Intelligence Is Just My Cover

Intelligence Is Just My Cover
Chapter 10



Setelah Psyhico turun dari kamarnya dia langsung ke meja makan dengan mengenakan Piyama, di meja makan Psyhico melihat adik nya yang mengenakan piyama sama seperti dirinya.


"Pagi kak.


"Iya pagi lisa.


Adik perempuan nya mengucapkan selamat pagi kepada Psyhico.


"Apa kamu sama baru selesai mandi Lisa?.


"Iya kak, makanya Lisa masih mengenakan piyama seperti kaka.


"Oh iya, kalo begitu kita langsung makan aja, takutnya kesiangan untuk berangkat ke sekolah.


"Iya ayo kita makan.


Psyhico mengajak adik perempuan nya untuk segera sarapan dan memakan makanan yang sudah di sediakan oleh pelayan di rumah mereka.


***


Setelah Psyhico dan lisa menyelesaikan sarapan mereka, Psyhico memutuskan untuk langsung naik lagi ke kamar nya yang berada di lantai dua. Psyhico harus bersiap-siap terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah, karena dia masih mengenakan piyama dan belum memakai seragam sekolah nya.


"Kalo begitu kaka ke kamar ya, mau siap-siap terlebih dahulu.


Psyhico meminta ijin berpamitan kepada adik perempuan nya itu untuk bersiap-siap.


"Iya kak, Lisa juga sama mau siap-siap terlebih dahulu.


Sontak Lisa mengiyakan perkataan kaka nya itu.


"Oh iya kak, kaka mau naik apa ke sekolah nya?.


"Hari ini kaka ikut sama kamu mungkin.


Lisa menanyakan kendaraan seperti apa yang akan membawa Psyhico ke sekolah. tidak setiap hari Psyhico di antar oleh sopir nya, karena Psyhico lebih suka untuk berjalan di pagi hari dari pada naik kendaraan.


"Hemm, tidak seperti biasanya, ya kalo begitu nanti Lisa bilang sama sopir kalo kaka mau bareng.


"Iya, kalo begitu kaka ke kamar dulu mau siap-siap.


"Iya silahkan.


Setelah Psyhico menjawab Pertanyaan adik nya itu, Psyhico langsung menlanjutkan langkah kaki nya untuk ke kamar dan bersiap-siap.


Tidak lama Psyhico berjalan, Psyhico sudah berada di kamar nya dan langsung menyiapkan barang-barang yang akan di kenakan dia untuk ke sekolah.


Stelah Psyhico menyiapkan barang-barang nya dan mengenakan seragam sekolah nya, Psyhico lansung ke luar dari kamar nya dan turun untuk menghampiri adik nya yang sudah berada di dalam mobil.


"Ayo pak jalan, kaka sudah berada di mobil sekarang.


"Iya baik nona.


Lisa menyuruh sopir untuk langsung menjalankan mobil nya karena Psyhico sudah berada di dalam mobil.


Setelah sopir mengiyakan ajakan Lisa, sopir itu lansung menyalakan mesin mobil nya, dan langsung jalan menuju ke sekolah mereka.


"Eh kak kenapa kamu masih mengenakan Kacamata itu, kaka kan ga rabun?.


Lisa menanyakan tentang kacamata yang selalu di kenakan kaka nya itu, karena Lisa tahu bahwa kacamata yang di kenakan kaka nya itu palsu bukan kacamata rabun.


"Iya kaka emang ga rabun. tapi tidak tahu kenapa sudah terbiasa.


"Hemmm, padahal kalo kaka tidak mengenakan kacamata itu, kaka kan lumayan dari sudut pandang para cewek.


Lisa menyayangkan penampilan kaka nya itu karena selalu mengenakan kacamata yang menutupi penampilan aslinya.


"Maksud dari sudut padang cewek maksudnya gimana?.


"Tidak ah.


Lisa tidak menjawab pertanyaan kaka nya itu. karena dia tidak terbiasa memuji saudara laki-laki nya.


Disisi lain sopir memperhatikan kedua bersaudara itu dan menampilkan senyuman di wajah nya. sementara itu mobil terus berjalan menuju tujuan nya untuk mengantar dua bersaudara itu ke sekolah.


Sopir terus menjalankan mobil nya dan tampa di sadara oleh Psyhico dan Lisa mobil itu sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah.


"Kita udah sampai di sekolah tuan dan nona sekarang.


"Iya pak makasih.


Lisa menanggapi perkataan yang di lontarkan oleh sopir nya itu.


Psyhico melihat murid-murid masih pada berjalan memasuki gerbang sekolah.


"Itu mobil mewah siapa, kemungkinan mobil itu sangat mahal terlihat dari cat nya yang berkilau.


