JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 14 Meminjam Helm



"Boleh" Ucap pegawai toko yang berada di lantai dua.


"Terimakasih" Ucap Shyla dan Segera mengirim foto itu ke group mereka.


...



"Ini kado Byron buat Dyta"...



..."Ini kado Retania buat Dyta"



...


..."Ini kado aku buat Dyta"...


..."Gimana gaes? udah oke? mau ganti atau tukaran?" - Shyla....


..."Harganya berapaan?" - Byron....


..."Belum tau, belum ku tanyain, tapi ratusan sampai jutaan gitu" - Shyla....


..."Ok, mantap, itu aja dah" - Byron....


..."Ok, itu saja Shyla" - Retania....


..."Oke deh, untuk transfernya, ntar aja abis acara Dyta, ntar aku kasih liat juga sekalian slip pembayarannya" - Shyla....


..."Oke" - Byron dan Retania....


"Bagaimana dek?" Tanya Pegawai tokonya.


"Saya ambil ini semua kak, oh iya, tolong dibungkus kado ya kak, dipidah ketiganya, terus kasih kartu ucapan, nama nya biar saya yang tulis" Ucap Shyla.


"Oke, untuk pembayaran langsung ke kasir barangnya di ambil di kasir juga"


"Oke kak"


...****************...


Ting


Sebuah pesan masuk ke handphone Shyla.


..."Kau sudah dimana Shyl?" - Retania...


..."Masih nyari taxi, Belum dapat dapat" - Shyla...


..."Jangan naik taxi deh, ntar udah selesai acara kau baru datang"...


..."Kenapa?"...


..."Tadi aku juga naik taxi, nunggu sejam tidak ada pergerakan, Lagi macet di jalan, ada mobil pengangkut pasir bannya terlepas, makanya macet, langsung hubungi Byron, untung Byron belum berangkat, jadi ku suruh pakai motor saja sekalian nebeng deh aku."...


..."Astaga, terus gimana dong?"...


..."Naik ojek aja kalau ada di situ atau pesan ojek aja"...


..."Ya udah deh ntar aku pesan ojek"...


Shyla yang baru saja mau memesan ojek langsung dikagetkan sama suara klakson motor.


Tiinnn Tiinnn


"Kamu ngapain di sini?" Tanya Pak Denandra setelah membunyikan klakson motornya.


"Eh pak, saya baru mau pesan ojek, mau ke acara ultah nya Dyta pak" Jawab Shyla.


"Owh begitu, jadi sudah pesan ojek?"


"Belum pak, ini baru mau pesan, tapi dikagetkan dengan klakson bapak"


"Maaf, ya sudah kalau begitu kamu ikut saya saja, kebetulan saya juga mau ke acara Dyta"


"Tapi saya tidak punya helm pak"


"Naik aja dulu, di depan sana ada rumah temanku, ntar pinjem helm di sana saja"


"Tapi saya tidak mau merepotkan pak"


"Tidak merepotkan, naik atau ku tinggal nih? acaranya sudah mulai pasti nih"


"Eh, ya sudahlah pak, saya ikut bapak. tapi bapak tidak ada niat macam macam kan pak?"


"Eh, mana mungkin saya ada niat macam-macam, saya hanya berniat baik"


"Dasar anak ini, malah mikir aku mau aneh aneh sama dia, tadinya mau mengabaikan dia tpi karena liat ada segerombolan cowok yang mau mendekat ke arahnya, takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan, terpaksa deh, sekalian satu tujuan juga" Ucap Pak Denandra dalam hatinya.


"Kalau begitu terimakasih pak"


"Hmmm"



Di Depan rumah teman Pak Denandra.


"Kamu tunggu dulu di sini, saya masuk ke dalam dulu pinjam helm" Ucap Pak Denandra.


"Iya pak" Ucap Shyla.


Setelah melangkahkan kaki ke gerbang, dia memutar badannya dan memanggil Shyla.


"Shyla"


"Eh, iya pak?"


Alasan sebenarnya adalah pak Denandra takut kalau ada cowok yang mengganggu Shyla kalau ditinggal di luar sendirian.


"Iya pak"


Shyla pun berjalan mengikuti pak Denandra dari belakang.


Shyla terkejut melihat rumah yang sangat indah dan besar itu. Dia menjadi bertanya tanya siapa teman pak denandra pemilik rumah ini.


Sesampai di depan pintu rumah, seorang gadis menghampirinya.


