JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)

JOFENDLOTRUVE (Journey Of Four Friends Looking For True Love)
Bab 5 Dinda Dipermalukan



"Eh apaan sih, kenapa saya jadi memikirkan anak itu, sudahlah lanjut mengajar dulu" ucap Pak Denandra yang baru sadar setelah termenung di depan pintu beberapa detik.


Pak Denandra yang telah tersadar dari renungannya berjalan menuju mejanya kembali.


"Dinda, kok kamu bisa masuk lagi, bukannya tadi kamu diusir dan mau di kasih nilai E?" Tanya Kiki.


"Hahaha, Ini semua karena rayuan ku, siapa pria yang berani menolak rayuanku, kamu liatkan Pak Denandra yang ganteng itu saja terbuai oleh rayuanku" Ucap Dinda dengan percaya dirinya.


"Iya iya, Resiko punya body bagus gini nih, semua masalah rebesss"


"Hahaha"


Melihat Dinda tertawa, Pak Denandra teringat kembali hal yang terlupakan karena memikirkan Wajah Shyla yang datar.


Hal tersebut adalah alasan dia menyuruh Dinda masuk kelas kembali.


"Kamu" Sambil menunjuk Dinda menggunakan laser pointer presentasi.


"Saya pak?" Tanya Dinda dengan heran.


"Iya, Kamulah, Masa Kiki. Jelas-jelas sinar Laser Pointer presentasi ada di jidat landasan pesawatmu"


"Hahahaha" ucapan itu membuat semua yang ada di ruangan tertawa.


"Diam kalian semua, jangan tertawa, saya lagi tidak ngelawak!!!" Ucap Pak Denandra membuat semua terdiam semua.


"Saya kenapa pak?" Tanya Dinda yang masih bingung.


"Bukankah tadi kamu mau masuk karena mau promosi?" Ucap Pak Denandra yang membuat orang di ruangan bingung apalagi Dinda.


"Promosi? promosi apa pak?" Tanya Dinda lagi.


"Kamu lupa? Ya sudah, biar saya yang bantu kamu promosi"


Dinda hanya terdiam karena kebingungan.


"Baiklah semuanya, jadi Dinda ada suatu usaha, siapa tahu ada yang berminat dengan tubuhnya, bisa langsung hubungi Dinda, nanti malam juga ready" Ucap Pak Denandra membuat semua orang terkejut.


Dinda yang mendengar ucapan itu menjadi kaget, malu, marah, gelisah dan semuanya bercampur aduk.


"Saya mengizinkan dia masuk ruangan ini untuk hari ini karena tadi dia promosi ke saya, saya berpikir daripada dia promosi ke saya saja, mendingan dia promosi ke ruangan ini saja, siapa tau ada yang berminat atau keluarganya atau temannya"


"Maksud bapak apa!!"


"Saya hanya bermaksud membantumu mencari pelanggan untuk tubuhmu. Jangan-jangan kmu berpikir saya menyuruhmu masuk untuk belajar?"


"Jadi,,," sebelum melanjutkan ucapannya, Pak Denandra memotong ucapan Dinda.


"Nilai kamu tetap E dan tawaranmu saya tidak berminat. Oh iya karena sudah promosi, kamu sudah bisa keluar dari sini" Ucap Pak Denandra.


Dinda terdiam sambil mengepalkan tangannya karena merasa sangat malu. Dia tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi kepadanya. Dia tidak mengerti pikiran Pak Denandra menyuruhnya masuk ternyata untuk mempermalukannya.


"Hello!!" Ucap Pak Denandra karena melihat Dinda masih terdiam di tempat.


"Eh" Ucap Dinda.


"Kamu masih berdiam diri di situ? kamu mau jadi patung? mau menjadi hiasan kelas? Sana keluar"


"Hahahaha" Seluruh keras dibuat tertawa lagi.


"Kalian kenapa tertawa, saya sedang tidak ngelawak di sini" Ucap Pak Denandra dengan wajah serius membuat para mahasiswa/i yang ada di ruangan itu terdiam seketika.


"Oh iya, ada yang saya lupakan" Ucap Pak Denandra sambil menunjuk Dinda yang terdiam kembali karena habis ditertawakan yang kedua kalinya oleh Mahasiswa/i yang ada di dalam kelas itu.


"Duh, Apa lagi yang orang ini mau lakukan, tidak cukup dia bikin saya malu?" Ucap Dinda dalam hatinya.


