
Keesokan harinya di rumah pamanku yang megah, dengan ruang tamu yang indah, megahnya rumah ini memberikan kenyamanan untuk setiap orang. Aku dan teman teman berkumpul di ruang tamu bersama Pamanku.
"Siaaal.." Ucap pamanku dengan sangat kesal sambil memukul meja.
Melihat paman yang kesal, aku mencoba mendekat dan berkata, "apa yang terjadi paman?".
"Aku tidak mengerti, aku telah mengajukan permohonan permintaan pasukan untuk kasus penculikan, mereka membatalkan permintaanku dan menyuruhku untuk melupakannya." Ungkapan paman tentang kekesalannya.
Ini sangat aneh, beberapa kasus kerajaan seperti permasalahan penarikan ahli alkimia, Upeti, evakuasi dan pembebasan penculikan tidak diselesaikan.
Permasalahan ini hampir seluruhnya bersangkutan dengan serikat Elang kematian. kerajaan mencoba untuk menghindari permasalahan dengan serikat tersebut.
"Alfeil, Vada. bagaimana menurut kalian?" mencoba mencari solusi keteman temanku
"Seperti yang kau pikirkan Lard, Elang Kematian adalah serikat yang tidak bisa kita lawan untuk saat ini, jika kita tetap melakukan penyerangan maka itu sama saja mencoba menemui ajal kita." Tegas Vada memegang pundak ku.
"Kalau begitu, adakah cara untukku agar bisa memastikan keselamatan adikku?" mengharapkan sebuah harapan
"Ada.. tetapi aku tidak bisa memastikan kalau kau akan bertemu dengan adikmu. setiap kerajaan memiliki perlelangan yang menjualkan beberapa budak pekerja, barang barang antik, bahkan persenjataan Langka. kita bisa mencoba melihat kesana" Ucap Vada meyakinkanku.
Mendengar ucapan Vada aku merasa bahwa harapan masih ada, semoga saja adikku berada di pelelangan itu sambil berkata "berapapun harganya akan ku tebus".
Aku dan teman teman bersiap menuju ke pelelangan yang berada di tengah kerajaan ARPURA CITY.
"Permata?,, waaaah.. Ini ba..bagaimana bisa kau mendapatkannya, ini adalah permata Jiwa, didalamnya tersimpan jiwa binatang buas Golem dan sangat cocok untuk ku. binatang jiwa ini salah satu binatang buas peringkat S. jika di jual di pelelangan bisa mencapai harga yang fantastis" Vada terkejut melihat permata yang ku lempar.
"Apa!!? Bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya. itu adalah pemberian kepala Desaku atas bantuan Lard menyelamatkan warga desa" Ucap Alfeil terkejut.
"Tentu saja, Saat binatang jiwa terbunuh. jiwa mereka akan teperangkap ditubuhnya selama 3 hari, Serikat Ilmuwan ahli permata dengan nama EXYPNI menciptakan sebuah permata perangkap jiwa.
Permata ini hanya akan berinteraksi ke pengguna yang sesuai dengan atributnya. Golem ini beratribut Tanah sama sepertiku." Penjelasan Vada.
"Kalau begitu simpanlah permata jiwa itu Vada, sepertinya kau sangat menginginkan nya" merelakan permata Jiwa pemberian kepala desa.
"Ini tidak bisa aku terima lard, ini sangat mahal, kau bisa menjualnya di pelelangan nanti" Vada memberikan kembali permata tersebut.
"Terimalah Vada, Aku berencana untuk menjual permata mana yang telah aku dapatkan melalui keajaiban yang kumiliki, jadi kau tidak perlu memikirkan semua ini. sudah saatnya aku ingin membentuk sebuah tim yang sangat kuat. berjanjilah Vada untuk selalu berada di sisiku karena cepat atau lambat aku akan memberi tau siapa diriku sebenarnya" Tegasku membuat mereka berdua heran mendengar perkataan ku barusan.
"Lard, aku masih belum mengerti perkataanmu barusan, permata ini akan aku gunakan saat aku telah mencapai peringkat permata Black Gem, aku Vada bersumpah setia untukmu disaat keadaan apapun" Tegas Vada mengempalkan tangan kanannya dan meletakan di atas dada sebelah kiri, di ikuti oleh Alfeil.
Mendengar ucapan mereka, membuat perasaan tak terkalahkan merasuk kedalam jiwaku.
Di duniaku sebelumnya, aku tidak memiliki teman teman yang bisa aku harapkan seperti mereka berdua, kehidupanku yang selalu menyendiri membuat hatiku selalu merasa kesepian.
Dan terkadang ada waktu dimana aku menangis tanpa alasan. saat sendiri, kesunyian merayap, sepinya mendekap erat hingga hatiku menjerit kuat kuat, lalu air mata mengalir dengan sendirinya.