Jihan Taylor

Jihan Taylor
27. Israr Bebas



Satu jam kemudian rombongan Cely telah sampai di kantor polisi, mereka hanya di perbolehkan menunggu di ruang jenguk.


Sudah hampir 3 jam mereka menunggu Israr, tapi batang hidungnya belum juga kelihatan. Sepertinya introgasi cukup rumit.


Dari ruang tengah terlihat Derry berjalan keluar dan bertemu dengan rombongan Cely.


"Hem.. Sepertinya ada yang betah di kantor ini dan setia menunggu manusia congkak itu," Derry berkata seperti itu ketika melewati Cely dan terlihat senyum sinis, sambil tangan kirinya memutar-mutar kan senjata api mungil kepunyaannya.


Mata Derry melirik rombongan Cely seperti mengejek, tapi semua itu tidak di tanggapi oleh mereka.


"Tenang saja..! sebentar lagi Manager kalian itu keluar kok dan lihat saja hasilnya," Derry terus saja mengoceh, walau pun ocehannya di cuekin oleh rombongan Cely.


Tidak lama Derry meninggalkan mereka keluar,


"Derry..!" panggil Jihan setengah berjalan cepat mengikuti Derry, mungkin ada sesuatu yang ingin di tanyakan olehnya. Jihan merasa bersalah, karena penyebab semua masalah ini adalah dirinya.


Derry menoleh dengan senyuman tipisnya, ia berhenti tepat ketika akan membuka pintu mobil.


"Ya ada apa Jihan? apa kamu minta di potret lagi seperti kemarin itu?" Derry meledek Jihan, sempat-sempatnya dia masih bercanda di situasi yang mendebarkan itu.


"Derry..! ini gak lucu tau..! apa yang sebenarnya terjadi pada Pak Israr di ruangan introgasi?" netra Jihan terlihat mulai berkaca-kaca dan itu membuat hati Derry tersentuh.


"Tenang aja Jihan, Manager kalian itu baik-baik saja kok. Kami tidak punya cukup bukti untuk menahannya, apa lagi untuk menutup lab milik Cely, sebentar lagi Manager congkak kalian itu keluar kok! kamu tunggu saja," Derry tersenyum setelah menjelaskan sedikit bocoran introgasinya, Derry lalu masuk ke mobil. Saat mau malaju, ia membuka kaca mobilnya,


"Oiya Han, fhoto-fhoto mu uda saya share ke email Cely ya..! jangan lupa untuk melihatnya!" Derry perlahan melaju melaju di jalan raya, tangannya melambai dan Jihan pun membalas lambaian Derry.


"Apa yang kalian bicarakan Han?" Cely bertanya seraya bangkit dari duduknya.


"Derry bilang mereka tidak cukup bukti, jadi mereka tidak ada alasan untuk menahan Manager Israr dan tidak ada alasan juga untuk menutup lab kamu Cel!" Jihan dengan antusias menjelaskan, terlihat wajahnya gembira sekali.


"Alhamdulillah..!" serempak mereka mengucapkan rasa syukurnya.


Kini wajah mereka tidak lagi terlihat tegang, malah kini mereka asyik berbincang-bincang. Saat itu keluar lah Israr berjalan menuju mereka.


"Ha??? kalian disini?? sejak kapan??" Israr terkejut, tidak menyangka mereka begitu peduli pada dirinya.


"Hadegh...! Israr-Israr, kamu fikir kamu sendirian memikul beban ini? kamu fikir kami tidak peduli setelah melihat pengabdian mu pada keluarga Cely selama belasan tahun!" Rans menggurui Israr, matanya menatap tajam, lalu Rans berjalan menuju Israr, memeluknya penuh kehangatan.


"Terima kasih semuanya, saya tidak bisa ngomong apa lagi!" Israr sepertinya menahan buliran beningnya keluar.


"Hem..! sepertinya hari sudah hampir malam, sebaiknya kita cari Mesjid terdekat dulu, setelah itu kita makan malam bersama, gimana setuju?" Cely mengusulkan.


Serempak mereka mengangguk, menyetujui usulan Cely. Mereka pun bergegas berjalan menuju parkiran dan sayup-sayup sudah terdengar suara murotol Al Qur'an dari arah mesjid terdekat. Tidak sampai 7 menit mereka telah sampai di Mesjid terdekat.


Bab selanjutnya akan ada sesi perang ya kak..! pantau terus update nya.


Sakuhana hG


loveyou