
"MAKSUD LO APAA SIH ANJIRR??!!" Teriak Sasa saat memasuki kelas XI AKL 2 dan langsung menghampiri Ghea.
Sedangkan anak-anak lain sudah berkumpul, siap untuk menonton bahkan sudah ada yang menyiapkan kamera HP-nya.
"YA LO MAKSUDNYA APA ANJIRR, DATENG-DATENG LANGSUNG KOAR-KOAR, SITU WARAS??" Balas Ghea yang berdiri dari duduknya cukup terkejut dengan kedatangan Sasa yang tiba-tiba.
"NORAK LO BABI BERANINYA NGADU DOMBA, SEKALIAN AJA NGADU SAPI!" Teriak Sasa sambil menarik rambut Ghea yang panjang.
Cewek itu meringis lalu membalas menarik rambut Sasa. "LO TUHH YANG NORAK KAMBING."
"KALO IRI BILANG LANGSUNG ANJING, GAK USAH BAWA-BAWA ORANG LAIN!!"
"PD ANJIRR, GUE, IRI SAMA LO? LO KALI YANG IRI SAMA GUE!"
"APASIH LO, DARI TADI NGIKUTIN GUE MULU GOBLOK BANGET, NYARI SENDIRI KEK KATA-KATANYA!"
"MANA SEMPET BEGO KEBURU KECAKAR, AWWW,"
"HEH-HEH UDAH WOII, MALU BEGO DILIATIN ORANG," teriak Zio yang datang langsung berusaha memisahkan Sasa dan Ghea yang saling mencakar dan menjambak. Disusul Lena yang juga berlari menghampiri Sasa.
"Sa Sa udah heh, gak sayang apa sama perawatan rambut lo, kusut anjirr, mahal-mahal," ucap Lena yang mencoba menarik tangan Sasa agar melepaskan rambut Ghea.
"Goblok! Bukannya dipisahin malah ditonton, panggil ketos anjirr, Si Ezra mana iniii? Van elahh bantuin kek diem mulu lo," ucap Zio yang merasa kewalahan dan kesal saat ada murid yang sedang merekam.
Diam-diam cowok itu menutupi wajah Sasa agar tidak terekspos terlalu jelas, meskipun percuma.
Sedangkan Vano sudah berlari keluar untuk mencari Ezra.
"Busett ini cewek tenaganya gede juga ya," gumam Zio menggelengkan kepalanya.
Karena usahanya terus gagal, tak kehabisan ide akhirnya Zio menjewer telinga Sasa dan menyeretnya keluar tanpa menghiraukan berbagai umpatan yang keluar dari mulut cewek itu.
Keadaan langsung hening saat Sasa telah dibawa keluar. Beberapa anak lain ada yang protes karena pertengkaran itu sudah selesai. Dan ada juga yang menghembuskan nafas lega.
Sedangkan Lena menoleh pada Ghea yang sedang merapikan rambut dan bajunya yang berantakan.
Melangkahkan kakinya, gadis itu melipat kedua tangannya. "Gak habis pikir gue, mau lo apa sih anjirr? Belum cukup dengan lo jadi pelakor dan sekarang lo ngadu domba kelas gue sama kelas lain? Kurang kerjaan lo? Apa perlu gue kasih kerjaan?" Ucap Lena tak habis pikir dengan isi otak Ghea yang sangat licik dan manipulatif.
Gadis itu berdecih sambil mengepalkan tangannya, "Pelakor? Lo ngaca anjirr Dean nya aja yang bajingan sana sini ditempelin, najis. Mau-mauan aja lo dibegoin."
Lena cukup tersentak setelah mendengar balasan dari Ghea, dengan cepat kembali menormalkan wajahnya. "Kalo gue bego, lo apa dong? Mau-an aja dideketin Dean udah tau cowok gak bener, murahan tau gak."
Ghea mendelik bersiap akan membalas Lena, tapi urung saat cewek itu melanjutkan kalimatnya.
"Dari kemaren gue diem bukan berarti gue ngalah dan takut ya sama lo! Gue pikir mungkin emang lo lagi khilaf, eh tapi ternyata emang lo nya aja yang murahan, upss," ucap Lena sambil menutup mulutnya seolah sudah salah berbicara.
"Lo–"
"Dasar cewek, gak tau apa gue lagi sibuk, ayo! Lo ikut gue biar gue kasih kerjaan biar gak ada waktu buat adu bacot." Ucap Ezra memotong pembicaraan Ghea dan Lena, lalu segera menarik tangan Ghea dan membawanya keluar.
Anak-anak lain pun sudah bubar. Karena sudah tidak ada yang perlu ditonton.
Sedangkan Lena, cewek itu masih berdiri di tempatnya. Memikirkan perkataan Ghea tadi.
Apa benar sifat asli Dean seperti itu?
Tidak, kali ini Lena tidak akan menangis. Justru ia semakin yakin bahwa putusnya hubungan mereka adalah hal yang benar.
Dan kalau boleh jujur, Lena juga sudah mempunyai pengganti Dean.
Ya, ketos SMK SAGARA, Ezra. Sekarang dirinya sudah yakin dengan perasaannya.
