
Lisa mengajak Psyhico untuk makan malam sama-sama di bawah. karena sekarang jam yang berada di ruangan tersebut sudah menunjukan waktu nya jam makan malam.
Sebelum Psyhico menjawab pertanyaan adik perempuan nya itu, Psyhico melangkahkan kaki nya dan mendekat kepada adik perempuan nya itu.
Lisa berada di atas tangga lantai dua.
"Kaka mau beristirahat terlebih dahulu di kamar kaka, kalo Lisa mau makan malam silahkan duluan aja.
Psyhico mengelus kepala adik perempuan nya itu, sambil menjawab ajakan Lisa tentang makan malam bersama.
Kemudian Lisa merespon jawaban dari kaka nya barusan.
"Apaansih Kak. jangan elus-elus rambut Lisa. Lisa kan bukan anak kecil lagi.
Adik perempuan nya marah terhadap Psyhico. karena Psyhico mengelus kepala adik nya.
Bukan berarti Lisa membenci kaka nya itu, tetapi Lisa merasa malu karena Psyhico selalu memperlakukan dia seperti anak kecil.
Psyhico kaget dengan respon adik perempuannya itu. Kemudian Psyhico mulai mengangkat mulut nya kembali.
"Maaf aku kebiasaan.
Psyhico meminta maaf kepada Lisa kerena Psyhico sudah mengelus rambut dia tampa ijin. pada saat mereka kecil, Psyhico kebiasaan mengelus kepala adik nya itu. Psyhico sadar bahwa Lisa yang sekarang bukan adik perempuan kecil nya lagi.
Pada saat Psyhico masih kecil dia selalu menghabiskan waktu nya bersama Lisa, karena dia tahu bahwa Lisa pada saat itu selalu merasa kesepian. dikarenakan orang tua mereka yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing dan meninggalkan Psyhico dan Lisa kepada pengasuh. Maka Psyhico memutuskan untuk mengisi hati adik nya yang kesepian dengan cara terus menemani adik perempuan nya itu.
Kemudian Lisa mulai mengangkat mulut nya lagi dan menjawab perkataan Psyhico barusan.
"Ya gapapa, tapi jangan kebiasaan di tempat umum.
Lisa tidak terlalu marah dengan tindakan kaka nya itu. karena Lisa tahu bahwa kaka nya masih belum berubah dan masih menyayangi dia seperti dia sewaktu kecil.
"Kalo kaka mau istirahat terlebih dahulu silahkan. Lisa akan menunggu kaka untuk makan bersama.
"Bukan nya kamu sudah merasa lapar. gapapa duluan aja jangan tungguin kaka.
Psyhico menyuruh adik nya jangan menunggu dia untuk makan malam, karena Psyhico akan beristirahat terlebih dahulu.
"Gapapa akan Lisa tunggu, kita kan sangat jarang untuk makan bersama.
"Iya terserah kamu aja. kalo begitu kaka ke kamar kaka dulu yah.
Psyhico menjawab perkataan adik nya, yang ingin menunggu dia untuk makan malam bersama.
"Ya silahkan, akan Lisa tunggu di kamar yah. kalo udah beristirahat nya kaka tinggal panggil saja Lisa di kamar.
"Iya.
Setelah Psyhico menjawab perkataan adik perempuan nya itu. Psyhico langsung melanjutkan perjalanan nya menuju kamar nya yang berada di lantai dua.
...******...
Kemudian Psyhico sudah sampai di pintu kamar nya itu. Psyhico langsung masuk ke dalam kamar nya dan dia melihat bahwa ruangan nya itu sangat bersih dan wangi. Psyhico tahu bahwa yang membereskan kamarnya itu pasti Betrix, kenapa Psyhico menyimpulkan bahwa yang membereskan kamarnya itu adalah Betrix. dia tahu karena Betrix yang selalu membereskan kamar dia dan Lisa hingga sekarang dan bukan para pekerja lain di rumah ini.
Setelah Psyhico melihat ruangan nya yang bersih dan wangi, Psyhico memutuskan untuk merentangkan tubuh nya di tempat tidur dan beristirahat sejenak karena pikiran nya sangat kacau hari ini.
⏳
Waktu menunjukan bahwa Psyhico masih belum bergerak selama 10 menit.
Psyhico merasa badan nya sudah agak enak karena dia berbaring di tempat tidur nya itu. kemudian Psyhico mulai mengangkat badan nya itu untuk duduk di atas kasur.
