
Namun sebelum meninggalkan kantin menuju ke ruang kuliah, Shyla dan Retania tidak sengaja melihat Dyta yang bertengkar dengan pacarnya yang bernama Adit.
Awalnya Retania dan Shyla mau mengabaikannya, Karena tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain.
Tetapi karena melihat si cowok nya main tangan, akhirnya Retania menghampiri Dyta sedangkan Shyla menghampiri Adit.
"Kamu gak apa apa kan Dyta?" Tanya Retania sambil mengeluarkan tisu dan menghapus air mata Dyta.
"huhuhuhuhu" Dyta hanya bisa menangis terus menerus, belum bisa bercerita.
Plakkk Plakkk Plakkk
Tangan Shyla meluncur dengan kerasnya di pipi Adit, membuat Retania dan Dyta terkejut.
"Apa-apaan kamu, kenapa kau menampar saya?!!!" Ucap Adit dengan suara tinggi dan emosi.
"Sakit gak? Sakit kan?" Tanya Shyla dengan nada tinggi juga.
"Ya iyalah sakit!!! masa enggak!!!!, trus kenapa kau menampar saya, saya tidak ada masalah ya sama kamu!!!"
"Biar kamu tau, kalau ditampar itu sakit!!! terus kenapa kau menampar Dyta, memangnya kau pikir kalau ditampar itu gak sakit. HAHHHH!!!!"
"Kenapa memangnya kalau saya nampar dia, dia kan pacar saya!! lagipula mulutnya minta ditampol,,,,"
Sebelum melanjutkan omongannya, perkataan Adit dipotong oleh Dyta.
"Apa maksud kamu mulutku minta ditampol? ada apa dengan mulutku?!!!" Ucap Dyta.
"Mulutmu itu minta diberi pelajaran, mulutmu sangat bermasalah, ngomong suka sembarangan, Apa jangan-jangan emang sudah kebiasaan ya, hahaha" Ucap Adit dengan emosi dan tertawa.
"Telingamu yang bermasalah, Otakmu yang gak bagus, mulutku gak bermasalah kok, soalnya yang aku bilang benar kenyataan, mulutku selalu ngomong jujur dan apa adanya. Sepertinya kamu harus bercermin, eh atau kau gak punya uang buat beli cermin? nih ku kasih cermin, liat baik-baik, mulutmu tuh yang bermasalah!!! Dasar laki-laki bajingan, bang'sad, gak punya malu!!" Ucap Dyta
"Jaga mulut kamu ya!!" Bentak Adit.
"Apa!! Bener kan, kau jadikan aku pacar hanya untuk morotin aku doang, terus hasil porotanmu kau kasih ke pacar mu yang lainnya!!! dasar gak tahu malu sekali anda!! asal kamu tahu ya, aku ngikutin kamu karena aku mau kasih kejutan ulang tahun ke kamu, ternyata kamu malah bertemu dengan cewek lain dan bermesraan dengannya"
"Diam kauuuu,,," Ucap Adit yang bersiap mendaratkan tangannya lagi, namu ditahan oleh Shyla.
"Kamu yang diam!!! Kau mau ngapain? mau main tangan lagi? belum ngerti ngerti juga kau? kau tuh gak ada hak buat menampar dia?" Ucap Shyla sambil menangkis tangan Adit.
"Saya pacarnya, terserah aku dong mau ngapain dia, kenapa kamu yang jadi ikut campur sih" Ucap Adit.
"Heh, orang yang gak punya otak, asal kamu tau ya orang tuanya saja gak pernah nampar dia, nyamuk saja gak dibiarin mendekati Dyta!! kau??!!! baru juga pacar sudah main tangan aja, masih nanya lagi, kenapa emangnya kalau saya nampar, nyenyenyenye.." Ucap Shyla
"Kamu siapa memangnya, sok tau banget kamu"
"Saya temannya, dan juga saya memang tau!!!, saya bukan sok tau, memang bener begitu kok, saya yang baru kenal beberapa menit doang udah tau, kamu? ckckck!!! makanya otak tuh dipakai, apa jangan jangan sudah gak punya otak ya"
"Kamuuuu.."