Cewek itu mengalihkan tatapannya melihat ke arah lapangan. Disana ada Ezra yang sedang menghukum Sasa dan Ghea. Tanpa sadar Lena menarik kedua sudut bibirnya. Membentuk senyuman yang manis.
***
SASA SI TROBLE MAKER SAGARA (6)
Ezra : Anjirr nama grup udah kek hashtag Twitterr, tau aja mana yg lagi trending wkwkwk
Zio : Ezra tuh ngiri guyss karena gk prnh digibahin;)
Ezra : Bego dipeliara, ikan noh biar beranak
Sasa : Goblokkk mana ada orang pengen digibahin anjirr
Lena : Wkwkwkwk sabar guyss
Lena : @Lova lo belom ngeliat Sasa ngamuk kan? wkwkwk
Sasa : Anjirrrrrr;)
Zio : Seremm ya Len sampe tangan gue juga kena sasaran hmmmm
Ezra : untung gue dateng ya
Ezra : Anjayyy berasa jadi hero guee
Lena : Pahlawan kesiangan ya zraa...
Lova : @Lena mending turu
Sasa : Ya lo maen tarik-tarik aja kuping gue panas anjirr @zio
Zio : Ezra parahh anjirr ketos apaan gitu yaa ada anak buahnya adu jotos malah ngerem
Ezra : Ngerem matamu melek ya zi, gue lagi rapat OSIS anjirr
Zio : Lah kok si Lena kagak?
Lena : hehehehehehehehehe.....
Zio : no problem beb, anything for you @Sasa
Vano : nyampah
Ezra : Busett Van baru nongol juga, untung dah kebal
Zio : pedesnya another level yaaa...
Sasa : Vano tuh takut memonya penuh guys, nanti gak bisa nyimpen hasil selfinyaaa
Zio : Anjirr jadi kebayang, Vano kalo selfi pake bentuk dua jari sambil manyun-manyun gak yaa..wkwk
Sasa : bukan zi, gaya Vano pas selfi tuh melet sambil ngangkat jari tengahh aowkwowk
Ezra : Goblokk, ngakak anjirr
Lena : Udah heh kasian anaknya, nanti nangis dipojokan lagii
Zio : Tambah ngakak anjirr @Lena
Lena : paling bener tuh kalian PC aja dehh... @sasa @zio
Zio : Disambi dongggg
Sasa : ngaco
Suara notifikasi dari pesan lain membuat Lena mengerutkan dahinya, tanpa sengaja langsung mengklik notifnya.
Ezra : Len
Ezra : ciee langsung dibuka
Lena melebarkan matanya syok, tidak mengira Ezra akan mengirim pesan padanya. Meskipun sudah lama bertukar kontak, jujur baru dua kali Ezra mengirim pesan padanya, itu pun hanya tentang pelajaran.
Lena : kan emang lagi on di grup
Ezra : kirain seneng dapet chat dari guee
Lena : kenapa? tumben chat?
Ezra : Besok lo ada waktu gak?
Lena : kok kayak ngehina ya...;)
Ezra : wkwkwk basa basi Len
Lena : hemmm, kenapa emang?
Ezra : ikut gue yuk
Lena : kemana?
Ezra : nyari kado buat adek gue, rese banget dia
Lena : sama adeknya sendiri juga
Lena : yaudah besok kapan?
Ezra : pulang sekolah aja, nanti gue jemput deh lo tunggu aja
Lena : oke
Setelah membalas chat dari Ezra, Lena langsung merubah posisinya menjadi tengkurap lalu menjerit. Menggerakkan kakinya sambil berguling-guling. Merasa sangat senang karena besok dia akan keluar dengan Ezra.
Membalikkan tubuhnya, Lena kembali melihat layar ponselnya. Mengigit bibirnya gemas lalu kembali tengkurap. Kali ini berusaha untuk segera tidur agar besok dirinya merasa fresh.
Masa mau jalan wajahnya bengkak sih, meskipun pulang sekolah tapi Lena tetap harus terlihat perfect.
***
Di sisi lain ada Ezra yang sedang berjingkrak-jingkrak karena merasa senang.
"Bang lo kenapa deh? Berisik tau gak," celetuk Kia yang menyembulkan kepalanya mengecek Ezra. Karena tidak biasanya kamar abangnya itu gaduh.
Sementara itu Ezra yang terlonjak kaget karena Kia tiba-tiba datang langsung mendudukkan dirinya di sofa.
Pemuda itu lalu berdehem menahan nafasnya agar tidak kelihatan ngos-ngosan, "itu ada semut tadi." Balasnya asal.
"Dih, abang gak jelas deh," balas Kia lalu kembali menutup pintunya.
Ezra menoleh lalu berdiri untuk mengecek apakah masih ada Kia atau tidak. Masalahnya, adiknya itu kalau sudah kepo suka cosplay jadi cicak, nempel-nempel di dinding.
Setelah dirasa aman, cowok itu kembali duduk dan memegang dadanya sambil melihat room chatnya dengan Lena.
"Kok gue jadi deg-degan gini ya?"