JEWEL WORLD

JEWEL WORLD
Ch 13. Amarahku



Aku sangat kecewa melihat adikku tidak berada disini.


"Tuan muda, apakah kau yakin ingin melihat gadis kecil gila itu, gadis itu telah 3 tahun berada disini. tidak ada satupun orang yang ingin membelinya" lelaki gendut itu mencoba bertanya, memastikan keinginanku.


"3 tahun?" aku telah kehilangannya selama 4 tahun belakangan ini. mungkinkah dia yang kucari.


"Perlihatkan gadis itu paman" bernada putus asa.


lelaki gendut tersebut menugaskan kru-nya untuk membawakan gadis kecil itu. aku yang menunggu kehadiran gadis kecil itu spontan mengarahkan tubuhku kearah jendela.


beberapa saat kemudian, kru dari pelelangan membawa gadis kecil yang sedang didalam jeruji besi.


Sesaat aku membalikan badan.


(.....)


***


***


Seketika jantungku bergetar dengan sangat cepat, melihat gadis kecil yang ada didepanku. "A... A....adikku?"


Aku dapat memastikan kalau itu adalah adik pemilik tubuh ini melalui ingatan tubuh ini. rambutnya yang indah yang selalu menyuruhku untuk menyisirnya, matanya yang biru bercahaya memberi kenyamanan dihidup ku, dan wajahnya yang selalu bergembira, tertawa dan tersenyum hingga enggan untukku membuatnya menangis.


Tetapi yang sedang Aku lihat sekarang ini, kondisinya sangat mengenaskan.


Adik kecilku melihat kearah ku, meneteskan air mata dengan wajah yang datar.


Aku dapat merasakan kesedihan yang dia alami, badannya yang kering, tatapan kosong, baju yang kotor, dan tidak ada tanda tanda kehidupan di wajahnya.


Aku sangat marah, aku ingin membunuh semua yang ada di sekitarku. perasaan ini sangat menusuk hingga meneteskan air mataku.


"Siaaaal!!! Bangsaaaat!!! Aaaaaarghhhh......


Meski dia bukan adikku sesungguhnya. Ingatan tubuh anak ini, membuatku merasakan rasa sakit yang telah dihadapinya."


Suasana berubah dengan seketika, Aku mengalirkan jumlah mana yang sangat besar. lautan mana mengelilingiku membentuk lingkaran listrik berangin yang sangat mengerikan.


Pandangan mataku berubah berwarna biru, rambut rambutku yang indah berterbangan. seluruh ruangan di penuhi dengan lautan mana beratribut listrik. mereka yang berada di sekelilingku, tertatih menahan amukan mana milikku.


"Lard!!!, Tenanglah. kau akan menghancurkan tempat ini" Tegas Vada mencoba menenangkanku.


Aku yang tidak sadarkan diri meluapkan seluruh amarahku. "ELANG KEMATIAN,...AKU BERSUMPAH AKAN MENGHANCURKAN KALIAN!!.


Spontan tubuhku membalikan badan dan mendekat kearah Lelaki gendut. "KAU SAMPAH, APA YANG TELAH KAU LAKUKAN TERHADAP ADIKKU?". Ucapku dengan suara yang mengerikan.


"Tu..tuan muda, tenangkan dirimu tuan muda. bukan aku yang melakukannya Tuan, ampuni aku tuan. meski aku telah mengucapkan kata kasar, tetapi beberapa tahun terakhir ini aku telah menjaganya sebisaku. Aku masih manusia tuan, aku memberinya Makan dan tempat tinggal. namun adik anda tidak mendengarkan ku, dia tidak mau beranjak didalam jeruji besi tersebut. aku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkannya tuan" penjelasan lelaki gendut tersebut.


Amarah yang meluap ditubuhku, enggan memaafkan lelaki tersebut.


Aku membentuk sebuah Bola petir dengan kedua tanganku. memasukan mana didalam permata dalam jumlah yang sangat besar. hingga ratusan petir menyambar di sekelilingku.


Seketika Seorang memelukku dari belakang, "Kakak? kau selamat?" Jawab adikku tersenyum dengan suara yang lemah.


Senyuman adikku menenangkan seluruh perasaan emosi ditubuh ku, lautan mana beratribut listrik mulai menghilang. Aku membalikan tubuhku dan membalas pelukannya.


"Adiiikk... sekarang kau telah aman di pelukanku, aku bersumpah akan selalu melindungimu" Ucapku dengan air mata yang bercucuran di pipi.