JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 2 Hari Pertama Kuliah




Hari ini adalah hari pertama kuliah, Retania, Dyta, Shyla dan Byron mengambil fakultas ekonomi dan bisnis.


Di dalam ruang kuliah


"Halo, boleh kenalan? kita kan satu kampus, boleh minta nomornya? gak ada yang marahkan?" Kata seorang pria menyapa Shyla.


"Saya yang marah, kenapa kau nanya nanya gak ada yang marah atau tidak? terus kalau saya kasih kamu nomorku, saya tidak punya nomor dong, terus saya pakai apa nanti" Ucap Shyla dengan judesnya dan galaknya.


"Dih, diajak kenalan doang, kenapa harus galak galak gitu sih?" Ucap pria itu dengan keras sehingga semua teman kampus mendengarnya dan mulai memperhatikan mereka.


"Terserah saya dong mau galak kek, mau judes kek, mau ramah kek bukan urusan mu, sana gih jauh jauh dari saya, gak mau saya kenalan sama orang kayak kau ini" Ucap shyla.


Karena kejadian ini teman kampus berpikir bahwa shyla adalah orang yang pilih pilih teman, tidak ada yang ingin berkenalan dengannya karena tidak ingin dibentak dan dimarahin seperti pria itu. padahal mereka tidak melihat kejadian seutuhnya.


Retania yang melihat kejadian sepenuhnya karena duduk pas di belakang Shyla hanya bisa diam mendengar teman kampus membicarakan Shyla ke mahasiswa/i yang ingin mengajaknya berkenalan, karena Retania tidak memiliki bukti.


...****************...


Waktu telah menunjukkan perkuliahan mata kuliah pertama segera dimulai, seorang dosen wanita pun masuk dengan tepat waktu ke dalam kelas.


"Selamat pagi semuanya, karena ini adalah hari pertama, kita perkenalan dulu dan membicarakan mengenai kontrak perkuliahan"


"Nama saya Ratnasari, panggil saja Bu Ratna, untuk mengenal kalian, saya akan mengabsen kalian satu satu terlebih dahulu, dan saat namanya disebut, sebutkan nama dan alasan kalian memilih masuk di fakultas ini" Ucap Bu Ratna.


"No. urut 1 Retania Ghazala"


Retania mengangkat tangannya dan memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Retania Ghazala, biasa dipanggil Retania, Alasan saya memilih masuk di fakultas ini karena saya ingin menjadi seorang pebisnis yang sukses. Sebelum memulai bisnis, saya ingin memperdalam dan menambah pengetahuan saya mengenai managemen bisnis"


"No. urut 2 Severin Arshiyla"


Shyla mengangkat tangannya dan memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Severin Arshiyla, biasa dipanggil Shyla, Alasan saya memilih fakultas ini karena saya menyukai hal hal tentang bisnis dan ingin menjadi pebisnis yang sukses"


"No. urut 3 Dyta Angustias"


Dyta mengangkat tangan dan memperkenalkan diri.


"Perkenalkan nama saya Dyta Angustias, panggil saja Dyta, Alasan saya memilih fakultas ini karena awalnya disuruh kakak dan orang tua. Tapi setelah mendengar alasan mereka jadi saya mau"


"Kalau boleh tau alasannya apa?" Tanya Bu Ratna.


"Karena nanti saya bersama kakak saya yang mengurus perusahaan orang tua saya Bu" Jawab Dyta.


"Orang Tua kamu usaha apa?" Tanya Bu Ratna lagi.


"Mami saya usaha Perhiasan Emas dan Berlian, Papi saya usaha Mobil dan Motor Bu" Jawab Dyta


"Owww, begitu. Baiklah selanjutnya No. urut 4 Ian Byron"


Hening beberapa detik


"Saya ulangi, Ian Byron, apakah hadir atau tidak?"


Tiba tiba pintu terbuka dan terlihat seorang pria yang sedang ngos-ngosan di pintu dan wajahnya dipenuhi dengan cucuran keringat yang menambah damage kegantengan nya.


Betul sekali, itu adalah Byron yang terlambat masuk kelas gara gara habis gombalin cewek fakultas sebelah sampai lupa waktu.