Psyhico melihat-lihat ruangan nya itu. kemudian dia melihat ke arah dinding yang ada di sebelah kiri nya, dia melihat banyak sekali penghargaan yang bergantung di dinding itu. penghargaan yang tertanam di dinding itu adalah hasil Psyhico selama dia berpura-pura jadi murid teladan.
"Hah, semua penghargaan yang aku dapatkan selama ini cuman jadi hiasan di ruangan ku.
Mungkin menurut orang lain penghargaan yang tergantung di dinding kamarnya itu sangat luar biasa. Tetapi Psyhico menganggap semua penghargaan yang tertancap di dinding kamarnya itu cuman sampah yang tidak ada gunanya. karena Psyhico berpikir dia menjadi pribadi yang baik bukan untuk mendapatkan semua penghargaan itu, dia bertujuan menjadi pribadi yang baik karena omongan Selena sewaktu SMP. tetapi semua itu tidak ada artinya lagi sekarang.
Kemudian Psyhico mulai melihat ke arah meja belajarnya. dia melihat ada sebuah 2 pigura foto di atas meja belajar nya itu. Psyhico melihat pigura-pigura itu, yang satu dia melihat foto yang sedang bersama Lisa pada saat waktu kecil dan yang satu nya lagi adalah foto pada saat dia bersama teman-teman SMP nya.
"Bagaimana keadaan mereka sekarang yah.
Psyhico menanyakan keadaan temen-teman SMP nya kepada diri nya sendiri. karena dia sudah tidak bertemu dengan teman-teman nya tersebut.
Sambil Psyhico mengingat tindakan yang sudah dia lakukan bersama teman-teman nya itu. Kemudian Psyhico mulai melihat jam dinding nya itu, jam itu menunjukan bahwa serang pukul 19:20 P.M. yang menunjukan bahwa dia sudah beristirahat selama 20 menit.
Kemudian Psyhico mulai bangkit dari tempat tidurnya itu, dan memutuskan untuk melanjutkan makan malam. karena adik perempuan nya sudah menunggu dia untuk makan malam bersama nya.
Psyhico keluar dari kamarnya dan langsung berjalan menuju ke arah kamar Lisa adik perempuan nya itu.
Setelah Psyhico sampai di depan pintu kamar adik nya, Psyhico memutuskan untuk langsung memanggil adik perempuan nya itu.
"Lisa?.
Psyhico memanggil adik nya itu tatapi tidak ada respon dari adik nya itu.
"Lisa kamu ada di dalam ga?. kaka masuk yah.
Psyhico memanggil adik nya sekali lagi tetapi masih tetap tidak ada respon dari dalam kamar itu. Psyhico memutuskan untuk masuk kedalam kamar adik perempuan nya tersebut.
Kemudian Psyhico membuka pintu kamar adik nya itu.
"Hemm, pantesan ga ada respon.
Setelah Psyhico masuk dia tahu kenapa adik nya tidak merespon panggilan nya tersebut, karena Lisa lagi main komputer dan telinganya memakai Headset. kemudian Psyhico menghampiri adik nya itu dan melepas Headset yang ada di kepala adik nya itu.
"Udahan dulu main komputernya.
Sontak Lisa kaget karena ada seseorang yang tiba-tiba melepaskan Headset nya. kemudian dia mulai berbalik.
"Eh kaka, kapan kaka masuk.
"Hah. barusan kaka memanggil kamu tapi tidak ada respon, jadi kaka langsung masuk untuk memastikan bahwa kamu ada di dalam.
"Iya maaf, Lisa ga dengar karena lagi menonton film dan memakai Headset
Psyhico tidak mempermasalahkan tentang adik nya yang tidak merespon panggilannya. karena Psyhico tahu bahwa adik nya menunggu dia untuk makan bersama.
"Iya, bukan nya kamu pengen makan malam bersama?.
"Kaka udah istirahat nya?.
"Sudah. ayo kita turun untuk makan malam terlebih dahulu.
"Iya ayo.
Kemudian Psyhico mengajak adik perempuan nya itu untuk turun dan makan malam bersama. Kemudian Lisa mulai berdiri dari kursi nya dan memutuskan untuk berhenti dulu terhadap Film yang dia tonton barusan.
Setelah Psyhico mengajak adik nya itu, Psyhico dan Lisa mulai bergegas turun dari lantai dua dan langsung menuju meja makan yang berada di lantai satu.
Next Chapter 8
...Note...
Maaf yah up nya lambat terus soal nya saya masih kurang enak badan dan belum membaik. jadi yah begini up nya telat terus mohon maaf bagi para pembaca.
Hormat saya
Psyhico