Jihan Taylor

Jihan Taylor
24. Lab / Media



Suasana digedung megah Cely sangat ramai sekali, media massa dan warga sipil berkerumun mulai dari jalan sampai pintu masuk gedung, Israr kewalahan menanggapi pertanyaan dari media. Israr hanya menjawab (no koment) saja, itu di karenakan Israr belum dapat izin dari Cely atau pun Rans untuk menjawab pertanyaan media.


Aparat dan pemerintah sudah berada digedung itu untuk melakukan investigasi, namun karena Israr dan karyawan lainnya pada bungkam, menyebabkan aparat polisi marah dan menyita semua perangkat yang berkaitan dengan portal, dengan alasan karena telah mencederai seseorang.


Tapi aparat dan pemerintah tidak menemukan bukti yang akurat, oleh sebab itu mereka memutuskan cuma membuat garis polisi saja.


Sudah tiga hari semenjak kejadian itu, gedung megah Cely ditutup, tapi para media masih setia menunggu diluar demi mencari berita.


Disaat suasana genting itu, tiba lah seorang agen pria mendekati aparat, mereka berbicara sesuatu, tidak lama kemudian pria itu diizinkan untuk masuk dan bertemu manager, yaitu Israr.


Pria itu berjalan menuju loby


"Permisi Pak, saya agen Derry dari XrenonX telah mendapatkan izin untuk berbicara pada Bapak dan tidak boleh menolak!" Derry setengah memaksa dan kelihatan percaya diri.


"Ya silahkan, tapi saya akan menjawab seperlunya saja. Lebih dari itu saya tidak mau menjawab!" Israr dengan tegas menjaga wibawanya.


"Saya mengenal seorang wanita yang bernama Cely dan saya tidak menyangka dia lah pemilik gedung ini, setelah saya selidiki ternyata Ibu, Ayah, dan saudara kembarnya hilang melalui portal percobaan dan tiga hari yang lalu ada seorang wanita yang menjadi percobaan yang selanjutnya, wanita itu gagal juga dalam percobaan, sehingga mengakibatkan luka parah, apakah itu benar?" Derry berusaha mengorek informasi dari Israr.


Mendengar pertanyaan itu, Israr malah tersenyum sinis dan terkekeh. Lalu menyeruput kopi dan menyalakan nikotin cerutunya.


"Ya saya punya!" Derry dengan mantap menunjukkan video seorang wanita penuh luka sedang didorong memasuki ambulance, durasi videonya sangat pendek sekali.


Israr tersenyum, lalu menjawab.


"Apakah ini bisa jadi bukti? kamu ini gimana, apakah di video itu terlihat wanita itu keluar dari gedung ini? apakah orang yang mengangkat itu terlihat orang-orang saya?" wajah Asrar terlihat menakutkan saat balik bertanya pada Derry, beruntung Israr bertindak cepat saat video yang memperlihatkan gedung dan karyawan Cely itu menyebar luas, dengan cekatan Israr memanggil team hacker dan melacak semua video yang menyebar untuk dihapus.


"Tunggu dulu, masih banyak video lainnya," Derry kembali menscroll video yang berada di sosial medianya yang telah dia simpan, berulang kali dia buka galery sosial medianya, tapi tidak ditemukan satu pun fhoto atau video yang telah dia simpan tiga hari yang lalu, Derry merasa panik, karena video yang dikumpulkannya hilang semua, kecuali yang satu tadi, itu pun tidak bisa dijadikan bukti.


"Sial..! bangs*t..! kemana semua video yang aku kumpulkan tadi..!?" Derry benar-benar marah dengan dirinya sendiri, karena semua bukti telah hilang. Bahkan Derry mencoba mencari diinternet, tapi tidak bisa ditemukan.


"Bagaimana agen Derry? ada yang bisa saya bantu?" Israr terkekeh geli melihat Derry yang sibuk dengan ponselnya mencari bukti yang telah dikumpulkan.


Derry dengan kesal meletakkan ponselnya dimeja kaca dengan kasar.


"Apakah kalian meng-hack seluruh ponsel kami?" Derry menunjukkan jarinya tepat di depan mata Israr.


"Gak penting itu, sekarang kamu lihat sendiri kan, tidak ada bukti berarti tidak ada introgasi, ayo sekarang kamu angkat kaki dari gedung ini!" Dengan tegas Israr mengusir Derry tanpa memberikan kesempatan apa pun.