JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 12 Presentasi



Hari-hari pun berlalu, mata kuliah Pak Denandra telah tiba. Hari ini adalah saatnya presentasi tugas kelompok mereka Minggu lalu.



Semua mahasiswa/i sibuk dengan kelompoknya masing-masing, mereka sibuk mengatur bagian untuk presentasi nanti.


Rini yang kebingungan melihat semua orang, tidak tahu kejadian Minggu lalu dan bertanya kepada Kiki.


"Kiki, kenapa semua orang sibuk?" Tanya Rini.


"Kamu, kenapa kamu...." Kiki, belum selesai berbicara, tiba tiba Pak Denandra memasuki ruangan. Membuat semua yang di ruangan menjadi sunyi dalam sekejap.


"Apakah semuanya sudah absen?" Tanya Pak Denandra.


"Sudah pak" Ucap para mahasiswa/i.


"Saya akan absen satu persatu" Ucap pak Denandra.


Tibalah di nama Rini, baru saja dia ingin mencoret nama Rini seperti nama Dinda, tetapi dia melihat paraf di namanya.


"Rini Ratiwi" Sebut pak Denandra.


"Hadir pak" Saut Rini.


Semua yang ada di kelas bingung, kenapa Rini bisa masuk di kelas pak Denandra.


"Kenapa kamu bisa masuk di kelas saya?" Tanya pak Denandra membuat satu ruangan itu menjadi hening lagi.


"Karena saya mengambil mata kuliah bapak" Ucap Rini yang mulai bingung lagi.


"Bukankah kau tidak ingin masuk di mata kuliah saya?" Tanya Pak Denandra lagi.


"Apakah ada yang bilang saya tidak ingin masuk kelas ini? siapa sih yang bilang begitu" Tanya Rini dalam hati.


"Siapa yang bilang pak?, saya ingin masuk kelas bapak kok" Tanya Dinda makin bingung.


"Tidak ada orang lain yang bilang, hanya saja tindakanmu Minggu lalu yang mengatakannya" Ucap Pak Denandra.


"Eh" ucap Rini.


"Tindakan Minggu lalu maksudnya? jangan bilang....." Ucap Rini dalam hati yang mulai mengerti sedikit.


"Apakah Dinda tidak memberitahumu?" Tanya Pak Denandra.


"Tidak pak" Ucap Rini.


"Kalau begitu saya ulangi, Karena kemarin kau tidak hadir, dan kau meminta Dinda untuk parafkan absenmu, itu menunjukkan bahwa kau tidak ingin masuk ke kelas saya, dan Dinda membantumu. Jadi Dinda dilarang masuk kelas saya dan mendapat sisir di semester ini. Dan kamu, karena kamu tidak ingin masuk kelas saya jadi saya berbaik hati melarang kamu datang ke kelas saya selama saya masih mengajar, tentunya nilai kamu di kelas saya E. Sampai sini sudah paham kan?" Ucap Pak Denandra.


"P-p-paham pak" Ucap Rini tidak bisa melawan karena salahnya menitip absen ke Dinda.


"Duh, bego banget sih aku, nggak cari tahu dulu dosennya siapa, kalau tau dosen killer kayak gni yang masuk, gak bakal aku nitip paraf. astaga, dasar aku. Dinda kena imbasnya lagi. apa yang harus ku lakukan, gara gara aku Dinda ikutan dpt E. Pasti Dinda sudah marah banget sama aku, makanya dia tidak memberitahuku tentang ini" Ucap Rini dalam hati membuatnya termenung selama beberapa menit.


"Halooo?" Ucap Pak Denandra.


"Eh, I-i-iya pak?" ucap Rini yang tersadar setelah termenung.


"Kamu ngapain masih diam disitu? haruskah digelar karpet merah dulu baru kamu keluar?" Ucap Pak Denandra.


"Eh baik pak, maaf" Ucap Rini.


Rini pun keluar dari kelas. Pak Denandra melanjutkan absen.


"Baiklah, semuanya sudah hadir ya. sebelumnya saya ingin bertanya apakah makalah kelompok semuanya sudah terkumpul di sini? jika masih ada yang belum segera kumpul sekarang. Karena saya akan mengambil secara acak makalah yang ada di sini, yang makalah nya saya ambil itu yang presentasi" Ucap Pak Denandra.


"Sudah pak" Ucap mahasiswa/i.


"Kalau begitu kita mulai, untuk kelompok yang maju Minggu ini adalah..." Ucap Pak Denandra sambil memilih makalah yang ada di mejanya.


Semua mahasiswa/i yang ada di ruangan deg degan.


"Semoga bukan kelompok kami"


"Jangan kelompok kami, jangan kelompok kami, jangan kelompok kami"


Ucap para mahasiswa/i di dalam hati mereka.


