
"Bagus lah kalau seperti itu, tidak salah saya menilai kamu, kamu adalah orang yang bertanggung jawab" ucap klien tersebut
"Terimakasih pak" ucap pak Andrian
"Oh iya, kembali ke urusan kita, Anak saya kan mau menikah, saya ingin acara pernikahan anak saya diadakan di kapal pesiar yang paling besar dan mewah, karena tamu-tamu penting akan datang" Ucap klien tersebut.
"Baik pak, ini adalah kapal pesiar yang paling terbesar dan termegah, Bagaimana menurut bapak" Ucap Pak Andrian sambil memperlihatkan gambar kapal pesiar tersebut.
"Ini bagus, kalau begitu, saya ingin acara pernikahan anak saya diadakan di sini saja"
"Baik pak"
"Kalau begitu, sampai sini saja dulu, karena saya masih ada urusan yang lain yang saya harus urus"
"Baik pak, terimakasih"
Setelah klien tersebut keluar, Pak Andrian memikirkan masalah yang terjadi sebelumnya kepadanya.
"Bagaimana kaki wanita itu tadi? semoga tidak kenapa kenapa. Tetapi kalau di ingat ingat lagi, dia lucu juga, dia menangis karena kuenya terjatuh, bukan karena kakinya" Ucap Pak Andrian dalam hatinya tanpa dia sadari dia tersenyum setelah sekian lama dia tidak tersenyum setelah Ibunya menghilang.
Ting...
Chat seseorang masuk, dering chat itu membuat Pak Andrian kembali tersadar.
Seperti yang kalian pikirkan, itu benar chat dari Retania.
..."Mohon maaf mengganggu, mohon maaf sebelumnya, saya Retania yang tadi tabrakan di hotel Clabyron, saya mau meminta maaf karena telah menganggu waktu bapak tadi, apakah urusan bapak dengan klien berjalan lancar? saya berharap semoga berjalan lancar, tetapi kalau tidak, saya akan bertanggung jawab"...
Seperti itulah isi chat Retania
"Pffft, dasar bodoh, yang salah kan saya, kenapa malah kamu yang meminta maaf, balasnya nanti saja deh kalau sudah sampai di rumah" Ucap Pak Andrian dalam hatinya.
Disisi tempat lain
"Duh, gimana nih, dia belum balas, apa jangan jangan dia marah, apa jangan-jangan saya mengacaukan pertemuannya dengan kliennya, huaaaaa" Ucap Retania yang gelisah sambil mengetuk ngetuk meja dengan jari jemarinya
"Sudah, sudah jangan di pikirkan, mungkin dia masih sibuk dengan kliennya" Ucap Shyla menenangkannya
"Bener juga, ya sudahlah, kalau begitu tugas kalian kumpulin di group SRDB ya malam ini, biar aku bisa cepat satuin, biar tugas ini cepat selesai juga" Ucap Retania
"Oke deh" Ucap Byron, Shyla dan Dyta
"Kalau begitu aku pamit duluan ya gaes, mau siap siap buat ke kampus ntar" Ucap Retania sambil memasukkan barang barangnya ke dalam tasnya.
"Sama sih, aku juga dah mau pulang, mau siap siap juga" Ucap Shyla
"Eh bareng aku aja kalian pulang nya, kita bertiga searahkan, aku juga dah mau pulang" Ucap Dyta
"Ya udah, kalau begitu terimakasih yaw" Ucap Shyla
"Oke deh, tingkyuuu" Ucap Retania
"Kalau begitu kalian hati-hati ya" Ucap Byron
...****************...
Di kamar Pak Andrian
"Mama, jangan tinggalin aku, huhuhu, TIDAKKKKKKK" teriak Andrian yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya
"Astaga, kapan aku bisa tidur sedikit lebih lama, setiap kali tertidur aku selalu memimpikan kejadian mamaku menghilang" Ucap Andrian
"Mama dimana sekarang, apakah kau masih hidup? aku sudah memiliki kapal pesiar seperti yang mama impikan" ucap Andrian sambil meneteskan air matanya
Ibu Andrian menghilang karena menyelamatkan Andrian yang hampir terbawa arus deras waktu liburan keluarga di sungai Aare.
"Oh iya, saya lupa, saya belum membalas chat perempuan yang ketemu di hotel tadi" Ucap Andrian sambil mengambil ponselnya.
