JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 9 Pertemuan Awal Retania



Setelah mereka sarapan, Retania pergi mengambil Dessert.


Retania mengambil sepiring penuh dessert untuk dia makan bersama temannya sambil mengerjakan tugas. Namun ketika dia berbalik tiba tiba....


Brukkkk


"Maaf, saya tidak sengaja" Ucap Seorang pria yang menabrak Retania hingga piring beserta dessertnya terjatuh, membuat potongan piring itu mengenai kakinya.


"Huaaaaaaaa" Teriak Retania nangis sekencang kencangnya membuat temannya semua menghampirinya.


"Retania, kamu kenapa?Orang ini ngapain kamu?" Tanya Byron


"Huaaaaaaaa" tangis Retania lagi.


"Kamu!! Kamu ngapain teman saya!!?" Ucap Byron ke pria tersebut.


"Maaf, saya tadi terburu-buru karena mau ketemu klien penting, tidak sengaja menyenggol tangannya, membuat piring itu terjatuh dan mengenai kakinya" Ucap pria tersebut dengan resah dan gelisah.


"Kamu alasan ya? kamu pasti sengaja nyenggol teman saya kan?" Ucap Shyla dengan galaknya.


"Benar, kamu pasti sengaja kan, kamu,,,,"


Ketika Byron mau mendaratkan kepalannya ke wajah pria itu, tiba-tiba Retania menghadangnya.


"Huaaaaa, kamu berhenti, kamu jangan memukulnya, dia memang tidak sengaja, lagipula saya yang sebenarnya salah, karena terlalu bahagia dan tidak sabar untuk memakan kue-kue ini, saya jadi terburu buru mutar badan untuk balik ke meja kita tanpa melihat ke sekeliling" Ucap Retania.


"Tapi, kamu kenapa menjadi menangis seperti itu, apakah ada yang lainnya yang dia lakukan kepadamu?" Tanya Byron


"B-b-bukan begituuuu, aku nangis bukan karena kakiku berdarah atau karena hal lain, tapi karena dessertku jatuh ke lantai, huaaaaaa" Ucap Retania yang masih menangis.


"Hahhhhh!!!" Ucap Byron, Dyta, Shyla dan bahkan Pria itupun karena terkejut.


"Astaga, Nia Nia, hahahaha, kenapa kamu menangis karena masalah begini sih, kan kamu bisa ambil lagi" Ucap Byron


"Saya menangis tuh karena merasa sedih, makanan ini jadi terbuang sia-sia, padahal di luar sana masih banyak orang yang ingin mencoba makanan ini tapi tidak bisa, hiksss hiksss" Ucap Retania


"Hmmm, ya sudah, kamu berhenti nangis dong, makanannya sudah tidak bisa diselamatkan, mau gimana lagi" ucap Byron


"Oh iya, Maaf, kami sudah menyita waktu anda, anda silahkan menemui klien anda, nanti anda terlambat, tidak usah pedulikan saya, Kaki saya hanya tergores sedikit, saya masih bisa jalan, anda juga sudah meminta maaf yang seharusnya saya yang meminta maaf" Ucap Retania.


"K-k-kalau begitu saya permisi dulu, sekali lagi saya minta maaf, oh iya ini kartu nama saya, nanti kamu bisa hubungi saya untuk meminta ganti rugi atas kue mu atau kalau nanti terjadi sesuatu pada kakimu" Ucap pria itu sambil memberikan kartu namanya ke Retania.


"Eh, silahkan, kami juga minta maaf karena telah salah paham sama anda" Ucap Byron mewakili semuanya dan mengambil kartu nama itu.


"Iya, tidak apa-apa, saya duluan ya" Ucap Pria itu.


Pria itupun bergegas berjalan menemui kliennya yang ada di ruang VVIP restaurant hotel tersebut.


Begitulah pertemuan awal Retania dengan pria yang memiliki alis tebal, hidung mancung, berbadan tinggi dan berkulit putih itu.


...****************...


"Wuahahaha, Nia Nia, ngakak banget, baru kali ini liat kamu begitu" Byron yang tertawa sekencang kencangnya setelah Retania sudah berhenti menangis.


"Hahaha, Ada ada saja kamu, kami kirain tadi tuh kamu nangis karena kakimu sakit, ternyata gara gara makanan" Ucap Dyta yang ikut tertawa.


"Hahaha, bener banget, hahahaha" Shyla pun ikut tertawa.


