
Setelah Bel berbunyi Psyhico memutuskan untuk langsung memasuki kelas.
Kemudian Psyhico mulai berdiri dari tempat makan nya.
"Cale aku duluan ke kelas yah.
"Iya, aku juga sebentar lagi juga mau masuk.
Psyhico langsung pergi dari kanti dan meninggalkan Cale beserta Erina, untuk memasuki kelas nya.
"Cale kamu kenal Psyhico dari sejak kapan?.
Saut Sabrina menanyakan tentang kedekatan Psyhico dan cale.
"Aku kenal dia dari sejak Sekolah Menengah Pertama kelas 1.
"Terus kamu bisa dekat kaya gini gimana ceritanya, sedangkan Psyhico anak teladan dan kamu kan bisa disebut anak Brandalan.
Sabrina terus bertanya dan penasaran tentang kedekatan Cale dan Psyhico. karena menurut Sabrina ada keanehan tentang kepribadian Psyhico yang suka berubah-rubah.
Kemudian di sisi lain meja kantin. Erina terus mendengarkan pembicaraan Cale dan Sabrina. karena Erina juga penasaran tentang masa kelam nya Psyhico, dan perlakuan Psyhico pada saat tabrakan sangat berbeda dengan sifat anak teladan.
Kemudian Cale mulai membuka mulut nya dan menjawab pertanyaan Sabrina tadi.
"Ya kalo kamu pengen tahu tentang masa lalu Psyhico, kalian bisa tanya langsung kepada orang nya. karena aku tidak ada hak untuk menceritakan masa kelam sahabatku sendiri.
"Terutama orang yang lagi duduk di depan kita, sepertinya dia lebih penasaran tentang masa lalu Psyhico.
Erina kaget dengan lontaran kata Cale yang di tujukan kepada nya. Erina cuman diam, dan mukanya terlihat merah karena malu. karena ungkapan Cale itu.
Kemudian Cale mulai membuka mulutnya kembali.
"Hahaha. Aku cuman bercanda, kata itu bukan buat kamu ko.
Kemudian Sabrina mulai melihat ke arah Erina, dan Sabrina pun mulai paham tentang ungkapan yang di lontarkan oleh Cale tadi, setelah melihat raut wajah Erina. kemudian Sabrina mulai menunjukan senyuman kecil di wajah nya.
Cale tahu bahwa Psyhico sudah populer di kalangan kami atau pun di kalangan para cewek, pada saat SMP. Karena tampang nya itu seperti model Remaja. walau pun tampang Psyhico yang sekarang berpenampilan seperti kutu buku dan memakai kacamata palsu, tetapi dia masih memiliki tampang nya yang asli.
Kemudian Cale mulai mengangkat mulut nya kembali.
"Huh.... Sebenarnya aku sangat iri kepadanya.
Saut Cale sambil menghela napasnya karena merasa iri tentang tampang Psyhico itu. dia tahu bahwa tampangnya tidak terlalu buruk tetapi dia masih tetap merasa iri kepada Psyhico.
Sontak Erina dan Sabrina merasa heran dan kebingungan tentang ungkapan Cale tadi.
Saut Sabrina mulai membuka mulutnya itu dan mengajukan pertanyaan atas ungkapan Cale tadi.
"Maksud kamu gimana Cale?.
Kemudian Cale menjawab pertanyaan sabrina itu.
"Iya aku iri pada tampang nya itu. anak sial*n Psyhico.
Cale mengungkap kan rasa iri nya itu kepada Sabrina dengan nada yang bercanda.
Sabrina masih merasa bingung dengan perkataan Cale barusan. karena menurut Sabrina Psyhico memiliki tampang yang biasa saja dan jauh lebih baik tampang Cale dari pada Psyhico.
Di sisi lain, Erina paham tentang ungkapan Cale barusan. Erina mengetahui maksud ungkapan Cale itu. setelah dia di pojokan ke diding oleh Psyhico pada saat istirahat, dia mengetahui bahwa kacamata yang di pakai Psyhico itu palsu, pada saat itu Erina tidak tahu kenapa Psyhico memakai kacamata palsu. dan setelah mendengar ungkapan Cale barusan, Erina paham bahwa tampang asli Psyhico yang sekarang bukan tampang aslinya.
...******...
Setelah lama berbincang-bincang, kemudian Cale mulai melihat jam tangan nya, dan jarum jam itu, menunjukan bahwa waktu Bel masuk istirahat sudah terlewat 15 menit yang lalu.
"Ayo kita masuk ke kelas masing-masing waktu istirahat sudah lewat 15 menit. aku tidak mau di hukum karena berlama-lama istirahat.
Saut Cale mengajak Sabrina dan Erina untuk masuk kelas, karena Cale dan yang lain nya sudah sangat terlambat. Atas perbincangan nya barusan.
