
Rumi yang datang dengan heboh dan seseorang yang berada di belakang nya.
Kemudian Sabrina mulai mengangkat mulut nya dengan kedatang Rumi yang menyapa mereka dengan penuh semangat.
"Kemana aja kamu baru datang sekarang?.
Sabrina bertanya kepada Rumi yang datang nya paling terbelakang.
"Biasalah Sabrina aku jalan-jalan dulu, Tehee.
Rumi yang menjawab pertanyaan Sabrina dengan nada bercanda dan kenapa dia terlambat karena dia jalan-jalan terlebih dahulu sebelum ketempat Karaoke.
"Dasar anak bucin, terus siapa yang ada di belakang mu itu?.
Sabrina menjawab dengan nada mengejek kepada Rumi. Setelah Sabrina mengejek Rumi, Sabrina bertanya keberadaan seseorang yang di belakang Rumi.
"Oh iya aku belum perkenalkan dia pada kalian, dia adalah pacar aku nama nya Yohan dari kelas 3-2.
Psyhico cuman diam, karena dia sudah tahu dari awal Rumi masuk bahwa Cowok yang di belakang nya itu adalah Yohan.
"Hah?. Emang nih anak sudah tidak benar.
Rumi cuman diam dengan raut wajah kebingungan, dia bertanya-tanya atas perkataan Sabrina barusan, sama hal nya dengan Yohan, dia acuh tak acuh dengan tanggapan Sabrina barusan.
"Ada apa Sabrina, apa aku salah ya barusan memperkenalkan pacar aku.
Rumi dengan wajah polos nya bertanya kepada Sabrina atas tanggapan Sabrina barusan.
Kemudian Sabrina mulai membuka kembali mulut nya.
"Tidak ada, Iya salam kenal aku Sabrina dari kelas 3-3.
"Iya, aku Yohan dari kelas 3-2.
Yohan menjawab perkenalan Sabrina dengan memperkenalkan dirinya kembali.
"Oh dari kelas 3-2, sama dong dengan Psyhico dan Selena?.
"Hah?.
Yohan agak sedikit kaget dengan perkataan Sabrina barusan, kemudian Yohan mulai melirik kepada orang-orang yang sedang pada duduk.
Kemudian Yohan melihat ada Psyhico dan Selena disana, Yohan tidak habis pikir dan cuman mengeluarkan *******.
"hahhhh.... Iya aku satu kelas dengan mereka.
"Baguslah kalo kalian saling kenal, kita yang lain juga dari sekolah yang sama ko.
Yohan mendesah karena kepribadian dia yang tidak mau berurusan dengan orang-orang dari kelas nya.
Kemudian Selena menghampiri Yohan yang baru saja melirik kearah nya dan Psyhico.
"Hallo Yohan, aku tidak tahu orang yang kita tunggu itu adalah kamu.
Selena menyapa Yohan yang tadi sedang melirik ke arah nya.
"Iya hallo juga.
Yohan menyapa balik sapaan dari Selena.
"Kalo begitu silahkan duduk buat kalian yang baru datang.
Sabrina mempersilahkan duduk kepada Yohan dan rumi.
"Oh iya Rumi, kamu mau pesan makanan apa?. kita baru saja memesan makanan dan belum datang, karena kamu tadi belum datang aku belum memesankan makanan buat kamu.
Sabrina bertanya kepada Rumi tentang dia mau pesan makanan atau tidak.
"Iya tolong pesankan aja Sabrina.
"Iya, kalo pacar kamu mau pesan apa?.
Sabrina menanggapi Jawaban Rumi dan bertanya kembali tentang pesanan buat Yohan.
"Samain aja sama pesanan aku kamu taukan makan apa yang aku suka makan.
"Iya-iya.
Kemudian Sabrina mulai berjalan kembali ke arah telepon buat menghubungi pegawai Karaoke, biar pesanan mereka datang dengan bersamaan.
"Selagi kita nunggu makanan nya datang kita ngobrol-ngobrol atau bernyanyi lagi dulu aja.
"Iya aku juga pengen bernyanyi, ayo kita nyanyi dulu aja.
Rumi menjawab perkataan Sabrina barusan dengan dia pengen bernyanyi sambil menunggu makanan nya datang.
"Iya ayo.
Sabrina menanggapi perkataan Rumi barusan dan mengikuti kemauan Rumi untuk bernyanyi. walaupun Sabrina barusan sudah bernyanyi tadi dia tidak bisa mengabaikan permintaan temen nya itu.
"Selena ayo kita nyanyi bersama.
Sabrina mengajak Selena untuk bernyanyi bersama.
"Iya ayo.
Selena menanggapi ajakan Sabrina barusan dan bergabung untuk bernyanyi.
"Erina kamu juga ikut ayo.
Rumi mengajak Erina untuk nya bersama.
"Iya silahkan duluan, aku baru saja selesai bernyanyi dan pengen istirahat dulu sebentar.
Erina menolak ajakan Rumi untuk bernyanyi bersama, dengan beralasan ingin istirahat terlebih dahulu.
"Iya kalo begitu.
Setelah Rumi mendengar tanggapan Erina, dia langsung berjalan ke depan dan menuju layar monitor Karaoke.
Disisi lain para laki-laki cuman berdiam dan memakan cemilan saja.
Kemudian Yohan yang sedang duduk mulai berdiri dan menghampiri Psyhico.
Yohan mulai membuka mulut nya setelah dekat dengan sofa yang Psyhico sedang duduki.
"Tidak di sangka seorang kutu buku suka ketempat seperti ini.
Yohan membuka pembicaraan dengan mengejek Psyhico sebagai kutu buku.
Psyhico yang mendengar ejekan dari Yohan mulai membuka mulut nya.
