
"Bagaimana kalau di Hotel ku saja" Byron menyarankan.
"Heh, kamu!! Orang mau kerja tugas ngapain ke hotel!!" Ucap Shyla.
"Di hotelku kan ad restaurantnya tuh, nah kita kerjanya di situ saja, biar kalau lapar bisa makan, trus kalau kemaleman kan kalian bisa nginap di hotel aku" Ucap Byron
"Nginap, kamu mau ngapain, jangan macam macam!!!"
"Ishhh, jangan salah paham dulu woii, kalian sekamar, aku di kamar lain"
"Oh, begitu, awas aja kamu ada udang dibalik batu"
"Hmmmm"
"Kalau begitu di hotel Byron yah, fiks, ntar sore kita ngumpul di sana" ucap Retania.
"Ok Nia" Ucap Shyla.
"Btw, Byron kamu ntar nebeng kemana? rumah kamu atau hotel kamu?" Tanya Dyta.
"Hotel saja, di rumah sepi, Orang tua ku pulangnya malam, biasa sibuk kerjaan katanya kalau aku nanya. Lagipula saya sudah janjian sama pacar saya hari ini mau ketemuan" Ucap Byron.
"Kalau begitu, sku nunggu di sana saja ya gaes, daripada bolak balik, malas banget" Ucap Dyta.
"Oke deh" Ucap Retania dan Shyla.
...****************...
Sore hari di Hotel milik Byron.
"Dyta, Byron mana?" Tanya Retania yang hanya melihat Dyta dan Shyla.
"Tadi setelah sampai, dia antar aku ke sini dan suruh nungguin kalian di sini, setelah itu dia pamit, katanya pacarnya sudah datang, diakan tadi bilang ada janjian sama pacarnya" Ucap Dyta.
"Oww, begitu, mungkin dia masih kencan kali ya" Ucap Retania.
Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Byron datang.
"Hai guys, maaf telat, aku habis mengisi energi dulu" Ucap Byron sambil ngos ngosan.
Melihat Byron yang ngos ngosan dan membawa seorang perempuan yang ngos-ngosan juga dan seperti baru keramas, mereka bertiga akhirnya mengerti apa yang terjadi.
"Hilih, mengisi energi? kagak kebalik? bukannya habis mengeluarkan tenaga dan energi yang sangat banyak, ckckck" Ucap Shyla dengan wajah sinisnya.
"Hmmm, keduanya sih" jawab Byron.
"Terus ini siapa?" Tanya Retania.
"Ini pacar ku, baru kemarin pacaran" Jawab Byron dengan santainya.
"Emmmm, sayang, saya pamit duluan ya, mau kuliah, ada jadwal kuliah sejam lagi" Ucap Putri.
"Oke, Sayang, nih duit belanja kamu buat hari ini" Ucap Byron sambil memberikan duit segepok ke Putri.
"Makasih sayang"
"Kiss nya mana?"
"Muach" sambil mencium bibir Byron yang lembut itu.
Putri pun berjalan keluar dari hotel itu.
"Anjirrrr, Kami ke sini buat kerja tugas atau buat liatin kamu bermesraan sama pacar kamu?" Ucap Dyta.
"Ckckck, Bener tuh" Ucap Shyla.
"Wkwkwk, maaf ya para jomblo, eh kalian jomblo gak sih?" Ucap Byron
"Jomblo lah dah tau tdi siang saya habis putus, terus kenapa? " Ucap Dyta
"Karena kalian jomblo, kalian jadi pacar aku saja semua" Ucap Byron.
"Kompak begitu, hahaha. ya sudahlah, kita bahas tugas saja kuy" Ucap Byron sambil tertawa melihat tingkah cewek cewek yang cantik dan menggemaskan itu.
...****************...
Beberapa jam kemudian, mereka merasa kelaparan setelah berdiskusi membahas tugas dan membagi tugas mereka yang cukup lama menyita waktu.
"Lapar nih gaes, makan dulu yuk sebelum pulang" Ucap Byron.
"Iya, Laper juga nih, Yuk ke prasmanan ambil cemilan" Ucap Dyta.
Sesampainya di prasmanan.
"Kalian ambil saja yang kalian suka, hri ini kalian nginap di hotelku dan makan sepuasnya, aku yang tangkis" Ucap Byron.
