
Makhluk yang bermunculan di berbagai penjuru negeri Naga pun dapat di taklukkan, tapi tidak sedikit korban yang berjatuhan. Misi Rans dan teamnya untuk pemberangkatan pun masih di tunda karena mesin Portal dalam perbaikan dan juga anggota team dalam pemulihan.
Jihan sadar..
"Aduuhh..! Astaghfirullah..! sakittt..!" Jihan merintih dan berusaha bangkit dari kasur. Seluruh persendian Jihan terasa sakit, seperti remuk tulang nya. Tenggorokan Jihan terasa kering sekali sehingga menyulitkan nya untuk bersuara, netra Jihan memindai ke segala ruangan dan ia melihat air mineral digelas yang terletak di atas meja, Jihan berusaha meraih gelas itu, namun apa lah daya kekuatan nya tidak ada.
"Cely..!" Jihan memanggil Cely duduk di sudut ruangan sedang tidur, Cely terlihat lelah sekali.
Jihan berusaha bangkit, ia turun kan perlahan kakinya dan meraih air mineral di atas meja, dengan buru-buru ia menenggak habis.
"Cel..!" Jihan mengguncang pelan pundak Cely
Jihan kini telah sadar dari tidur nyenyak nya selama 3 hari. Selama Jihan pingsan, Cely selalu setia menunggu di samping kasur Jihan. Ia beralih Jika ada keperluan yang teramat penting saja.
Sementara itu, para team lainnya sibuk dengan latihan fisik guna persiapan pemberangkatan, Derry dan Rafi terlihat paling semangat, karena cuma mereka berdua lah laki-laki yang masih lajang dan merasa tersaingi satu sama lainnya.
"Dor..., dor..., dor...,"
Suara tembakan terdengar di mana-mana, Derry dan Rafi saling bersaing untuk mengungguli.
"Payah tembakan mu, seharus nya satu tembakan satu korban. Jangan buang-buang amunisi!" ucap Derry seraya pergi meninggal kan Rafi,
"Payah kau bilang? lihat bekas tembakan mu! apakah sesuai harapan agen gadungan?" balas mengejek Derry
"Jika aku payah, setidak nya aku sebelum ini bukan lah seorang militer, beda dengan kau. Tapi hasil mu jauh dari harapan, ha ha ha!" imbuh Rafi lagi di sertai dengan tawa.
Sikap Rafi membuat Derry geram, ingin rasanya ia menyumpal mulut Rafi dengan granat.
"Bagaimana latihan kalian?" tegur Jihan dari belakang mereka,
Derry dan Rafi menoleh dari sumber suara tersebut, alangkah terkejut nya mereka setelah apa yang mereka lihat.
"Jihan? aku gak mimpi kan?" sahut Rafi dengan ekspresi yang kaget,
"Jihan! siapa kamu sebenar nya? ada hubungan apa kamu dengan apa yang telah terjadi? beri kami jawaban dari semua ini Jihan!" tutur Derry seolah-olah tidak percaya,
Saat suasana menjadi tegang, Rans, Aletris, dan Cely muncul.
"Sebaiknya kita ngopi dulu, biar fresh Der!" ajak Cely sembari menarik tangan Jihan menjauh dari Derry.
Derry dan yang lainnya mengikuti Cely, mereka menuju barista yang di sediakan untuk para karyawan Cely di gedung tersebut.
"Sebaiknya kita semua fokus pada latihan, makhluk yang kita lawan ini masih ada yang lebih besar dan menakut kan bentuk nya!" ucap Cely menerang kan,
"Dari mana kamu tau?" tanya Derry tanpa mengalih kan pandangan dari kopi nya,
"Aku! Aku sudah melihat langsung sumber makhluk itu dari mana, bahkan aku pernah melawan dan membunuh satu yang berukuran sangat besar pada saat percobaan pertama ku pergi mengguna kan mesin telefortasi," tiba-tiba Jihan menyeletuh memotong perbincangan mereka.
"Ahay.., ketahuan sudah! ternyata benar dugaan ku dulu itu, kamu kan wanita yang terluka lalu di bawa masuk ke ambulance?" tanya Derry merasa menang,
"Iya itu aku! tapi apa kamu punya bukti nya?" Jihan tersenyum sinis,
"Ha ha ha.., itu lah licik nya kalian, menhack jaringan sehingga bukti yang aku simpan hilang semua!" bela Derry tidak mau kalah,
"Hemm.., jaman sekarang kok masih bodoh! ada yang namanya flashdisk, ada yang nama nya save offline. Sekelas agen masa harus di ajari!" tutur Rafi tersenyum tak kalah sinis dengan Jihan.
"Kalian ingin memojok kan ku?" Derry merasa tersinggung dengan ke bodoh nya tempo lalu,
"Sudah-sudah.., kita berkumpul di sini bukan untuk debat atau pun ribut, di sini kita untuk berdiskusi. Paham!" Rans menengahi.
Lanjut..
Jangan lupa singgah difizzo ya kak
"Hendri & Hanna" "Air Liur Beracun Sang Gadis Wewe Gombel"