"Aku juga tidak sangka atlet taekwondo yang suka tidur dalam kelas mempunyai pacar.
Psyhico membalas ejekan Yohan.
Cale yang mendengar pertikaian antara Psyhico dan Yohan, dia mulai mendekati mereka.
"Ada apa reuni kelas kah? hehehe.
"Oh iya tadi nama mu Yohan ya?. salam kenal aku Cale kelas 3-3.
Cale melerai pertikaian mereka dengan candaan, kemudian Cale mulai pembicaraan baru dengan memperkenalkan diri nya.
"Iya aku Yohan.
Yohan menjawab pertanyaan Cale dengan nada yang biasa, dia tidak mau berurusan dengan orang yang merepotkan.
Kemudian Yohan mulai duduk di samping
Psyhico, Psyhico mulai melirik Yohan yang duduk secara tiba-tiba di samping nya.
"Kamu sedang apa?.
Psyhico bertanya kepada Yohan yang sedang duduk di sebelah nya itu dengan raut muka yang datar.
"Aku sedang duduk, dan apa-apaan dengan raut wajah mu itu.
Yohan menjawab pertanyaan tersbut dan dia juga bertanya kembali tentang raut wajah aneh psyhico barusan.
"Dasar anak gajelas.
Yohan menghiraukan tanggapan Psyhico barusan dan tetap duduk di sofa yang sama dengan Psyhico.
Cale yang memperhatikan percakapan Psyhico dengan Yohan barusan, Cale menganggap Yohan adalah anak yang unik.
Kemudian Cale mulai membuka kembali mulut nya.
"Erina sini gabung dan mengobrol bersama kami disini.
Cale memanggil Erina yang sedang duduk sendiri di sofa, walaupun jarak antara sofa dia dan sofa Erina berhadap-hadapan, tetapi masih ada jarak antara sofa nya itu.
"Iya Cale aku disini aja.
Erina menolak atas ajakan dari Cale barusan.
"Sudah kesini gabung.
Psyhico menyela pembicaraan antara Cale dan Erina, Psyhico mengajak Erina untuk gabung mengobrol.
"Tidak aku disini aja.
Erina menolak ajakan Psyhico dan ingin tetap di Sofa nya itu.
Setelah Psyhico mendengar jawaban Erina, Psyhico cuman diam dan tidak berkomentar apapun.
*
"Huhhhh. sangat melelahkan menyanyi dua musik saja.
Sabrina yang baru saja menyelesaikan nyanyian nya, dan sekarang dia sedang duduk si sebelah Erina.
"Iya pantas lelah soal nya kamu bernyanyi kaya orang Mabuk, menari-nari gajelas.
Erina mengomentari keluhan Sabrina barusan.
"Heheh, Kalo tidak menari tidak seru.
"Oh iya pesanan kita masih belum sampai?.
Setelah Sabrina membalas komentar Erina barusan, dia juga bertanya tentang pesanan makanan yang tidak kunjung sampai.
"Iya masih belum, kayanya pegawai karaoke nya lagi agak sibuk soal nya akhir pekan dan pasti banyak pengunjung yang datang ke karaoke.
"Iya kayanya, aku juga tadi sempat lihat di beberapa kamar karaoke dan kamar tersebut pada penuh oleh pelajar dari berbagai sekolah.
Sabrina menanggapi Jawaban Erina barusan.
"Apa Rumi tidak lelah, dia masih saja bernyanyi sama hal nya dengan cewek kelas 3-2 itu.
Erina bertanya kepada Sabrina setelah melihat Rumi yang masih bernyanyi dan tidak tampak kelelahan.
"Kamu tahu Rumi gimana orang nya kan, ya aku tidak tahu dengan Selena kenapa dia masih bernyanyi. dan nampak nya kamu tidak terlalu suka dengan Selena dari kela 3-2 itu.
"Iya banyak hal yang terjadi dengan dia dan aku juga tidak suka dengan dia.
Erina menjawab pertanyaan Sabrina barusan, tampa menutupi ke tidak kesukaan nya kepada Selena.
Sabrina yang mendengarkan jawaban Erina barusan, kemudian Sabrina mulai membuka mulut nya kembali.
"Emang nya ada masalah apa dengan dia gitu?.
Sabrina bertanya kepada Erina, tentang tidak suka nya Erina kepada Selena.
"Ya banyak yang terjadi antara aku dengan dia dan semua itu membuat ku tidak suka dengan dia.
Erina menjawab Pertanyaan Sabrina dengan tidak menjelaskan permasalahan antara dia dan Selena.
Sabrina cuman diam dan tidak bertanya kembali karena Erina juga masih bersikap biasa walaupun dia tidak suka dengan Selena.
Tok tok tok.
Ada seseorang yang mengetuk pintu kamar karaoke mereka dari luar.
Sabrina yang mendengar ketukan pintu tersebut, mulai membuka mulut nya kembali.
"Kayanya makanan kita sudah sampai.
Saut Sabrina kepada Erina.
"Iya kayanya itu pegawai karaoke.
Erina membalas perkataan Sabrina barusan.
Kemudian Sabrina mulai berdiri dari sofa dan bermaksud untuk melihat siapa yang mengetuk pintu tersebut.
Next Chapter 18
...Note...
maaf ya atas keterlambatan Chapter terbarunya, saya lagi sibuk di real life nya dan ga sempat untuk nulis jadi mohon maaf atas keterlambatan nya.
mungkin itu saja Note dari Chapter 17 ya, mungkin kalian juga sudah bosen dengan Note seperti ini terus.
Saya ingin mengucapkan selamat tahun baru buat kalian semua.
Hormat saya.
Psyhico.