
Setelah Psyhico mendorong Erina ke dinding dan berbisik kepadanya. Erina pun mulai terdiam dan berhenti mengoceh kepadanya.
"Kamu paham kan? Jadi tetap lah diam dan jangan mengoceh lagi.
Erina cuman diam dan membatu ketika Psyhico ngomong begitu. Kemudian teman-teman nya Erina menghampiri mereka.
"Erina?. Kamu gapapa?.
"Hei?. Kamu anak teladan sial*n. Kamu apakan Erina.
Saut lontaran perkataan dari Temannya Erina.
Psyhico tidak mendengarkan perkataan itu dan terus pergi meninggalkan Erina beserta geng nya.
"Hei?. Anak sial*n mau pergi kemana kamu sini kembali, dan minta maaf kepada Erina.
Saut temannya Erina lagi. Erina yang mendengar ocehan teman yang di tuju kepada Psyhico, Erina mulai membuka mulut nya.
"Sudah aku gapapa. Biarkan dia pergi saja.
Erina masih kaget dengan Ekspresi yang di berikan Psyhico kepadanya. dia tidak ingin memperpanjang masalah ini, dan menghentikan temannya untuk mengusik kemarahan Psyhico.
Psyhico belum pernah menunjukan Ekspresi itu kepada teman-temannya di Sekolah menengah atas. yang tahu masa kelamnya di masa lalu cuman teman-temannya dari Sekolah menengah Pertama dan sahabat dekat nya saja.
Kemudian Erina bangkit dari ketakutan nya dan memutuskan untuk bergegas dari tempat itu.
Kembali lagi kepada Psyhico. Psyhico terus berjalan dan kembali ke ruangan kelasnya.
"Sial, aku melontarkan penyesalan yang di buat Selena kepada Erina. emosiku tidak terbendung lagi.
"Apa aku harus meminta maaf padanya?.
Gumam Psyhico dalam hatinya. dia merasa perkataannya terlalu berlebihan kepada Erina.
"Tetapi salah dia sendiri, dia yang nabrak bukan nya minta maaf. dia malah marah-marah kaya orang gil*.
Psyhico bingung apa yang harus dia lakukan terhadap Erina.
Sambil Psyhico bergumam dalam pikiran nya. tampa di sadari ternya dia sudah sampai di depan kelas nya.
Kemudian Psyhico memutuskan untuk masuk kedalam kelas.
Kemudian seorang siswa saut menyapa dirinya yang baru sampai di depan pintu kelas.
"Psyhico kamu dari mana aja?. aku tadinya mau ngajak makan bareng di kantin.
Psyhico menjawab balik sapaannya itu.
"Oh ternyata kamu?. Lagi apa di kelas ku?.
Psyhico menjawab sapaan siswa itu tampa Ekspresi.
"Br*ngs*k kau Psyhico, menyapa sahabat sendiri, tampa Ekspresi.
Teman-teman nya yang berada di kelas kaget dengan lontaran kata siswa tersebut kepada Psyhico. Karena teman-teman nya yang sekelas dengan dia tidak tahu kalo Psyhico mempunya teman yang tampang nya kaya Brandalan.
Kemudian Psyhico menyapa kembali sahabat nya itu dengan senyuman.
"Iya, ada apa Cale kau datang ke ruangan kelas ku?.
Cale adalah sahabat nya Psyhico dari Sekolah Menengah Pertama. dia mengetahui masa kelam nya Psyhico dan bagaimana sifat Psyhico di masa lalu.
Cale mempunya wajah yang lumayan tampan walaupun sifat nya kaya Brandalan.
"Makan yu?. aku menunggu mu dari tadi buat makan ke kantin.
"Waktu istirahat sebentar lagi mau habis.
"Gapapa ada waktu 20 menit lagi, cuman sebentar ko. aku sangat lapar nih, aku nungguin kamu dari tadi dan belum sempat untuk makan siang. kamu tadi kemana?.
Cale menanyakan dari mana Psyhico pergi barusan.
