
Rintik rintik hujan membasahi pepohonan, dengan awan hitam, dan petir menyambar.
Suasana hatiku terasa resah, aku terbangun dan tiba tiba aku telah berada di bawah tebing, dinginnya suasana membuat tubuhku mengigil. “Kehangatan aku butuh kehangatan” Teriakanku.
Aku mengusap kedua tanganku, aku kesal dengan tangan ini yang tidak bisa menciptakan sebuah kehangatan.
Apa yang ada dipunggung telapak tangan sebelah kiri ku ini. “permata?” bagaimana ini bisa melekat di tanganku.
Sebuah bayangan mendekat, “siapa disana!!” teriak ketakutan ku.
“Kau sudah bangun bocah, aku melihat mu jatuh dari ketinggian. Beruntung kau dapat aku selamatkan, bagaimana kau bisa terjatuh dari atas tebing itu?" Seorang lelaki memberi pertanyaan kepadaku.
Aku tidak mengerti semua ini, aku dapat merasakan tubuh ini bukan tubuhku yang biasanya.
Air mataku mengalir dengan sendirinya. Ibu, ayah, dan para penjaga, mereka semua mati. lalu adik Perempuanku dibawa seorang lelaki menggunakan topeng.
Sungguh malang sekali nasib pemilik tubuh ini, usianya hanya 12 tahun dan dia telah kehilangan semuanya.
“Hai bocah kenapa kau diam dan menangis” jawab lelaki yang mendekatiku.
“Maaf tuan, a...aku dan keluargaku telah di serang oleh segerombolan bandit. terimakasih telah menyelamatkanku” menjawab pertanyaan lelaki tersebut.
Sepertinya jiwaku telah masuk kedalam tubuh seorang anak kecil.
(Sebelum memasuki jiwa anak ini)
Aku adalah lelaki berumur 22 tahun, aku memiliki seorang ayah, ibu, dan empat orang adik. Mereka mengira aku seorang pengangguran, hingga membuat ayah dan ibu sangat kesal dengan kehidupanku yang terus menyusahkan mereka.
aku bertengkar dengan ayah dan ibu, tiba tiba mereka mengusirku dari rumah. Aku yang tidak mengetahui dimana harus tinggal dengan terpaksa berjalan dan terus berjalan. Suatu ketika aku menemukan sebuah buku dan membawanya.
Aku hanya berharap buku itu bisaku bawa untuk di jadikan bantalan tempat tidurku.
Langkahku terhenti di tempat rusuh, bau, dan kotor.
Aku beristirahat di tempat itu.
Suatu ketika disaat aku akan tidur, aku mencoba untuk membuka buku tersebut, Dan ternyata hanya sebuah buku kosong. Aku membuka lembaran demi lembaran dan terhenti melihat sebuah gambar dengan jejak telapak tangan.
Aku mencocokkan dan menempelkan telapak tanganku, lalu sebuah cahaya terang datang menyinari buku itu. Aku sangat terkejut melihat sebuah tulisan muncul secara tiba tiba dan Aku membacanya.
“PINDAH AKU PINDAH, PERMATA OH PERMATA.
MELEWATI MASA DEMI MASA, DUNIA BERUBAH DUNIA.
KAU YANG MEMBACA, MAKA PINDAHLAH KE JEWEL WORLD”
"Siapa namamu bocah?" tanya lelaki yang sedang menyelimutiku.
"Namaku fra... Adelard FroxkeariQ tuan" Jawabku yang hampir menyebutkan nama di duniaku sebelumnya.
"tolong ceritakan bagaimana semua ini bisa terjadi..Nak" Lelaki itu mulai berkata halus denganku.
"Keluargaku adalah seorang pelayan dari kerajaan ARPURA CITY, disaat anggota kerajaan kembali dari sebuah pertemuan, tiba tiba kami di serang segerombolan bandit yang berjumlah ratusan. ayah dan ibuku mati terbunuh dan adikku dibawa oleh para bandit. penjelasanku melalui ingatan anak ini.
"Kalau begitu ayo kita naik keatas tebing ini, melihat apa yang terjadi di atas" Tegas lelaki tersebut.
aku menyetujuinya dan berangkat bersama lelaki tersebut.
Diperjalanan menaiki tebing..
"apa aku sedang bermimpi?" sambil memukul wajahku. "Sial sakit sekali, ini bukan mimpi. Bagaimana caraku kembali kedunia ku" menangis sedih.
"Hai bocah kenapa kau memukul wajahmu sendiri. ini bukan mimpi" jawab lelaki yang memperhatikanku.
"Maaf tuan, aku masih tidak menyangka tentang semua kejadian ini" jawabku yang mencoba menutupi hal tersebut.
Tiba tiba sebuah binatang buas Muncul di depanku.
"Apa itu" terkejut berlari ketakutan.
"itu adalah VASILLIAS VIDI, seekor raja ular yang sangat besar. kenapa kau terkejut, bukannya kau sudah terbiasa melihat binatang buas disaat perjalanan kerajaan" tegas lelaki itu sambil memotong ular tersebut dengan pedangnya.
Sial.. ini baru pertama kalinya aku melihat seekor monster, Ayah, Ibu aku ingin pulang.!!!
(sesampainya diatas tebing.)
Aku melihat ratusan mayat berjatuhan, ini sangat menjijikan, kepalaku pusing dan mual melihat semua ini. di duniaku sebelumnya nyawa seseorang sangat berharga. aku baru pertama kali melihat pembantaian seperti ini.
Ini benar benar tidak berprikemanusiaan.
Lelaki itu mendekat dan berkata "Aku hanya melihat para bandit, penjaga dan pelayan saja yang mati didalam pertempuran ini nak. sepertinya mereka berhasil memenangkan pertarungan dan kembali ke kerajaan. kalau begitu, aku akan mengantarkanmu menuju ke kerajaan"
aku terdiam... apa yang akanku lakukan setelah kembali ke kerajaan, menurut ingatan anak ini, anak ini hanya memiliki ayah dan ibu yang telah terbunuh, lalu adiknya telah dibawa seorang bandit. terlebih lagi tubuh ini bukan milikku.
"aku tidak mempunyai keluarga lagi tuan, yang mungkin masih hidup hanya adik Perempuanku. aku tidak bisa apa apa, aku sangat lemah, bagaimana aku bisa menyelamatkan adik perempuanku" jawabku yang sedang sedih melihat tragedi anak ini.
"Kalau begitu tinggalah denganku, aku akan melatihmu hingga menjadi KESATRIA PERMATA" jawab lelaki tersebut.