JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 11 Dyta Putusin Roni




Beberapa menit kemudian, tiba tiba Dyta datang dengan ekspresi murung


"Kamu kenapa Dyt? Mukamu kok ditekuk begitu, perasaan tadi siang baik baik saja" Tanya Retania


"Huaaaaa, hiksss hikssss" Tangis Dyta pecah setelah ditanya kenapa sama Retania, membuat semua orang di kelas fokus padanya.


"Heiii, heiii, kamu kenapa sih? bentar lagi kuliah di mulai loh" Ucap Retania panik sambil mengambil tisu dan menghapus mata air Dyta.


"Aku putus Nia, hikssss" Ucap Dyta.


"Hahhhhh, putus!!!" Ucap Retania terkejut mendengarnya.


"Iya, aku putus sama pria yang tadi pagi ku ceritain itu"


"Eh, kok bisa?"


"Dia jadiin aku cadangan"


"Kamu tau darimana?"


"Dia yang bilang sendiri tadi, katanya dia sebenarnya baru saja jadian sama yang lain,,,,"


Ketika Dyta ingin menjelaskannya tiba-tiba Shyla datang memotong pembicaraan.


"Whattttt, apa kau bilang Dyt?" Ucap Shyla yang sempat mendengar pembicaraan mereka ketika masuk ruangan.


"Hmmm, kau baru datang Shyla? duduk dulu gih dulu" Ucap Retania.


"Iya iya, lanjutin Dyt, lanjutin" Ucap Shyla sambil menyimpan tasnya dan duduk.


"Denger baik baik ya ku ceritain nih" Ucap Dyta.


Dyta pun menceritakan kejadian mereka putus kepada Retania dan Shyla, dan tentunya orang kepo di kelasnya pun ikut mendengarkan.


......................



Di Cafe dekat kampus, Dyta dan Roni bertemu.


Roni adalah seorang pria yang diceritakan Dyta kepada Shyla dan Retania waktu di hotel Clabyron.


"Dyta, sebenarnya saya memanggil kamu buat ketemu karena ada yang ingin saya omongin" Ucap Roni.


"Eh, emangnya mau ngomong apa? bukannya kau memanggil aku ke sini buat kencan?" Tanya Dyta.


"Maaf Dyt, tapi kamu jangan marah ya?"


"Hmm? Marah? Memangnya kamu kenapa?"


"Janji jangan marah tapi ya?"


"eh, tergantung, memangnya ada apa sih? jadi penasaran"


"Sebenarnya sebelum kita dekat, saya menyukai seseorang, kami sudah dekat dari lama, aku mau nembak dia tapi aku tidak yakin, karena aku belum tau dia suka sama saya atau tidak"


"Ya gak apa-apa, kan cuman dekat bukan jadian"


"Terus kamu hadir di hidupku, dan kamu menyatakan perasaanmu dahulu, dan akupun nyaman, jadi aku terima kamu. tetapi tadi pagi aku baru tau ternyata kalau orang yang aku suka dulu itu ternyata menyukaiku"


"Jadi?" Tanya Dyta dengan bingung


"Jujur saja, aku sampai sekarang sebenarnya masih menyukainya, jadi aku menembaknya, dan dia menerima ku. jadi kamu pacaran hari ini juga"


"Kamu, bohongkan?" Tanya Dyta tak percaya omongan yang diceritakan barusan kepadanya.


"Aku gak bohong Dyt" Ucap Roni dengan muka serius.


"Jadi aku sebenarnya orang ketiga atau dia org ketiga? aku bingung, aku gak tau mau ngomong apa lagi. Begini saja, kamu pilih dia atau aku?" Ucap Dyta dengan Nada mulai meninggi, dan emosinya mulai lepas.


"Aku bingung, aku mencintainya, tetapi aku mencintaimu juga"


"Bang'sad, Sialannnn, gak ada ya, aku gak mau di duakan dan tidak mau jadi orang ketiga" Ucap Dyta dengan emosi yang menjadi jadi.


"Maaf" Ucap Roni sambil memegang tangan Dyta dan menunduk.


"Shittt, setelah dipikir, aku sepertinya orang ketiga, soalnya kalian lebih dulu kenal dari pada aku. Mending aku saja yang pergi. Kita putus" Ucap Dyta melepaskan tangan Roni.


"Tapi aku tidak mau putus sama kamu, dan aku juga tidak mau putus sama dia"


"Njirrrr, maksud kamu apaan ngomong gitu"


"Jadi maksud kamu, kalau dia nolak kamu atau keluarganya, kamu ke aku gitu? aku jadi cadangan dong. anjirrrrr"


"Tapi Dyt,,," Ucapan Ronipun dipotong oleh Dyta.