"Heh, kalian!!!, dilarang membully ya!!! huhhh!!" Ucap Retania dengan ekspresi kesal karena diketawain terus menerus.


"Dih, siapa yang membully kamu" Ucap Byron


"Itu kalian tertawa terus" ucap Retania


"Emangnya, kalau tertawa itu dibilang membully ya?" Ucap Byron


"Tidak juga sih, tapi gapapa deh khusus hari ini, asalkan kalian bahagia" Ucap Retania


"Uwuwuwuwu, terus aku harus bilang wow gitu?" ejek Byron


"Btw, aku baru pertama kali liat Shyla tertawa leluasa begitu, biasanya marah marah mulu" Ucap Byron


"Saya juga" Ucap Dyta


"Ekhmmmm" Shyla yang sengaja batuk walau tidak batuk.


"Iya juga ya, berterimakasih lah kalian kepadaku, karena saya kalian bisa melihat momen yang sangat langka" Uca Retania dengan ekspresi sombongnya.


"Wooooo" sorak Byron


"Apa sih kau, kau ya, suka banget ngajakin orang gelud mulu" Ucap Retania


"Emang, gelud di kasur kan?" Ucap Byron


"Ku tak bisa berkata-kata lagi" Ucap Retania.


"Hahaha, canda Bestie. Btw, nih kartu nama pria itu tadi" Byron memberikan kartu nama yang tadi dia ambilnya ke Retania


"Sejak kapan saya jadi bestie kamu? Sini kartu namanya" Ucap Retania sambil mengambil kartu nama tersebut


"Sejak tadi dong"


"Dih, siapa yang bilang mau jadi bestie kamu"


"Aku yang bilang, gak boleh nolak, karena kalian tidak mau jadi pacar aku, jadi kalian mulai hari ini fiks jadi bestie aku"


"No coment, selesaiin tugas kamu sana, saya mau hubungi orang itu dulu"


Cieeee, mau hubungi dia, cieeee, ekhmmmm" Ejek Byron


"Apa sih!!, orang cuma mau minta maaf doang, gara gara kita tadi dia tertunda bertemu sama kliennya, gimana kalau dia bermasalah sama kliennya gara-gara aku tadi" Ucap Retania dengan ekspresi kesal karena lagi lagi Byron ngajak gelud lagi.


"Iya in aja, iyain dah, btw nama pria itu tadi siapa?" Tanya Byron yang belum sempat membaca kartu nama itu.


"Andrian Wicaksana" Ucap Retania sambil membaca kartu nama tersebut.


"Apa!! Andrian Wicaksana??" Ucap Dyta terkejut mendengar nama itu


"Kenapa? Ada apa?" Tanya Retania dengan bingung di wajahnya


"Dia kan satu satunya penerus keluarga Wicaksana" Ucap Shyla.


"Eh, memangnya ada apa dengan keluarga wicaksana?" Tanya Retania lagi


"Asal kamu tahu ya, mall mall yang terkenal semuanya milik keluarga wicaksana, bandara, stasiun, bahkan kapal pesiar yang mewah mewah itu milik mereka, dibandingkan dengan yang aku punya ini, ini tidak ada apa apanya dimata mereka" Ucap Byron


"Oh tidak, jangan jangan klien yang ingin dia temui adalah orang sangat penting, waduhhh, aku dalam bahaya nih" Ucap Retania panik


"*Dia tidak pernah di ekspos wajahnya, orang hanya tau namanya saja" Ucap Dyta.


"Bener, duh, tadi saya hampir meninju dia lagi, untung sja kmu tahan aku tadi, kita berdoa saja, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi menimpa kita*" Ucap Byron yang ikutan panik juga.


"Semoga saja" ucap Retania.


...****************...



Disisi lain, di ruangan VVIP


"Mohon maaf pak, saya baru datang, tadi ada masalah yang tidak terduga terjadi waktu menuju ke sini" Ucap Andrian.


"Apakah masalah itu serius? Apakah sudah selesai? kalau belum, pak Andrian bisa menyelesaikannya terlebih dahulu kemudian kembali ke sini" Ucap klien tersebut.


"Tidak apa-apa pak, tadi saya tidak sengaja menabrak seorang wanita dan membuat kakinya terluka, tapi saya sudah memberikan kartu nama saya agar dia bisa menghubungi saya nanti kalau terjadi masalah" Ucap Pak Andrian