
Dari jendela kamar yang baru saja aku buka,
hawa sejuk dari luar rumah berhembus menyergap masuk.
Untuk sesaat kunikmati kesejukan itu dengan memejamkan mata.
Di atas sana, sinar mentari dengan warnanya yang kekuningan, menerangi seluruh alam semesta, serta memberi kehangatan dan kehidupan
(suara ketukan...)
"ternyata Alfeil"
"Lard apa yang harus kita lakukan hari ini" tanya Alfeil.
"Alfeil bisakah kau mengantarkanku ketempat teman lamamu, aku ingin mencari informasi adikku"
"baiklah" menganggukkan kepala.
(Beberapa saat kemudian)
Alfeil membawaku ketempat toko minuman, aroma alkohol di toko tersebut sangat jelas. didalamnya dipenuhi dengan orang orang yang menyeramkan, mereka memberikan tatapan yang tidak menyenangkan ke arahku dan Alfeil.
Di depan Seorang lelaki bertubuh besar, dengan permata Topas beratribut tanah, berambut Coklat dan mata yang hitam berkilauan, datang menghampiri Alfeil.
"Alfeil!! itu kau?, sudah lama kita tidak berjumpa" lelaki itu melompat seperti burung layang layang yang melompat masuk ke dalam hutan.
"Hai Manusia Purba, bagaimana kabarmu" tersenyum melihat teman lamanya.
mendengar ucapan Alfeil yang sangat kasar, lelaki itu memukulnya dan berkata. "haha.. kau masih sama seperti dulu, tidak pernah sopan denganku, aku ini dua tahun lebih tua dari mu!"
Alfeil melirik ke arahku memperkenalkanku ke teman lamanya sambil menggosok bagian yang sedang terasa sakit akibat pukulan Vada. "Perkenalkan ini teman ku Adelard FroxkeariQ"
"Hai lard, aku Vada Gayaka. Peringkat permata BEAM GEM tahap 3" mengangkat tangannya.
Aku menceritakan seluruh kejadian yang ku alami, aku sangat berharap agar mendapatkan informasi tempat saudaraku berada.
"Aku sangat perihatin dengan kondisi yang kau alami Lard, perlu kau ketahui untuk menyelamatkan adikmu tidak mudah, para bandit itu tergabung dalam sebuah serikat yang bernama Elang kematian. petinggi mereka sangat kuat dan banyak diantarannya telah terintegritas dengan Binatang Jiwa. Rata rata mereka berada di tahap BLACK GEM. bolehkah aku tau peringkat permatamu lard?" Tegas Vada mencoba meyakinkanku.
"Aku tidak peduli dengan tingkatan permata para bandit, aku hanya ingin adikku kembali. kebetulan aku baru memasuki tahap BLACK GEM beberapa hari yang lalu"
"APA.. peringkat permata BLACK GEM??, bagaimana bisa kau berada pada peringkat itu dengan cepat lard" Tegas Vada.
didunia ku sebelumnya, aku memiliki daya ingat dan kecerdasan yang sangat buruk, tetapi disaat aku memasuki dunia ini, aku dapat merasakan daya ingat serta kecerdasan yang ku miliki bisa dikatakan sama seperti seorang jenius.
Bahkan disaat ku mempelajari buku polemikes technes, yang memiliki ratusan halaman. Aku dapat mempelajari seluruh isi buku tersebut dan mampu mengingat setiap halamannya, ditambah dengan permata yang membantuku untuk meningkatkan tahap kultivasi mana didalam permata.
Setiap binatang buas yang kubunuh, mereka akan menjatuhkan sebuah permata yang berguna meningkatkan kultivasi mana didalam permataku. Namun, mengisap mana melalui permata mana dari binatang buas yang telah dibunuh tidak bisa dilakukan sembarangan, Karena setiap permata memiliki atribut yang sama seperti yang dimiliki binatang buas.
seperti VASILLIAS VIDI, aku tidak bisa menggunakan permata dari binatang buas itu. Binatang buas itu memiliki atribut racun didalam permatanya. jadi, hanya mereka yang memiliki permata beratribut racunlah yang bisa menggunakan permata binatang buas tersebut.
Mereka yang berhasil memasuki tahap Black Gem, maka mereka mampu berintegritas dengan binatang Jiwa yang dibunuhnya, Binatang Jiwa tergolong kedalam binatang buas berperingkat A. Pada saat melakukan perintegritasan pada binatang Jiwa, maka tubuh mereka akan mengalami perubahan, dan mereka yang telah bergabung akan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa.
"Vada bisakah kau membantuku untuk menemui tempat persembunyian organisasi Elang Kematian?"
"Aku dapat menunjukan tempat persembunyian mereka, apakah kau yakin ingin melakukan semua itu?.
Ini dapat mengancam nyawamu lard" Ucap Vada yang mencoba meyakinkanku.
"Aku sangat yakin Vada, aku tidak bisa membiarkan saudaraku disiksa di tempat yang keji seperti itu. Aku lebih memilih mati saja, dari pada membiarkan salah satu keluargaku tersiksa disana"
"Kalau begitu, aku tidak bisa mengantarkanmu sekarang, besok sebelum matahari terbit kita akan berangkat kesana" tegas Vada.
"Baiklah kalau begitu, tidak masalah Vada"
Tiba-tiba seorang lelaki dengan membawa beberapa surat, datang menghampiri sebuah papan informasi. Lelaki itu menempelkan surat suratnya.
"Kenapa disana sangat ramai sekali Vada" Alfeil melirik ke tempat yang dipenuhi dengan keramaian.
"Itu adalah papan informasi, papan informasi itu berguna untuk memberikan sebuah misi berburu. mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dapat melakukan pemburuan binatang buas tersebut" penjelasan Vada.
aku dan Alfeil saling melirik satu sama lain, "Kita bisa menghasilkan uang Alfeil"
"Benar Lard, bagaimana kita mengerjakan salah satu misi yang termudah pada papan informasi tersebut?" Ucap Alfeil
" Tidak buruk" jawabku menyeringai.
"Apakah kalian ingin mencoba mencari misi yang paling mudah?, misi termudah sangat populer dikalangan mereka, karena tahap permata mereka yang sangat rendah, misi itu telah dikerjakan seluruhnya" Vada mengomentari percakapanku dan alfeil
"Kalau begitu menghadapi sebuah misi yang cukup sulit tidak akan buruk untuk kita" Tegasku sambil tersenyum menyeringai.