Adit yang mau melayangkan tangannya ke pipi Shyla langsung di hadang oleh Byron yang tiba-tiba datang.
Bukkk Bakkk Bukkkk
Adit mau membalas pukulan Byron, Namun tidak bisa karena Byron terlalu kuat.
"Sialll, kamu siapa lagi, kamu pacarnya si cewek ini ? atau jangan jangan kamu selingkuhannya Dyta?" Tanya Adit dengan wajahnya yang memerah dan lebam akibat kepalan Byron.
"Kamuuuu, apa kamu bilang? selingkuhan aku? kamu yang selingkuh!!! malah balik nuduh aku, walaupun aku menyukai cowok ganteng, tetapi aku orangnya setia. gak kayak kamu!!! cuman manfaatin aku dan selingkuhin aku!!" ucap Dyta dengan suara yang bergetar karena emosi dan tangisan.
"Aku temannya mereka, kenapa? kamu ini laki-laki atau Ben to the Cong sih. beraninya main tangan sama perempuan. walaupun aku playboy dan nakal gini, tapi aku gak pernah ya main tangan sama perempuan!!!" jawab Byron
"Kaliannnn, beraninya main keroyokan!! huh dasarrr, awas saja kalian, tunggu pembalasanku!!!" Kata Adit sambil menunjuk dan meninggalkan mereka.
"Huhhhh, Aku tunggu kau bang'sad, dasar Ben to the Cong" Ucap Byron sambil menunjukkan jari tengahnya ke Adit.
"Btw, kalian gak kenapa kenapa kan?" tanya Byron
"eh, eh tidak kenapa kenapa kok" Ucap Retania yang awalnya diam karena kaget dan mengolah semua yang terjadi mulai dari sejak Shyla menampar Adit sampai dengan Byron yang meninju Adit.
"Tidak apa-apa" Ucap Shyla, yang terkejut melihat Byron yang berbeda dari pikirannya tentang pria.
"Oh iya, btw, bukannya mau ikut campur, aku hanya mau memberikan saran saja, lebih baik kamu putusin saja orang seperti itu" Ucap Shyla ke Dyta.
"Bener Dyt, orang yang sudah main tangan seperti itu sudah tidak bisa dipertahankan" Ucap Retania.
"Iya, nanti sehabis kuliah aku mau temuin dia untuk yang terakhir kalinya, aku akan putusin dia" Ucap Dyta.
"Emmm, Dyta, lebih baik kamu gak usah temuin dia deh" Ucap Retania.
"Eh, kenapa? lagipula ini buat yang terakhir" Ucap Dyta.
"Soalnya dia kan orangnya suka main tangan, tadi sudah liat kan, emosi sedikit dia main tangan. Apalagi kamu temuin dia buat putusin dia, takutnya terjadi apa-apa sama kamu" Ucap Retania yang agak khawatir kalau nantinya Adit emosinya meledak dan membuatnya tidak sadar diri sehingga membahayakan Dyta.
"Bener kata Retania Dyt, jangan temuin dia, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan nanti" Ucap Shyla turut meyakinkan Dyta.
"Bener juga sih kata kalian, jadi gimana dong?" Tanya Dyta
"Kalau kamu mau putusin dia, kamu kirim pesan saja ke dia, ataukah kamu telpon saja nanti. Yang penting kamu jangan ketemu dia dulu." Ucap Byron.
"Benerrr tuh" Ucap Retania dan Shyla.
"Kalau begitu ntar ku chat dia saja" Ucap Dyta.
"Btw, Dyta, ntar kamu pulang sama siapa?" Tanya Byron.
"Hari ini aku bawa mobil sendiri karena sopirku lagi izin, jadi pulang sendiri, ada apa?" Tanya Dyta
"Kalau begitu saya nebeng kamu ya hari ini, mobilku lagi di bengkel, sekalian buat antisipasi kalau dia nyariin kamu hari ini" Ucap Byron.
"kamu jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya" Ucap Shyla.
"Yeee, gak kok, tenang tenang" Ucap Byron.
"Hahaha, kalian, btw terimakasih ya, padahal kita tidak akrab, tetapi kalian malah membantu saya" ucap Dyta yang terharu karena ada yang peduli dengannya.