang.
Jonathan di buat terkejut dengan sikap Bella, cowok tampan itu hanya menatap Bella mencari apa yang salah pada gadis ini. Biasanya Bella tak suka di sentuh olehnya. Sikap lembut Bella membuat Amanda memaksa senyumnya lalu pergi meninggalkan dua sejoli itu.
"Kamu abis mimpi apa tadi malam?" Jonathan bersedekap sembari menunduk sedikit tubuhnya untuk menatap Bella mencari tahu kebenarannya. Kenapa gadisnya bisa berubah seperti ini.
"Mimpiin kamu" ucap Bella dengan senyum indah terpari di wajahnya. Jangan tanyakan seberapa besar keterkejutan Jontahan saat ini.
TBC
🤣🤣🤣🤣 Jonthan manusia atau bukan ya??
itu mulut di service di neraka kali ya 🤧 kagak ada yang bener ucapanya. 🤣