
Sesampainya mereka di tempat acara.
Shyla turun duluan, sedangkan Pak Denandra memarkir motornya.
"Shylaaaaa, sini" Ucap Retania yang siap menyerbu pertanyaan untuk sahabatnya itu setelah melihat Shyla datang bersama Pak Denandra.
"Niaaaa" ucap Shyla.
"Kamu, ada hubungan apa kamu sama Pak Denandra?" Ucap Retania dengan tatapan curiga.
"Gak ada"
"Masa gak ada? terus kenapa kalian bisa datang bersama?"
"Ah, itu, tadi ketemu di jalan, pas aku lagi mau pesan ojek, kebetulan dia lewat dan mau ke sini juga, jadi saya ikut deh"
"Owww, begitu, kirain kalian.. Dahlah hayuk masuk, acara udah mau di mulai"
"Yuk yuk, btw Byron mana?" Tanya Shyla.
"Biasalah, sksd sama cecan"
"Ckckck, tuh anak gada tobat tobatnya"
Ketika Retania dan Shyla mau masuk, Dyta keluar.
"Retania, Shyla, kalian kenapa gak masuk? aku dari tadi nungguin kalian" Tanya Dyta.
"Aku tadi nungguin Shyla dulu, tapi kamu kenapa tau kami di luar?" Jawab Retania
"Tadi kan nyari kalian, tapi hanya melihat Byron, jadi tanya dia, terus dia bilang kau ada di luar, jadi ya sudah aku keluar bentar buat manggil kalian, siapa tau kalian malu malu masuk, hahaha" Canda Dyta.
"Ngapain malu, ada ada saja kamu Dyt" Ucap Shyla
"Hahaha" mereka bertiga pun tertawa.
Retania yang tersadar Dyta bersama seorang pria, Keponya menjadi kumat.
"Btw Dyta, dia siapa? pacar baru kamu ya?" Tanya Retania
"Pacar baru? jadi selama aku gak ada di sampingnya sudah berapa cowok yang dijadikannya pacar? huhhh" Ucap Mikail dalam hatinya dengan ekspresi cemberut dan marah di wajahnya
"Oh dia? dia bestie masa kecilku, kami selalu bersama waktu kecil, tetapi dia pergi keluar negeri buat belajar, dan baru aja pulang kemarin" Jawab Dyta
"Oalah"
"Kalau ku lihat-lihat, cowok ini sepertinya suka sama Dyta, liat aja ekspresinya langsung berubah marah dan cemberut waktu aku bilang pacar baru" Ucap Retania dalam hatinya yang selalu memiliki insting kuat terhadap dunia percintaan orang lain, tetapi dunia nya sendiri lemah.
"Mikail, kenalin ini bestie aku Retania dan Shyla, sedangkan yang di dalam tadi itu Byron" Ucap Dyta memperkenalkan mereka ke Mikail.
"Mikail" Ucap Mikail sambil memberikan tangannya ke Retania.
"Retania" Ucap Retania sambil memberikan tangannya juga untuk salaman.
"Mikail" Ucap Mikail sambil memberikan tangannya ke Shyla.
"Shyla" Ucap Retania sambil memberikan tangannya juga untuk salaman, namun tidak sempat berjabat tangan karena Pak Denandra yang tiba tiba muncul.
Pak Denandra hanya memperhatikan Shyla mau berjabat dengan seorang cowok, tidak memperhatikan Dyta, Retania. Sedangkan Mikail wajahnya tertutupi oleh Retania.
"Shyla ngapain masih di luar? tidak perlu menunggu saya" Ucap pak Denandra dengan wajah yang emosi.
"Eh, tidak pak, saya sama retania tadi mau masuk, tapi tiba tiba Dyta keluar menjemput kami dan malah mengobrol" Ucap Shyla.
"Mengobrol? Tapi tadi ....." Omongan Pak Denandra terpotong oleh Mikail.
"Kak Denandra!!" Ucap Mikail.
"Eh, Mikail, kapan kamu pulang? kenapa kau tidak bilang ke aku dan Andrian?" Ucap Denandra dan ekspresi nya yang sebelumnya berubah 180 derajat, muram dan marah menjadi ceria bahagia.
"Ceritanya panjang kak, ntar aja, kita ngobrol di dalam aja nanti" Ucap Mikail.
"Oke" Ucap Denandra.
Shyla bengong untuk kedua kalinya hari ini karena tidak menyangka pak Denandra ternyata kenal dan akrab juga dengan Mikail.