"Iya, siapa murid yang menaiki mobil mewah itu?.


"Mungkin Erina ratu dari geng anak-anak cewek yang bermasalah.


"Iya mungkin juga diakan anak dari orang kaya.


"Iya.


Murid-murid yang masih berjalan di depan gerbang menanyakan siapa yang murid yang menaiki mobil mewah yang terparkir di depan pintu gerbang sekolah itu.


Setelah Psyhico dan Lisa memutuskan untuk langsung turun dari mobil nya itu. Sontak murid-murid agak ke heranan setelah yang melihat siapa orang yang keluar dari mobil mewah itu.


"Hah?. Bukan Erina yang turun dari mobil mewah itu.


"Terus itu siapa?.


"Hah, kamu tidak tahu si murid teladan dari kelas 3-2.


"Oh yang namanya tercatat nomor 1 yang di papan peringkat. kalo tidak salah nama nya Psyhico ya.


"Iya dia orang nya. aku tidak tahu kalo dia dari keluarga orang kaya, soal nya aku sering lihat dia selalu berjalan kaki kalo ke sekolah.


"Enak ya jadi dia, udah terlahir dari kalangan yang tinggi dan nilai akademik nya juga bagus.


"Ya mau gimana lagi emang itu kebenaran nya.


Kemudian murid-murid bertanya-tanya tentang Psyhico yang turun dari mobil mewah tersebut. murid-murid tidak tahu kalo Psyhico dari keluarga kaya, mereka hanya tahu bahwa Psyhico cuman murid teladan nomor 1 di sekolah nya itu dan tidak tahu tentang status nya.


Disisi lain Erina yang baru juga sampai di depan gerbang sekolah. dia melihat mobil mewah yang sama dengan dirinya terparkir di depan pintu gerbang sekolah, dan Erina pun bertanya-tanya siapa yang murid yang menaiki mobil mewah itu. karena disisi lain juga, Erina baru melihat mobil itu terparkir di depan pintu gerbang sekolah nya itu dan dia tidak melihat di hari-hari lain nya.


Kemudian Erina memutuskan turun dari mobil nya dan memastikan siapa murid yang menaiki mobil tersebut karena penasaran.


"Nona kita udah sampai.


Sopir Erina memberitahukan Erina bahwa tujuan nya sudah sampai.


Kemudian Erina langsung turun dari mobil nya dan berjalan memastikan siapa murid yang menaiki mobil mewah tersebut. Tidak lama setelah Erina turun dari mobil dan memutuskan untuk berjalan dan melihat sekeliling dan melihat siapa murid yang menaiki mobil mewah tersebut. sontak Erina memperlihatkan raut wajah kaget dan heran dengan murid yang turun dari mobil mewah tersebut.


Setelah Psyhico dan Lisa turun dari mobil nya, Psyhico agak keheranan dengan murid-murid yang pada melihat kerah nya.


"Yo Psyhico selamat pagi.


Psyhico yang baru turun dari mobil dan melihat murid-murid memperhatikan nya, dan mendengar ada seseorang mengucapkan selamat pagi kepada dirinya, sontak Psyhico melihat ke arah sumber suara tersebut.


Setelah Psyhico memastikan orang yang menyapa nya itu siapa, Psyhico langsung membalas sapaan dari orang tersebut.


"Ya pagi juga Cale.


Psyhico menjawab sapaan sabahat nya itu. dan Psyhico gak keheranan dengan kemunculan Cale yang menyapanya dan datang entah darimana.


"Tidak seperti biasanya kamu diantar oleh sopir kamu.


Cale bertanya kenapa Psyhico di antar oleh sopir nya, karena Cale melihat Psyhico turun dari mobil dan tidak seperti biasa yang selalu berjalan kaki.


"Iya aku lagi kurang enak badan, makanya di antar oleh sopir dari rumah ku.


"Oh, apa kamu berangkat ke sekolah bareng sama adik Perempuan mu?.


Cale bertanya tentang apakah Psyhico berangkat bersama adik perempuan nya itu.


"Iya bersama adik ku, dia ada di belakang ku sekarang.


Psyhico menjawab pertanyaan sahabat nya itu, tentang dia yang datang ke sekolah dengan adik perempuan nya.


Setelah Lisa berbicara kepada sopir yang mengantarkan dia dan kaka nya itu, Lisa langsung bergegas untuk menyusul kaka nya yang sudah berjalan di depan dia.


Lisa melihat ada Seseorang yang sedang mengobrol dengan kaka nya, tapi entah siapa yang sedang mengobrol dengan kaka nya itu, Lisa tidak melihat wajah orang tersebut karena ke tutup oleh badan Psyhico.


