Intelligence Is Just My Cover

Intelligence Is Just My Cover
Chapter 19



Kemudian Psyhico langsung melihat Ponsel dari saku seragam sekolahnya untuk memastikan pukul berapa sekarang.


"Mungkin aku akan pulang bersama yang lain nya nanti, memang nya ada apa?.


Psyhico menjawab pertanyaan Selena tentang dia akan pulang, setelah Psyhico melihat waktu di ponsel nya masih menunjukan pukul 16:00.


"Bukan apa-apa, mungkin aku akan pulang sekarang kayanya, karena ada keperluan.


"Oh begitu, ya silahkan kalo kamu akan pulang sekarang.


Psyhico mempersilahkan selena untuk pulang, Kemudian Selena langsung mengambil tas nya yang bermaksud untuk pulang.


"Eh Selena kamu mau kemana udah mengambil tas.


Sabrina bertanya kepada Selena setelah dia melihat Selena mengambil tas.


"Aku akan pulang karena ada keperluan, ngomong-ngomong aku harus bayar berapa untuk membayar tempat ini?"


"Ah, gpp kamu cuman sebentar disini, jadi kamu bayar makanan kamu aja."


"Iya kalo begitu berapa buat makanan nya?"


Selena bertanya kembali kepada Sabrina, berapa yang harus dia bayar untuk makanan yang dia pesan itu.


"Terserah kamu saja, berapa yang kamu punya sekarang."


Sabrina menyuruh Selena untuk bayar seadanya saja, atas pertanyaan nya itu.


Selena cuman memesan minum, dan makanan ringan.


"Kalo begitu ini 5000 ribu won untuk makanan yang aku pesan."


Selena menyerahkan 5000 ribu won kepada Sabrina, atas makanan yang dia pesan barusan.


"Iya silahkan taruh saja uang nya di atas meja."


"Kalo begitu aku duluan ya."


"Iya silahkan hati-hati di jalan nya Selena."


Setelah Selena menyimpan uang nya di atas meja dia langsung berpamitan dengan yang lain nya.


Kemudian Selena langsung keluar dari ruangan Karaoke tersebut.


...****...


Sudah 30 menit waktu yang sudah terlewat sejak Selena pergi dari ruangan Karaoke, Psyhico dan yang lain nya masih bermain di tempat Karaoke tersebut.


"Sabrina tolong ambilkan aku soda yang ada di dekatmu itu, sepertinya Psyhico sangat menikmati soda tersebut."


Cale jadi tergiur dengan minuman soda yang di minum Psyhico, karena dia melihat Psyhico sangat menikmati soda tersebut, terlihat dari bekas kaleng yang terletak di atas meja.


Kemudian Cale menyuruh Sabrina untuk mengambilkan beberapa soda yang di dekat nya itu.


"Nih Cale."


Sabrina memberikan Kaleng yang berisi soda tersebut kepada Cale, dan Cale pun langsung mengambil nya dari sabrina.


Kemudian Cale langsung membuka kaleng soda itu, dan mencicipi bagaimana rasanya.


"Sabrina?"


Setelah Cale mencicipi minuman itu, Cale langsung memanggil Sabrina kembali.


"Iya Cale ada apa, bagaimana soda nya enak gak?"


Sontak Sabrina langsung menjawab panggilan dari Cale itu, dia juga bertanya bagaimana rasa soda nya.


"Hmm, Sangat enak sekali soda nya, tapi bagaimana kamu memesan soda yang seperti ini buat kami."


Cale menanggapi pertanyaan Sabrina barusan, dengan pertanyaan bagaimana dia memesan soda yang begitu aneh.


"hehe, Santai aja Cale cuman 10 persen ko."


"Hahhh."


Sabrina membalas pertanyaan Cale dengan raut wajah yang tersenyum.


Cale cuman bisa menghela nafas atas jawaban dari Sabrina barusan.


Psyhico tidak paham apa yang sedang di obrolkan oleh mereka berdua, dia cuman melanjutkan untuk meminum soda nya kembali dan memakan makanan yang ada di atas meja.


Kemudian Cale mulai melirik kearah Psyhico yang sedang meminum soda tersebut.


"Psyhico, kamu sudah habis berapa kaleng untuk soda itu?"


Psyhico langsung melirik kearah Cale, dengan maksud merespon pertanyaan Cale.


"Mmm, mungkin sudah 4 dengan yang ada di tanganku saat ini, memang nya kenapa?"


"Hahhh."


Psyhico tidak paham dengan respon Cale barusan.


Sabrina langsung memotong pembicara antara Psyhico dan Cale barusan, dengan beralasan umur mereka yang hampir menginjak dewasa.


"Iya aku tau, tetapi dia sangat payah dalam hal beginian."


Ada apa dengan alur pembicaraan mereka berdua, apa hubungannya minuman yang sedang aku minum sekarang dengan umur mereka berdua.


