
Sabrina berjalan mendekati pintu untuk memastikan siapa yang mengetuk Kamar Karaoke mereka, kemudian sabrina membuka pintu tersebut.
"Saya mohon maaf atas keterlambatan pesanan anda, karena hari ini akhir pekan dan tempat karaoke kami lagi banyak pengunjung."
Ternyata orang yang mengetuk pintu tersebut adalah pegawai yang mengantarkan pesanan makanan, dan pegawai tersebut meminta maaf atas keterlambatan pesan nya.
"Iya tidak apa-apa, silahkan masuk simpan saja makanan nya di meja."
Sabrina membalas permintaan maaf pegawai tersebut dan langsung menyuruh pegawai itu untuk menaruh makanan nya di meja.
Kemudian para pegawai karaoke tersebut masuk dan menaruh makanan nya di meja.
"Makasih kak sudah mengantarkan pesanan nya."
Sabrina mengucapkan terimakasih kepada pegawai yang mengantarkan pesanan nya itu dan sambil mengantarkan mereka ke arah pintu keluar.
"Iya kami juga mohon maaf atas keterlambatan pesanan nya, saya pamit undur diri kalo begitu selamat menikmati makanan nya."
Pegawai tersebut menjawab terimakasih Sabrina dan langsung meninggalkan kamar karaoke tersebut.
Kemudian Sabrina mulai kembali ketempat duduk nya semula.
"Kenapa makanan nya banyak sekali Sabrina?."
Cale bertanya Kepada Sabrina tentang pesanan makanan yang terlihat banyak.
"Tidak apa-apa biar sekalian tidak memesan lagi makanan."
"Memang nya kita memesan Kamar ini untuk berapa jam?."
Setelah Sabrina menjawab pertanyaan Cale barusan, dan Cale mulai mengajukan pertanyaan kembali kepada Sabrina.
"Ya sampai kita puas karena aku ambil tenggang waktu personal untuk kamar ini."
Sabrina pertanyaan Cale tentang, tenggang waktu kamar karaoke yang di pesan nya itu.
"Hah?. terserahlah anak perempuan memang pemboros."
"Sudahlah Cale jangan banyak bertanya, kamu tinggal nikmatin saja makanan nya."
Psyhico menyela atas keterkejutan Cale barusan dan langsung untuk menyuruh Cale untuk berhenti berbicara.
"Iya benar kata Psyhico Cale mendingan kita nikmati saja makanan ini hehe. kata Ruyiji yang sedang duduk di sebelah Cale."
"Iya, terserahlah aku juga sudah mulai lapar."
Cale sudah tidak peduli lagi dan langsung menikmati makanan yang ada di atas meja.
Psyhico tidak peduli tentang keterkejutan Cale itu benar atau cuman untuk basa-basi saja, karena Psyhico mulai lapar dan tidak mau mendengar ocehan Cale, sebabnya Psyhico menyuruh Cale untuk berhenti.
Kemudian Psyhico mulai mengambil Soda yang di pesan nya dan langsung meminum soda itu.
Erina yang memperhatikan pembicaraan antara Psyhico dan Cale barusan, kemudian Erina mulai melihat ke arah Psyhico.
"Ada apa?. kamu mau soda ku ini?."
Psyhico bertanya kepada Erina yang sedang melirik dirinya saat minum soda, lantas Erina agak terkejut atas pertanyaan Psyhico itu.
"Hemm... tidak aku juga memesan soda."
Erina menjawab pertanyaan Psyhico dengan nada terbata-bata, kemudian Erina mulai mengambil soda yang ada di atas meja.
"Hmm.... kamu masih tetap dingin terhadap Erina Psyhico."
Cale mulai berkomentar atas perkataan Psyhico barusan terhadap Erina.
"Hah?. aku bertanya kepada dia seperti aku bertanya kepada orang lain."
Psyhico merasa dia bertanya seperti biasa nya dan tidak merasa bersikap dingin kepada Erina.
Erina cuman terdiam dan tidak berkomentar apa-apa, Erina merasa bahwa Psyhico masih tidak menyukai nya, karena masalah yang terjadi beberapa hari kebelakang.
"Iya-iya hehe."
Cale membalas kembali perkataan Psyhico barusan dengan nada bercanda.
Kemudian Psyhico mulai meminum soda nya kembali.
Tidak lama berselang nya waktu Selena dan Rumi mulai duduk di Sofa.
"Huhhh....... sangat melelahkan. Saut Rumi yang duduk di sebelah Sabrina."
"Iya-iya minum nih, Selena juga silahkan minum dulu."
Sabrina yang mendengar keluhan Rumi barusan, langsung menyuruh Rumi dan Selena untuk minum terlebih dahulu.