Retania yang ikut bengong karena terkejut pak Denandra yang galak tadi berubah ekspresinya dalam sekejap.
"Kalau begitu masuk dulu yuk semuanya" Ucap Dyta membuyarkan pikiran Retania dan Shyla
"Eh, iya iya" Ucap Retania dan Shyla
"Shyla, kebiasaan ya, bengong terus, kesambet baru tau rasa" Ucap Pak Denandra tanpa sadar.
"Saya bengong karena lagi mencerna apa yang terjadi hari ini pak" Ucap Shyla yang keceplosan tanpa sadar.
"Ha? Pak Denandra sering bersama Shyla? Terus ada kejadian apa hari ini Shyla?" Ucap Retania.
"Ekhmmm" Retania pura pura batuk dan merasakan ada gelombang asmara lagi.
Mereka pun masuk ke dalam gedung acara.
Di dalam gedung
"Kamu sejak kapan pulang? kenapa tidak bilang-bilang?" Tanya Denandra.
"Baru tadi malam kak, kebetulan saja hasil ujian dipercepat, dan saya tidak remedial, jadi bisa pulang cepat" Jawab Mikail.
"Oalah, begitu. Ya jelaslah kamu tidak remedial, kaukan cerdas"
"Kak Denandra bisa saja, btw kak Andrian kabarnya gimana kak?"
"Seperti biasanya, gak ada perubahan"
"Hmmm, kasihan juga kak Andrian"
Shyla masih mencerna apa yang terjadi sambil mendengarkan percakapan Mikail dan Denandra.
Sedangkan Retania sibuk dengan makanannya dan Dyta bersama orang tuanya mengobrol dengan tamu lainnya.
Setelah Keheningan beberapa detik
"Yummyyyy, makanannya enak banget, ini boleh dibungkus buat di bawa pulang gak ya" Ucap Retania ingin memecah keheningan.
"Pfffttt, hahaha" Denandra dan Mikail tertawa mendengarnya.
"Niaaaa, Jangan bikin malu" Ucap Shyla.
"Hahaha, bercanda, lagian kau diam terus menerus sih, lagi mikirin apa sih?" Tanya Retania.
"Gak ada, lagi mikirin kucing tetanggaku sudah lahiran atau belum" Jawab Shyla.
"Hmmm" Ucap Retania yang berpikir Shyla menyembunyikan sesuatu.
"Selain suka bengong, ternyata dia lucu juga, hahaha, ada ada saja anak ini" Ucap Denandra dalam hatinya.
"Hahaha, temannya si Dyta kenapa pelawak semua sih" Ucap Mikail dalam hatinya.
...****************...
Setelah Dyta meniup lilin, memotong kue dan membuat harapan, acara pun selesai.
"Eh sebelum balik kita foto-foto dulu yuk, kita perasaan belum pernah foto bersama" Ucap Retania.
"Hayukkk" Ucap Dyta.
"Aku pergi panggil Byron dulu ya" Ucap Retania
"Ok Nia" Ucap Shyla.
Setelah Retania keliling mencari, akhirnya Retania menemukan Byron.
"Byron"
"Eh bestie, kenapa?"
"Kita foto bersama dulu kuy sebelum pulang"
"Foto buat prawedding?"
"Heh, foto berempat, foto bersama Dyta dan Shyla, mana ada foto prawedding, kau lamar dulu pacar kamu baru foto prawedding sama pacarmu, eh lupa kau sudah putus ya"
"Hmmm, kirain foto prawedding, udah putus tapi tadi dapat pacar baru lagi"
"Ckckck, pasti dia terkena pelet gombalanmu lagi tuh cewek"
"Hahaha"
"Btw, nanti kamu kalau kesana, kamu langsung rangkul Shyla dan Dyta ya, terus gombalin mereka berdua"
"Eh ada apa? kalau Dyta gak masalah, kalau Shyla ntar ku kena tonjok"
"Gak bakal, lakuin aja yak, ada yang mau ku lihat"
"Okelah, demi bestieku yang cantik ini aku rela kena tonjok kasih sayang Shyla"
"Ya tuhan, apakah aku salah melakukan ini. sudah sudahhh kuy kita ke sana, dengar omonganmu lama lama ku muntah, mereka juga udah nunggu lama pasti"
"Hahaha, bestie, kamu kejam sekali kepadaku"
"Kejam ke kamu gak apa-apa, hahaha"