"Tadi keluar ada urusan.
Psyhico menanggapi pertanyaan Cale dengan santai.
Teman-teman nya yang berada di dalam kelas nampak ke heranan melihat Psyhico berbicara biasa kepada Brandalan itu.
Kemudian Psyhico melihat ke arah Selena. dan tampak nya Selena tidak memiliki perasaan apa-apa setelah pembicaraan tadi di atap sekolah.
Setelah melihat Selena, Psyhico memutuskan untuk pergi dengan ajakan Cale ke kantin.
"Bukanya kamu mau ke kantin.
Ajak Psyhico kepada Cale yang mengisyaratkan untuk pergi ke kantin.
Cale melihat ke arah Psyhico, dia tahu bahwa Psyhico lagi dalam mood yang kurang bagus. Setelah Psyhico memalingkan wajahnya ke arah Selena.
"Ayo, tapi kamu yang bayarin ya, Psyhico.
"Ya, cepat bergerak.
Psyhico mengiyakan perkataan Cale dan langsung bergegas ke kanti. Dia tahu bahwa dia masih memiliki perasaan kepada Selena tetapi dia tidak mau di hantu dengan perasaan yang di tunjukan bukan untuk dia.
Kemudian Psyhico bergegas ke kantin bersama Cale.
...******...
Setelah sesampainya di kantin Cale mulai memesan kepada penjaga ganti itu.
"Tolong sandwich nya 5 potong.
"Hah?.
"Gapapalah kamu yang bayarinkan?. kamu mau pesan apa?.
"Huh.... sangat merepotkan. aku spaghetti saja.
Setelah mereka memesan pesanan nya, mereka langsung bergegas untuk mencari kursi yang kosong untuk menikmati makanan yang mereka pesan.
"Wih... sandwich ini sangat enak.
Psyhico cuman diam mendengar tanggapan Cale terhadap rasa sandwich itu.
Cale cuman fokus ke pada sandwich.
Kemudian Psyhico melihat seseorang yang sedang memesan makanan kepada penjaga kantin tersebut. ternyata orang yang memesan makanan adalah Erina beserta teman nya yang meneriaki dia di tangga tadi.
Tidak lama mereka memesan dan sedang memilih tempat duduk untuk menikmati makanannya. salah satu teman nya Erina melihat Cale sedang makan di kantin itu.
"Cale?.
Sontak lontaran perkataan itu membuat Cale melirik ke arah sumber suara.
Cale pun berbalik dan mulai tersenyum kepada cewek yang memanggilnya itu. Kemudian temen nya Erina mengajak Erina untuk bergabung dengan Cale.
"Erina kita duduk di sana. kita gabung sama teman sekelas ku, keliatan nya ada tempat duduk yang kosong tuh di sebelah nya.
"Iya, aku ikut aja.
Kemudian teman nya itu mengajak Erina untuk gabung dengan Cale, Karena temannya itu satu kelas dengan Cale.
Mereka berdua belum melihat Psyhico sedang makan bersama dengan Cale, karena posisi duduk Psyhico membelakangi mereka.
Kemudian Erina berserta teman nya langsung menghampiri Cale, yang bertujuan untuk duduk makan bersama mereka. karena tempat duduk yang lain sudah penuh oleh siswa yang sedang makan.
"Hello Cale, sedang makan nih?.
"Oh Sabrina. mau gabung?.
"Iya nih. Kayanya tempat duduk yang lain sudah penuh.
Sabrina menyapa Cale dengan senyuman dan Cale membalas sapaan nya itu dengan hangat.
Erina beserta temannya belum tahu, yang makan bersama Cale itu siapa. karena mereka membuka pembicaraan membelakangi Psyhico dan belum duduk di kursi.
"Ya silahkan kalo mau duduk disini. ada dua kursi yang masih kosong di sebelah sini.
"Ya pas dong aku cuman makan berdua sama teman ku.
"Hello.
Erina menyapa Cale dengan senyuman.