"Iya pak?" Tanya Dinda.


"Nanti kalau kamu ketemu sama temanmu itu, kamu kasih tau dia, kalau dia tidak usah datang ke kuliahan saya, karena sepertinya dia tidak ingin masuk perkuliahan saya, buktinya dia tidak hadir dan meminta bantuan orang untuk mengabsenkannya"


"Baik pak"


"Benar juga, saya hampir melupakan Rini, gara-gara dia saya mendapat masalah ini dan bahkan dipermalukan dua kali, lihat saja Rini saya tidak akan malu sendiri, saya tidak akan memberitahukan mu, biar kamu datang ke kelas dan dipermalukan juga" Ucap Dinda dalam hatinya.


"I-I-Iya pak" Ucap Dinda.


Dinda yang telah dipermalukan langsung keluar dari ruang kelas tersebut setelah kata terakhir itu.


...****************...


Setelah Dinda keluar, Shyla masuk ruangan dan duduk ke tempatnya kembali.


"Eh, itu Dinda kenapa keluar dengan ekspresi begitu?" Tanya Shyla ke Byron.


"Abis dipromosiin sama Pak Denandra"


"Maksudnya?"


"Ntar deh jelasinnya, fokus aja dulu, jangan sampai jadi korban Pak Denandra, Ngeri banget Pak Denandra ini"


"Ngeri? Korban? Apa yang telah terjadi di sini?" Ucap Shyla dalam hatinya.


Setelah menjelaskan materinya, Pak Denandra memberikan tugas kelompok. Tugas kelompok ini adalah tugas kelompok pertama mereka.


"Satu kelompok beranggotakan 4 orang saja, tidak perlu banyak banyak, nanti ada yang santai tidak kerja, hanya teman kelompoknya yang mengerjakan. Buat Laporan seperti yang telah saya contohkan dan dipresentasikan, tiap Minggu 3 kelompok."


"Pak, pembagian anggota kelompoknya bagaimana?" Tanya seorang Mahasiswa.


"Anggotanya sesuai absen saja, misalnya no. urut 1 sampai 4 kelompok 1, 5 sampai 8 kelompok 2, dan seterusnya".


"Baik pak" Ucap Mahasiswa tersebut.


"Oh iya, laporan semua kelompok di kumpul Minggu depan, untuk kelompok mana yang akan presentasi Minggu itu akan saya acak, sudah jelas semua?"


"Jelas Pak" Ucap semua yang ada di kelas tersebut.


"Kalau begitu saya tutup pertemuan hari ini"


"Terimakasih pak" Ucap semuanya.


Pak Denandra pun keluar dari ruangan.


...****************...


"Gaes, semuanya, sebelum pulang tolong catat nama dan no. wa kalian ya, saya mau masukkan ke dalam group angkatan, untuk anggota kelompoknya nanti saya bagi ke group itu" Ucap Retania.


"Oke Retania, atur sajalah" Ucap Yang lainnya.


Retania sebagai ketua kelas mencatat nama nama dan membagi kelompok sesuai absen.


...****************...


Setelah selesai, Retania membuat group dan memasukkannya mereka semua ke group angkatan dan mengirim foto kelompok dan anggotanya ke group angkatan mereka.


"Aaaaa, kita sekelompok" Teriak Dyta.


Untungnya di ruangan itu tinggal Byron, Shyla, Retania dan Dyta.


"Iya" ucap Shyla bahagia karena sekelompok dengan yang mereka kenal.


"Beruntungnya aku sekelompok dengan para bidadari" Ucap Byron yang membuat Shyla melototinya.


"Ahhh kamu, pasti kamu yang bawa kabur selendang akukan, makanya kamu tau aku bidadari, kamu harus tanggung jawab sama aku" Ucap Dyta.


"Hahaha, Kalian ini, ada ada saja" Ucap Retania sambil tertawa melihat Dyta dan Byron yang sefrekuensi jika berhubungan dengan gombal gambil.


"Woiii Shyla, bercanda woiii, matamu gak capek apa pelototin aku. aku jadi merinding di pelototin kamu terus" Ucap Byron.


"huhhhh" ucap Shyla sambil mengambil tasnya bersiap pulang.


"Eh, btw, kita bahas tugas sama kerja tugasnya kapan dan dimana?" Tanya Retania