"Segarnya.... makasih Sabrina."
Setelah minum-minuman yang di berikan Sabrina kepadanya, Rumi berterimakasih sambil melintangkan tubuh nya ke sofa.
Sabrina juga menjulurkan minuman kepada Selena.
"Iya makasih Sabrina."
Kemudian Selena langsung minum-minuman yang di berikan Sabrina.
"Oh iya Yohan kenapa kamu ga makan makanan nya?."
Rumi bertanya kepada pacarnya, yang cuman diam saja dan tidak bergeming sedikitpun.
"Iya, aku akan mengambil nya nanti. balas Yohan yang sedang duduk di sebelah Psyhico."
Setelah Rumi mendengar balasan dari pacarnya itu dia langsung mengambil sebuah makan yang di atas meja.
"Yohan. Aaaa.... coba buka mulut kamu."
"Dasar romantis amat nih anak. saut Sabrina mengomentari tindakan Rumi."
Rumi menjulurkan makanan yang barusan di ambil nya kepada Yohan.
"Sudah kubilang aku akan mengambil nya kalo aku mau."
Yohan menolak tawaran suapan dari Rumi dan wajah nya nampak memerah.
"Haruskah aku pindah dari tempat duduk aku. saut Psyhico yang sedang duduk di sebelah Yohan."
"Iya kamu pindah aja kesini Psyhico biarkan anak yang sedang kasmaran ini berduaan heheh."
Sabrina membalas perkataan Psyhico barusan, dan dia juga menyuruh Psyhico untuk pindah tempat duduk nya ke tempat duduk Rumi yang di Sebelah Sabrina.
"Silahkan kalian bisa bermesraan sekarang. Saut Psyhico yang menyuruh Rumi untuk pindah."
Kemudian Psyhico mulai bertukar tempat duduk dengan Rumi, Yohan nampak kesal dan malu atas tindakan yang di lakukan Psyhico.
"Haruskah kami juga pindah agar dunia ini nampak milik kalian berdua hehe."
Cale juga mulai berkomentar dengan candaan setelah melihat raut wajah yang kesal.
Kemudian Yohan mulai melirik ke arah Cale setelah candaan Cale barusan.
"Kamu mau pindah kemana sofa yang di sebelah sana sudah penuh." Saut Yohan yang menyuruh Cale untuk tetap duduk disana.
"Kami bisa duduk dimana saja, kamar ini kan luar hehehe."
Cale membalas perkataan Yohan dengan nada yang bercanda, Setelah Yohan mendengar jawaban itu dia memperlihatkan raut wajah yang memerah dan kesal atas komentar Cale barusan.
"Sudah duduk saja di sana dan jangan kemana-mana." Balas Yohan atas perkataan Cale.
"Iya-iya heheh."
Kemudian Rumi pun duduk di sebelah Yohan.
"Nih Aaaa...
Rumi yang menjulurkan tangan nya kembali ke arah Yohan, agar Yohan memakan makanan yang ada di tangan nya itu.
Yohan tidak bisa bertindak apa-apa lagi, dia cuman bisa pasrah dan langsung memakan makanan yang ada di tangan Rumi.
"Nah gitu dong yang enak liat nya hehehe." Saut Sabrina yang masih bercanda dengan dua pasangan ini.
Yohan cuman diam setelah memakan makanan yang di tangan Rumi, mukanya tampak memerah setelah mendengar komentar dari Sabrina.
Psyhico pun duduk di sofa yang sama dengan Sabrina, dia duduk di sebelah Erina.
Sabrina yang melihat itu cuman diam dan tidak berkomentar apa-apa.
Ping!.
Suara notifikasi yang masuk ke Smartphone Selena, Kemudian Selena langsung mengeluarkan Smartphone yang di dalam saku baju sekolah nya itu.
Psyhico yang mendengar notifikasi itu, dan langsung bertanya kepada kepada Selena, yang sedang duduk di sofa yang sama.
"Ada apa Selena?."
"Tidak bukan apa-apa, Oh iya kamu mau pulang jam berapa Psyhico."
Next Chapter 19.
...Note...
...Note kali ini seperti biasa ya saya mau minta maaf atas keterlambatan chapter terbarunya ya kalian tahu kalo kalian baca note saya yang di chapter sebelum nya kenapa bisa terlambat terus up nya. jadi saya mau minta maaf atas keterlambatan nya, mungkin gitu saya ya dari note kali ini dan saya jamin alur cerita buat chapter kedepannya makin menarik dan seru walaupun up nya terlambat terus....
...Semoga kalian sehat terus dan di lancarkan segalanya oleh tuhan yang maha esa....
Hormat saya.
Psyhico.