Karena penasaran Lisa langsung bergegas menghampiri kaka nya, dan memastikan siapa murid yang sedang mengobrol dengan kaka nya itu.


"Pagi Lisa.


Setelah Lisa sudah berada di bekalang kaka nya itu, orang yang mengobrol dengan kaka nya itu menyapa diri nya.


Kemudian Lisa melihat orang yang menyapa dirinya itu siapa, dan setelah melihat orang yang menyapanya adalah Cale teman kaka nya dari SMP.


"Pagi juga kak Cale.


Lisa langsung menyapa balik sapaan dari Cale.


"Bagaimana kabar nya kak Cale?.


Lisa bertanya kepada Cale tentang keadaan nya.


"Baik, kalo Lisa gimana.


"Lisa juga baik. kenapa kak Cale sekarang jarang main ke rumah?


Lisa menanyakan kenapa Cale sangat jarang main kerumahnya sekarang, padahal Sewaktu SMP dia sering sekali ke rumah Psyhico.


"Tidak apa-apa, aku cuman agak sibuk.


"Oh begitu.


"Iya.


Setelah berbincang sedikit Cale dengan Lisa, Psyhico yang berdiri di samping Lisa mulai mengangkat mulut nya itu.


"Kalo begitu kita lanjutkan jalan ke ruangan kelas, tidak enak menghalangi jalan orang lain.


Psyhico mengajak Lisa dan Cale untuk tidak berlama-lama mengobrol di pintu gerbang sekolah karena Psyhico tidak enak menghalangi jalan orang lain.


Disisi Erina yang masih melihat Psyhico keluar dari mobil mewah tersebut, dan sekarang Psyhico masih mengobrol dengan Cale.


Erina masih memperhatikan Psyhico dan Cale yang sedang mengobrol, Erina mulai bertanya-tanya tentang cewek yang berada di sebelah Psyhico.


"Hei.


Sontak Erina yang sedang bertanya-tanya dalam pikiran nya dikagetkan dengan Seseorang yang menepuk pundak nya.


Kemudian Erina berbalik untuk melihat siapa yang menepuk pundak nya itu.


"Si*l*n, aku kaget, kirain siapa yang menepuk ku barusan.


Setelah Erina berbalik dan melihat orang yang menepuk pundak nya itu ternyata Sabrina teman sekolah nya.


"Hehe, lagian kenapa juga kamu bengong di depan gerbang kaya gitu. lagi liatin apa si.


"Tidak liatin apa-apa. sudahlah kita ke kelas sekarang.


"Iya ayo. lagian apaan si yang kamu bengong kan barusan, jadi penasaran.


"Tidak apa-apa bukan masalah yang penting.


Setelah Erina mengobrol dan menjawab pertanyaan Sabrina barusan. Erina mengajak Sabrina untuk langsung berjalan ke kelas.


Kemudian Sabrina melihat ke arah yang di bengong kan Erina barusan, Sabrina melihat Psyhico sedang mengobrol bersama Cale dan ada cewek di sebelah Psyhico.


Setelah melihat kearah tersebut Sabrina mulai membuka mulut nya kembali.


"Hemm, aku tau apa yang di bengong kan kamu barusan, kamu melihat cewek di sebelah Psyhico kan dan mulai bengong karena bertanya-tanya siapa cewek itu.


Sabrina tau kalo Erina sedang memperhatikan Psyhico dan bertanya-tanya tentang cewek yang di belah Psyhico.


"Apaan si. sudah lah kita ke kelas sekarang.


"Iya-iya.


Kemudian Erina memalingkan perkataan Sabrina barusan dan menyuruh untuk langsung ke kelas, Sabrina mengiyakan saja perkataan Erina tersebut dan memutuskan untuk langsung ke kelas.


Disisi lain Psyhico juga sudah mulai berjalan bersama Cale. Lisa juga mulai berpisah dengan mereka karena kelas dia dan kaka nya itu berbeda.


Next Chapter 11


...Note...


Mungkin dari kalian bertanya-tanya kenapa novel ini ga up-up Chapter terbarunya. sebelum saya menjawab penyebab jarang nya up Chapter terbaru, saya mau meminta maaf terlebih dahulu atas keterlambatan up nya. penyebab saya ga up beberapa hari kebelakang itu di karenakan saya nya lagi menyelesaikan tugas yang menumpuk dan tertinggal karena sakit, jadi saya gada waktu buat up Chapter terbaru dan baru sekarang saya ada waktu nya. jadi mohon maaf bagi para pembaca yang menunggu kelanjutan dari Novel saya. mungkin itu aja Note yang sekarang, saya ucapkan terimakasih karena masih menunggu kelanjutan dari novel saya.


Hormat saya.


Psyhico.