"Benerin nih?" Tanya Shyla
"Beneran" Ucap Byron
"Thanks yawww" ucap Dyta, Retania dan Shyla.
Retania yang hobi makan tapi tidak gemuk gemuk mengambil makanan paling banyak, bisa dibilang semua jenis makanan dia ambil.
Sesampainya di meja mereka.
Mereka pun makan sambil mengobrol.
"Eh, btw, Byron, mengenai Pak Denandra, kamu ada utang penjelasan loh ke saya, jadi pas aku tidak ada, ada kejadian apa di kelas?" Tanya Shyla.
"Oh itu, Awalnya kami semua kan bingung tuh, kok bisa Dinda di izinin masuk ruangan lagi, coba kamu tebak dulu deh kenapa dia masuk kelas lagi" Ucap Byron
"Waktu mau izin ke toilet, aku sempat dengar Dinda merayu pak Denandra sampai sampai mau ngasih tubuhnya juga, dan pastinya Dinda masuk kelas lagi karena pak Denandra kena rayuannya Dinda, ckckck Pak Denandra ternyata orangnya gitu ya" Tebak Shyla dengan Percaya dirinya.
"Hah!!? kamu salah paham sama pak Denandra, pak Denandra tidak begitu orangnya, wkwkwk. Dia tuh suruh Dinda masuk kelas buat promosi" Ucap Dyta
"Maksudnya, trus Promosi apaan?" Tanya Shyla dengan bingung.
"Seperti yang kau bilang sebelumnya, ada lanjutannya, jadi Pak Denandra tuh tidak berminat sama tawaran alias rayuan si Dinda, makanya dia bantu promosiin diri Dinda di kelas" Ucap Dyta
"Sampai situ dah paham kan? paham dong, masa enggak" Ucap Byron
"Oalah, begitu, duh jadi salah paham aku SMA Pak Denandra" Ucap Shyla yang sadar ternyata dia salah paham.
"Btw, aku penasaran sama kalian" Ucap Retania yang baru ngobrol karena sibuk denger mereka ngobrol dan tentunya karena sibuk makan dari tadi.
"Penasaran kenapa?" Tanya Dyta.
"Kenapa kelakuan kalian tuh beda 180 derajat begitu" Ucap Retania.
"Maksudnya?" Tanya Byron
"Misalnya Dyta, kata teman di kelas kamu orangnya sombong karena kaya, makanya tidak ada yang mau ajak kamu bicara, tapi aku liat tidak, terus Shyla katanya kamu Galak makanya tidak ada yang berani mendekatiku, tapi emang kadang galak kadang tidak sih, terus kamu Byron katanya kamu playboy" Ucap Retania menjelaskan.
"Aku dulunya sebenarnya tidak galak sama cowok, mungkin karena mantan kali ya. aku dulu punya mantan, dia awal dekatin aku suka gombalin aku, bahkan kami pacaran pun masih ngegombal, tetapi pas kita mau tunangan, pertunangan kami gagal" Ucap Shyla.
"Kok bisa gagal?" Tanya Dyta.
"Karena ternyata dia selingkuh di belakang aku, saat itulah saya tidak percaya dengan gombalan pria lagi dan membenci pria yang menggombal atau mau pdkt sama aku. Makanya kalau ada cowok ngajak saya ngobrol, pasti saya langsung marah dan sinis karena trik mereka tuh mirip banget sama trik mantanku dulu. Ke cowok doang sih aku galaknya. Mungkin karena sudah hilang kepercayaan sama cowok sih" Ucap Shyla menjelaskan masa lalunya.
"Baru juga mau gombalin kamu, yah, aku tidak ada harapan dong jadi pacarmu" Ucap Byron.
"Coba aja kmu gombalin aku, pilih rumah sakit atau peti mati" Ucap Shyla sambil memperlihatkan kepalannya.
"Gak deh, gak deh" Ucap Byron.
"Kalau aku, aku sih kagak bisa nyari topik ya, aku ngobrol kalau di ajak ngobrol, jadi kalau mau kenalan ya hayuk aja, tapi jangan harap saya yang memulai" Ucap Dyta.
"Bener sih, aku perhatiin kamu memang begitu" Ucap Retania.