..."Iya tidak apa, Pertemuan nya berjalan lancar, seharusnya saya yang meminta maaf, karena menabrak anda, sampai membuat kaki anda terluka, bagaimana dengan kakinya? apakah baik baik saja? tidak ada luka serius kan?"...
Isi balasan pesan Andrian ke Retania.
..."Tidak, tidak, saya yang seharusnya meminta maaf pak karena tidak melihat sekeliling, tapi syukurlah kalau pertemuan bapak berjalan lancar, Luka di kaki saya hanya luka ringan, bentar lagi juga sembuh, tidak ada luka serius"...
Balasan Retania
..."Syukurlah, Tetapi saya juga bersalah karena terburu-buru bertemu klien jadi tidak memperhatikan juga, sebagai permintaan maaf, saya akan traktir kamu makan di restaurant pilihanmu, bagaimana kalau sore ini?"...
..."Terimakasih atas tawaran bapak, tetapi saya ada kuliah sore ini, lagipula saya juga sudah memaafkan bapak. Dan juga saya salah juga jadi gak adil kalau bapak yang traktir saya"...
..."Baiklah kalau seperti itu, tetapi kamu jangan memanggil saya bapak terus, saya belum jadi bapak bapak"...
"Jadi saya harus memanggil siapa?"
"Panggil saja Andrian"
"Oke Andrian"
Pesan mereka pun berakhir.
"Perempuan yang satu ini beda, biasanya setelah mendapatkan kartu namaku, mereka pasti memanfaatkannya untuk mendapatkan uang dariku, tetapi dia tidak" Andrian berbicara sendiri sambil melihat layar handphone nya yang menampilkan chatnya bersama Retania.
"Eh, tetapi kenapa saya protes di panggil bapak, biasanya saya tidak masalah di panggil pak atau bapak" Ucap Andrian setelah memperhatikan percakapan mereka kembali.
"Ah, sudahlah, kenapa juga dipikirin terus. tetapi kelakuannya dia menangis karena kue tadi itu sangat lucu, sampai teman-temannya pun dibuat kaget" Ucapnya dalam hati setelah memikirkan kembali kelakuan Retania.
...****************...
Sore hari, di dalam kelas.
"Retania, bagaimana kerja kelompok kalian, pasti mereka gak kerja kan, pasti yang kerja tugasnya kamu sendirian" Ucap Kiki
"Gak kok, kami bagi tugas kok" Ucap Retania
"Gak percaya, mereka pasti nyuekin kamu kan? bagaimana mau bagi tugas sama mereka" Ucap Kiki
"Bener tuh" ucap teman yang lain
"Mereka gak nyuekin aku kok, malahan kami jadi akrab, dan juga mereka baik semua kok, hanya saja kalian belum mengenal mereka" Ucap Retania
"Gak usah dibelain, mereka kan memang sombong semua, galak juga" Ucap Kiki
"Terserah kalian deh, kalau kalian tidak percaya, coba saja kalian ajak ngobrol, oh iya masalah Shyla, dia emang judes sama galak kalau ngobrol sama cowok" Ucap Retania
"Oalah, begitu. tetapi kenapa mereka tidak pernah ngobrol sama kami?" Tanya Kiki
"Dyta emang orangnya gak bisa ajak orang ngobrol duluan, kecuali kalau sudah akrab. soalnya dia tidak bisa nyari topik pembahasan, kalau orang yang dia kenal, kan dia sudah tahu apa yang bisa dibahas, misalnya orang yang dia akrab suka nonton drakor, karena dia juga suka nonton drakor, Dia pasti bahas drakor terus" Ucap Retania.
"Oww begitu, kalau Shyla?" Ucap Yang lainnya
"Shyla memang galak dan judes, tapi ke cowok doang, hanya cowok tertentu yang bisa ngobrol dengannya, soalnya dia bisa dibilang punya trauma sama cowok sih. kalau cewek gak kok, kecuali kalau ad yang nyari masalah, siapapun pasti marah kalau diposisi itu, yakan" Ucap Retania.
"Hmmm, bener juga" Ucap Kiki.
"Oalah Pantesan dia marah waktu itu saat ada cowok yang ajak dia kenalan, walaupun itu teman sekampus" Ucap yang lainnya
"Bener, Kita jadi salah paham sama mereka" Ucap Kiki.