"Eh, Denandra, mau ketemu sama Andrian?" Ucap gadis itu.


"Iya, Andrian nya adakan?"


"Ada, sebentar saya panggilkan dulu, kalian duduk dulu"


"Oke"


...****************...


"Ada apa kemari? tumben bawa cewek kemari, pacar kamu ya? sejak kapan kamu punya pacar?" Tanya Andrian ke Denandra.


"Apaan sih, Ini mahasiswi saya di kampus" ucap Denandra


"Oh, jadi kamu pacaran sama mahasiswi kamu? Astaga"


"Woilahhh, bukan, tadi saya melihat dia di jalan, terus kebetulan kami mau ke tempat yang sama jadi saya ajakin pergi bersama, tetapi karena tidak punya helm, jadi saya mau minjem helm kamu, ntar ku balikin"


"Oh begitu, mau minjem helm. tapi kamu tau sendiri kan helm saya gimana. mana cocok di dia, emang dia mau makai helm gede begitu?"


"Ku tanyain dulu dah"


"Shyla"


Shyla menjadi bengong semenjak tahu kalau ternyata teman pak Denandra yang dimaksud adalah Andrian yang mereka temui di hotel waktu itu.


Shyla yang bengong karena terkejut membuat shyla tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan bahkan tidak mendengar panggilan pak Denandra.


"Shylaaaaaa!!" Ucap Pak Denandra kedua klinya


"Eh, iya pak?" Ucap Shyla


"Malah bengong, liatin teman saya segitunya" Ucap Pak Denandra.


"Sudah ku duga, dia pasti seperti cewek lainnya, kalau liat harta dan cowok cakep pasti begini" Ucap Denandra dalam hati.


"Kamu jangan cemburu, pesona saya sepertinya lebih bagus darimu" Ucap Andrian dengan percaya dirinya.


"Siapa yang cemburu" Ucap Pak Denandra


"Hah?" Ucap Shyla yang tidak mengerti apa yang mereka bahas, karena tidak fokus.


"Jangan dengarkan omong kosongnya, jadi gimna? kamu mau makai helm Andrian yang ada di lemari itu atau tidak?" Tanya Pak Denandra.


"Helmnya gede banget pak, berat juga, kepala saya pasti sakit makainya" Jawab Shyla sambil mencoba memakai helm helm itu.


"Ah iya, pakai helm saya saja kak, kebetulan sya ada simpan helm satu di sini buat jaga-jaga" Tanya gadis yang berada di rumah Andrian.


"Ya sudah, itu saja" Ucap Pak Denandra


"Makasih ya" Ucap Shyla ke Gadis itu


"Sama-Sama" Ucap gadis itu.


Shyla dan Pak Denandra pun keluar dari rumah itu, dan melanjutkan perjalanan menuju acara Dyta.


...****************...


Di perjalanan


"Bapak kenapa bisa kenal sama pak Andrian?" Tanya Shyla


"Dia teman saya dari bayi, Ibu dia dan ibu saya sahabatan, makanya dari bayi kami selalu bersama, kenapa kau bertanya tentangnya? terus tadi kenapa kau juga bengong melihatnya, apakah kamu menyukainya?" Tanya Pak Denandra


"Kali ini kamu pasti seperti yang aku pikirkan, wanita yang hanya menyukai cowok cakep dan berduit" Ucap Pak Denandra dalam Hatinya


"Tidak tidak, saya bengong karena saya kaget melihat dia, saya kaget ternyata teman bapak adalah pak Andrian yang super duper kaya itu"


"Eh ternyata saya salah lagi" Ucap Pak Denandra dalam hati


"Kenapa kamu kaget?"


"Sebenarnya saya kaget sekaligus takut pak"


"Hah?"


"Soalnya saya pernah salah paham kepadanya dan memarahinya bersama teman saya waktu di hotel"


"Kamu ngapain di hotel?"


"Kebetulan hotel itu punya Byron pak, dan karena berbagai faktor, jadi kami sekelompok mengerjakan tugas kami di sana"


"Oh, begitu"


"Pfffttt, akhirnya Andrian itu ada yang berani memarahinya kecuali aku dan Mikail hahaha... Shyla Shyla, ku tak bisa menebak niatmu, menarikkkk" Ucap Pak Denandra dalam hati.


Pak Denandra melajukan motornya sambil tersenyum tanpa sadar.