
Di kerajaan ARPURA CITY, setelah kembali dari misi, aku dan teman-teman telah berhasil menjual hati Gekko Gecko ke toko ahli alkimia.
Vada yang kegirangan memegang kantung uang dan berkata, "hahaha..ini uang yang sangat banyak Lard"
"Untuk pembagiannya, aku akan mendapatkan 50% dari hasil buruan hari ini" Tegas Alfeil.
"Sial.. kenapa bisa begitu, itu tidak adil!!" Ucap Vada dengan sangat kesal.
"Tentu saja itu adil, karena aku yang menjadi umpannya. uang itu akan aku gunakan untuk refreshing akibat syok yang aku alami" Ucap Alfeil sambil melipat tangan.
"Kalian berdua tidak usah bertengkar, semua akan dibagi secara adil" Tegasku memeluk mereka berdua.
Tiba tiba Langkahku terhenti melihat keramaian yang ada didepan. "Apa yang terjadi disana?"Tanyaku melihat keramaian.
"Itu adalah acara penyambutan raja dan ratu ARPURA CITY, setiap tahunnya raja dan ratu akan berkeliling ke seluruh daerah untuk berpidato dan menyapa penduduk. tapi para penduduk terlihat tidak senang melihat kedatangan raja dan ratu" Ucap Alfeil menerangkan kejadian didepan.
"Bagaimana bisa senang, penduduk harus membayar Upeti yang sangat besar, dasar orang yang tamak..!!" Ucap Vada membayangkan kejadian beberapa tahun terakhir.
"Aku ingin melihat penyambutan Itu" Ucapku berlari ke arah keramaian.
"Lard!!!, sial padahal aku mau pergi minum menikmati hasil" Tegas Vada berlari mengikutiku.
Irama yang meninggi kian melambung, sorakan penyambutan terdengar dengan diiringi suara terompet. beberapa diantaranya memasang muka masam melihat kedatangan raja dan ratu, meski begitu keindahan penyambutan tetap membuatku terpana.
"ini meriah sekali" Ucapku melihat keindahan yang ada.
"Emm.. Membosankan" Tegas Vada.
Beberapa orang dengan seragam tempur lengkap dan permata yang indah menyinari penyambutan, Raja dan ratu dengan pakaian yang megah melambaikan tangan menyapa penduduk sekitar. Seorang gadis yang seumuran denganku, melekat di punggung telapak tangan kanannya permata Sapphire beratribut Es memandang ke arah penduduk memberikan senyuman.
"Sudah lama aku tidak bertemu denganya, dia semakin cantik. Reyne Echase putri kerajaan ARPURA CITY" Ucapku melihat senyum wanita itu.
Lelaki dengan pakaian serba hitam, berjalan mengikuti raja dan ratu. aura yang dipancarkan lelaki itu sangat buruk sekali, memberi rasa ketidak nyamanan.
"Itu adalah panglima Baru kerajaan, akibat penyerangan 4 tahun yang lalu, kerajaan mengalami kerugian yang besar hingga raja memberhentikan panglima lamanya" Alfeil menjawab pertanyaanku.
"Aura yang terpancarkan dari lelaki itu buruk sekali" ucapku memandang lelaki yang berjalan didepanku.
Tiba-tiba wanita muda datang menghampiri dan memegang pundak ku.
"Tuan kemana saja, aku pergi ke kamar tuan untuk mengajak sarapan siang, tetapi tuan tidak ada di kamar" Ucap wanita yang pernah aku selamatkan.
"Maafkan aku telah mengkhawatirkan kamu Fyta, aku keluar pagi sekali mencoba mencari informasi adikku" jawabku menyatukan telapak tangan.
"tidak masalah tuan, kalau begitu jangan sampai telat makan malam nanti" ucap Fyta memberi salam perpisahan
"Lard, aku sangat bosan. ayok kembali!" Ucap Vada dengan wajah mana melihat bosan.
"Baiklah Vada, kita kembali" Jawabku menghibur teman temanku.
(Beberapa saat kemudian)
aku dan teman teman telah berada di toko minuman, Vada yang kegirangan memesan seluruh menu yang ada ditoko dan mentraktir seluruh penghuni yang ada di toko. "Dasar lelaki boros" Ucapku melihat Vada kegirangan.
Alfeil yang marah melihat Vada yang ingin menghabiskan uang buruan, dengan paksa menarik kantung uang yang di pegang Vada. Vada yang kehilangan kesadaran sangat marah dan mengejar Alfeil.
Terlihat cahaya terang pada permata Alfeil, dengan cepat puluhan akar melilit Vada yang sedang mabuk. "Hahaha..dasar minyak dan air, bagaimana mereka bisa berteman" Ucapku sambil mengangkat kedua bahuku.
seketika terdengar suara Ledakan di pintu.
BOom...
"Siapa diantara kalian yang bernama Adelard FroxkeariQ" jawab lelaki misterius.
"Ada yang mengenalku?"Ucapku terkejut.