JEWEL WORLD

JEWEL WORLD
Ch 4. Mencari Teman Petualang



aku berangkat dalam cerah, berjalan santai tidak buru buru, kesunyian perjalananku rasakan. "bagaimana kalau aku mencari teman perjalanan?"


langkahku terhenti di sebuah desa kecil, aku mencoba memasuki desa tersebut.


sebuah desa yang kumuh, dengan orang orang yang kurus seperti hidup menderita didalam neraka. "kenapa desa ini bisa miskin seperti ini?, padahal tanah yang subur mempermudah mereka untuk mendapatkan makanan".


Aku memasuki lebih dalam lagi, hati miris yang kurasakan. mereka semua seolah tinggal menunggu kematian saja.


seorang anak kecil datang menghampiriku. "tuan tuan tolong aku tuan, tolong aku tuan" ucap anak kecil tersebut dengan penuh kekhawatiran


Aku yang melihatnya mencoba mendekati anak tersebut dan berkata "apa yang bisa ku bantu nak?".


Tiba-tiba Anak kecil tersebut menarik tanganku. aku melemahkan badanku dan mulai mengikutinya.


diperjalanan, anak itu berkata dengan penuh kekhawatiran. "tolong abang ku tuan, abangku mengalami sakit yang keras, aku panik melihat sikap terakhir yang dia lakukan."


Tidak lama kemudian.


aku sampai disebuah rumah kumuh di karenakan debu, begitu banyak sampah yang membuat bau. rumah ini sangat kotor sekali, bahkan seperti sebuah kandang jika ku bandingkan dengan duniaku sebelumnya.


aku masuk kedalam rumah tersebut, melihat lelaki yang seumuran denganku, namun kulitnya yang keriput, perut yang membengkak, dan wajah yang memucat. "apakah itu Abang mu" jawabku perihatin.


"ya dialah abangku, dia lama terbaring sakit hampir 1 tahun, aku telah membawa penyembuh tetapi semua itu tidak bisa menyembuhkan penyakitnya" anak kecil itu menangis melihat keadaan abangnya yang malang.


aku bergegas mendekati lelaki yang terbaring lemah, memegang tangannya, melihat matanya, dan membuka mulutnya.


mata yang kering, tangan yang keriput, dan air lendir yang terlihat kuning. ini diakibat racun VASILLIAS VIDI. aku terkejut sambil bergumam "kenapa mereka tidak mengetahui racun ini?"


Aku menjelaskan ke anak kecil tersebut. abangnya yang terbaring lemah sangat membutuh seorang ahli alkimia.


Anak kecil itu menangis sambil menjelaskan, "ahli alkimia sudah tidak ada didesa ini tuan, karena setahun yang lalu mereka telah diperintahkan untuk pindah oleh raja ARPURA CITY. karena kerajaan itu mengalami kekurangan ahli alkimia."


Aku sangat terkejut mendengar ungkapan dari anak kecil tersebut, setiap desa terdiri 2-4 orang ahli alkimia, ahli alkimia adalah seorang yang ahli di bidang pembuatan ramuan seperti elixir, penawar racun, dan obat peningkatan kekuatan. mereka para ahli alkimia memiliki satuan serikat yang membuat mereka menyebar ke seluruh pelosok dunia, dan mereka tidak akan membiarkan sebuah desa dengan tidak adanya seorang ahli alkimia.


Aku menduga pasti kerajaan ARPURA CITY telah mengancam mereka. "Siaaal..." Ucapku dengan sangat kesal.


Tanpa pikir panjang. Aku yang telah mengetahui resep dari obat penawar racun tersebut. mengintruksikan anak kecil itu untuk mencari tanaman cucurma dan bunga Elpina yang berada didepan rumahnya.


Dalam sekejap anak kecil tersebut mengumpulkannya.


aku mengeluarkan peralatan alkimia yang ada di dalam cincin ruang milikku. aku menghancurkan bunga alpina dan tanaman curcuma, menghancurkan hingga menjadi sebuah bubuk, dan mencampurkan dengan cairan OXOfforin penyembuh luka yang telah aku sediakan sebelum berangkat di desaku.


Dengan cepat anak kecil tersebut bergegas berlari keluar.