Psyhico masih memperhatikan obrolan antara Cale dan Sabrina, sebelum berbicara kembali.


"Apa maksud yang kalian bicarakan umur dan minum yang aku minum sekarang."


Psyhico bertanya kembali kepada mereka berdua atas pembicaraan Cale dan Sabrina yang tidak jelas kemana alur nya.


"Sudah Psyhico hiraukan mereka berdua, silahkan kamu lanjutkan kembali makan dan abaikan mereka berdua."


Saut Ruyiji yang menyuruh Psyhico untuk melanjutkan makan nya dan mengabaikan Cale dan Sabrina.


Yohan yang menyaksikan pembicaraan tersebut cuman diam dengan memakan makanan yang ada di atas meja.


Erina, Rumi dan cewek-cewek yang lain nya sibuk bernyanyi dan tidak melihat kearah orang-orang yang sedang duduk di Sofa tersebut.


"Kalo begitu aku ke toilet dulu."


"Ya silahkan Psyhico, kamu bisa keluar untuk ke toilet."


Setelah Psyhico mengabaikan Cale dan Sabrina, Psyhico meminta ijin kepada Ruyiji untuk pergi ke toilet, karena dia terasa pengen buang air kecil.


Setelah Psyhico meminta ijin Ruyiji untuk pergi ke toilet, Psyhico langsung berjalan keluar ruangan Karaoke tersebut.


"Eh, kemana Psyhico pergi?"


Rumi dan Erina baru saja datang setelah menyelesaikan bernyanyinya, bertanya tentang Psyhico yang tidak ada di tempat duduk.


Cale yang sedang berbicara dengan Sabrina langsung berbalik atas pertnyaan Rumi.


"Iya Psyhico pergi kemana Ruyiji?"


Cale yang baru saja menyadari kemana Psyhico pergi, dia bertanya kepada Ruyiji kemana Psyhico pergi.


"Psyhico pergi ke toilet."


"Kapan dia pergi, aku tidak lihat dia berjalan keluar."


Cale tidak tahu kaoan Psyhico pergi ke toilet nya, karena dia barusan sibuk mengobrol dan berdebat dengan Sabrina.


"Tadi Psyhico pergi, saat kalian berduan mengobrol dengan obrolan yang tidak berguna."


"Kalo begitu aku juga pengen pergi ke toilet dulu."


Saut Erina yang menimpali dan meminta ijin untuk pergi ke toilet.


Psyhico yang masih berjalan menuju toilet, dia melihat orang-orang yang sedang berjalan mengenakan baju seragam, dan ruangan Karaoke yang tampak nya penuh dengan murid-murid yang berkunjung ke tempat karaoke tersebut.


Psyhico melihat seragam sekolah mereka nampak berbeda-beda, pikir Psyhico mungkin mereka yang berkunjung ke tempat karaoke setelah pulang sekolah.


Tidak heran kalo hari ini banyak sekali orang yang berkunjung ke tempat karaoke, karena sekarang akhir pekan dan murid-murid pasti menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang.


Tidak lama Psyhico berjalan, dia sudah sampai di depan toilet umum yang di sediakan oleh tempat karaoke tersebut.


Kemudian Psyhico, masuk kedalam toilet bermaksud untuk buang air kecil.


Disisi lain Erina juga sedang berjalan kearah toilet umum tersebut.


"Hei Erina, apa yang kamu lakukan disini?"


Saat ini Erina sedang berjalan kearah toilet, tetapi langkah nya berhenti setelah seseorang memanggil dia dari arah belakang.


Kemudian Erina mulai berbalik kearah sumber suara, yang memanggil nya itu.


"Apa maumu Br*gs*k."


Erina tampak marah, kepada orang yang memanggil nama nya itu.


"Wow, tatapan dingin mu itu yang membuat kamu lebih cantik dan menarik buat aku."


Erina merespon dengan kata-kata kasar kepada pria yang memanggil nya itu, dan pria tersebut membalas perkataan Erina barusan dengan memuji Erina.


Next Chapter 20.


...Note ...


...Maaf ya baru up lagi wkwk, karena beberapa bulan ke belakang saya lagi di hadapin dengan problem yang membuat saya ga mood untuk menulis, dan baru hari ini saya mulai mood lagi untuk melanjutkan cerita saya....


...Jadi saya mohon maaf membuat para pembaca untuk menunggu lama dari kelanjutan cerita saya ini, mulai dari hari ini saya jamin akan rajin lagi untuk update buat Chapter-chapter terbaru ke depan nya....


...Mungkin sekian dari note saya ini, kalian juga mungkin bosen dengan informasi yang ampas ini wkwk....


...Semoga hari kalian menyenangkan dan tetap di lindungi oleh tuhan yang maha esa....


Hormat saya.


Psyhico.