"Gak ada tapi tapian bang'sad, sudahlah begini saja, kita putus, aku gak mau jadi cadangan, orang ketiga, apalagi menjadi perusak hubungan orang, kau jagain saja dia, baik baik kamu sama dia"


"tapi aku gak mau putus sama kamu Dyta"


"Kmu gak mau, aku yang mau"


"Kamu jangan egois lah"


"Aku yang egois? Kmu yang egois. Sialannnn nih cowok masih belum ngerti ya. Dahlah, ku gak mau dengar kmu ngomong lagi, intinya kita putus, kau gak usah hubungi aku lagi, satu lagi, uang yang aku kasih kemarin gak usah dibalikin, aku ikhlas kok, anggap saja sebagai hadiah perpisahan, bye aku pergi, mau kuliah"


Dyta pun meninggalkan Roni sambil menangis di perjalanan.


......................


"Jadi begitu ceritanya gaes, hiksss" Ucap Dyta yang nangis mengingat kejadian itu.


"Astaga, ada juga ya cowok kayak gitu, sudah Dyt, kamu jangan tangisan cowok kayak gitu, sambil nungguin dosen datang mending kamu nonton oppa saja, nonton drakor saja ntar, atau nonton MV MV lagu Korea buat menghapus kesedihanmu" Ucap Retania


"Iya Dyta, kamu gak usah tangisan cowok kayak gitu" Ucap Kiki


"Akshsvddkds, bener bener ya cowok, gak ada yang bisa dipercaya" Ucap Shyla


"Bener, sekarang susah dapat cowok yang setia" Ucap teman yang lainnya.


"Ekhmmm, aku no coment" Ucap Byron yang entah sejak kapan dia datang.


"No coment no coment, karena kau begitu juga kan" Ucap Shyla dengan sinis candanya


"Ssstttt, jangan bongkar rahasia negara" ucap Byron dengan candaannya.


"Udah bukan rahasia lagi itu, huhhh dasarrrr" Ucap Shyla.


"Btw, sejak kapan kau datang, kau tuh yah, udh kayak setan saja, selalu tiba tiba muncul entah sejak kapan" Ucap Dyta


"Emang setan dia, wkwkwk" Ucap Retania


"Hahaha" Dyta dan yang lainnya tertawa.


"Kalian nya saja yang terlalu serius, sehingga tidak ada yang memperhatikanku, padahal sudah ganteng begini, gak diperhatiin" Ucap Byron membela diri.


"Hilihhhh" ucap Shyla.


"Btw, makasih ya teman-teman sudah mendengar ceritaku dan menghiburku, jadi plong rasanya setelah cerita" Ucap Dyta


"Iya sama-sama" Ucap Shyla, Retania, Byron dan orang yang ada dalam kelas itu.


"Oh iya, btw Minggu depan aku ulang tahun, kalian datang ya semua ke acara ulang tahun aku" Ucap Dyta.


"Eh, kami juga di undang?" Tanya Kiki mewakili teman lainnya.


"Iya dong, kita kan semua teman sekelas" Jawab Dyta


"Makasih Dyta, btw kami juga mau minta maaf karena salah paham sama kamu dan Shyla" Ucap Teman yang lainnya.


"Oh, santai, sudah biasa terjadi, aku memang kalau gak di ajak ngobrol duluan bakalan gak ngobrol" Ucap Dyta.


"Iya, santailah, kalian juga kan tidak tahu yang sebenarnya, tapi sekarang sudah tahukan, jadi no problem" Ucap Shyla


"Eh kalian tahu kami slh paham karena apa?" Ucap Kiki


"Sudah, Retania yang ngasih tau, kami sudah membahasnya" Ucap Dyta


"Hehehe, maaf ya semuanya" Ucap Retania sambil cengar cengir.


"Eh kenapa minta maaf, justru kami berterimakasih, karena kamu, sudah tidak ada salah paham lagi antar teman kelas" Ucap Kiki


"Bener tuh" Ucap yang lainnya.


Tidak lama kemudian, dosenpun datang.


sejak hari itu pun teman-teman di ruangan itu berubah pandangannya terhadap mereka. Dan mulai ngobrol bersama.


Setelah dosen mengajar, sudah rutinitas di akhir ajaran dosen memberikan tugas kelompok.


Dyta, Retania, Byron dan Shyla selalu satu kelompok, mereka selalu mengerjakannya di hotel Clabyron milik Byron.


Sejak itu mereka berempat menjadi sahabat, bukan hanya Byron yang menganggap mereka sahabat, tetapi mereka berempat sudah menganggap mereka sahabat.