Setelah anak kecil itu keluar, aku memberikan Pill Vasilis ke Abang bocah kecil itu. seketika cahaya terang menyinari permata yang berada di punggung telapak tangannya. mata, perut, dan mulut lelaki itu kembali sehat dengan sangat cepat, tetapi tubuhnya masih tetap memucat karena masa fase penyembuhannya yang membutuhkan waktu yang cukup lama.


"terimakasih tuan, anda telah menolongku." Mencoba mendirikan tubuhnya.


"apakah di desa ini tidak ada resep ramuan untuk obat penawar racun tingkat rendah seperti itu" memberi pertanyaan yang beberapa jam terakhir ini telah menggangguku.


"dulunya resep ramuan itu ada di toko alkimia tuan, namun dikarenakan para ahli alkimia tidak ingin mengikuti perintah raja, para veteran raja menghancurkan toko tersebut hingga tidak bersisa. itulah mengapa kami semua tidak bisa membuat penawar racun itu"


(Beberapa saat kemudian)


tiba tiba segerombolan orang datang menghampiri rumah bocah kecil ini. mendengar keributan yang ada diluar, aku bergegas berlari menuju keluar rumah.


Aku sangat terkejut melihat kerumunan yang ada didepan rumah bocah kecil ini.


Seseorang lelaki tua yang kurus dengan pakaian yang kumuh datang mendekat, melekat ditangannya sebuah permata tourmalin beratribut tanaman dan berkata, "perkenalkan tuan, saya kepala desa dari desa ini. terimakasih telah membantu kami"


"Sudah menjadi tugas kita sebagai manusia untuk saling menolong tuan, tidak usah dipikirkan. Ini.. semua resep penawar racun tingkat rendah, silahkan tuan simpan resep ini dan jaga baik baik. sepertinya aku akan melanjutkan perjalananku" memberikan resep penawar racun tingkat rendah kearah kepala desa.


Mendengar ucapan ku, Seorang warga datang mendekat menawarkan diriku untuk sementara beristirahat di desa mereka. Namun, aku masih memiliki tujuan yang harus aku kerjakan dan bertanya "adakah seorang anak perempuan kecil yang mirip denganku, dia adalah adikku yang diculik 4 tahun yang lalu?"


Mendengar pertanyaanku, seluruh warga terdiam di karenakan tidak mengenali adik perempuanku. Namun, beberapa saat kemudian. Abang dari bocah kecil tersebut terbangun dari pemikirannya. Dia bercerita kalau bahwasanya, dia melihat seorang anak kecil yang berteriak didalam hutan saat dia sedang berburu. Dikarenakan begitu banyaknya para bandit, membuatnya dengan terpaksa melepaskan anak tersebut pergi bersama para bandit.


Aku yang mendengar cerita Abang dari bocah kecil tersebut, tersenyum bahagia melihat sebuah harapan, dan memohon membantuku untuk mengantarkan ketempat para bandit bersembunyi.


Abang kecil tersebut mendekatiku dan berkata "perkenalkan namaku Alfeil Pratibhe, aku adalah seorang penyihir beratribut tanaman peringkat BEAM GEM tahap 1 tuan, mohon maaf tuan karena untuk mencari persembunyian para bandit tidak ada yang mengetahuinya. tetapi jika tuan berkenan aku bisa membawakan tuan ke tempat seorang teman lamaku di kota ARPURA CITY. dia adalah mantan bandit namun dia sekarang telah bertobat, kita bisa mendapatkan informasi dari teman lamaku tersebut" jawab lelaki yang memperkenalkan diri.


"kebetulan sekali, aku ingin pergi kesana, sepertinya kita seumuran, jadi tidak perlu formal begitu"jawabku sambil menggosok kepalaku kerena tersipu malu.


Lalu kepala desa tiba tiba mengeluarkan sebuah permata berwarna kuning yang berkilauan. kepala desa memaksa ku untuk menerima pemberian tersebut.


Alfeil yang akan melakukan perjalanan yang sangat panjang, mencoba menghibur adiknya.


adiknya telah banyak berjasa untuk Alfeil, merawat hingga menemani semasa Alfeil lumpuh tidak berdaya.


perjalananpun dilanjutkan....