
Di pelelangan kerajaan tengah ARPURA CITY.
Seorang gadis kecil berpakaian kumuh, berambut ijuk, dengan tubuh yang kurus dan kotor. Melekat di punggung telapak tangan kanannya sebuah permata DIAMON beratribut petir.
Terlihat perasaan yang membelenggu, mengingat peperangan pecah yang menggoreskan luka 4 tahun yang lalu. Hingga luka menimbulkan dendam.
Gadis kecil yang malang itu duduk terdiam dibalik jeruji besi. meski memiliki nyawa namun tidak mengenali jiwa. Semangat hidup gadis tersebut telah pupus sirna, diiring bayangan kenangan yang gila.
"Para peserta, berikut adalah seorang budak gadis kecil. Jika budak ini dirawat dengan sangat baik. Maka, suatu saat nanti budak ini akan tumbuh dengan sangat cantik. harga budak ini dimulai dengan 100 Keping emas." pranatacara mengumumkan sambil membuka kain merah yang menutupi gadis tersebut.
Sesaat penonton terkagum melihat penjualan budak yang mereka nantikan. tetapi seketika pandangan berubah, melihat kondisi budak yang di perjualkan.
"Liat semua!! Pelelangan ini menjualkan seorang gadis kecil gila" Ucap seorang penonton.
"Benar,, liat pandangan kosongnya. budak itu terlihat tidak baik. Aku tidak ingin membelinya, Bahkan diberi gratispun."
mendengar ucapan para penonton. pranatacara sangat malu mendengarnya, sambil menutupi budak tersebut dengan kain merah dan menyuruh kru-nya membawa budak tersebut kembali. "Sial,, kenapa bos selalu saja menyuruhku untuk menjual budak ini, ini sangat memalukan" pemikiran pranatacara.
"Maafkan atas kesalahan kami, kali ini kami tidak akan membuat para peserta kecewa" Ucap pranatacara dengan rendah hati.
Di belakang panggung pelelangan. Seorang lelaki gendut dengan memegang sebuah tongkat besi di tangannya, datang mendekati budak tersebut. Sambil memukul jeruji besi lelaki itu berkata, "Kurang ajar!! aku sangat menyesal membeli mu dari seorang bandit. Aku telah memberimu makan bahkan tempat tinggal, tapi kau tidak kunjung sembuh. jangankan untung, menjualmu untuk balik modal saja tidak bisa." Amarah lelaki gendut tersebut.
(Beberapa saat kemudian)
Lard dan teman teman telah sampai di pelelangan arpura city. Pelelangan yang memiliki bangunan yang Megah, dengan pintu yang memiliki tinggi 4 meter dan membentang karpet merah dimana mana.
Perasaan elegant merasuk kedalam jiwaku. aku melangkahkan kaki mengikuti Vada, "Lard, kita akan pergi menuju ke ruang pemilik pelelangan ini, agar dapat menjual Permata mana yang kita miliki" Ucap Vada.
Sesampainya di dalam ruangan, aku melihat lelaki gendut sedang bergumam. "Sial budak kecil gila, aku sangat rugi membelinya".
Vada yang melihat lelaki gendut tersebut datang mendekat dan menyapa. "Hoi.. paman botak" Ucap Vada yang mengejutkanku.
"Oh, ternyata kau bocah. pergi sana!! aku tidak memiliki uang untuk meminjamkanmu" Ucap lelaki tersebut.
Aku sangat terkejut mendengar ucapan lelaki gendut itu, ternyata Vada telah menjalin hubungan lebih dari yang kubayangkan.
"Pamaan,, aku kesini bukan untuk meminjam uangmu, Jangan membuatku malu didepan bos baruku" Tegas Vada dengan sangat kesal.
Aku mendekati lelaki gendut tersebut, memperlihatkan batu permata mana yang berjumlah ratusan, sambil menerangkan kegunaan masing masing permata tersebut. Tiba tiba perubahan suasana ku rasakan, lelaki gendut itu melayaniku dengan sangat ramah.
"waaah.. ini sangat hebat sekali, dimana kalian mendapatkannya" Lelaki itu bertanya.
"Tidak perlu kau ketahui paman. yang perlu kau ketahui, aku mengorbankan nyawa untuk mendapatkan batu permata mana ini" Ucap Vada.
"Aku akan membagi keuntungan 50% untuk kita berdua, jika kau tidak memberi tau orang lain transaksi kita ini. dan aku juga mampu menyetok batu permata mana ini lebih dari yang kau inginkan" Tegasku bernegosiasi dengan pemilik pelelangan ini.
"Haha.. tenang saja tuan muda, bahkan jika ujung tombak berada dileherku, aku tidak akan memberi tau transaksi barang ini" Jawab Lelaki tersebut mendengar ungkapan yang sangat menggiurkan.
Setelah negosiasi lancar, aku meminta bantuan lelaki tersebut, untuk menunjukan penjualan budak yang dimiliki pelelangan ini.
"Oh,, tuan muda ingin membeli budak, aku akan menunjukan budak yang terbaik dimiliki pelelangan ini"
Lelaki itu memanggil belasan kru-nya untuk membawakan budak budak yang dimiliki pelelangan ini.
Aku sangat kecewa, "Adikku tidak berada disini" Ucapku dengan nada sedih. Vada dan Alfeil memegang pundak ku untuk memberi ketenangan sambil berkata " kita pasti akan menemukannya lard" Ucap Vada.
Beberapa saat kemudian aku teringat dengan gumaman lelaki gendut ini. aku tidak melihat gadis kecil gila yang barusan dikatakannya.
"Paman,, aku mendengarmu bergumam tentang budak gadis kecil gila, bisakah kau memperlihatkannya?"