"Hadir Bu, Maaf Terlambat Bu, Apakah saya boleh masuk?" Ucap Byron yang sempat mendengar namanya disebut di luar pintu.


"B-b-b-bolehhhhh, Duduk dulu lalu perkenalkan diri kamu dan alasan kamu memilih fakultas ini" Ucap Bu Ratna yang terpesona dengan mahasiswanya itu.


"Terimakasih Bu" Ucap Byron dengan senyumannya yang menawan sambil berjalan duduk di samping Shyla, membuat dosennya itu makin meleleh hampir tidak sadarkan diri kalau dia itu dosen.


"Perkenalkan nama saya Ian Byron, panggil saja Byron tapi bisa dipanggil juga sayang, beb, atau baby. Alasan saya masuk Fakultas ini karena saya anak tunggal dan orang tua saya punya usaha hotel dan elektronik jadi saya kuliah di sini agar saya bisa meneruskan usaha orang tua saya".


"Sayang, eh,, ekhmmm maksudnya Byron. gara gara kamu ini, ibu jadi tidak fokus kan. status kamu apa? jomblo atau sudah ada pawang? saya yakin banyak teman cewek kamu yang mau tau"


"Maksudnya?"


"Saya bisa jomblo bisa juga punya pacar Bu"


"Baiklah, Selanjutnya No. urut 5, dst."


Karena ini adalah hari pertama perkuliahan, jadi tidak ada belajar, hanya perkenalan dan kontrak perkuliahan.


Setelah mengabsen dan menjelaskan tentang kontrak perkuliahan, Bu Ratna keluar dari ruangan kuliah, dan disusul oleh para mahasiswa/i.


...****************...



Di kantin kampus


"Retania, sini duduk di sini" Kata temannya.


"Di sini saja, di sini lebih luas" Kata temannya yang lain, tidak mau kalah.


"Di sinilah, kan kami yang memanggil Retania duluan".


Sementara teman-teman kampus adu mulut memperebutkan Retania untuk duduk bersama, Retania melihat lihat sekeliling dan melihat Shyla yang duduk sendirian.


Itukan Shyla, dia sendirian, ke sana ah. biar teman yang lain juga gak ribut lagi.


Ucap Retania dalam hatinya.


"Halo, kamu Shyla kan? Boleh duduk di sini?" Sapa Retania dengan senyuman.


"Iya, silahkan" Jawab Shyla membalas senyuman Retania.


Retania pun duduk di samping Shyla. dan mereka pun mengobrol terus menerus dan tanpa sadar mereka menjadi akrab.


Sementara itu, disisi lain ada teman-teman kampusnya yang bergosip dengan kesalnya tanpa melirik ke Shyla dan Retania lagi karena sibuk dengan makanan dan gosipnya.


"Retania ngapain sih duduk sama Shyla!!"


"Iya, ngapain sih!!. Apa jangan-jangan Retania belum tau tentang Shyla yang judes dan galak itu?"


"Mana mungkin, kan dia selalu duduk di belakang Shyla. Retania aja yang terlalu polos dan baik sama orang, makanya semua dianggap baik juga, bahkan orang jahatpun di anggap baik"


"Bener juga sih, tapi kasihan Retania, nanti kalau diamuk sama Shyla gimana?"


"Awas aja Shyla, kalau dia berani membentak atau macam-macam sama Retania, kita hajar dia"


"Benar, setuju pakai bgt"


...****************...


30 menit lagi perkuliahan matakuliah kedua dimulai.


"Retania, boleh minta nomor wa nya?" Tanya Shyla sambil memberikan hpnya.


"Boleh" mengambil hp Retania dan memasukkan no.hpnya.


"Aku telpon ya, ntar save back" Ucap


"Oke"


"Thanks yaw, mana tau nanti ada info atau ada hal penting, misalnya ada kuliah mendadak, tolong hubungi aku ya, kalau ada tugas ingatkan aku, kadang aku suka lupa kalau ada tugas" Ucap Shyla.


"Oke deh" Ucap Retania sambil mengangkat jempolnya.


"Makasihhhh, Yuk ke kelas, bentar lagi kelas mulai"


"Kuyy"