Psyhico masih berdiam dan belum membuka mulut nya, karena dia merasa membuang-buang tenaga untuk menyapa mereka.
Lantas mereka memutuskan untuk duduk di sebelah Cale dan Psyhico. karena kursi yang kosong itu berhadap hadapan.
Kemudian Sabrina melangkahkan kakinya dan duduk di sebelah Cale dan Erina duduk di sebelah Psyhico.
"Hah?. kau lagi apa di sini anak teladan?.
Sontak Sabrina kaget setelah melihat orang yang sedang makan bersama Cale.
"Hello?.
Psyhico menjawab pertanyaan Sabrina dengan santai tampa Ekspresi.
Erina pun kaget dengan lontaran kata Sabrina. Kemudian dia mulai melihat ke sebelah nya dan memastikan apa yang membuat Sabrina menjadi seheboh ini.
Kemudian Erina kaget dengan orang yang duduk di sebelah nya ternyata Psyhico, dan Psyhico pun mulai melirik kembali ke arah Erina.
Setelah Psyhico melirik ke arahnya, Erina mulai membalikan wajah nya lagi dan menunduk ke arah makanannya.
"Kenapa Ekspresi kamu seperti melihat hantu. setelah melihatku?.
Psyhico bertanya kepada Erina karena secara tiba-tiba Erina membalikan wajahnya.
Erina masih merasa malu dan takut dengan perubahan sifat Psyhico setelah tabrakan di tangga tadi.
Kemudian Cale mulai membuka mulut nya.
"Oh jadi kamu sudah mengenal Psyhico?.
"Kenal dari mana. dia itu orang yang menyebalkan.
Kemudian Cale mulai tertawa dengan ungkapan Sabrina terhadap Psyhico.
"Oke, aku kenalkan kembali, dia Psyhico sahabat ku dari Sekolah Menengah Pertama.
"Hah?. Orang yang menyebalkan ini Sahabat mu?. kenapa kamu bisa kenal dengan orang cupu ini.
Cale pun mulai tertawa kembali setelah Sabrina mengatai Psyhico, sebagai orang cupu.
"Kamu belum tahu bagaimana Psyhico di masa lalu.
Setelah Cale berkata seperti itu, Psyhico mulai menatap tajam kepada Cale. Cale pun mulai berhenti tentang pembicaraan nya itu, dan melanjutkan untuk memakan sandwich nya lagi.
Sabrina masih tidak percaya bahwa Psyhico itu sahabatnya Cale. Karena Cale yang Brandalan itu tidak mungkin bersahabat dengan orang cupu ini.
Kemudian mereka pun mulai berhenti berbicara dan melanjutkan untuk makan, sebelum Bel istirahat masuk.
...******...
Setelah mereka selesai makan, mereka melanjutkan untuk berbincang-bincang dan menunggu Bel masuk.
Kemudian Psyhico mulai membuka mulutnya kembali.
"Hei?. kenapa kamu diam saja sejak dari tadi.
Psyhico mengajukan pertanyaan yang di tuju kepada Erina. tetapi Erina tidak menjawab dan diam saja.
Bukan berarti Erina tidak mau menjawab pertanyaan Psyhico itu. dia merasa malu karena sudah berteriak-teriak saat tabrakan tadi. Erina tahu bahwa yang pertama kali menabrak Psyhico di tangga adalah dia, tetapi pada saat itu dia malah marah-marah kepada Psyhico dan tidak mau meminta maaf. jadi hatinya masih merasa bersalah dan malu untuk meminta maaf kepada Psyhico. bisa di bilang Erina memiliki sifat Tsundere.
Setelah lama berbincang-bincang, mulai terdengar suara Bel yang menandakan bahwa waktu istirahat sudah selesai.
Next Chapter 4
...Note...
Semoga kalian terhibur dengan cerita saya. mohon maaf kalo kata-kata nya ada yang kurang kalian bisa kritik dan kasih saran di kolom komentar
Hormat saya
Psyhico