
Lab Cely sudah di buka kembali sejak kejadian penutupan sementara oleh pihak kepolisian. Kegiatan di lab maupun di luar lab kini sibuk kembali, mesin Portal Telefortasi pun telah sempurna. Wacana ingin uji coba akan di presentasi kan di depan publik atau media dalam waktu dekat ini.
Beberapa orang dengan suka rela telah mendaftar kan diri mereka untuk mencoba mesin Portal tersebut, kelihatan mereka begitu antusias, tak sabar menunggu hari yang telah di tentukan.
Menjelang hari peresmian, para relawan harus mengikuti pelatihan sederhana, pengecekan kesehatan, mental, dan lain sebagainya.
""
Hari ini adalah hari yang telah di tentukan untuk pengaktifan kembali mesin Portal Telefortasi dan pengiriman para team yang terdaftar, di antara peserta itu ada Rafi putra Rans, Aletris sebagai dokter untuk jaga-jaga jika ada yang terluka, Cely, Jihan, Derry, Israr, dan 5 orang anak buah Derry, sedangkan Rans sendiri tidak ikut, karena dia yang akan mengendalikan langsung mesin Portal tersebut. Orang yang terpilih tersebut harus memiliki ilmu bela diri, di karenakan alam yang di tuju belum di ketahui keadaannya.
Acara peresmian pun di mulai..
"Hadirin semuanya..! selamat datang di gedung megah kami, tamu undangan harap duduk dengan tenang dikursi yang telah kami sediakan di luar ruang laboratorium,"
"Terima kasih kepada yang Mulia Raja negara Naga, Bapak Komisaris Kepolisian, dan lainnya telah sudi hadir dalam peresmian mesin raksasa Portal Telefortasi kami, ini adalah bukti nyata dari kerja keras keluarga Ibu Cely, Bapak Rans, dan teamnya dalam 25 tahun ini,"
"Semoga mesin ini kelak bermanfaat untuk kita semuanya, aamiin,"
Terdengar sangat keras sekali suara Seyla sebagai Moderator acara peresmian melalui pengeras suara di seluruh ruangan.
Tamu undangan sangat ramai sekali di luar lab, mereka yang belum pernah ke sini, terlihat ke heran-heranan karena melihat ke megahan gedung tersebut, apa lagi ruang laboratoriumnya yang sebesar lapangan bola kaki, di tambah lagi lingkaran Portal super raksasa yang jika di masukkan rumah tingkat 2 pun muat tanpa halangan.
"Hadirin para team penjelajah mesin Portal Telefortasi, harap memasuki ruang lab!" Terdengar lagi suara Seyla memanggil seluruh team mereka yang saat ini berada di ruang bawah tanah.
Diruang bawah tanah..
"Tenang Rafi..!" Aletris tepat di depan Rafi, menatapnya penuh senyuman, kedua tangan Aletris menyentuh pipi kanan kiri Rafi, Rans pun mendatangi putranya yang sedang gugup itu.
"Kamu pasti bisa Raf..! malu dong dengan Jihan dan Cely," Rans malah menggoda putranya itu, sambil melirik Jihan dan Cely.
"Pah Mah..! ini bukan seperti ujian kertas di kampus, saat ini aku sedang mempertaruhkan nyawa, sama dengan Jihan beberapa pekan lalu..!" ucap Rafi menegaskan sikapnya.
"Kalau begitu kamu bisa mundur jika takut..!" Rans balik menantang Rafi.
"Gak..! aku uda janji sama Cely untuk membantu menemukan orang tuanya dan kembaran Cely!" Rafi dengan serius menatap Rans.
"Bagus kalau gitu, jadilah anak yang hebat!" Rans menepuk pundak Rafi, seraya berjalan meninggalkan dia.
Mereka pun mengikuti Rans berjalan menuju lif,
"Jika kamu takut nanti sembunyi saja di belakangku!" Derry tiba-tiba berjalan mendahului Rafi, sambil berbisik di telinga nya.
"Diam kau agen yang tak pernah naik pangkat!" balas Rafi mencibir dan berusaha hendak menendang.
Derry malah tertawa dan setengah berlari, Derry sebenarnya agen yang jujur, berani. Namun dia sering sekali bertindak sesuka hatinya, sehingga sering membuat atasan Derry murka, jika bertugas dia sering menggunakan isting saja, tanpa perduli dengan prosedur.
Bahkan sebenarnya, atasan Derry melarang dia untuk ikut misi percobaan Portal Telefortasi ini, karena dia sering melakukan sesuatu tanpa persetujuan atasannya terlebih dahulu, tapi dia ngotot ingin tetap ikut. Endingnya berdasarkan pertimbangan, dia di izinkan ikut dengan syarat harus di dampingi 5 anak buahnya.