Jihan Taylor

Jihan Taylor
26. Manager Israr



Suara riuh tepuk tangan memenuhi loby menyambut kembalinya Jihan dan keberhasilan Portal Telefortasi karya ayah Cely dan Rans.


Jihan terharu, hingga buliran bening menetes membasahi pipinya dan netranya memindai seluruh karyawan yang hadir saat itu di loby. Tiada kata yang sanggup ia ucapkan, ia hanya mampu membungkuk kan badannya pertanda ucapan terima kasih. Seluruh karyawati pelan-pelan mendekati Jihan dan Cely, mereka memeluk dengan serempak mengungkapkan rasa syukur dan bahagia mereka.


Israr mengangkat tangan kanannya, menandakan untuk mengakhiri tepuk tangan. Lalu dia membuat pengumuman, dia mengambil toa.


"Hadirin semuanya, mohon minta waktunya sebentar," Israr terlihat berapi-api, tidak sabaran.


Seluruh yang hadir hening seketika, pandangan mereka beralih ke Israr.


"Hari ini adalah momentum berharga sifatnya pribadi bagi kantor kita dan saya mohon dengan sangat hormat, untuk media segera untuk keluar dari gedung ini!" Israr dengan tegas mengumumkan.


Para media dengan kesal dan kecewa keluar dari gedung megah tersebut, ada yang masih bertahan, tapi security dengan halus menyuruh mereka keluar. Setelah di rasa tidak ada lagi media, Israr mematikan toa nya dan berjalan menuju Cely.


"Ibu Cely..! selamat datang kembali dan selamat atas keberhasilan mesin Portal Telefortasi maha karya Ayahanda Buk Cely dan Tuan Rans," Israr tersenyum, membungkuk tanda memberi kehormatan.


"Makasih Manager Israr, makasih juga selama beberapa hari telah berhasil menutupi yang sedang terjadi di perusahaan kita ini, makasih juga pada Om Rans, dokter Aletris, team Om Rans, dan semua karyawan yang telah bekerjasama membangun dan menjaga perusahaan ini!" Cely membungkuk memberikan kehormatan dan di ikuti seluruh yang hadir turut membungkuk.


"Maaf kan saya Buk Cely dan semuanya, untuk kebahagiaan kita kali ini, tidak bisa kita rayakan di karena kan situasinya tidak kondusif...! sekali lagi mohon maaf..!" Israr dengan rasa menyesal berulang kali membungkuk.


"Hemm.. Tidak apa-apa Pak, kita semua paham kok! sebagai gantinya bulan ini, semua karyawan tanpa terkecuali, akan mendapatkan bonus!" Cely tersenyum bahagia.


Semua karyawan terpelongo, merasa senang, bahagia, dan tidak bisa lagi di ungkapkan, mereka saling berpelukan. Padahal gajih mereka bekerja saja sudah besar seantero kota, apa lagi sekarang di tambah bonus.


Disaat suasana bahagia itu, tiba-tiba muncul kepala kepolisian menyeruak ke kerumunan.


"Selamat siang! saya Brata dari kepolisian, mau menahan yang bertanggung jawab atas perusahaan dan proyek percobaan yang ada di pusat gedung ini, mohon untuk menyerahkan diri guna untuk di introgasi," kepala kepolisian Brata dengan tegas ingin menahan seseorang.


"Saya lah yang bertanggung jawab atas semua ini, saya Manager Israr siap ikut ke kantor kalian..!" Dengan mantap Israr menjawab siap menanggung beban.


Cely mengejar Israr dan para polisi tersebut,


"Tunggu dulu..!" Cely langsung berlari ke depan menghadang mereka.


"Ada apa lagi..! jangan halangi kami, ini perintah dari atasan kami!" Brata menunjukkan surat tugas dan surat panggilan yang di tujukan pada pemilik atau pun pemimpin perusahaan Cely.


"Tunggu dulu Pak, bukan kah seharusnya saya yang di tahan? karena saya lah pemilik perusahaan ini," Cely berusaha membela Israr dari penahanan atau panggilan polisi. Cely merasa bersalah sekali jika Israr harus mengorbankan dirinya.


"Tidak Buk Cely, Buk Cely tidak tau apa-apa tentang perusahaan ini, biar kan saya yang urus ini semua. Lagian saya cuma di introgasi saja kok, tolong biarkan saya pergi bersama mereka, jangan khawatir," Israr tersenyum menjelaskan situasinya.


"Tapi...!"


Belum sempat Cely menerus kan kalimatnya, Brata langsung membawa Israr masuk ke dalam mobil dan mobil polisi itu langsung melaju perlahan menuju gerbang keluar terus menuju jalan raya.


Cely terdiam kaku, sepertinya dia belum cukup dewasa menerima kenyataan ini dan ketakutan berlebihan, padahal Israr cuma di introgasi saja.


"Cely..! jangan khawatir, Manager Israr hanya cuma di introgasi saja, ini biasa Cely..! gak mungkin kan mereka asal melepaskan garis kepolisian di lab Ayah mu..! mereka harus menerima jawaban yang akurat dari orang yang bertanggung jawab di perusahaan ini...," Aletris tiba-tiba datang dari arah belakang, menjelaskan dan merangkul bahunya.


"Jadi tidak apa-apa kan?" Cely masih cemas pada Israr, karena baru kali ini dia melihat masalah di perusahaannya dan melibatkan Ceky langsung, ini membuatnya shock.


"Iya Cely tidak apa-apa kok..! sebaiknya kita juga ikut ke kantor polisi, kita temani Manager Israr, biar kamu juga bisa lihat sendiri prosesnya," Jihan menimpali perkataan Aletris.


"Ya uda kita bareng-bareng kesana, yuuk berangkat..!" Rans langsung berjalan keluar menuju parkiran pribadi, di ikuti Aletris, Jihan, dan Cely.


Saat mereka sampai parkiran, terlihat dari kejauhan banyak media yang mengambil video dan fhoto mereka.