"Ya, ayo kita masuk. aku juga tidak mau di anggap bolos lagi.
Saut Sabrina mengajak untuk masuk ke kelas.
Disisi lain Psyhico yang sudah memasuki kelas. mata pelajaran yang sedang di ikuti oleh murid-murid adalah mata pelajaran Bahasa inggris.
Psyhico yang lagi duduk di meja belajar nya, dia merasa tidak bersemangat untuk mengikuti mata pelajaran terakhir nya itu.
Psyhico cuman berbaring di atas mejanya. Kemudian Psyhico mulai melihat ke arah Selena, dia melihat Selena lagi mengikuti pelajaran dengan antusias. Psyhico merasa bodoh karena dia terus memikirkan Selena.
Psyhico sudah memutuskan untuk tidak mengejar Selena. tetapi dia masih tidak merela kalo Selena dekat dengan Roy. Entah kenapa Psyhico tidak mau teman masa kecil nya itu berpacaran dengan orang yang Br*ngs*k seperti Roy.
Tetapi Psyhico tidak bisa menghalangi hubungan Selena dan Roy. karena dia tahu, kalo dia ikut campur tentang hubungan mereka, Selena pasti akan membencinya. dan membuat pertemanan mereka merenggang.
Psyhico merasa pusing karena dia memikirkan hal yang tidak seharusnya dia pikirkan.
Kemudian Psyhico memutuskan untuk tidak memikirkan urusan Pribadi Selena, bukan berarti Psyhico mau mengabaikan Selena. tetapi dia akan berusaha menganggap Selena sebagai teman saja.
...******...
Tidak terasa Bel pulang pun mulai berbunyi, Psyhico yang tertidur selama pelajaran karena memikirkan masalah yang seharusnya tidak ia pikirkan.
Kemudian Psyhico bangkit dari atas meja nya, karena dia mendengar bahwa Bel pelajaran terakhir sudah berbunyi, dan Bel itu menandakan bahwa waktu nya untuk murid pulang ke rumah nya masing-masing.
Lantas Psyhico bergegas untuk mengemasi semua barang-barangnya yang di atas meja, dan memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya.
Setelah Psyhico mengemasi barang-barang nya. kemudian seseorang mendekati Psyhico.
"Psyhico, kamu lagi berkemas ya?.
Saut orang yang mendekati Psyhico. kemudian Psyhico mulai berbalik dan melihat siapa yang menyapanya barusan.
Ternyata yang menyapa Psyhico barusan adalah Selena, kemudian Psyhico menjawab pertanyaan Selena itu.
"Iya nih, aku lagi berkemas dan memutuskan untuk langsung pulang.
Psyhico menjawab pertanyaan Selena dengan senyuman di wajahnya.
"Yah, tadinya aku mau ngajak kamu pulang bareng dan makan Takoyaki dulu saat di perjalanan.
Kemudian Psyhico mulai membuka mulut nya dan menjawab ajakan Selena itu.
"Tapi aku ada urusan. makanya aku mau pulang langsung.
Psyhico berusaha untuk menolak ajakan Selena, karena dia sudah memutuskan untuk tidak terus dibayang-bayangi oleh perasaan nya itu.
"Yah, Kita kan sudah lama tidak pulang bareng. Mau yah pulang bareng sama aku dan makan Takoyaki dulu yah.
Saut Selena memaksa Psyhico untuk pulang bareng dan makan Takoyaki terlebih dahulu.
Sontak Psyhico mau tidak mau harus ikut karena Selena terus memaksa dia untuk pulang bareng.
"Ya, tapi jangan lama-lama ya makan Takoyaki nya, Karena aku ada urusan.
"Yeee, aku sangat senang kamu mau pulang bareng sama aku.
Setelah mereka selesai berbicara, Psyhico dan Selena memutuskan untuk pulang bareng dan makan Takoyaki terlebih dahulu.
Kemudian Psyhico mulai berjalan untuk keluar dari ruangan kelas nya, setelah sesampai nya di pintu kelas.
Psyhico di kaget kan dengan keberadaan Seseorang yang sedang menunggunya di depan pintu kelas nya itu.
Next Chapter 5
...Note...
Maaf yah up nya terlambat. karena saya selama 3 hari ini lagi liburan bersama teman-teman saya. jadi ga ada waktu buat nulis Chapter baru, dan sekarang baru ada waktu karena hari liburan nya sudah usai. saya mohon maaf atas keterlambatan Chapter baru nya.
Saya ucapkan terimakasih buat pembaca yang masih baca Novel saya, walaupun masih belajar, terimakasih atas support nya, karena orang-orang yang membaca Cerita saya sangat berarti buat saya. membangkitkan semangat saya untuk terus menulis. walaupun masih sedikit yang membacanya saya tetap semangat karena masih ada pembaca yang menunggu alur cerita Novel ini.
Hormat saya.
Psyhico.