"Kelompok 3, 4 dan 7. Kelompok yang mulai pertama adalah 3, lalu 4 terakhir kelompok 7. Kelompok 3 silahkan presentasi" Ucap Pak Denandra


"Baik pak" Ucap Kelompok 3.


"Alhamdulillah bukan kelompok kami" ucap kelompok lain dalam hati.


Setelah kelompok 3 dan 4. tibalah kelompok 7 presentasi. Kelompok 7 adalah kelompok Retania.


"Aku aja yang jadi moderator ya gaes, siapa tau nanti pertanyaan yang lain tidak ada pertanyaan perhitungan, tapi kalau ada yang nnaya perhitungan kasih aku saja" Ucap Shyla.


"Okedeh, Kalau begitu aku yang menjelaskan" Ucap Retania.


"Aku yang menjawab sama Dyta" Ucap Byron.


"Ok sip. nanti di bantu jawab juga kok" Ucap Retania.


...****************...


Setelah Retania menjelaskan materi mereka, Shyla pun membuka diskusi.


"Baiklah, saya akan membuka sesi pertanyaan, karena waktu terbatas kami hanya menerima 3 pertanyaan, apabila masih ada yang ingin bertanya, kita bisa berdiskusi setelah perkuliahan berakhir" Ucap Shyla.


Setelah menerima pertanyaan, Byron dan Dyta menjawab pertanyaan mereka dengan lancar dan mudah dipahami oleh penanya. Tentunya Retania ikut menambahkan jawaban mereka sehingga jawaban mereka menjadi perfect. Pertanyaan terakhir adalah perhitungan, Shyla pun mengambil alih menjawabnya.


Setelah penanya menerima semua jawaban dan tidak ada sanggahan lagi, Shyla pun menutup diskusi.


"Karena semuanya sudah menerima jawaban kami, makan saya akan menutup diskusi kali ini. Itulah tadi pemaparan materi dari kami, sekian dan terimakasih" Ucap Shyla.


Prok Prok Prok


Semuanya bertepuk tangan.


"Ya, bagus sekali kelompok ini. pembagian tugasnya bagus, ppt nya simpel dan berisi point penting dan mereka juga memahami materi mereka, tidak seperti kelompok sebelumnya, masih ada yang membaca terus, yang menjawab itu itu terus, pptnya isinya seperti makalah yang dimasukkan ke ppt bukan point penting, saya ingin kelompok yang belum tampil Minggu ini harus seperti kelompok 7 ini" Ucap Pak Denandra.


"Sampai di sini kuliah hari ini, apakah ada yang masih ingin bertanya seputar presentasi tadi atau di luar presentasi tadi namun masih dalam konteks mata kuliah ini?" Tanya Pak Denandra.


"Tidak ada pak" Ucap beberapa mahasiswa/i dan beberapa yang lainnya hanya diam.


"Karena tidak ada yang ingin bertanya, kita akhiri perkuliahan hari ini, sampai jumpa Minggu depan" Ucap Pak Denandra.


Setelah Pak Denandra keluar dari ruangan, kelas pun menjadi ramai melebihi pasar.


"Astaga!!!, seandainya aku tahu, mending tadi naik presentasi, makin sulit deh Minggu depan" Ucap seseorang yang kelompoknya tidak presentasi tadi.


"Wkwkwk, untungnya kita tadi sudah presentasi" Ucap seseorang dari kelompok 3.


"Iya, untungnya kelompok ku juga sudah tadi" Ucap dari kelompok 4.


"Enaknya yang sudah presentasi, huhuhu" Ucap yang lain dari kelompok yang belum presentasi.


"Sabar, jalani saja, wkwkwk" Ucap Kiki yang dari kelompok 3.


"Btw, kalian tadi keren banget pas presentasi, menguasai materi, dan semuanya bisa menjawab" Ucap Seorang mahasiswa ke kelompok 7.


"Sebenarnya tidak, saya hanya menguasai perhitungan. kebetulan ad yang bertanya tentang perhitungan jadi saya bisa menjawab, kalau tidak, mungkin saya tidak menjawab tadi. makanya saya pilih jadi moderator tadi" Ucap Shyla.


"Kalau aku itu kebetulan saja materi ku dan Dyta ditanyakan, jadi kami bisa jawab" Ucap Byron.


"Kalau aku, karena aku yang nyatuin tugas mereka jadi aku sempat baca semua, makanya aku bisa menambahkan tadi dan menjelaskan materi" Ucap Retania.


"Hebat sih, Tim work nya. Pembagian tugasnya juga" Ucap Kiki.


"Tuh, kalau begitu, saran buat yang mau tampil Minggu depan, kalian baca semua makalah yang kalian buat deh biar bisa menjawab dan bantu jawab nanti" Ucap seorang mahasiswi.


Setelah mereka mengobrol, mereka pun keluar dari kelas.